
...Chapter 3 : Serangan Mendadak...
...Bagian 2...
Tiga Bulan telah berlalu, Sekarang sudah bisa dikatakan kalau Aku sudah menguasai sihir tingkat menengah. Dan ada beberapa sihir gabungan yang telah ku ciptakan, yaitu
Sihir Uap, gabungan dari api sedikit dan air banyak. Sihir Lava, gabungan dari api banyak dan tanah sedikit. Sihir Magma, gabungan dari api sedikit dan tanah banyak. dan Sihir Es, gabungan dari air banyak dan angin sedikit.
Lalu Aku menyadari kalau sihir gabungan juga memiliki tingkatan seperti sihir elemen biasanya. Tetapi, Aku tidak mengetahui cara menaikkan tingkatnya.
Seperti biasa, Aku berlatih bersama Guru Cariel, meski Aku telah menguasai lima elemen sihir tingkat menengah, tetap saja masih kurang.
“Apa Kau berniat untuk mencapai tingkat atas?” Tanya Guru.
“Ya, Kapan kamu mengajariku sihir tingkat atas?” Tanyaku
“Kusarankan lebih baik jangan belajar sihir tingkat atas” Jawabnya.
“Mengapa?” Tanyaku
“Sihir tingkat atas, walaupun jumlah Mana mu tercukupi, tetapi Fisik mu tidak. Lagian bagaimana bisa seorang anak berumur tiga tahun mampu mencapai tingkat tinggi. Tingkat menengah aja cukup sulit untuk anak seusiamu” Antara Dia memuji ataupun menghina.
“Kalau begitu, guru akan pergi meninggalkanku karena tidak ada yang dapat kupelajari lagi?” Tanyaku
“Kau pikir Aku Cuma akan ngajarin kau sihir tingkat menengah saja? Aku juga harus mengajarimu tentang dunia ini dan beberapa informasi tentang sihir” Jawab Guru Cariel.
Saat sedang berbicara dengan Guru Cariel, tiba tiba terdengar suara lonceng yang keras, lalu disambut oleh suara seseorang dari menara pengintai.
__ADS_1
“Para penduduk desa, harap segera melakukan evakuasi karena Monster Serigala Bertanduk telah mengepung desa ini” Terdengar suara keras yang berasal dari menara pengintai.
Telah terjadi pengepungan di desa Valley, Monster monster belakangan ini semakin kuat. Tidak ada yang tau apa penyebabnya, tetapi saat ini telah dikirim beberapa petualang dari Ibukota atas permintaan Ayahku Yang seorang Baron.
“Cepat pulang sana, Aku ingin menuju ke barisan terdepan” Jawab Guru Cariel.
Aku berlari dengan cepat menuju ke rumahku yang tidak jauh dari tempatku berlatih sihir. Terlihat disana Ibuku yang menungguku masuk kedalam. Saat Aku memasuki rumah, Ibu langsung menutup pintu dengan rapat dan memasang balok untuk mengunci pintu.
‘Sungguh teknologi yang kuno’ pikirku.
Ayahku saat ini berada di barisan terdepan untuk memimpin pasukan agar gerombolan serigala bertanduk itu tidak masuk ke desa. Aku terus menunggu didalam rumah, berjam jam telah berlalu, masih belum ada kabar kemenangan.
Aku naik kelantai dua lalu mengintip melalui jendela. Terlihat dari jauh semacam pasukan yang bertarung melawan serigala. Itu sudah pasti pasukan Ayahku. Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena jaraknya lumayan jauh, lalu Aku memikirkan sesuatu.
‘Bagaimana kalau menggunakan [Menganalisis] dengan dialiri Mana’ pikirku
Aku mengalirkan mana didalam tubuhku, lebih tepatnya di mataku lalu
[Serigala Bertanduk Lv.14] Serigala yang hidup bergerombolan dan paling kompak dalam bekerja sama. Spesies yang jarang menyerang kota atau desa dikarenakan spesies ini memiliki sedikit kecerdasan dan tau perbedaan kekuatan.
Status saat ini : Terkena kutukan
Tiba tiba muncul sesuatu yang melayang seperti hologram yang mirip seperti tampilan dalam game rpg. Aku berpikir kalau kemampuan ini sangat luar biasa.
‘Terkena kutukan? Apakah karena terkena kutukan, segerombolan serigala bertanduk itu menyerang desa’ Pikirku sambil memegang kepala.
Dari kejauhan Aku masih bisa menyaksikan pertarungan tersebut. Aku melihat seseorang yang menggunakan sihir tanah secara beruntun, Aku sudah tau kalau dia adalah Guru Cariel, hanya dia yang mampu menggunakan sihir dengan cepat.
__ADS_1
Karena saking asiknya menyaksikan pertarungan, Tiba tiba ada seekor serigala bertanduk melompat dari dinding desa yang letaknya dibelakang rumah.
‘Itu pasti ayah, karena Dia terlihat sangat mahir dalam menggunakan pedang’ Pikirku
Aku masih belum tersadar kalau ada beberapa serigala menyusup kedalam desa dan berada tepat dibelakang rumahku. Tiba tiba serigala itu menerobos masuk kedalam rumah.
“BRUKK” terdengar suara yang keras.
Aku langsung turun dari lantai dua dan melihat seekor serigala berada di dalam rumah. Aku langsung kaget lalu segera naik ke lantai dua dan bersembunyi di ruangan perpustakaan.
Aku ketakutan dan bersembunyi dibawah meja, menunggu Ibuku datang dan melawannya.
‘Ibu pasti bisa melawannya, Ibu kan kuat’ pikirku sambil ketakutan dan gemetaran.
Baru pertama kali Aku melihat monster semenjak Aku bereinkarnasi. Aku tidak mungkin bisa mengalahkan serigala tersebut, dan bersembunyi. Berharap ada yang menolongku.
“Grrrawr” terdengar suara raungan serigala yang semakin mendekat.
'Bagaimana bisa serigala itu sampai kesini? Lagipula, Ibu ada dimana?' Aku mulai khawatir.
Aku masih berada didalam ruangan. Aku berpikir kalau didalam ruangan itu akan aman, tetapi....
“Kreeek” suara pintu terbuka perlahan.
‘I-itu pasti monster’ pikirku.
Ini adalah pertama kalinya Aku melihat monster, setiap orang pasti akan ketakutan jika berhadapan dengan monster.
__ADS_1
Tetapi, Aku baru ingat kalau Aku adalah seorang ahli sihir, dan Aku bisa melawannya, pasti. Aku keluar dari meja lalu berdiri sambil menunggu pintu terbuka sepenuhnya.
•Bersambung•