
...Chapter 11 : Sihir Lava...
...Bagian 1...
Sehari telah berlalu semenjak Kami mulai berlatih bersama. Ruri juga masih belum bisa menggunakan sihir tanpa mantra, tapi Dia sudah mulai memahami prinsip dari sihir tanpa mantra tersebut dan memulai latihannya dengan Undine.
Lalu Aku, Untuk saat ini Aku sudah menciptakan berbagai macam sihir elemen lava. Misalnya seperti, [Lingkaran Lava] Sebuah sihir yang membentuk cincin mengelilingiku, bisa kugunakan untuk pertahanan jika sebuah pedang mengarah kepadaku dan membuatnya meleleh. Dan [Ranjau Lava], Ini sihir yang paling kusukai. Dengan sihir ini Aku dapat membuat lava tersembunyi di atas tanah dan mampu melelehkan apapun yang menginjaknya.
Mungkin Aku akan menggunakan sihir tersebut karena berguna. Tapi yang kuinginkan itu adalah sihir lava tingkat atas. Jadi kuharus berlatih lagi, dan lagi. Meski begitu Aku masih belum ada perkembangan apapun.
Tapi apa yang buku itu katakan adalah, Aku bisa menciptakan sihir di tingkat yang tinggi jika Aku dapat membayangkan sesuatu yang lebih kuat. Tapi Aku tidak bisa membayangkan apapun tentang lava. Aku bisa saja menciptakannya dengan lebih kuat hanya dengan membayangkan gunung meletus, dan selalu saja gagal, mungkin karena Aku melompati satu tingkatan, jadinya gagal.
Kepalaku rasanya sangat pusing, memikirkan banyak hal untuk meningkatkan tingkatan sihir lavaku tanpa mantra apapun. Namun tiba tiba Aku terpikirkan sesuatu yang menarik, yaitu, bagaimana jika Aku bayangkan banyak sekali lava yang mengalir menuju ke satu tempat.
‘Bayangkan Banyak sekali, mungkin luasnya seperti sebuah rumah, lalu tingginya, yang penting tinggi saja, Lalu arahkan ke satu titik’ Kataku dalam hati.
“Lalu Aku beri nama! [Ombak Lava]” Sesuai dengan bayanganku, Lava dengan jumlah yang banyak muncul dan mengalir seperti ombak dan menelan pepohonan yang ada di depanku.
“Sepertinya berhasil” Kataku.
Lalu Aku membuka Statusku dengan menggunakan cermin kecil yang baru baru ini kubawa, lalu menggunakan skill menganalisis. Meski sedikit ribet, tapi mau bagaimana lagi, Aku tidak memiliki sesuatu yang seperti di novel, status atau skill list misalnya.
[Zare Hilson (Hikimura Shido) Lv.54] Anak pertama Albert Hilson Baron dan Stella Hilson. Sebelum bereinkarnasi, nama sebelumnya adalah Hikimura Shido. Pernah bertemu langsung dengan dewa. Dan keinginannya saat ini adalah bertemu dengan adiknya.
Status Saat Ini : Bersemangat, Berenergi, Sehat
Atribut Sihir : Air (Tingkat Atas), Api (Tingkat Menengah), Angin (Tingkat Atas), Tanah (Tingkat Menengah), Petir (Tingkat Menengah), Cahaya (Tingkat Dasar), Penyembuhan (Tingkat Dasar), Air Panas (Tingkat Dasar), Uap (Tingkat Dasar, Lava (Tingkat Menengah), Magma (Tingkat Dasar), Es (Tingkat Dasar), Udara Panas (Tingkat Dasar), Kontrak (Dasar)
Skill : [Menganalisis] [Inventori] [Seni Berpedang Tingkat Pemula] [Peningkatan Sihir]
Makhluk Kontrak :
Bos Serigala Salju Bertanduk (Fenrir) Lv.71
Roh Air Bawah (Undine) Lv.52
Manusia (Ruri Sebastian) Lv.18
Sihir lava milikku sudah meningkat. Selama ini, Aku sudah meningkatkan sihir gabungan setelah 2 tahun lamanya disaat pertama kali Aku menemukan sihir gabungan saat di ajari Guru Cariel, dan baru sekarang Aku bisa mencapai tingkat menengah.
Karena mengingat guru Cariel rasanya membuatku rindu kepadanya. Dia mungkin sekarang sedang mengajar di ibukota. Bagaimana kalau nanti Kita pergi ke ibukota dalam waktu dekat. Aku penasaran apa saja yang ada di Ibukota. Pasti banyak hal yang menarik.
Daripada memikirkan hal itu, Aku memilih untuk melanjutkan latihanku, yaitu tingkat atas. Rasanya Aku benar benar curang, baru saja Aku menciptakan tingkat menengah, sekarang mau menciptakan sihir tingkat atas.
Tapi sebelum itu, bukankah lebih baik menciptakan berbagai macam tingkat menengah terlebih dahulu sebelum menciptakan tingkat atas. Karena itu, Aku memilih menciptakan tingkat menengah terlebih dahulu.
Hingga waktu telah menjadi sore, Aku telah menciptakan paling tidak dua sihir lava tingkat menengah. Yaitu [Lubang Lava] dengan sihir ini, Aku dapat menciptakan lubang yang berisi lava di dalamnya, karena dari pada menciptakan sebuah lubang dengan sihir tanah lalu mengisinya dengan lava akan memakan waktu, dengan sihir ini akan mempermudahku untuk menciptakan hal tersebut.
__ADS_1
Lalu [Jarum Lava] sihir ini mampu menusuk musuh dari keempat sisi dan membuatnya berlubang dan memberikan luka bakar di organ dalamnya. Yah itu adalah sihir pembunuh instan kurasa, meski begitu, dapat dihalau ketika musuh melompat atau memiliki pelindung dari air atau tanah misalnya, Tapi tidak ada yang menyangka akan serangan kejutan seperti ini.
Lalu dari arah hutan, terdengar banyak suara langkah kaki mendekat, lalu Aku mempersiapkan posisi bertahan jika terjadi sesuatu yang mengerikan keluar dari hutan tersebut. Namun yang muncul adalah,
“Fenrir?” Kataku.
“Iya Tuanku” Kata serigala berwarna putih serta bertanduk, namun dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
“Kau membesar ya?” Tanyaku lagi.
“Tentu saja, Aku mengumpulkan pasukan serigalaku, Semuanya kemari” Teriak Fenrir kearah hutan.
Lalu keluar berbagai macam jenis serigala, mulai dari serigala bertanduk, serigala taring, serigala hitam, dan berbagai macam jenis serigala lainnya.
“Mereka ini adalah hewan kontrakku, jadi Tuan dapat memerintahnya juga” Kata Fenrir.
Dengan kata lain, Aku adalah bos dari bos. Atau lebih tepatnya, Anak buahku memiliki anak buah. Rasanya Membingungkan, tapi begitulah.
Jumlah serigala yang dibawa Fenrir berjumlah sekitar 50 serigala, itu jumlah yang amat banyak serta Aku tidak tau bagaimana cara memberikan mereka tempat tinggal.
“Lalu dimana mereka semua akan bermalam?” Tanyaku sambil memegang daguku.
“Tentu saja di hutan ini, dan juga mereka akan membantumu saat berburu, mereka itu lumayan kuat loh” Kata Fenrir.
“Baiklah, sebelum itu [Menganalisis]” Aku melihat status Fenrir
[Bos Serigala Salju Bertanduk (Fenrir) Lv.72] Setelah mengikat kontrak dengan masternya serta berevolusi, Sekarang Fenrir telah menjadi Bos dari segala serigala dan dapat mengendalikan berbagai macam serigala yang ada di dekatnya.
Atribut Sihir : Air (Tingkat Atas), Angin (Tingkat Raja), Es (Tingkat Dasar)
Hewan Kontrak :
Serigala Hitam (Finrar) Lv.32
Serigala Taring (Finrer) Lv.34
Serigala Bertanduk ( Finrur) Lv.32
Serigala Kilat (Finrir) Lv.30
Serigala **
Serigala **
‘Panjang bener. Lagipula Aku tidak bisa membaca semuanya jika jumlahnya sangat banyak, tidak kusangka Fenrir akan memiliki hewan kontrak yang banyak.‘
“Kalau begitu, lebih baik Aku berlatih sihir lava lagi, Oh iya Fenrir, apa mereka semua bisa berbicara sepertimu?” Tanyaku.
__ADS_1
“Tentu saja, Tidak mungkin, hanya sesama hewan saja yang mengerti apa yang mereka ucapkan, termasuk Aku, jadi kalau ingin berbicara dengannya, bicara kepadaku” Jelas Fenrir kepadaku.
Ketika Fenrir menjelaskan hal itu, Aku malah mengobrol dengan serigala lainnya.
“Finrir, kau disebut sebagai serigala kilat karena kau itu bisa menggunakan sihir petir kan, kau pasti sangat cepat kan” Kataku kepada salah satu serigala tersebut.
“Iya, Aku hanya mampu menggunakan sihir petir saja” Kata Finrir.
“Begitu ya, mungkin kau akan menjadi kuat kalau bersama dengan Fenrir” Kataku.
“Tunggu sebentar, Tuanku, bagaimana kau mengerti bahasa hewan?” Tanya Fenrir
"Bukankah semua hewan dapat berbicara sepertimu?" Tanyaku kepada Fenrir.
"Hanya Hewan Spesial sepertiku yang dapat berbicara dengan manusia" Balas Fenrir.
“Mungkin karena Skill [Bahasa Mutlak], eh sebentar, kenapa tidak ada skill ini di statusku?” Aku kebingungan setelah melihat statusku lagi.
Sepertinya Dewa itu melupakan skill tersebut. Tapi bagaimana Aku bisa mengerti bahasa yang semuanya gunakan. Semua itu sungguh membingungkan.
“Tuan?” Fenrir nampak bingung dengan perkataanku.
“Ada apa??” Tanyaku lagi kepadanya.
“Tadi kau ngomong skill apa?” Tanya Fenrir dengan menggelengkan kepalanya.
“Apa maksudmu? Jelas jelas tadi Aku katakan, [Bahasa Mutlak]” Balasku.
“Tuan, Aku tidak bisa mendengar akhir perkataanmu” Jawab Fenrir.
Aku memegang kepalaku, lalu berpikir sejenak. Aku tidak paham apa yang dimaksud oleh Fenrir. Dia seakan akan tidak mendengarkan perkataan ku tentang Bahasa Mutlak. Dunia Ini sangat aneh.
“Yasudahlah, Lebih baik Aku berlatih sihir lava saja” Kataku untuk tidak ambil pusing.
“Baiklah, Semuanya, ayo kembali ke hutan” Perintah Fenrir kepada serigala lainnya.
Sekarang suasana jadi sepi. Aku memutuskan untuk memulai latihan lagi. Karena, Aku harus menguasai sihir lava hanya untuk melihat halaman kedua dari buku aneh tersebut.
Untuk menciptakan tingkat atas, maka Aku hanya perlu membayangkan bentuk yang kuat.
‘Lava berjatuhan, dari langit, jumlahnya.... sebanyak hujan mungkin, lalu alirkan mana’ Pikirku sambil membayangkannya.
“Namanya! [Hujan Lava]” Aku membuat hujan tapi bukan air, melainkan lahar yang panas.
Lava tersebut turun dengan jumlah yang sangat banyak, dan membuat padang rumput didepanku hangus seketika dan hanya menyisakan tanahnya saja.
Lalu Buku Sejarah Sihir yang kusimpan didalam inventori menerobos keluar dan melayang didepanku dengan cahaya yang sedikit menyilaukan.
__ADS_1
Lalu terbuka halaman kedua secara otomatis dan terlihat tulisan mulai bermunculan. Lalu isi buku tersebut bertuliskan.
"Bersambung" Kata Buku Tersebut.