
...Chapter 2 : Seorang Guru...
...Bagian 2...
Satu hari telah berlalu, hari ini adalah hari Guru Sihirku akan tiba. Itu membuatku sangat bersemangat untuk hari ini.
“Tok tok tok” terdengar suara ketukan pintu.
Ibuku membuka pintu lalu muncul sesosok wanita cantik di balik pintu. Aku segera tahu kalau dia adalah guruku.
“Perkenalkan, Aku adalah Cariel Herl. Aku kemari untuk mengajar sihir sesuai dengan kontrak” Jawabnya.
Gadis itu terlihat sangat cantik, rambut panjang berwarna kuning layaknya seorang putri. Kalau di perhatikan, pakaiannya juga terlihat menawan.
“Silahkan masuk dulu, sebentar, Zare sini sebentar” Kata Ibuku.
Aku berdiri dari meja makan lalu bergegas menghampiri Ibuku.
“Cariel, ini adalah anakku, Dia akan menjadi muridmu tahun ini” Jawab ibuku sambil memegang kedua pundakku.
“Setiap orang tua menganggap anaknya pandai sihir di usia yang masih muda” bisik Cariel dengan pelan.
‘Aku mendengarmu loh’ pikirku.
Beberapa menit kemudian, setelah Cariel dan orang tuaku berbincang bincang, Kami pun menuju ke halaman rumah untuk belajar menggunakan sihir.
“Sebelum mempelajari sihir, Aku ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu sihir. Sihir adalah energi yang berasal dari roh. Dahulu, manusia membuat kontrak dengan para roh untuk meminjam kekuatan roh mereka, tetapi lama kelamaan, banyak manusia yang sudah bisa menggunakan sihir tanpa energi roh, dan terciptalah Mana (Energi Sihir)” Jelas Guru Cariel.
‘Buset, panjang amat’ pikirku
“Lalu, sihir dasar terbagi menjadi enam, sihir Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Dan Cahaya. Selain ke enam sihir tersebut, terdapat banyak jenis sihir lainnya, seperti Penyembuhan, Sihir Kutukan, Sihir Perintah, Sihir Roh, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kujelaskan untuk sekarang. Sekarang, Aku ingin bertanya, Zare sudah menguasai sihir apa?” Tanya Guru Cariel.
“Sihir Api, Air, Angin, Tanah, Cahaya” Jawabku
__ADS_1
“Keenam Sihir Dasar?!, jangan bercanda” Cariel nampak kaget.
Kalau dipikir pikir, Ibuku saja hanya menguasai sihir Air, Api, Tanah. Aku belajar keenam sihir tersebut dari buku sihirnya Ibuku.
“Aku serius loh” Jawabku.
“Apa benar umurmu baru tiga tahun?” Tanya Guru Cariel.
“Benar” Jawabku.
Terlihat Guru Cariel sedang berpikir sejenak lalu
“Hahh... sulit dipercaya. Sepertinya Kamu juga tidak mengerti ya, baiklah. Orang orang bisanya menguasai paling tidak satu sihir dasar, lalu tidak banyak pula yang mampu menguasai tiga sampai lima, tetapi tidak mustahil seseorang untuk menguasai enam sihir dasar. Yang menjadi masalah adalah, untuk mendapatkan keenam sihir dasar membutuhkan waktu yang lama dan bakat sihir yang tinggi” Jawab Guru Cariel sambil memegang kepalanya.
Aku juga baru tahu kalau enam sihir dasar sulit dikuasai, pantas saja Ibuku waktu itu terkejut juga saat melihatku menguasai banyak sihir dasar.
“Selanjutnya, bagaimana kalau praktek sihir, kudengar Kamu sudah berlatih sihir tingkat dasar” Jawab Guru Cariel.
“Baiklah”
‘Pemandangannya indah, Aku belum pernah jalan jalan keluar rumah semenjak bereinkarnasi' Pikirku.
“Sekarang perlihatkan sihir dasarmu disini” Jawab Guru Cariel
Kalau kupikir pikir, sihir tanpa mantra itu adalah hal yang susah untuk dilakukan, lebih baik untuk tidak memperlihatkannya sekarang, karena mungkin akan heboh jika kuperlihatkan.
“Wahai roh tanah, kekuatanmu yang paling keras dan kuat, perlihatkan kekuatanmu [Peluru Batu Beruntun]” Muncul peluru batu lalu terbang secara berturut turut.
[Peluru Batu Beruntun] lebih kuat dibandingkan [Peluru Batu] yang hanya menghasilkan satu peluru batu. Walaupun begitu, sihir tersebut masih berada di tingkatan dasar.
“Lumayan juga, mungkin Kamu perlu kuajari cara menyingkat mantra” Jawab Guru Cariel.
‘Menyingkat mantra?, lebih bagusan sihir tanpa mantraku’ Pikirku.
__ADS_1
“Perhatikan Aku menyingkat mantra” Kata Guru Cariel.
Cariel nampak sangat serius kali ini, Dia mengeluarkan tongkat sihirnya lalu mengarahkannya kedepan.
“Wahai roh tanah, kekuatanmu, keras, kuat, perlihatkan [Peluru Batu Beruntun]” Sihir yang di hasilkan juga sama.
“Bagaimana?” Tanya Guru sambil menyombongkan kekuatannya
Bagaimana kalau kubuat kesombongannya itu menghilang segera dengan sihir tanpa mantraku. Sepertinya akan sangat menarik.
“Guru, lihat ini [Peluru Batu Beruntun]” saat memanggilnya, muncul sihir secara tiba tiba tanpa mantra sekalipun
Cariel nampak menjadi batu kali ini, Dia tidak bergerak sama sekali. Aku melambaikan tangan di depan wajahnya, tetapi tidak ada respon.
“Si-si-sii-hir tanpa mantra, sepertinya Aku kalah soal ini” Jawab Guru Cariel.
Wajahnya sampai memucat, apakah reaksi tersebut itu wajar? Tidak mungkin hanya terkejut membuatmu menjadi seperti itu.
“tapi, Bisakah Kau Mengajariku Cara Sihir Tanpa Mantra Itu?” Tiba tiba suasana hatinya berubah.
“Aku tidak yakin kalau sihir tanpa mantraku bisa diajari” Kataku.
“Tidak masalah, asalkan Aku dapat mengerti cara kerjanya” Jawabnya dengan semangat.
Sesuatu yang aneh terjadi padanya. Sebelumnya ia seperti biasa, lalu menjadi kaku, sekarang menjadi ceria. Apakah dia benar benar manusia?. Reaksinya terlalu berlebihan untuk ukuran manusia.
“Ekhem, kembali ke topik utama, Kamu sepertinya belum menguasai sihir tingkat menengah kan, maka dari itu, Aku akan mengajarimu sihir tingkat menengah. Oh iya Aku mampu menguasai lima elemen dasar selain cahaya, serta semuanya berada di tingkat atas, paling tidak Aku dapat mengajarimu kelima sihir tersebut” Jelasnya.
“Sihir cahaya dapat kupelajari dimana?” Tanyaku.
“Sihir cahaya adalah sihir yang digunakan kuil suci untuk melawan sihir kegelapan. Kamu dapat mempelajarinya melalui pendeta kuil” Jawabnya.
Masih banyak hal yang belum ku ketahui tentang dunia ini. Kurasa lebih baik mempelajarinya satu persatu.
__ADS_1
“Baiklah, waktunya memulai latihan sihir serangan” Jawabnya.
--Bersambung--