
Arc 2 : Kota Netium
...Chapter 8 : Petualang...
...Bagian 1...
Beberapa jam berlalu semenjak Kami meninggalkan Desa Valley, kini Kami telah tiba tepat di pintu gerbang Kota Netium, beberapa barang yang kami bawa telah kumasukkan kedalam penyimpananku sehingga perjalanan menjadi lebih mudah.
Di depan pintu gerbang yang menghubungkan antara dalam kota dan luar kota, terjadi pemeriksaan terhadap pengunjung. Hal itu membuat Kami harus mengantri dengan cukup lama. Hingga pemeriksaan terhadap kami telah dimulai.
“Binatang kontrak dilarang masuk kedalam kota” Kata salah satu penjaga yang memeriksa Kami.
“Lalu harus bagaimana?” Tanya Cecily.
“Taruh saja hewannya di luar atau kalian memiliki izin tertentu” Jawab Sang Penjaga.
“Bagaimana kalau ini?” Cecily mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.
“Petualang Rank A?!, Kami minta maaf, jadi silahkan masuk” Kata Sang Penjaga.
Meski Cecily hanyalah seorang pembantu rumah tangga, tetapi Dia dulunya seorang petualang yang berpetualang bersama dengan Ibuku. Jadi sudah pasti kalau Dia itu kuat.
“Baiklah, ayo masuk” Kata Cecily.
“Kenapa mereka melarangku masuk, tetapi Undine tidak dilarang” Jawab Fenrir dengan nada kesal.
“Itu karena Aku spesial” Kata Undine.
“Salah, itu karena penjaga itu tidak mengetahui kalau Kau itu adalah Roh karena wujudmu seperti seorang manusia” Jelasku.
“Begitu, Aku paham Tuanku” Kata Fenrir.
Kami semua berjalan menuju ke penginapan untuk membawa Ibu beristirahat yang cukup dan Aku akan pergi menuju ke Guild setelah mengantar Ibu. Cecily yang akan memanduku selama menjadi petualang, dan mungkin Aku dapat berkembang dengan cara ini.
“Permisi, dua kamar harganya berapa?” Cecily bertanya kepada seorang wanita tua yang berdiri di meja resepsionis.
“2 perak perminggu untuk 2 kamar” Kata wanita tua itu.
“Kami sewa selama sebulan” Kata Cecily.
“Totalnya 8 perak”
Cecily memberikan 8 koin perak yang telah kukasih sewaktu di perjalanan menuju ke penginapan. Aku masih belum mengerti tentang nilai mata uang di dunia ini, tetapi memiliki paling tidak sepuluh koin perak dapat memenuhi hidupmu selama dua bulan.
“Nih, Zare tidur di kamar sebelah, kalau Aku tidur sekamar dengan nyonya” Kata Cecily sambil melemparkan kunci kamar kepadaku.
‘Untung saja reflek ku lumayan cepat, jadi kuncinya tidak jatuh’ pikirku.
Setelah itu, kami semua menuju ke kamar, tetapi sebelum itu, Aku mengeluarkan barang ibuku dan cecily di kamarnya. Barang yang dibawa cukup banyak, untung saja Aku memiliki inventori.
“[Inventori]”
[Inventori Slot ∞]
__ADS_1
-[Batu 3x]
-[Ranting Kayu 1x]
-[Tongkat Sihir Kayu (Normal) 1x]
-[Buku Sihir Tingkat Atas (Luar Biasa) 1x]
-[Pedang Kayu (Normal) 1x]
-[Pedang Besi (Luar Biasa) 1x]
-[Koin Perak 23x]
-[Tas Stella Hilson 1x]
-[Tas Cecily Delta 1x]
-[Tas Zare Hilson 1x]
-[Daging Minotaurus Mentah 61x]
-[Sayur Kol 34x]
-[Telur Burung Dodo 22x]
-[Botol Garam 12x]
-[Botol Air Minum 10x]
Aku mengeluarkan semua tas yang ada di penyimpananku, tetapi untuk makanan, lebih baik disimpan di inventori, karena inventori tidak mengalami perubahan waktu, dengan kata lain, waktu akan berhenti di inventori.
Tetapi sebagian kecil bahan makanan ku keluarkan untuk dimasak dan dimakan pada saat malam hari. Sebelum malam hari tiba, Aku dan Cecily berencana pergi ke Guild agar mendaftarkanku masuk menjadi seorang Petualang.
Dan juga Fenrir ikut bersama kami kecuali Undine yang dari awal ditugaskan untuk melindungi Ibu jika terjadi apa apa di kota. Lalu Kami bertiga tiba di Guild yang berada di pinggiran kota.
Kami segera masuk ke dalam Guild tersebut dan bertanya kepada resepsionis tentang pendaftaran masuk.
“Untuk pendaftaran, diperlukan biaya sebesar satu koin perak” Kata Sang Resepsionis.
Aku memberikan sebuah koin perak kepadanya tanpa bertanya apapun. Dan kemudian Resepsionis itu mengeluarkan sesuatu yang berbentuk bulat dan terlihat seperti kaca.
“Ini adalah Alat untuk mengetes elemen, jadi semua elemen yang anda kuasai akan muncul di alat ini termasuk tingkatannya” Kata Sang Resepsionis.
‘Waduh gawat, kalau nanti semua elemenku terbongkar akan gawat’ Pikirku.
“Mari kita lihat, Sihir api tingkat menengah, sihir air tingkat atas, sihir angin tingkat atas, sihir tanah tingkat menengah, sihir petir tingkat menengah, sihir cahaya tingkat dasar, sihir penyembuhan tingkat dasar” Kata Resepsionis sambil membaca elemen sihir milikku.
Entah mengapa, Dia tidak melihat sihir gabungan milikku, Aku merasa kalau akan ada hal yang kacau jika Elemen Gabungan ku tersebar begitu saja.
“Stt.. liat anak itu, dia menguasai enam elemen dasar dan sihir penyembuhan” Bisik seseorang petualang yang berada di Guild.
"Stt.. Diamlah, dia nanti melihat kita" Balas orang yang didepannya.
__ADS_1
Tentu saja, Aku mendengar percakapan mereka, tetapi Aku tidak memperdulikannya dan memilih bertanya kepada sang resepsionis.
“Untuk hewan kontrak, apakah perlu juga di daftarkan?” Tanyaku.
“Tidak perlu, dan juga menggunakan hewan kontrak tidak melanggar peraturan” Kata Sang Resepsionis.
Lalu aku diberikan sebuah kartu identitas yang menunjukkan kalau Aku adalah seorang Petualang. Dan juga di kartu itu tertulis nama dan Rank petualang.
“Meski kau menguasai enam elemen dan sihir penyembuhan, tetap saja kamu mungkin belum memiliki pengalaman yang cukup, dan juga untuk anak seumuran denganmu, itu adalah pencapaian terbesar. Lagipula kemampuanmu akan semakin berkembang seiring berjalannya waktu, jadi Aku memberikanmu Rank D agar kau memiliki pengalaman yang cukup sebelum naik ke tingkat yang lebih tinggi” Jelas Sang Resepsionis.
“Seharusnya petualang baru akan ditempatkan di Rank E. Tetapi karena kamu itu berbakat, jadi hasilnya begitu. Lalu untuk misinya ada di sana” Katanya sambil menunjuk ke arah papan yang panjang dan diatasnya terdapat huruf seperti S, A, B, C, D, E.
“Zare sini, Aku menemukan misi yang bagus” Kata Cecily sambil menunjukkan sebuah kertas.
“Misi membasmi goblin, tingkat D, hadiah 80 koin perunggu” Aku membaca informasi dari misi yang disarankan oleh Cecily
“Baiklah, kalau misi ini bagus menurutmu, lalu sekarang apa lagi?”
“Sekarang ambil kertas misinya lalu serahkan ke resepsionis” Kata Cecily.
Aku langsung mengambilnya sesuai yang di perintahkan dan menyerahkan kepada sang resepsionis.
“Aku akan menjelaskan tentang misi ini, Belakangan ini, monster monster menyerang pemukiman secara membabi buta, untungnya sekarang sudah mulai mereda. Tetapi, ditemukan sebuah sarang goblin yang berada di dekat perbatasan kota. Agar tidak terjadi penyerbuan, Kalian harus menghabisinya terlebih dahulu, jadi paham?” Jelas Resepsionis.
“Paham” Jawabku.
Lalu setelah itu Aku, Cecily Dan Fenrir pergi meninggalkan Guild. Di perjalanan menuju ke gerbang keluar kota, Kami sempat berbincang bincang.
“Aku baru tahu kalau Guild memperbolehkan anak kecil untuk menjadi petualang” Kataku.
“Karena sekarang manusia masih berperang dengan iblis membuat warga banyak menjadi tentara ataupun petualang, dan hal itu memungkinkan mereka tidak selamat dan meninggalkan Anak mereka terlantar. Oleh karena itu, Guild memutuskan untuk merekrut petualang meski masih anak kecil. Karena Mereka yakin kalau Anak kecil dapat berkembang lebih cepat dibandingkan orang dewasa” Jelas Cecily.
“Begitu ya” Kataku.
“Lagipula Guild tidak akan memberikan pekerjaan yang sulit untuk anak anak, palingan misi yang diberikan hanyalah misi mengumpulkan barang ataupun mengantar barang” Jelas Cecily.
‘Tumben juga Aku mendengar Cecily mengobrol dengan panjang’ Pikirku.
“Goblin adalah monster yang lemah kan?” Tanyaku.
“Goblin memang lemah, tetapi kerja sama mereka sangat kuat” Kata Cecily.
“Begitu ya, sepertinya kita harus menyusun rencana” Kataku.
“Tidak perlu, kalau kubandingkan dengan sihirmu, Kau lebih kuat dibandingkan segerombolan goblin itu” Kata Cecily.
Setelah mengobrol yang cukup lama, akhirnya Kami telah sampai ke pintu gerbang penghubung antara kota dan luar kota. Seperti biasa, kami ditahan sebentar untuk mengecek, lalu di bebaskan.
“Ini adalah hutan yang diduga adalah sarang goblin, menurut kata resepsionis itu, sarangnya tidak jauh dari sini” Kata Cecily.
“Tuan, Aku merasakan keberadaan suatu makhluk 10 meter dari sini” Kata Fenrir sambil mengendus tanah.
“Persiapkan posisi bertahan” Perintahku.
__ADS_1
Aku mendengar dari kejauhan, terdengar tiga, bukan, delapan suara langkah kaki dari arah berbeda. Lalu untuk berjaga jaga, Aku mengeluarkan tongkat sihirku dari inventori dan siap menyerang.