Kehidupan Kedua Di Dunia Lain

Kehidupan Kedua Di Dunia Lain
Chapter 10 Full


__ADS_3

...Chapter 10 : Buku Kuno...


...Bagian : 1-2...


Malam itu, setelah menyelesaikan misi pertama sebagai petualang, Kami semua memutuskan berpesta dan makan di luar. Dan mengobrol banyak hal, dan bersenang senang. Tentu saja Undine sangat menikmati pesta tersebut.


“Totalnya 68 Perunggu” Kata kasir dari restoran tersebut.


Cecily mengeluarkan kantong yang berisi koin perunggu yang didapatkan pada saat melaporkan misi.


Biaya makannya masih terbilang murah, walaupun sebenarnya membeli bahan makanan lebih murah dan bisa dimakan hingga beberapa hari. Karena tidak ada kompor untuk memasak, jadinya Kami makan di restoran saja.


Selagi semuanya masih menikmati pesta makanan, Aku pergi keluar untuk menghirup udara segar, dan memandang ke arah langit sambil merenungi hal hal yang terjadi dalam sehari.


“Huh.... satu hari yang panjang, entah mengapa Aku menyukainya” Kataku sambil tersenyum lebar kearah langit.


Aku mengangkat tanganku dan berusaha meraih bintang, tentu saja Aku tidak bisa. Tapi dengan begini Aku merasa lebih bersemangat. Disaat Aku memandangi bintang, tanpa sadar ada banyak orang yang bersembunyi sambil memandangiku.


Lalu salah seorang dari mereka menginjak sebuah ranting dan membuatku tersadar dan segera mempersiapkan posisi bertahan. Aku melihat ke sekeliling, dan tidak kutemukan siapapun. Tetapi saat kugunakan sihir angin milikku, terdeteksi beberapa orang sedang bersembunyi di balik bangunan kota.


“Siapa Kau, Keluarlah!” Teriakku.


Muncul seseorang berkepala botak keluar dari gang yang gelap. Dan dia menggunakan pengikat kepala berwarna merah.


“Semuanya, kepung” Perintah dari si botak itu.


Lalu di sekelilingku tiba tiba muncul beberapa pasukan dan mengepungku. Tanpa pikir panjang, Akupun melompat ke atas dengan tinggi, lalu menggunakan sihirku.


“[Sabit Angin] Sihir angin tingkat menengah, sihir ini berbentuk seperti bulan sabit dan mudah di kendalikan.


Aku melemparnya dan mengendalikannya agar dapat berputar mengelilingiku dan memutus leher ke semua musuh yang sedang mengepungku. Aku tidak tau apa yang mereka inginkan. Kemudian yang tersisa hanyalah pemimpin dari pasukan yang mencoba menyerangku.


Aku mengikatnya menggunakan tali dan mulai bertanya kepadanya.


“Siapa kau?” Tanyaku.


“Tidak akan kuberitahu” Jawabnya.


Meskipun dia tidak menjawabnya, tetapi Aku memiliki sebuah skill yang bisa melihat status seseorang.


“[Menganalisis]”


[Bos Pembunuh Bayaran (Gine Balbila) Lv.23] Seorang anggota dari Black Guild yang bertujuan membunuh manusia. Di sewa oleh Kira Mike.


Status Saat Ini : Kesal


“Kau, Siapa yang menyewamu!” Tanyaku.


Aku bertanya kepadanya untuk informasi yang lebih jelas. Biasanya yang ditampilkan dengan skillku kadang jelas dan kadang tidak jelas.


“Nama Clientku Tidak Akan Kubocorkan” Jawabnya.


“Tidak masalah, Gine Balbila” Jawabku dengan nada pelan.


“Kau!! Bagaimana kau tau namaku” Jawabnya dengan nada kesal.


“Tentu saja Aku tau, bahkan nama clientmu juga Aku mengetahuinya” Balasku.


“Baiklah, aku menyerah. Namanya Kira Mike, Dia adalah-“ Sebelum selesai berbicara, sesuatu hal yang terjadi.


“Argggghhh” Tiba tiba urat nadinya terlihat dengan jelas.


Lalu kulitnya menjadi hitam pekat, dan lama kelamaan Dia membesar dan kemudian membentuk sebuah bola besar dengan warna merah terang di tengahnya.


“[Menganalisis]”

__ADS_1


[Bom Bunuh Diri (Gine Balbila) Lv.48] Sebuah bom yang ditanamkan pada penggunanya untuk tidak membocorkan informasi apapun dan membuatnya meledak kapanpun jika informasi bocor. Bom ini mampu meratakan gunung hanya dengan cepat.


‘Sial, tidak ada waktu lagi’ Pikirku.


“[Lubang Tanah Maksimal]” Aku mengali tanah dibawah bom itu sejauh mungkin. Semakin ku menggali, semakin membesar pula bom itu.


Lalu, hingga beberapa menit, Jumlah mana milikku terkuras, tapi hanya sedikit. Namun tenaga fisikku sudah kelelahan. Tanah yang kugali juga sudah sangat dalam, lalu kujatuhkan bom itu kedalamnya dan menutupnya segera.


“DUUAARRR” Bom itu meledak didalam tanah.


Karena hal itu, tiba tiba terjadi gempa yang dahsyat dan hampir meruntuhkan bangunan. Tapi untungnya bom itu tidak meledak di permukaan. Dengan kata lain, Aku selamat.


Meski tidak memiliki informasi tentang pembunuh bayaran itu, tetapi Aku yakin kalo ada yang mengincarku. Maka dari itu, Aku harus berhati hati.


“Zareee!! Kau tidak apa apa?” Tanya Cecily yang muncul dari arah restoran tadi.


“Tidak masalah! Aku baik baik saja” Jawabku.


“Tadi gempanya terasa sangat kuat, syukurlah kau tidak apa apa” Balas Cecily sambil berbalik membelakangiku.


Aku kembali ke restoran tersebut dan menemui Ruri. Aku bertanya kepadanya bagaimana meningkatkan tingkatan sihir lava kepadanya. Karena, hanya inilah cara untuk meningkatkan sihirku.


“Membaca mantra, mungkin?” Jawabnya dengan kebingungan juga.


“Apa kau tau mantranya?” Tanyaku.


“Eh...Aku tidak terlalu hafal dengan mantranya, kurasa Aku hanya bisa mantra tingkat dasar” Jawabnya


“Kalau di toko ada yang menjual buku sihir lava tidak?” Tanyaku lagi.


“Tentu saja tidak ada, lagian itu sihir turun temurun” Balasnya dengan nada yang tinggi.


“Zare, apa ada yang terjadi padamu?” Tanya Ibuku.


“Aku tadi di incar pembunuh bayaran, tetapi Semuanya telah dikalahkan” Jawabku dengan wajah polos.


Tiba tiba kepalaku dipukul oleh Ibuku dengan keras. Tentu saja Aku merasa kesakitan, Aku tidak tau maksud dari perbuatan Ibuku.


“Kau ini, mau sampai kapan membuatku khawatir. Kalau kau dalam bahaya, jangan lawan sendirian, panggil kami” Kata Ibuku.


“Sudahlah Nyonya, Kau sudah tau kan, kalau Zare selalu melakukan hal yang tidak masuk akal” Kata Cecily.


“Yasudahlah, lebih baik kau beristirahat saja. Lain kali jangan membuatku khawatir” Jawab Ibuku.


“Tentu saja, Aku sangat kelelahan hari ini. Oh iya Ruri, besok mau ikut latihan bersama Fenrir dan Undine?” Tanyaku kepadanya.


“Tentu saja, Aku ikut” Balasnya.


Aku tersenyum lalu pergi meninggalkan restoran dan menuju ke penginapan bersama Fenrir dan Ruri. Undine dan Ibuku masih lanjut makan di restoran tersebut. Aku tau kalau Undine makannya banyak, tapi tidak kusangka Ibuku juga begitu.


Aku kembali menuju ke penginapan dan melempar diri ke atas kasur. Aku berbaring di atas kasur yang empuk dan melepaskan semua kelelahanku.


Hingga tanpa sadar, hari telah berganti lagi. Kini Aku memutuskan untuk berbelanja sesuatu di toko toko yang ada di kota, sebelum latihanku dengan yang lainnya dimulai. Aku melihat kanan dan kiri, semua di penuhi banyak pertokoan.


Mulai dari toko senjata, toko ramuan, toko pakaian, dan masih banyak lagi. Hingga Aku terfokus pada satu toko, yaitu toko buku. Aku di dunia sebelumnya sangat suka membaca buku, sehingga kebiasaanku sampai sekarang masih kulakukan.


Aku memasuki toko buku tersebut dan disambut oleh penjaganya. Aku berkeliling keliling sambil melihat buku satu per satu. Disana terdapat banyak buku, seperti buku sihir, buku cerita, buku resep makanan, buku pelajaran, dan masih banyak lagi.


Lalu perhatianku dialihkan ke sebuah rak yang terlihat tua di pojok bangunan. Rak tersebut dipenuhi dengan debu serta sarang laba laba. Aku berjalan untuk melihat isi dari rak tersebut, dan terlihat sebuah buku kuno di dalamnya.


‘Buku apa ini?’ Pikirku.


Di sampul bukunya tertulis dengan bahasa yang sangat Aku kenali. Ya, bahasaku di dunia sebelumnya. Tertulis di buku tersebut,


“Sejarah Sihir”

__ADS_1


Aku membuka halaman pertama, disana tertulis menggunakan bahasa di duniaku.


“Sihir adalah suatu kemampuan ajaib yang berasal dari roh. Roh sendiri mampu mengendalikan berbagai mancam elemen. Namun, seiring berjalannya waktu, Manusia juga bisa mempelajari sihir dan menggunakannya.


Orang orang dulu pernah menggunakan sihir tanpa mantra sama sekali. Tapi lama kelamaan, seseorang kini harus menggunakan sihir dengan mantra. Karena hal itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan sihir gabungan telah menjadi sihir keturunan yang hanya bisa di wariskan di keluarga tertentu saja.


Dari dulu, sudah terdapat tingkatan sihir seperti sekarang, namun bedanya, dulu orang orang dapat menciptakan sihirnya sendiri dengan tingkatnya. Semakin tinggi kekuatan yang di hasilkan, maka tingkatnya juga semakin tinggi.


Maka dari itu, Zare Hilson. Atau Hikimura Shido, Untuk dapat menciptakan sihir dengan tingkat yang tinggi, kau hanya perlu membayangkannya. Karena dasar dari segala sihir adalah imajinasi. Orang orang dulu juga tidak menggunakan mantra, tapi sebenarnya, orang orang di zaman sekarang juga bisa tapi mereka hanya bodoh karena lebih mempercayai sihir rapalan.


Jadi intinya, kau bisa menciptakan berbagai macam sihir hanya dengan membayangkannya. Lagipula, kau sudah pernah mencobanya saat menciptakan berbagai macam sihir dari sihir es kan. Meski kau tidak menyadarinya, tapi itu hanya sebatas sihir tingkat dasar. Coba bayangkan sesuatu yang lebih kuat. Selamat mencoba, Zare Hilson”


‘Apa apaan ini? Kenapa buku ini seperti berbicara kepadaku’ Pikirku.


Lalu setelah itu, aku membuka lembaran selanjutnya, dan yang tertulis disana adalah.


Untuk membuka lembaran barunya, kau harus mencapai sihir elemen lava tingkat atas.


‘Buku yang aneh, tapi Aku merasa kalau Buku ini memiliki maksud tersendiri’ Pikirku


Aku segera membawanya ke penjaga dan mengatakan kalau ingin membeli buku tersebut. Dan buku tersebut dijual kepadaku dengan harga tiga perak. Aku langsung membelinya segera dan menyimpannya di inventori.


[-Koin Perak 3x] Sekarang Sisanya, 52 Koin Perak.


[+Buku Kuno 1x]


Aku berjalan menuju ke luar kota dan menemui Fenrir, Undine, dan Ruri untuk melakukan latihan pagi. Kali ini Cecily tidak ikut karena ingin menjaga Ibuku di penginapan. Dan juga Ia mengatakan kalau dirinya sudah cukup latihan.


“Baiklah, Latihan akan dimulai dari sekarang. Kita akan latihan meningkatkan tingkat sihir gabungan” Jelasku.


“Tapi, bagaimana caranya? Tanpa buku?” Tanya Ruri.


“Sebelum itu, kau harus berlatih menggunakan sihir tanpa mantra seperti Aku, Fenrir, Serta Undine” Jawabku.


“Ehh.... Bukankah itu mustahil?” Katanya dengan wajah yang kaget.


“Itu bukanlah hal yang mustahil, cukup bayangkan saja sihirmu mengalir, seperti pada saat Kau menggunakan sihir dengan mantra, kuyakin kau merasakan sensasi mana mengalir kan” Jelasku lagi.


“Tetap saja, Aku tidak bisa membayangkannya” Jawabnya dengan nada yang rendah.


“Undine, bantu Ruri untuk menguasai sihir tanpa rapalan” Perintahku.


“Rasanya merepotkan” Keluh Undine.


Aku mendekati Undine dan berbisik di dekat telinganya dan mengatakan sesuatu.


“Bagaimana kalau setelah Ruri berhasil menggunakan sihir tanpa mantra, Aku akan mentraktirmu daging yang banyak” Bisikku untuk membujuknya.


“Tentu saja Aku mau” Jawab Undine yang terpancing dengan umpanku.


“Oke, sekarang Fenrir. Mau mencoba sihir es tingkat menengah?” Tanyaku.


“Lain kali saja, Aku tiba tiba merasa ada sesuatu di hutan itu” Kata Fenrir sambil melihat kearah hutan tempat kami berburu goblin kemarin.


Dilihat dari kejauhan, tidak terasa apapun. Bahkan Aku tidak memiliki firasat buruk tentang hutan itu. Namun Fenrir terlihat serius saat memandangi hutan itu.


“Tuan, Aku pergi dulu, mungkin besok Aku kembali” Kata Fenrir.


Fenrir langsung berlari menuju ke hutan tersebut dengan cepat. Dan ketika Ia memasuki hutan itu, Dia langsung hilang dari pandangan.


Oleh karena itu, Aku memutuskan untuk berlatih sihir lava hingga tingkat atas, selagi mereka sibuk dengan urusan mereka. Sesuai dengan yang dikatakan buku tersebut, Aku mengalirkan mana ke tanganku lalu membayangkan sihir lava dengan bentuk seperti tangan.


Tentu saja, tidak berhasil. Ketika membentuk sebuah tangan, lava tersebut malah berjatuhan dan membuatnya jadi aneh. Tapi Aku juga sudah terbiasa seperti ini pada saat Aku menciptakan berbagai macam sihir es. Jadi Aku sudah mengetahui alasannya, yaitu Lava tidak bisa melekat, tapi semua itu mungkin bisa di atasi.


<--{\=\=\=\=\=\=> Bersambung <\=\=\=\=\=\=}-->

__ADS_1


__ADS_2