Kehidupan Kedua Di Dunia Lain

Kehidupan Kedua Di Dunia Lain
Chapter 9-2


__ADS_3

...Chapter 9 : Anak Tersesat...


...Bagian 2...


Sisanya tiga hobgoblin lagi yang terkurung oleh sihir es Fenrir. Karena sudah terkurung, maka langsung saja Aku melumurinya dengan sihir lava.


“Selesai” Kataku.


“Hebat, Aku baru tau kalau sihir lava tingkat dasar sekuat itu, serta bagaimana kau melakukannya tanpa mantra?. Bisakah kau mengajariku?” Tanya dirinya.


“Eh.... mengajari? Aku tidak berbakat dalam meng-“ Belum selesai berbicara, Fenrir langsung menjawab.


“Tuan sangat pandai mengajari, bahkan Tuan mengajariku sihir es, serta sihir tanpa rapalan” Puji dari Fenrir.


‘Fenrir kau!!’ Pikirku dengan wajah yang kesal.


Aku tidak ingin melatih seseorang, apalagi manusia. Menurutku, mengajari seseorang itu rasanya sangat sulit. Aku jadi iri kepada Guru Cariel yang mampu mengajariku.


“Kau pulang saja dulu” Jawabku.


“Tidak mau!, Aku tidak akan pulang!” Dia semakin keras kepala.


“Lalu kau mau tinggal dimana?” Tanyaku.


“Tidak tau, pokoknya Aku tidak ingin pulang” Jawabnya.


Aku memegang daguku sambil berpikir jalan keluarnya. Daripada mengundang orang asing bergabung denganku, lalu mungkin mengkhianatiku, mungkin lebih baik melalukan ritual kontrak.


“Bagaimana kalau kau mengikat kontrak denganku, maka Aku akan mengizinkanmu untuk tinggal bersama kami” Jawabku.


“Kalau begitu, Aku mau!” Balasnya.


“Zare, apa kau tidak tau kalau mengikat kontrak dengan manusia maka manusia itu akan menjadi budak?” Tanya Cecily dengan khawatir padanya.


Benar, Manusia yang mengikat kontrak dengan manusia lain maka salah satu darinya akan menjadi seorang budak. Dan juga Budak dapat di perjual belikan kepada orang lain dan kontraknya akan berpindah, sama halnya dengan kontrak lainnya.


“[Kontrak Manusia]” Aku langsung menggunakan sihir kontrak kepadanya.


Fenrir pernah mengajariku cara mengikat kontrak kepada makhluk lain agar mempermudahku jika ingin mengikat kontrak.


Lalu muncul cahaya putih dari Ruri Sebastian dan membuatnya menjadi makhluk kontrakku. Kemudian, Aku mengecek statusku sekarang


[Zare Hilson (Hikimura Shido) Lv.52] Anak pertama Albert Hilson Baron dan Stella Hilson. Sebelum bereinkarnasi, nama sebelumnya adalah Hikimura Shido. Pernah bertemu langsung dengan dewa. Dan keinginannya saat ini adalah bertemu dengan adiknya.


Status Saat Ini : Sehat


Atribut Sihir : Air (Tingkat Atas), Api (Tingkat Menengah), Angin (Tingkat Atas), Tanah (Tingkat Menengah), Petir (Tingkat Menengah), Cahaya (Tingkat Dasar), Penyembuhan (Tingkat Dasar), Air Panas (Tingkat Dasar), Uap (Tingkat Dasar, Lava (Tingkat Dasar), Magma (Tingkat Dasar), Es (Tingkat Dasar), Udara Panas (Tingkat Dasar), Kontrak (Dasar)


Skill : [Menganalisis] [Inventori] [Seni Berpedang Tingkat Pemula] [Peningkatan Sihir]


Makhluk Kontrak :


Serigala Salju Bertanduk (Fenrir) Lv.63


Roh Air Bawah (Undine) Lv.51


Manusia (Ruri Sebastian) Lv.11


“Waw, Entah mengapa Aku merasa jumlah mana ku meningkat” Kata Ruri.


“Tentu saja, Aku bisa membuat semua yang mengikat kontrak kepadaku menjadi lebih kuat” Jawabku.


“Wahai Roh Tanah Dan Api, Kekuatan dan Kemampuan Kalian bergabung dan menciptakan elemen yang baru, Dengan itu, Pinjamkan Kekuatan Kalian [Bola Lava]” Ruri langsung mengetes sihirnya.


Bola Lava itu menjadi lebih besar dan meleburkan sebuah pohon yang ada di depan Ruri.


“Sihirku meningkat?!” Ruri mulai bingung, tetapi wajahnya terlihat bahagia.


“Kita tidak boleh membuang waktu, Ayo kembali sebelum malam telah tiba” Kata Cecily sambil memungut enam inti sihir yang bertebaran.


Cecily langsung menyerahkan inti sihir tersebut padaku dan Aku melihatnya lagi dengan menganalisis.


[Inti Sihir (Hobgoblin) Lv.5] Batu yang terdapat di jantung setiap monster yang dapat menghasilkan sihir bagi monster tersebut. Dapat dijadikan sebagai bahan dasar dari senjata maupun artefak.


Jumlah Mana : 102 (+408)


‘Jumlah mana nya banyak juga’ pikirku sambil memasukkan inti sihir tersebut kedalam inventori.


Setelah itu, Kami. Aku, Cecily, Fenrir, Dan Ruri menuju ke kota Netium untuk melaporkan kalau misi telah selesai. Setelah beberapa saat, Kamipun tiba tepat di depan Guild.


Kami memasuki Guild dan menuju ke Resepsionis.


“Anu, Kami ingin melaporkan tentang misi” Kata Cecily.


“Panggil saja Aku, Nira Berust, tentang misinya, coba perlihatkan” Kata Nira si wanita resepsionis.

__ADS_1


Aku mengeluarkan semua inti sihir goblin sebagai bukti kalau misi telah selesai. Lalu Nira mengambil lensa pembesar dan mengeceknya.


“Ini benar inti goblin, tapi Aku tidak menyangka kalau jumlahnya ada ratusan inti sihir. Baiklah, misi rank D, membasmi goblin telah selesai. Ini uang pembayarannya” Nira memberikan sekantung berisi 80 koin perunggu.


Setelah itu, Cecily mengambil kantung koin itu, sedangkan Aku langsung mengambil lagi inti sihir tersebut karena Cecily mengatakan kalau misinya tidak menjelaskan kalau inti sihir harus di berikan, jadi Aku disuruh mengambilnya.


“Mari kita ke Guild perdagangan” Kata Cecily.


“Guild perdagangan?” Tanyaku.


Kami langsung mengikuti kemana Cecily pergi, Lalu terlihat sebuah bangunan yang besar berada di pusat kota. Itu adalah Guild Perdagangan.


“Guild Perdagangan adalah guild yang mengatur ekonomi setiap kota. Jadi para petualang menjual hasil buruannya ke Guild Perdagangan” Jelas Cecily


Lalu kami masuk kedalam dan menemui seorang resepsionis wanita.


“Selamat datang, apa ada yang bisa kami bantu?” Kata Sang Resepsionis.


“Kami ingin menjual inti sihir” Balas Cecily.


“Baiklah, Silahkan taruh inti sihirnya diatas sini” Jawabnya sambil meletakkan sebuah piringan besi berbentuk persegi panjang yang ukurannya kecil.


Aku langsung mendekat lalu mengeluarkan semua inti sihir yang didapatkan. Tentu saja orang orang di guild perdagangan kaget melihat jumlah inti sihir yang banyak serta mengira kalo Aku memakai sihir ruang.


“Ehhh.... sebentar ya” Katanya sambil mengecek menggunakan lensa pembesar.


Lalu Kami menunggu beberapa saat, untuk menghilangkan kebosanan, Kami memutuskan untuk mendengar kisah dari Ruri.


“Aku adalah Ruri Sebastian, tunggu, bukannya kita belum berkenalan?” Katanya.


“Benar juga, Namaku adalah Zare Hilson, lalu ini adalah Fenrir.” Jawabku.


“Aku Cecily, Pembantu Tuan Zare” Jawab Cecily.


“Tuan Zare, Kau membuatku bingung tadi. Kenapa kau menunjukkan sihir lava mu kepadaku tadi?, seakan akan Kau sudah tau kalau Aku juga bisa sihir lava” Ruri mulai bingung lagi.


Karena Dia sekarang telah mengikat kontrak denganku, maka lebih baik Aku beritahu saja.


“Aku bisa melihat status seseorang” Jawabku.


“Begitukah, Itu sangat hebat” Puji Ruri.


“Tidak sehebat itu” Kataku untuk merendahkan diri.


“Sebenarnya, Aku.....”


Ruri menceritakan kalau Dirinya adalah anak ke dua dari Keluarga Inti Sebastian. Karena sihir lava miliknya itu lemah, dia dikucilkan oleh keluarganya sendiri serta dianggap sebagai Aib keluarga. Karena tidak ingin dipermalukan, Ibunya Ruri memaksa dirinya untuk berlatih hingga membuatnya trauma kepada Ibunya sendiri dan memutuskan untuk kabur.


Sebenarnya Ruri memiliki satu kakak dan tiga adik. Tetapi kakak dan satu adiknya telah mencapai tingkat atas dan menengah. Hanya Ruri yang tertinggal di tingkat dasar. Karena hal itu, saudaranya mengucilkan serta mengejeknya. Ruri hanya bisa berdiam diri sambil melihat saudaranya semakin berkembang setiap harinya.


Setelah bercerita, Inti sihir yang sebelumnya di berikan ke resepsionis telah di periksa sepenuhnya. Aku dan Cecily menuju ke meja resepsionis.


“Ini Inti sihir goblin dan hobgoblin kan. Tapi ada yang aneh di Inti sihir ini. Setelah diperiksa lebih lanjut, Tim kami menemukan kalau jumlah mana yang terkandung terlalu besar untuk ukuran goblin dan hobgoblin biasa. Tentu saja Inti sihir ini menjadi berharga, jadi untuk harga semua inti sihir adalah...” Jelas Sang Resepsionis


‘Berapa ya?’ Pikirku.


“36 Koin Perak” Katanya.


“Sebanyak itu? Tapi mengapa?” Tanya Cecily.


Siapa sangka kalau Aku akan mendapatkan uang sebanyak itu meski hanya berburu goblin dan hobgoblin.


“Harga untuk inti sihir goblin biasanya 5 perunggu, tetapi karena inti sihirnya memiliki banyak mana, maka harga yang bisa diberikan adalah 25 perunggu per item. Lalu untuk hobgoblin, yang bisa kami tawarkan adalah 50 perunggu per item” Jelas dari Sang Resepsionis


“Begitu yah” Nampak Cecily mulai paham.


“Baiklah, ini uang dari inti sihirnya” Dia lalu memberikan Cecily sekantung berisi koin perak.


Lalu setelah diberikan ke Cecily, Cecily memberikannya kepadaku. Tentu saja Aku masukkan ke inventori agar uangnya aman dari para penjahat yang hendak mengambil uang kami.


[+ Koin Perak 36x]


Lalu sekarang, total dari uang yang kumiliki adalah, 59 Koin Perak. Jumlah yang sangat banyak.


Setelah mengambil uang tersebut, Kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Diluar, langit menjadi gelap karena menghabiskan waktu didalam guild perdagangan untuk waktu yang lama.


“Apa Aku boleh tinggal bersama kalian?” Ruri bertanya kepada kami disaat tengah jalan


“Tentu saja, Kau sudah menjadi rekan kami” Kataku.


Lalu wajahnya menjadi sedikit gembira karena perkataanku tersebut. Lalu, karena langit semakin malam, kami segera bergegas menuju ke penginapan.


Setelah sampai, Cecily menuju ke penjaga penginapan untuk menyewa kamar lagi untuk Ruri.


[-Koin Perak 4x]

__ADS_1


Aku memberikan Cecily uang tersebut untuk menyewa kamar untuk Ruri, karena Ibuku dan Cecily sekamar, dan Aku dengan Undine serta Fenrir. Maka dari itu, menambah satu kamar lagi tidak bermasalah.


“Baiklah, Ruri ambil kunci kamar ini, lalu kita makan bersama di kamar” Kata Cecily.


Lalu kami semua tiba di kamar yang ditempati oleh ibuku dan Cecily. Ketika dibuka, Ibuku nampak duduk di meja sambil memandangi langit dari jendela. Begitu dia sadar dengan kedatangan kami, Ibuku langsung menyapa.


“Selamat Datang, Zare, Rank mu apa? Lalu bagaimana pemburuannya?” Ibuku mulai bertanya tanya.


“Rank ku adalah D” Jawabku.


“Wah, Hebat. Ini baru anak mama” Kata Ibuku sambil mengusap kepalaku.


“Lalu pemburuannya, Kami mendapatkan 36 Koin Perak” Jawabku.


“Eh, 36 koin perak?, tunggu tunggu, Kau mengambil misi rank B?” Tanya Ibuku.


“Cuma misi rank D kok, tenang aja. Uang yang kudapatkan itu adalah hasil dari menjual inti sihir, lalu katanya inti sihir yang kutemukan itu termasuk barang langka, jadi harganya lebih besar” Jelasku.


“Begitu ya”


Aku tidak tau bagaimana menjelaskan kalau Skill milikku bisa meningkatkan mana dari inti sihir. Lebih baik kurahasiakan terlebih dahulu, karena bisa repot kalo kemampuan ini tersebar begitu saja.


“Oh iya, siapa gadis itu?” Ibuku melirik kearah Ruri.


“Perkenalkan namaku adalah Ruri Sebastian, Aku akan mengikuti Tuan untuk selamanya” Jawab Ruri.


“Tuan?” Ibuku nampak bingung.


Lalu Dia melirik kearah punggung tangan. Terlihat sebuah simbol disana, Aku tidak tau simbol apa itu.


“Zare, Apa kau membeli seorang budak?” Jawab Ibuku dengan tatapan tajam.


“Tentu saja tidak” Jawabku sambil berkeringat.


“Lalu, apa kau memperbudaknya?” Tanya Ibuku lagi.


“Itu.... mungkin iya” Jawabku.


“Zare!! Kau ini, Mengapa kau memperbudak seorang keluarga bangsawan. Bagaimana jika Kita dituntut lagi seperti tadi?” Ibuku mulai mengomel.


“Anu, eh, Aku yang menginginkannya, jadi maafkan dia” Kata Ruri.


“Apa maksudmu?”


“Ibu, Semua makhluk yang mengikat kontrak denganku akan memiliki efek seperti meningkatkan sihir sebanyak dua kali lipat. Liat saja Fenrir, dengan Undine” Jelasku.


“Lagipula, Dia kabur dari rumahnya dan tidak memiliki tempat tinggal, untuk jaga jaga, Aku mengikat kontrak dengannya agar tidak melukai kita” Kataku.


Setelah berkata demikian, seluruh ruangan menjadi hening, tanpa ada suara satupun. Lalu...


“Melukai?” Tanya Ruri.


“Maaf, Aku tidak bisa mempercayai orang begitu saja, karena sebelumnya kami kehilangan segalanya karena Ayahku mempercayai seseorang dan mengkhianati kami, dan mengambil segalanya dari kami. Itu karena Aku menolong tuan putri yang sedang membawa pesan untuk Ayahku”


“Karena pesan itu, Ayahku memutuskan pergi dan menyerahkan tugasnya kepada seorang bangsawan yang malah mengkhianatinya. Itu semua terjadi karena Aku terlalu naif dan ingin menolong semuanya” Jawabku sambil memandang kebawah.


“Itu bukan salahmu Zare, itu semua salah dari Viscount itu” Kata Ibuku.


“Lalu kenapa kau menerimaku?” Tanya Ruri


“Tentu saja karena kau membenci keluarga bangsawan kan” Jawabku.


“Ya, Aku membenci keluarga bangsawan yang hanya memaksaku untuk berlatih hanya untuk di pamerkan” Jawab Ruri.


“Tidak semua keluarga bangsawan berhati buruk loh, dan juga Aku membenci keluarga bangsawan yang hanya mementingkan uang daripada rakyatnya” Jawab Ibuku.


“Oh iya, kenapa Aku tidak melihat Undine ya?” Tanyaku sambil melihat sekeliling.


“Periksalah dibawah kasur” Jawab Ibuku sambil menunjukkan salah satu kasur di dalam kamar.


Aku memeriksa ke bawah kasur dan menemukan Undine yang tertidur beserta tulang tulang di dekatnya.


“Yah, dia begitu karena bersedih tidak bisa memakan daging bakar, disini tidak ada tempat masak sih” Jawab Ibuku.


“Kalau begitu, mari makan di luar saja, kebetulan Aku mendapatkan 80 perunggu dari misi tadi” Kataku.


“Makan?” Tiba tiba Undine keluar dari bawah kasur.


“Ayo kita berpesta untuk malam ini” Jawabku dengan semangat.


“Ayo!!” Kata Semuanya.


Kami langsung bergegas menuju ke salah satu tempat makan untuk berpesta karena keberhasilanku dalam menjalankan misi untuk pertama kalinya serta pesta untuk kedatangan Ruri.


*”*”*”*”*{Bersambung}*”*”*”*”*

__ADS_1


__ADS_2