
...Chapter 8 : Petualang...
...Bagian 2...
Aku mendengar dari kejauhan, terdengar tiga, bukan, delapan suara langkah kaki dari arah berbeda. Lalu untuk berjaga jaga, Aku mengeluarkan tongkat sihirku dari inventori dan siap menyerang.
“[Hempasan Angin]” Sihir Angin Tingkat Menengah.
Dengan sihir tersebut, dedaunan mulai berterbangan dan membuat persembunyian musuh terbongkar. Lalu tepat diatas pohon, terdapat beberapa goblin yang memegang tongkat dan bersiap menyerang kami.
“Sekarang Serang” Perintahku.
“[Peluru Air Beruntun]” Fenrir langsung menyerang dari berbagai arah.
“Wahai Roh Air, Halangi, Serang, Lindungi, Pertahankan [Tarian Air]” Sihir air tingkat menengah milik Cecily.
Cecily mengendalikan Airnya seakan akan Dia seperti menari. Dan juga gerakan dari airnya sangat terkontrol dan terlihat tajam. Sihirnya membuat para goblin menjadi terbelah satu persatu.
‘Bukan Saatnya untuk kagum’ Pikirku.
Tidak lama kemudian, muncul banyak segerombolan goblin yang menyerbu kami. Goblin tersebut semakin lama semakin banyak, hingga sekarang, terlihat mungkin ada ratusan goblin mengepung kami.
“[Kecepatan Petir]” Aku berlari sambil mengeluarkan pedangku dari inventori dan menyerang semua goblin dari arah belakang.
Meski terus diserang, jumlah mereka terus bertambah, Itu adalah peristiwa yang aneh, bagaimana mungkin goblin ada sebanyak ini di satu tempat saja.
“[Menganalisis]”
[Goblin Lv.12] Monster yang pandai dalam bekerja sama terhadap monster lainnya. Biasanya Goblin dipimpin oleh Hobgoblin. Tetapi saat ini, Goblin ini menyerang atas kendali dari pihak lain.
Status Saat Ini : Terkena Kutukan
Apa ini? Kenapa ini seperti yang terjadi pada Fenrir? Apa maksudnya dikutuk? Apakah ada makhluk lain yang mampu mengutuk makhluk yang lemah? Mengendalikan mereka sesuka hati? Semuanya terasa aneh.
“Fenrir, kau ingat siapa yang mengutukmu waktu itu?” Tanyaku.
“Tidak, Ingatanku tentang sosok yang mengutukku menghilang tanpa kuingat sedikitpun” Kata Fenrir.
“Kutukannya itu, sekarang goblin ini juga terkutuk seperti kutukanmu waktu itu!!” Aku merasa kalau kutukan itu akan berbahaya jika menyebar luas.
“Bagaimana kau tau kalau goblin itu terkena kutukan?” Tanya Cecily dengan wajah kebingungan.
“Bagaimana ya menjelaskannya, intinya Aku dapat memeriksa status seseorang” Jawabku.
“Begitu ya, dari pada itu, lebih baik urus goblinnya” Goblin itu semakin mendekati kami.
"Semudah itu kau percaya?. Karena efek dari kutukan tersebut membuat goblin berkumpul di satu titik" Jawabku.
Mungkin satu satunya cara yang bisa kulakukan adalah, melepas kutukannya, mungkin para goblin itu akan pergi setelah kutukannya patah.
“[Pelepasan Kutukan Rendah]” Aku segera menggunakan sihir cahaya yang merupakan musuh dari sihir kegelapan atau kutukan.
__ADS_1
“Tuanku, lebih baik jangan gunakan itu, Mereka hanyalah goblin, mereka tidak memiliki kecerdasan sepertiku. Jadi percuma saja meski kutukannya dilepas” Jawab Fenrir sambil berdiri di depanku.
"Kutukan itu yang membuat semua goblin berkumpul di satu titik yang sama, bukankah lebih baik kutukannya dilepas agar mereka tidak berkumpul?" Tanyaku.
"Justru karena itu, ketika kutukannya lepas, para goblin tidak akan pergi, karena dari awal mereka tidak memiliki akal. Mereka hanya menyerang makhluk apapun yang berada di dekatnya" Jelas Fenrir.
Aku langsung menghentikan sihirku lalu memikirkan cara mengalahkan goblin yang jumlahnya sangat banyak itu. Meski dapat kukalahkan dengan sihirku, tapi Hutan ini akan hancur. Lalu Aku terpikirkan suatu ide yang cemerlang.
“[Lubang Tanah] [Tusukan Tanah]” Dengan membuat lubang dan menciptakan tanah yang runcing sehingga membuat goblin yang terjatuh akan mati.
“Lalu!! [Tali Angin]” Sihir tingkat menengah yang mampu mengikat apapun dan mudah dikendalikan.
Sihir tersebut kugunakan untuk mengikat goblin agar terjatuh kedalam lubang jebakan yang kubuat.
Aku menarik paling tidak hampir rasusan goblin dan menariknya jatuh kedalam lubang. Meski tidak membunuh semuanya, tapi ini sudah efektif untuk mengalahkan banyak goblin.
"[Panah Api]" Sihir tingkat menengah.
Aku melemparnya kedalam lubang dan membuatnya meledak hingga menewaskan semua goblin yang masih hidup di dalam lubang. Dan menyisakan puluhan goblin di darat.
“Sekarang Sisanya Serang!!!” Perintahku.
Kami bertiga menyerangnya bersama dan membunuh banyak goblin, hingga habis.
“Huhh.....Huh.....huh” Aku menghela nafas setelah pertarungan panjang.
“Selesai juga” Kata Cecily sambil duduk diatas rerumputan hutan.
Cecily kemudian berdiri setelah beristirahat dan mendekati mayat mayat goblin.
Cecily mengeluarkan sesuatu seperti kantong yang besar. Dan memasukkan batu merah yang didapatkan dengan membedah tubuh goblin tersebut.
“Batu merah itu, inti sihir?” Tanyaku.
“Benar, dengan inti sihir, seseorang mampu membuat peralatan seperti tongkat sihir dan sebagainya. Semakin banyak mana yang terkandung didalamnya, maka inti sihir tersebut semakin mahal” Jelas Cecily.
“Benarkah? Coba perlihatkan” Jawabku.
Cecily memperlihatkan sebuah batu merah yang Ia dapatkan lalu memberikannya kepadaku meski tangannya masih di lumuri darah hijau dari goblin tersebut.
Aku mengambilnya lalu menggunakan skill Menganalisis untuk memastikan batu tersebut.
[Inti Sihir (Goblin) Lv.2] Batu yang terdapat di jantung setiap monster yang dapat menghasilkan sihir bagi monster tersebut. Dapat dijadikan sebagai bahan dasar dari senjata maupun artefak. Karena efek dari skill [Peningkatan Sihir] Jumlah mana yang dimiliki inti sihir tersebut menjadi lima kali lipat dari pada biasanya.
Jumlah Mana : 24 (+96)
‘Kemampuan yang unik, Aku tidak pernah menyangka kalo skill itu sangat berguna’ Pikirku.
Lalu, Aku melirik ke bagian jumlah mana.
Jumlah Mana? Gunanya untuk apa ya? Aku memang tau apa itu mana, tapi Aku bahkan tidak pernah melihat jumlah mana miliku dalam bentuk angka. Mungkin Aku akan tau jawabannya segera.
__ADS_1
Selagi Aku berpikir, tanpa kusadari Cecily telah mengumpulkan banyak inti sihir. Lalu dikumpulkan dalam satu tempat sehingga membuatnya seperti gundukan tanah. Lalu Aku penasaran, apa yang terjadi jika Aku tidak menyentuh inti sihir tersebut.
[Inti Sihir (Goblin) Lv.2] Batu yang terdapat di jantung setiap monster yang dapat menghasilkan sihir bagi monster tersebut. Dapat dijadikan sebagai bahan dasar dari senjata maupun artefak.
Jumlah Mana : 25
‘Tidak terjadi apapun, Apakah mungkin kalau Aku menyentuhnya, maka mana yang ada di inti mana akan bertambah?’ Pikirku.
“Zare, Aku sudah selesai mengumpulkan inti sihir, apakah kau ingin masukkan kedalam sihir ruang?” Tanya Cecily sambil membersihkan tangannya dengan sihir air.
“Ah.. Baiklah”
Aku mengambilnya dengan satu per satu dan memasukkannya ke inventori. Karena lama, Aku memutuskan mengambilnya dalam jumlah yang banyak dengan kedua tanganku. Hingga pada akhirnya, semua inti sihir telah masuk ke inventori.
[Inventori Slot ∞]
-[Batu 3x]
-[Ranting Kayu 1x]
-[Tongkat Sihir Kayu (Normal) 1x]
-[Buku Sihir Tingkat Atas (Luar Biasa) 1x]
-[Koin Perak 23x]
-[Daging Minotaurus Mentah 55x]
-[Sayur Kol 30x]
-[Telur Burung Dodo 20x]
-[Botol Garam 11x]
-[Botol Air Minum 8x]
-[Ikan Salmon 10x]
-[Inti Sihir [Goblin] 132x]
‘Banyak amat’ pikirku.
“Zare, ayo kembali ke kota” Kata Cecily.
Karena sudah tidak ada goblin yang tersisa, Kami memutuskan untuk kembali dan melaporkan misi yang sedang dijalani tersebut agar menerima hadiah.
Di tengah perjalanan, tiba tiba terdengar suara menangis dari arah semak semak.
“Hiks hiks hiks” Suara tersebut berasal dari semak yang ada di depan kami.
Karena penasaran, Aku berlari dan melihat ke arah semak tersebut dan terlihat.......
__ADS_1
>Bersambung<