Kehidupan Kedua Di Dunia Lain

Kehidupan Kedua Di Dunia Lain
Chapter 4-1


__ADS_3

...Chapter 4 : Hari Ulang Tahun...


...Bagian 1...


Delapan bulan berlalu semenjak kejadian Serigala Bertanduk itu. Aku sekarang menguasai sihir gabungan secara sepenuhnya. Sihir Air Panas, Uap, Lava, Magma, Es, sekarang Aku dapat kugunakan dengan bebas seperti sihir elemen dasar.


Sudah hampir setahun Guru Cariel mengajariku. Meski begitu, Aku belum mengalami peningkatan semenjak Aku menguasai sihir tingkat menengah.


Aku berdiam diri dibawah pohon bersama Fenrir sambil menatap danau yang ada didepanku. Lalu Aku bertanya kepada Fenrir.


“Oh iya, Fenrir, Apakah kau memiliki elemen dasar?” Tanyaku kepada Fenrir.


“Tentu saja tuanku. Elemen dasarku adalah Sihir Air dan Angin” Jawabnya.


“Kalau begitu, Kamu bisa membuat sihir es” Jawabku


“Aku tidak sejenius tuanku, Aku tidak yakin dapat melakukannya” Jawab Fenrir sambil menundukkan kepala.


Nampaknya Sihir gabungan memang terlihat sulit, tetapi jika sudah mengetahui caranya maka akan sangat mudah. Fenrir telah kuajari cara menggunakan sihir tanpa mantra, dan juga Dia bisa melakukannya.


“Coba keluarkan dua sihir bersamaan” Kataku


“Baik tuan, [Bola air], [Bola Angin], lalu apalagi tuan?” Kata Fenrir.


“Coba dekatkan perlahan, dan juga sihir anginnya ditambah sedikit” Jawabku.


Fenrir mendekatkan kedua sihir itu lalu setelah menyatu, airnya berputar putar dengan cepat karena Bola Angin tersebut.


“Pertahankan sihirnya” Perintahku.


Semakin lama, semakin cepat putarannya, lalu lama kelamaan, air tersebut mendingin dan kemudian membeku. Sihir es tercipta dengan cepat.


“Tuan, Aku berhasil membuat sihir es” Wajah Fenrir nampak bahagia.


Lalu tiba tiba cahaya putih keluar dari tubuh Fenrir. Cahaya yang menyilaukan mata, Aku tidak bisa melihat apapun. Kemudian cahaya itu mulai redup, Didepanku terlihat Fenrir tetapi bulunya yang sebelumnya berwarnah abu abu sekarang menjadi putih salju.


“Fenrir, itukah kau?” Tanyaku.


“Sepertinya Aku berevolusi tuanku” Kata Fenrir.


“Sebentar Aku lihat, [Menganalisis]"


[Serigala Salju Bertanduk (Fenrir) Lv.39] Evolusi dari Serigala Bertanduk ketika menguasai sihir es. Serigala Salju Bertanduk adalah monster yang menguasai daerah bersalju dan tahan terhadap dingin.

__ADS_1


Status Saat Ini : Hewan Kontrak (Zare Hilson)


Atribut sihir : Air (Tingkat Atas), Angin (Tingkat Atas), Es (Tingkat Dasar)


Terakhir level Fenrir adalah 23, sekarang sudah semakin tinggi. Dan juga sepertinya [Menganalisis] akan semakin akurat jika memiliki hubungan dengan penggunanya.


“Fenrir, coba gunakan sihir es” Aku memerintahkan Fenrir untuk menggunakan sihir.


“Baik, [Bola Es]” Muncul es berbentuk bola di depan wajah Fenrir.


Bola tersebut terlempar jauh dan saat jatuh ketanah, Sihir Es tersebut menyebar dengan cepat. Sihir tersebut sangat bagus untuk membuat musuh tidak bisa bergerak.


“Bagus Fenrir, sekarang tinggal dilatih terus menerus” Kataku sambil mengusap kepala Fenrir.


Aku belum pernah melihat kemampuanku melalui [Menganalisis]. Aku memutuskan untuk melihatnya melalui pantulan air di danau.


“[Menganalisis]”


[Zare Hilson (Hikimura Shido) Lv.27] Anak pertama Albert Hilson Baron dan Stella Hilson. Sebelum bereinkarnasi, nama sebelumnya adalah Hikimura Shido. Pernah bertemu dengan Dewa dan menunggu Adiknya lahir.


Status Saat Ini : Sehat


Atribut Sihir : Air (Tingkat Menengah), Api (Tingkat Menengah), Angin (Tingkat Menengah), Tanah (Tingkat Menengah), Petir (Tingkat Menengah), Cahaya (Tingkat Dasar), Penyembuhan (Tingkat Dasar), Air Panas (Tingkat Dasar), Uap (Tingkat Dasar, Lava (Tingkat Dasar), Magma (Tingkat Dasar), Es (Tingkat Dasar)


Hewan Kontrak : Serigala Salju Bertanduk (Fenrir) Lv.39


Atribut sihirku terlalu banyak, melihatnya saja membuatku pusing.


‘Skill [Inventori]? Sejak kapan Aku memiliki skill tersebut?’ Tanyaku dalam hati.


“[Inventori]” Muncul sebuah tampilan seperti [Menganalisis].


[Inventori Slot ∞]


-


Penyimpananku tidak terbatas, dengan kata lain, tidak akan pernah penuh. Itu adalah sistem cheat yang sering muncul di novel novel terkenal. Aku memasukkan batu kedalam Inventoriku.


[+1 Batu]


[Inventori Slot ∞]


-[Batu 1x]

__ADS_1


-


Tiba tiba muncul sebuah tampilan, lalu terlihat di inventoriku sudah terisi satu batu yang tadi kumasukkan. Aku mengambil kembali batu tersebut keluar dari inventori.


“Tuan bisa menggunakan sihir ruang?” Tanya Fenrir.


Sihir ruang? Sepertinya Inventoriku di desain seperti sihir ruang. Kalau kulihat, terdapat simbol infinity, yang artinya mungkin saja penyimpananku tidak terbatas.


“Yah, bisa dibilang begitu” Jawabku.


Aku terus menguji skill [Inventori] ku, dimulai kumasukkan benda hingga makhluk hidup. Makhluk hidup tidak bisa masuk kedalam inventori, tetapi Makanan berbahan daging bisa. Lalu kumasukkan juga kain yang kubakar menggunakan sihir, lalu saat ku keluarkan, kain tersebut seakan akan menghentikan waktu pembakarannya. Dengan kata lain, Inventoriku tidak mengalami perubahan waktu.


Aku terus menerus mencoba memasukkan sesuatu sampai tidak sadar kalau Guru Cariel berada di depanku dan menatapku.


“Heee, sihir ruang ya. Kapan kau belajar sihir itu?” Tanya Guru Cariel.


“Entah mengapa Aku bisa menggunakan sihir ruang” Balasku.


“Guru sedang apa kesini? Bukankah pelajarannya nanti siang?” Tanyaku.


“Sudah Siang Loh” Jawab Guru Cariel sambil menunjuk kearah matahari yang berada tepat di atas.


Aku menguji inventori sampai tidak sadar kalau waktu telah berlalu. Fenrir juga terlihat tertidur lelap.


“Ngomong-ngomong, kau punya hewan kontrak baru?” Tanya Cariel sambil menatap Fenrir yang telah berevolusi.


“Ah.. Dia Fenrir, barusan dia berevolusi menjadi Serigala Salju Bertanduk” Jawabku.


“Begitu ya, eh.... Berevolusi??” Guru Cariel nampak agak kaget.


“Ya, Aku tadi mengajarinya sihir es, lalu tiba tiba dia berevolusi" Jelasku.


“Begitu ya, Oh iya Zare, tadi Ibumu menyuruhku untuk memanggilmu makan siang” Jawab Guru Cariel.


“Oke Aku pergi dulu, Fenrir ayo bangun, kita pergi makan!!” Aku dan Fenrir bergegas pulang ke rumah.


Aku berlari dengan kencang meski letak danau dan rumahku tidak terlalu jauh. Bisa dikatakan kalau ini sekedar melatih kecepatan.


Terlihat juga Fenrir berlari memakai sihir angin dan membuatnya menjadi lebih cepat, meski sihir elemen petirku masih lebih cepat.


Lalu nampak bagian depan rumahku dengan dinding yang ditambal dengan balok kayu. Akibat pertarungan delapan bulan yang lalu, rumah ini hampir rusak.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2