Kejar Daku (Novel)

Kejar Daku (Novel)
Chapter 13


__ADS_3

...Ceritaku tidak ada yang komen, plis komen dong....


Cerita ini kemudian berlanjut.


Pagi hari Rey masih membantu Ibunya memasak ikan di dapur. Ikan tongkol yang di belinya di pasar.


Rey suka sekali masakan Ibunya.


Setelah pukul 02.01 PM, Rey harus berangkat kuliah lagi seperti biasa.


Tobe.


Suara musik itu mengalun merdu bersamaan desau angin dan suara kendaraan yang hilir mudik di jalan, hari ini hari sabtu.


Rey paling malas kalau sudah di suruh kuliah sama Ibunya.


"Rey.. bangun Rey.. sudah waktunya kuliah." Tante Mirna menyuruh Rey untuk bangun.


Rey masih tidur tidak mau mendengarkan perintah Ibunya.


"Rey ayo bangun keburu telat.." perintah Tante Mirna lagi.


Rey masih malas untuk bangun dan beranjak dari tempat tidurnya. Tante Mirna lalu membangunkan Rey dengan menggoyang-goyangkan badan Rey beberapa kali.


"Ayo bangun jangan malas gitu.." tukas Tante Mirna.


"Iya bentar Tante, Rey masih ngantuk." jawab Rey pada Tante Mirna.


"Nanti keburu telat kamu kuliahnya." kata Tante Mirna lagi.


Dengan perasaan sedikit kesal Rey bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah itu Rey sholat dzuhur dan berganti pakaian celana levis panjang dan kemeja lengan pendek dan pakai parfum.


Laki-laki itu pakai kaos putih sambil duduk di atas sepeda motor miliknya sambil pegang hp dan barteran sama teman yang satunya.


Rey siap berangkat kuliah sekarang. Dalam pikirannya dia harus bertemu sama Beni dan Dian serta teman-teman yang lainnya.


Rey hari itu ingin naik motor saja meski sebelumnya memilih naik bus berdua sama Dian. Sebelumnya Rey meng-sms Dian, bilang ke dia kalau Rey naik motor ke kampus.


Rey bersiap naik motornya dan siap memakai helm sore itu sekitar pukul 2.15 PM. Rey harus naik motor selama kurang lebih satu jam untuk bisa sampai ke kampus.


Sesampainya di kampus, Rey bertemu beberapa Mahasiswa yang lain yang pada kuliah di situ.


Puasa ini ceritanya lain.


"Heh.." tiba-tiba Dian mendekat.

__ADS_1


Rey kebetulan sedang duduk di atas bangku bawah pohoj mangga dekat koperasi.


"Apaan sih, males ah ketemu kamu terus!" ucap Rey kesal.


"Apaan sih Rey, ngacok kamu!" Dian menjawab tidak ngerti. "Sebenarnya kamu kenapa sih, Rey..?"


Rey tidak menjawab, dia malah pergi ke peepuatakaan buat duduk dan baca buku di situ. Dian mengejar Rey ke Perpus.


Sambil berjalan Dian mengejar Rey. "Kamu kenapa sih Rey, kamu marah sama aku..?" ucap Dian ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sama Dian.


"Aku cuman ingin sendiri dulu Dian, please jangan ganggu aku dulu..!" Rey memerintah temannya itu sekali untuk menghindar dari dia.


"Oke, aku ngerti maksud kamu sekarang, kamu ingin putus hubungan sama aku kan, iya kan..? Oke Fine, mulai sekarang kamu nggak usah temenan atau hubungin aku lagi."


Dian langsung melengos ke samping kanan pergi meninggalkan Rey yang berdiri dengan perasaan kecewa.


Rey juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada Dian.


Rey masih merengut tidak mengerti apa maksud Dian yang seperti itu. Rey lalu pergi masuk ke dalam perpus untuk seledar baca-baca buku siapa tahu ada yang baru, begitu kata hatinya.


Rey membiarkan Dian pergi dulu dari pikirannya, perempuan itu memang suka sensitif kalau di kerjai atau di kecewain sedikit saja.


Rey mencari buku-buku baru yang ada di dalam rak buku.


Laki-laki itu dengan pakaian serba hitam mendekati aku, menjaga aku dan beberapa buku yang ada di situ.


Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri di samping Rey dengan pakaian serba rapih dengan menyandang tas hitam. Laki-laki itu seperti mencari sebuah buku.


Rey melihat dia sebentar sekedar untuk tahu wajahnya seperti apa atau mirip siapa. Setelah tahu Rey kembali membaca beberapa judul buku yang ada.


Rey mencari buku Psikologi Pendidikan. Rey ingin tahu lebih dalam tentang pendidikan.


Setelah ketemu Rey membacanya di kursi dan meja yang di sediakan.


h.


Rey mulai membaca dengan khusyuk sambil memperhatikan jam di tangannya. Sudah pukul tiga lebih, saatnya untuk sholat ashar tapi Rey lihat teman-teman dulu di luar siapa tahu kelas sudah masuk.


Rey bergegas pergi ke luar karena teman-temannya sudah tidak ada di situ. Rey pergi ke lantai dua mencari teman-temannya yang sudah masuk lebih dulu.


Laki-laki dengan tubuh dan tinggi sedang itu berucap salam lalu masuk ke dalam kampus. Di situ sudah ada Dos. Handoko dosen Pendidikan.


Rey mendengarkan dengan seksama apa yang di sampaikan oleh Pak Handoko dari mulai pertama sampai akhir. Setelah jam pelajaran selesai, Rey keluar dan pergi ke Masjid untuk sholat ashar dulu.


Di Masjid Rey bertemu seseorang yang tidak di kenalnya. Wajahnya putih mulus dengan tubuh kurus, rambut lurus dan rahang sedikit panjang.


Rey tidak tahu siapa itu yang Rey tahu dia mungkin Mahasiswa baru yang baru masuk kampus Univ. Muhammdiyah Surabya.

__ADS_1


Entah kenapa setiap orang tampan identik dengan tubuh kurus.


Rey ambil wudlu lalu sholat ashar, setelah itu pulang tanpa harus mampir ke mana-mana lagi selain ke rumah.


Sepulang ke rumah Rey teringat sama laki-laki yang di temuinya tadi. Ingatan tentang laki-laki muda itu membuat Rey bahagia, entah kenapa.


Mungkin Rey suka sama laki-laki itu. Insya Allah.


Ingatan tentang Nino sudah tidak Rey masukkan lagi ke dalam kamus cintanya.


Rey berpikir apa yang harus Rey lakukan sekarang.


h.


Malamnya Nino nelpon Rey, bertanya kapan Rey mau bercerita masa lalunya itu sama Nino.


Rey bilang kalau dia akan cerita besok-besok kalau sudah siap. Handphon lalu di tutupnya dan Rey bersiap untuk tidur.


h.


Besoknya di kampus Rey bertemu Beni, tumben biasanya laki-laki itu jarang muncul di hadapan Rey.


Waktu itu Rey sedang berjalan di jalan raya luar pagar area kampus.


"Hallo, cewek..!!" panggil Beni setengah menyindir.


Rey menanggapinya biasa saja, dia terus berjalan menuju halaman kampus.


Sudah tidak ada Dian lagi yang ingin mendekat sama Rey seperti biasa. Wajah Rey mencari sosok laki-laki yang di temuinya kemarin di masjid.


Tidak ketemu, laki-laki itu tidak ada. Yang ada malah seseorang yang tidak Rey kenal. Dia duduk di samping Rey.


"Semester berapa Mas..?" ucap Rey menyapa sekedar sapaan perkenalan tapi tidak berharap untuk kenal dia lebih jauh.


Laki-laki itu berkacamata. Rambutnya sedikit keriwil seperti bintang film di televisi.


"Dua." jawab laki-laki itu.


"Dekat dari sini..?" tanya Rey lanjut.


"Jauh. Kurang lebih 50 kilo dari sini." jawab laki-laki itu. Maksudnya 50 km dari kampus.


Continue.


Next Story.


Cerita Rey sekarang berbeda. Rey yang kenal sama orang baru atau Rey yamg bertemu jodoh.

__ADS_1


Minta komennya.


__ADS_2