Kejar Daku (Novel)

Kejar Daku (Novel)
Chapter 2


__ADS_3

Hai ini tulisan aku yang ke dua, gimana kesannya di bab pertama, udah kerasa soulnya atau apa gitu? Minta vote dan komentnya. Bye.


Rey dan Beni saling pandang dan diam Beni lalu pergi meninggalkan Rey dengan perasaan sedikit bersalah.


Rey sedih tapi dia harus tetap sadar dan semangat karena bentar lagi dia harus balik ke Jakarta dan harus cepat sampai.


Rey langsung mengemasi baju kaos dan ****** ******** meski dengan sedikit kesal. Tiba-tiba Dian datang dan kaget melihat Rey yang lagi sedih.


"Rey kamu kenapa..?" tanya Dian tiba-tiba. "Kamu lagi ada masalah?" tanyanya lagi. Rey menggeleng pelan dalam arti tidak. Dian meninggalkan Rey sambil ikut berkemas.


Rey turun dari tangga hotel dan tak sengaja bertemu dengan laki-laki yang ditemuinya tadi pagi. Laki-laki itu naik keatas tangga.


Rey kaget masya Allah. Pandangannya tertuju pada laki-laki itu saja. Laki-laki itu berjalan naik ke atas tangga biasa saja tidak seperti Rey yang heran dan takjub terhadapnya.


Rey turun dan lansung menuju parkiran bus dilihatnya teman-temannya sudah pada berkumpul di dalam bus.


Rey naik kedalam bus sambil menenteng tasnya. Rey mencari tempat duduk dan ternyata tempat duduk disebelah dian kosong.


Rey pun duduk bersama Dian. Perempuan disebelahnya itu memperhatikan Rey dari samping. Rey tetap memperhatikan kedepan bus yang sedang melaju.


Musik diputar sedari tadi. Perjalanan menempuh tiga hari tiga malam dari Bali ke Jakarta.


Diperjalanan Rey masih sibuk dengan hp-nya. Kadang dia dihubungi oleh Ibunya atau menghubungi temannya lewat media sosial. Bus sampai dikampus bakda sholat subuh sekitar jam 4.00am.


Beberapa orang mahasiswa masih menyempatkan diri untuk sholat ada beberapa yang lain tidak sholat karena malas capai dsb.


Rey cukup disiplin dalam sholat meski begitu dia taat akan agamanya. Usai sholat Rey pamit sama Dian.


"Dian aku pamit pulang dulu. Kamu tidak mau mampir kerumah?" kata Rey ke Dian.


"Nggak makasih. Aku pulang duluan juga. Kamu tidak bawa oleh-oleh?" kata Dian lanjut.


"Nggak aku lupa belinya." jawab Rey ke Dian. Mereka berdua berjalan meuju rumah masing-masing.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Rey masih kepikiran sama laki-laki yang di Bali kemarin. Rey heran mungkin ada sesuatu yang terjadi padanya. Laki-laki itu seperti pemeran sinetron di TV.


Kata Rey dalam hati atau seperti laki-laki horny di google yang berpose setengah telanjang atau telanjang sekalipun alias hot. Rey menepis pikirannya kemudian. Rey lalu menghubungi Dian.


"Dian, kapan masuk kampus?" Rey tanya.


"Besok senin, kenapa?" tanya Dian.


"Nggak kenapa-napa cuman pengen tahu aja." jawab Rey.


"Oh ya, kamu punya masalah ya sama Beni?" Dian langsung menerka.


"Nggak.." jawab Rey bohong.


"Nggak usah bohong deh lo, aku tahu kok bahkan teman-teman sekelas juga banyak yang tahu masalah kamu sama Beni." kata Dian ngasih tahu.


"Kalau tahu emangnya kenapa?" tanya Rey balik.


"Nggak, soalnya aneh aja. Kok bisa sih kamu kayak gitu? Manalagi sama teman sekelas lagi." Dian sedikit kecewa sama Rey..


"Ya udahlah yang terjadi biarlah terjadi usah di sesali. Kamu mending minta maaf sama Beni. Mungkin dia nggak akan masuk kelas karena malu sama teman-teman." jelas Dian dari ujung handphone.


"Iya tah, masak sampai begitunya sih? Perasaan kami sama ngelakuinnya dengan ikhlas kok." kata Rey jujur.


"Apa, ikhlas? Perbuatan maksiat kamu bilang ikhlas!? Nggak deh Rey.. kamu itu mending istighfar cepat tobat ke Allah Swt. Kamu itu udah ngelakuin perbuatan maksiat dan diketahui orang banyak tahu nggak?" Dian mencoba menasehati Rey.


"Hehe.. sorry aku kebablasan coz aku nggak kuat waktu itu. Tolong kamu juga ngertiin aku. Kami sama-sama dikamar mandi waktu itu." kata Rey jelas. Telepon lalu tiba-tiba ditutup, mungkin karena pulsanya cekak. Rey lalu kirim sms sama Dian. Sorry Yan pulsaku udah habis.


Rey kembali beraktivitas sambil bermain-main didepan layar laptopnya. Setelah malam Rey pergi shopping ke Mall sambil menghabiskan waktu di situ. Minum kopi nescafe sambil makan roti isi. Sesekali cuci mata biar tidak bosen.


***


Di kampus Rey dan teman-temannya aktiv belajar bersama Dosen yaitu Pak Broto dosen Pkn. Usai pemberian materi semuanya keluar dan duduk di fmdepan kampus, di parkiran, kantin, musholla dsb.

__ADS_1


Rey memilih ke perpustakaan buat pinjam buku karena ada tugas makalah yang belum diselesaikannya kemarin.


Dian berkumpul dengan teman-teman yang lain. Rey pinjam buku psikologi dan pendidikan islam. Setelah itu dia baru pergi ke foto copian buat ngopy buku yang dipinjamnya itu. Dian mencari keberadaan Rey. Dia lalu menelepon Rey.


"Rey kamu di mana, teman-teman pada ingin ketemu kamu tuh. Katanya ingin denger ceritanya kamu sama Beni yang di Bali kemarin?" ucap Dian di handphone.


"Aku masih di fotokopian, sorry kayaknya aku harus cepat pulang nggak enak sendiri sama teman-teman!" jawab Rey langsung.


"Yaudah gak papa terserah kamu tapi anak-anak nungguin kamu loh dari tadi.." lanjut Dian.


"Sorry kayaknya aku nggak bisa!" Hp langsung ditutup sama Rey dan fokus ke pelayan toko.


Usai dari foto copian Rey langsung pulang kerumah bakda sholat ashar. Ret memutuskan sholat dirumah saja. Sesampainya di rumah Rey langsung sholat dan makan karena lapar. Ibunya udah biasa menyiapkan masakan buat Rey.


"Rey kapan datang?" tanya Ibunya yang baru datang.


"Barusan." jawab Rey sambil makan.


"Itu ada ikan ayam sama telur ceplok di meja. Kamu jangan lupa pergi ngantar kue nanti kerumah Bu Brata." kata Ibunya berpesan."


"Insya Allah." jawab Rey malas sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sambil tiduran Rey berpikir apalagi yang akan di perbuatnya setelah ini.


Bentar lagi kuliah lulus dan Rey ingin bekerja di kantor yang bisa mendapat penghasilan lebih seperti di kantor Bank atau yang lainnya.


Setelah di bangunin beberapa kali oleh Ibunya Rey akhirnya bangun, mandi, dan berangkat ngantarkan kue ke rumah Bu Brata dekat rumah Rey.


***


Rey berangkat belanja pada hari Sabtu dia ingin beli sesuatu di supermarket seperti parfum, sabun mandi, shamphoo, bodylotion, bedak ponds, dsb. Rey biasa dandan di rumah sebelum berangkat kuliah. Apa-apa harus bersih dan tampil kinclong di depan orang atau teman-temannya.


Saat memilih-milih parfum Rey merasakan ada yang mendekat di sebelah Rey, seorang laki-laki berperawakan tinggi sedang dengan kaos putih dan jelana jins biru.


Rey melihat orang itu dengan seksama. Rey kaget setengah mati menatap orang yang berdiri di depannya. Dia adalah laki-laki yang di temuinya di Bali kemarin. Rey masih berdiri mematung sampai akhirnya laki-laki itu pergi.

__ADS_1


"Mas.. Mas.." Rey memanggil laki-laki itu tapi dia tidak mendengar karena jaraknya yang cukup jauh kurang lebih 6-10 meter. Rey ingin mengejar tapi belanjaannya belum kelar. Rey cepat-cepat memilih keperluan belanjanya.


Bersambung..


__ADS_2