Kejar Daku (Novel)

Kejar Daku (Novel)
Chapter 22


__ADS_3

...Cerita itu terus berlanjut sampai akhir halaman sekeranya hidup dapat rapot atau nilai baik....


Aku adalah Reynaldi Gius yang hidup di dunia imajinasi bersama seseorang yang ada di dalam cerita itu.


Aku adalah seorang yang punya soul perempuan tapi itu hanya ada di dalam hati, mata dan perasaan saja tidak di dunia real.


Ada yang mengajak aku untuk bekerja di tempat di tempat lain tapi aku tolak karena aku ingin yang ini.


Menulis di sini adalah tempat aku menulis pengalaman aku bersama aku sendiri.


Seperti orang gila saja sebenarnya, harus ngomong sendirian dan di karang sendiri dengan beberapa pemikiran yang ada.


Aku adalah seorang penulis yang di ridhoi Allah Swt, untuk menjadi seorang penulis.


Sejak mengenal Eko Ivano Winata dan mengenal yang namanya *******, aku jadi betah berlama-lama di sini, di tempat aku berteduh, di tempat aku bernaung, di tempat aku menulis.


Dari balik pendengaran aku ada yang menyebut aku dengan samar. Suara sebutan karena aku yang pernah mengambil uang Bapak aku sebesar delapan juta rupiah.


Dan lalu uang itu aku belikan buku Novel dan akhirnya aku baca setiap kali ingin baca.


Biasanya di bulan Romadlon ini aku baca novelnya Mbak Hanum Salsabiela Rais, tentang islam dan hal-hal yang berkaitan dengan Islam.


Masalah yang lainnya, aku tidak tahu dan ada pula yang aku mengerti dan tidak mengerti tapi tau.


Dalam hal ini aku telah meninggalkan kewajiban aku sebagai seorang anak, di mana aku punya kewajiban untuk membantu kedua orang tuaku tapi aku punya tugas di sini.


Setiap kali menulis, tertulis Tali, bg, v, dsb. Seperti isyaroh.


Tali pertanda kalau aku punya hutang.


Bg pertanda kalau aku mirip orang gila karena tulisan aku gay.


Vi pertanda nama seorang perempuan yang ingin aku lamar nantinya. Insya Allah.


Kalau Allah Swt mengijinkan.


h.


Saat ini di pendopo sepi tidak ada pengunjung, mungkin bosan atau ada kegiatan lain di rumah.


Next.


Rey dan Nino menunggu di Bandara setelah siap-siap dengan barang bawaannya di tas. Sebrlumnya mereka mengemasi barang-barangnya di hotel.


"Rey, kamu nggak apa-apa kan?" Nino tanya.


"Kenapa, aku biasa aja kok." jawab Rey.


"Air mata kamu barusan..?" tanya Nino.

__ADS_1


"Iya, aku ingat sedikit nasib aku yang sekarang." ucap Rey.


"Aku tahu Rey kalau kamu tidak pernah susah soal itu, sedang yang lain kasihan melihat kamu yang seperti ini." terang Nino.


"Nino, tidak ada ceritanya Rey itu sedih, yang ada bahagia itu saja." jawab Rey.


"Ada yang ngatain kamu Rey.." ucap Nino.


"Biar saja. Mereka biasa begitu. Mending kita kembali ke cerita saja." ucap Rey.


"Kita harus cepat-cepat naik ke kapal karena sebentar lagi kapal akan siap berangkat." jawab Rey.


Nino ikut Rey ke dalam kapal dan kembali terbang ke Jakarta. Dalam hati Rey ingin mampir ke Surabaya tapi niat itu di urungkannya. Ampel.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Nino dalam kapal sambil duduk.


"Aku ingin ziaroh." ucap Rey langsung.


Nino tertawa mendengar hal itu.


"Kenapa, ada yang lucu..?" tanya Rey.


"Tidak, itu niat yang bagus aku dukung itu, nanti kita bisa jalan bareng okay." ucap Nino semangat.


"Amin, insya Allah." ucap Rey dalam.


Setelah itu kapal mendarat di Bandara Panglima Sudirman, Rey dan Nino datang dengan selamat.


Nino cuma bisa tertawa.


"Setelah ini kita kemana, kamu mau nginep di rumah aku?" tanya Nino. Rohman.


"Insya Allah. Tapi please tidak usah macem-macem karena aku tidak mau raport aku rusak lagi gara-gara kamu." kata Rey menjawab.


"Insya Allah." jawab Nino ikhlas.


Nino menyetop taksi dan mengantarkannya sampai rumah. Rey berpikir ini Nino pasti banyak ngeluarin uang.


h.


Setelah sampai di rumah Nino dan Rey meletakkan barang-barangnya di dalam kamar dan turun ke bawah, setelah itu duduk sambil main hp. Rey juga ikutan turun sambil main hp.


Nino lalu ngomong sama Rey. "Kamu nginep di sini?"


"Iya, insya Allah." Rey jawab Nino biasa aja. Nino terus bermain hp.


Nino lalu berdiri dari kursi dan pergi meninggalkan Rey.


"Kamu mau kemana No..?" tanya Rey.

__ADS_1


"Aku mau pergi keluar dulu sebentar." Nino menjawab.


Rey mengedipkan mata, dalam hatinya dia bertanya kenapa sikap Nino berubah sejak datang dari bali.


Rey diam dan memaklumi, mungkin Nino bosan. Akhirnya Rey memilih untuk pulang tanpa sepengetahuan Nino.


Rey membawa barang-barangnya keluar dan di depan pintu ada Nino.


"Loh, kok udah mau pulang?" tanya Nino kaget.


"Iya, aku tidak kerasan di sini. Aku pulang dulu ya.." Rey keluar dengan hati yang ingin nangis.


Nino menatap Rey kecewa. Di kira dia mau ada di rumahnya, ternyata tidak.


"Rey tunggu Rey.." ucap Nino.


"Ada apa?" jawab Rey.


"Kamu bisa tidak tinggal di sini dulu, sehari saja." pinta Nino.


"Buat apa, kamu sudah tidak lagi mau sama aku. Semuanya sudah berakhir sekarang No. Aku dan kamu sudah tidak singkron lagi.


"Aku sudah tidak lagi kamu butuhkan, sekarang atau selamanya mungkin. Kamu udah tidak care lagi sama aku seperti kemarin.


"Aku sakit hati meski begitu, dan kamu seperti tidak mengerti aku." Rey jelasin semua apa yang ada di hatinya.


"Sebentar Rey, bukan begitu aku cuma masih ingin keluar saja." ucap Nino di depan Rey dengan harapan dia mau mengerti.


"Kamu sudah bosen sama aku kan No?" ucap Nino.


"Tidak, aku tidak bosan sama kamu, aku cuma sedang ingin yang lain." kata Nino jujur.


"Yang lain apa, itu sama halnya kamu bosen sama aku. Kamu sudah tidak lagi setia sama aku." Rey merasa sakit di hatinya.


Nino diam dan bernapas. Dia membiarkan Rey pergi. Siapa yang nganter Rey nanti pulang.


Nino membiarkan Rey pergi sendiri tanpa harus di antar.


Biarin saja dia pergi, biar dia tahu siapa yang baik selama ini. ucap Nino dalam hati.


Di depan rumah Nino Rey menunggu taksi tapi tak ada satu pun yang lewat. Rey lalu mencari tukang ojek dan pergi pulang.


Rey pulang dengan selamat.


Sesampainya di rumah, Rey menaruh barang-barangnya di dalam lemari. Di lihatnya baju-baju itu dan di ciumnya bau baju baru itu. Masih bau toko. Enak.


Rey tersenyum sendiri melihat baju-bajunya yang masih bagus.


Continue.

__ADS_1


Next Story.


Rey merasa sendiri dan tidak lagi berharap Nino ada di dalam hatinya.


__ADS_2