
Saat aku akan menulis ini awan di timur temaram sangat menakjubkan, subhanallah.
Maaf Ya Allah saya belum sholat Isyak.
Cerita selanjutnya.
Reynaldi pulang dengan motornya malam itu dengan perasaan bahagia karena telah di cium oleh Nino. Biasalah, namanya juga Rey.
Dia itu sebenarnya suka sekali sama Nino sejak pandangan pertama tapi sudahlah itu masa lalu Rey tidak usah di ungkit lagi.
Rey adalah Rey. Dia laki-laki yang sedikit punya karakter cewek sejak kecil. Dia juga suka joget-joget di rumah sambil lipsing.
Rey adalah laki-laki biasa yang taat akan agama tapi juga nurut sama orang tua meski sedikit nyebelin.
Rey sangat mencintai orang tuanya yang mengandungnya sejak kecil. Tapi sudahlah tidak perlu di bahas di sini.
Rey pulang dengan sepeda motornya dalam keadaan basah karena hujan yang dengan mengenakan mantel atau jas hujan.
Rey masuk rumah dan mengambil piring untuk makan yang sebelumnya ganti baju dulu karena basah.
Ingatan ciuman bersama Nino datang kembali. Rey tampik karena tidak enak. Rey tidak ingin mengingat adegan ciuman itu lagi.
Suara guntur dan kilat menggelegar di antara hujan malam itu. Rey memperhatikan depan rumah lewat jendela.
Malam itu terasa dingin karena hujan belum reda. Rey sendiri di rumah. Pikirannya teringat pada Ibu dan Bapaknya yang jauh dari Rey.
Rey tinggal sendiri di rumah Bibinya itu dan Bibinya sepertinya sudah tertidur lelap.
h.
Setelah malam kian larut Rey masih belum tidur karena belum ngantuk.
R
ey makan kacang sambil menonton televisi. Setelah beberapa lama Rey mematikan televisinya dan beralih membaca buku novel karya dr. Gia yang berjudul berhenti di kamu.
Rey cukup leluasa dan menikmati buku itu, ingin sekali dia seperti dr. Gia yang pergi ke Mekkah bersama istrinya dan jalan-jalan ke kota Madinah dan jabal Noor.
Rey serasa punya mimpi dan harapan membaca dan memiliki buku itu. Setelah itu Rey mendengar suara sound system yang ada di seberang rumah Rey, tidak jauh dari rumahnya. Ada yang menikah rupanya. Ferdi, namanya Ferdi sedang melangsungkan pernikahan malam itu yaitu malam Jum'at.
__ADS_1
Rey mulai menutup bukunya dan mulai mengaktifkan layar hp-nya dan memutar video yang ada di hp-nya. Video gay, apalagi.
Di video itu Rey bertemu dengan aktor-aktor ganteng dan six-pack. Rey terangsang dengan keadaan tubuh laki-laki itu. Masya Allah. Sambil menonton video Rey juga sambil melihat lokasi dan tempat-tempat yang berbeda di penjuru dunia seperti Amerika Serikat, Jerman, Mexico, Amerika Latin, Australia, India, Eropa, Prancis, dsb.
Pelbagai tempat sudah Rey telusuri dan Rey masih belum berusaha untuk bisa sampai ke situ. Inginnya cuma yang dekat-dekat saja seperti ke Jogjakarta atau ke Bali.
Entah kenapa Rey sangat senang malam itu karena besok katanya akan ada acara ramai-ramai di tempat sebelah rumah yaitu rumah tetangga. Katanya akan ada orkes Mandala. Dan insya Allah Rey akan menari bersama teman-teman dan saudara yang lain kalau di lihat situasi aman dan memungkinkan untuk menari, di lihat dari asyik, semarak atau tidaknya.
h.
Rey lalu terlelap tidur setelah ngantuk di kursi ruang tamu milik Bapaknya dulu itu yang di beli ke tukang kursi bernama Hi. Iba.
Rey tidak ingat mimpinya itu apa, seingat Rey, dia pernah sesak napas di tempat itu tapi entah kenapa malam itu dia tidur nyenyak sekali sampai lupa tahajjud.
Suatu waktu Rey bermimpi bertemu seorang pemuda dengan memakai jaket merah hati pudar, laki-laki itu berdiri di sebuah tempat yang ada pohon bambunya dengan penerangan lampu neon tidak jauh dari pohon bambu itu yang di gantengnya dengan kabel.
Laki-laki itu berdiri santai sambil menunggu kedatangan Rey sepertinya. Dengan celana levis panjang dengan perawakan wajah masih muda seumuran Paman-Paman atau Lek-Lek.
Rey lalu datang mendekat dan menghampiri laki-laki itu. Rey lalu berucap.
"Siapa kamu?" Rey bertanya penasaran.
Laki-laki itu lalu berbalik.
"Imam..?" pekik Rey sambil merengut takjub.
"Apakah kamu Imamku Imam Jazuli..?" tanya Rey lagi.
Laki-laki itu terlihat tampan dengan jaket yang di kenakannya. Laki-laki muda itu lalu pergi ke depan meninggalkan Rey yang berdiri mematung.
"Tunggu.. aku belum selesai bicara?" ucap Rey lagi. Laki-laki itu berhenti di depan Rey tanpa berbalik.
Rey melangkah berlari sambil mendekat dan ingin rasanya membalik badan laki-laki itu.
"Hei, apakah kamu Imam Jazuli..?" tanya Reynaldi untuk yang ke dua kalinya.
Laki-laki itu diam tidak menjawab cuma berdiri dan mematung saja.
h.
__ADS_1
Setelah Rey berucap dalam hati dengan doa yang tersebut di atas, Rey lalu mendapat belaian tangan laki-laki itu atau bersalaman.
Setelah itu laki-laki itu masih tetap berdiri tapi Rey telah sadar dan terbangun dari mimpinya itu sambil berucap doa
Rey lalu sholat subuh sambil wirid dan setelah itu siap-siap santai karena nanti sore jam 02.00 pm Rey harus berangkat kuliah.
h.
Di kampus Rey bertemu dengan teman perempuannya Dian.
"Hey.." teman perempuan Rey itu berlari mendekati Rey.
"Dia, ada apa..?" tanya Rey kaget.
"Aduh.. lama banget enggak ketemu sama kamu. Masak dari satu bulan kemarin nggak telfon atau hubungin aku sama sekali, capai deh." Dian berucap kangen sama Rey.
"Sorry, aku masih sibuk di rumah. Banyak pekerjaan yang harus aku lakukan di rumah." Rey menjawab.
"Iya, aku ngerti. Duduk yuk.." ajak Dian pada temannya itu yang sama-sama membawa tas gendong yang di ************ di lengannya.
"Di mana..?" tanya Rey pada Dian.
"Di situ." tunjuk Dian di tempat duduk tidak jauh dari mereka berdua berdiri.
Rey masih berpikir dulu sebelum memutuskan untuk duduk. Laki-laki itu berzodiak gemini itu lalu melangkah untuk duduk bersama Dian temannya itu.
"Rey, kamu mau cokelat..?" Dian menawarkan sesuatu buat Rey. Ditangan Dian sudah tersedia cokelat.
Rey berpikir dulu sebelum menjawab., "Nggak, makasih." Rey menjawab tidak mau.
"Kenapa?" Dian bertanya sangsi di hati.
"Nggak, malas aja makannya." jawab Rey jujur. Dian tercekat mendengar Rey yang bilang begitu.
"Ya udah, kalau begitu kamu bawa pulang aja oke.." suruh Dian pada teman laki-lakinya itu.
To Be Continue.
Next Story.
__ADS_1
Rey bertemu teman-temannya di kampus.