
Nino pulang ke rumahnya dengan mengemudikan mobil dan setelah itu mampir dulu di pom pertamina untuk mengisi bensin.
Dalam pikiran Nino adalah Rey. Kenapa dia harus kenal sama Rey sekarang. Apa yang akan terjadi selanjutnya sama hubungan ini. Terhitung sejak Nino melihat Rey di bali bersama teman-temannya.
Rey masih ingat sekali waktu itu. Di mana Nino ingin pergi ke kamarnya dan bertemu Rey di tangga memuju kamar hotel Nino.
Nino tahu sedikit tentang Rey, karena kamarnya berdekatan sewaktu di hotel. Dari karakternya saja Nino tahu kalau Rey itu luwes dan kemayu seperti perempuan saja. Entah darimana karakter itu di peroleh.
Klakson mobil di belakamg tiba-tiba berbunyi, Nino maju beberapa meter dan mulai mengisi bensin. Nino turun dari mobil.
"Berapa Pak..?" tanya kayawan pom.
"Sepuluh." kata Nino sambil menghitung uang.
Bensin pun mulai di isi. Nino menunghu sdbemtar lalu menutup tangki bennsin mobilnya.
Nino memberikan selembar uang seratus ribuan untuk membayar. Perugas itu lalu memberikan uang kembalian.
"Ini Mas.." kata petugas itu.
"Makasih Mas." Nino berucap sambil menerima uang kembalian itu.
h.
Nino kembali menyetir mobilnya menuju rumah di pertengahan jalan dia berhenti melihat ramai-ramai di seberang jalan.
"Kok berhenti Mas.." kata seseorang dari seberang jalan.
"Iya Pak, sek mau nonton orkes." kata Nino.
"Oh, itu bukan orkes Mas itu jaran kepang." jelasnya pada Nino.
"Tapi kok ada pentasnya?" kata Nino.
"Iya, itu siaran ludruk nanti." kata Paklek itu memberitahukan.
Nino jadi bingung. Dia lalu menunggu sebentar, Bapak itu lalu pergi meninggalkan mobil Nino.
Setelah beberapa lama sambil makan kacang di dalam mobil Nino lalu mendengar suara biduan yang sedang bernyanyi.
"Oke teman-teman semua mari kita joged dan bergoyang bersama, bersama Palapa!" perempuan itu naik panggung kehormatan sambil bernyanyi.
Nino tersenyum melihat peremouan itu. Nino menyimak dan mendengarkan lagu dari biduwanita itu.
Ilalang ilalang lihat wajahku malang
Ilalang ilalang ku tahu Tuhan penyayang.
Ilalang ilalang.. menghalangi pandangan.
Ilalang ilalang.. tak kuasa putus harapan.
Reff
Benar cerita burung-burung.
Hatimu selalu berdusta.
__ADS_1
Benar kata bisik angin.
Kau takkan pernah setia
Bukan barymu sekali ini
Hatiku engkau sakiti
Tapi baru kali ini mataku menhadi saksi..
Tiba-tiba Nino di telepon oleh Rey. "Hallo, Nino kamu sudah pulang?"
"Belum, hehe maaf aku lagi mampir di jalan nih, lihar orkes." kata Nino sambil tertawa sendiri.
"Aduh.. kok masih mampir sih, cepat pulang nanti takutnnya ada apa-apa sama kamu." Rey khawatir.
"Nggak, nggak akan ada apa-apa beneran." kata Nino menjawab.
Karena kepikiran dan mood sudah hilang Nino akhirnya pulang dan melihat Rey sudah menunggu dengan sepeda motornya di depan rumahnya.
"Rey, kamu di sini?" Nino tidak percata Rey ada di depan halaman bersama sepeda motornya.
"Aku sengaja kemari ingin bertemu kamu." Rey menjawab jujur.
"Tapi, kenapa kamu menyusul aku sih, kamu tidak ada kerjaan apa?" Nino cemas sendiri.
"Sudahlah Rey, tidak usah cemas aku baik-baik saja kok." Rey jawab.
"Tapi, tadi kamu lewat mana kok bisa sampai di sini, sendiri lagi!?" Nino berkata masih sindrome.
Rey diam tidak menjawab. Mereka saling berpandangan satu sama lain.
Nino membuka jaketnya lalu meletakkannya di atas kursi. "Duduk.." perintah Nino pada Rey. Laki-laki itu duduk di atas kursi sambil melihat-lihat sekitar rumah.
Malam itu suasananya habis sholat maghrib. Nino masih belum sholat dan Rey masih duduk termangu sendiri di atas kursi ruang tamu.
"Rey, kamu mau minum apa, teh?" tanya Nino.
"Air putih aja." Rey menjawab.
"Air softdrink ya?" tawar Nino.
"Apaan itu soft drink..?" Rey tanya tidak mengerti.
"Ada di kulkas, sebentar ya aku ambilin." Nino bergegas mengambil minum buat Rey.
"Taram.." ucap Rey sambil berjalan menghampiri Rey yang lagi duduk.
"Oh itu softdrink.. minuman dingin tah?" kata Rey sambil merasa kedinginan karena malam itu hujan.
h.
"Kamu kok datang ke sini lagi sih,?" Nino tanya sangsi karena tidak biasanya.
"Kenapa, enggak boleh? Aku suka-suka aja jalan ke sini." Rey menjawab dan Nino tidak sadar kalau Rey sedikit perhatian sama dia. Ada rasa mungkin tapi sebenarnya tidak.
Rey melihat ke arah jendela rumah Nino, Nino bertanya. "Ada apa Rey?"
__ADS_1
"Tidak, tidak ada." Rey menjawab. Nino melihat Rey biasa saja.
"Rey, di minum dulu airnya." Nino menyuruh Rey minum soft drink-nya yang hampir hilang dinginnya.
Rey minum soft drink itu tanpa malu. "Makasih ya No udah ngasih aku minum." ucap Rey seraya duduk santai.
Dalam hati Nino sudah tidak enak hati dengan kehadiran Rey.
"Aku pulang dulu ya No..?" pinta Rey ingin pulang.
"Mau ke mana Rey, masih sore begini!?" Nino berucap.
"Udah malem nih. Aku tidak enak sama kamu."
"Ih, apanya yang tidak enak. Enak kok. Apa pun enak kalau berdua sama kamu. Aku tidak enak kalau di tinggal kamu sendirian di sini, Rey.."
"Tapi ini udah malem No.."
"Malam tambah asyik." tambah Nino. "Kamu nginep di sini ya, Rey?"
"Nggak ah, ngapain..?" Rey jawab ogah.
"Ya, sekali-kali temanin aku di sini boleh kan, sekali.. saja." Nino merayu Rey malam itu. Laki-laki itu diam saja.
"Rey, ke sini." ajak Nino. Rey diam menatap Nino yang terbawa.
"Ke sini.." lagi Nino.
"Apa..?" Rey tidak mengerti.
Nino mendekat pada Rey lalu mengecup bibirnya perlahan. Nino membalas kecupan itu. Agak lama dan nikmat.
Rey menunduk merasa nervous tapi lalu melihat Rey yang ada di depannya itu.
"Aku pulang dulu.." Rey pamit tapi Nino langsung memegang tangan Rey, mencegah dia.
"Ada apa No.."
"Jangan pergi dari aku, aku kesepian."
"Tapi aku harus pulang No. Aku nggak enak sama tetangga kamu!"
"Tetangga tidak akan tahu masalah ini Rey. Kamu hilangin perasaan itu."
"Maaf No, aku harus pulang." Rey kabur dari rumah Nino, Nino membiarkannya berjalan sampai ke depan.
Ya, begitulah ceritanya. Entah ada apa sebenarnya antara Nino dan Rey. Kok mereka bisa dekat gitu. Rey yang datang tiba-tiba dan Nino yang berani mencium Rey malam itu.
Siapa sih sebenarnya dalangnya?
Cerita selanjutnya.
Rey pulang dengan perasaan yang dia bawa. Nino membiarkan rasa itu mengalir begitu saja. Rey hanyalah pelampiasan nafsu Nino saja.
Jangan lupa komennya teman-teman. Dan vote-nya.
Cerita ini cuma Fiktif belaka jika ada kesamaan nama atau karkter ini semata-mata hanya kebetulan saja bukan di sengaja.
__ADS_1
Continue to part 7.
Alhamdulillah sudah sampai ke part 7 nih akhirnya.