
...Peristiwa itu terjadi begitu nyata di mana kita telah berpisah sekian lamanya. Lalu siapa yang harus di salahkan? ...
Nino dan Rey berjalan masuk ke diskotik dan entah kenapa kepala Rey terasa pusing dan Rey oun ambruk di samping Nino.
"Rey.. Ya Allah, Rey..!!" teriak Nino yang melihat Rey tidak sadarkan diri.
Nino segera membopong Rey ke jalan sambil melihat taksi yang lewat. Nino menyetop taksi dan membawa Rey kembali ke hotel.
15 Romadhon 1440 H.
Marhaban Ya Romadlon Marhaban Syahrus Shiyam.
Allahuma barik lana fi rojaba wa sya'bana wa ballighna Romadlona.
Allahumma yassir lana ziyarota makkah walmadinah.
Senin
Pagi ini pukul 5.30 am aku mulai menulis di pendopo lagi.
Rey di bawa ke ruang kamar hotel dan tidak sadarkan diri. Macam-macam yang di lakukan Nino untuk menyadarkan Rey yang akhirnya sadar setelah beberapa menit.
"Aku kenapa..?" tanya Rey.
"Kamu pingsan, aku bawa kamu ke sini." kata Nino menjawab.
"Kamu apain aku..?" tanya Rey narsis.
"Ngapain, eh enak aja, siapa yang ngapa-ngapain kamu, narsis!" Nino tersenyum melihat gelagat Rey yang begitu.
"Kamu nggak nidurin aku kan..?" kata Rey.
"Enggaklah, ngapain, dosa." Nino jawab.
"Kemarin?" tanya Rey.
"Kemarin, kemarin sekarang sekarang. Aku sudah tobat sekarang." kata Nino menjawab.
"Ngapain tobat, nggak sah tobat kalau masih mau ngulangin lagi." kata Rey bilang.
"He he, tobat itu enak bisa ngapus dosa. Mau ngulangin lagi atau tidak, itu terserah aku, aku yang tanggung resiko." jawab Nino.
"Kam mau nerima resiko..?" tanya Rey terus.
"Mau, segala sesuatu itu ada konsekuensinya Rey. Termasuk kamu yang sekarang udah nyusahin aku." kata Nino.
"Kamu tidak ikhlas ya nolongin aku..?" tanya Rey.
"Kamu tidak suka ya sama aku..?" ujar Nino.
"Kenapa kamu bilang begitu..?" kata Rey bertanya.
"Dari tadi kamu tanya terus, buat aku benci sekaligus gemes sama kamu. Ke diskotiknya nggak jadi juga. Malas." ujar Nino meratapi diri.
"No, sory ya, aku minta maaf. Semua ini gara-gara aku. Aku yang buat kamu gini, aku yang salah. Aku telah ngerepotin kamu.
"Aku telah buat susah sama kamu. Aku tidak keberatan kalau kamu hukum aku sekarang. Kamu boleh tampar aku, pukul aku, cubit aku atau.." Rey menggantung.
__ADS_1
"Cium kamu..?" ucap Nino yang saling berhadapan sama Rey. Kedua duduk saling berhadapan di samping tempat tidur. Keduanya duduk sambil mengangkat lutut.
"Nggak tahu, aku malas kalau di cium, aku minta yang lain aja." kata Rey request.
"Minta apa..?" kata Nino.
"Tadi yang di sebutin." jawab Rey.
Nino lalu mencubit pipi Rey sedikit sambil melihat Rey. Nino tidak bosan-bisannya menatap Rey terus. Maklum kalau sudah suka begitu hasilnya.
"Kita tidur yuk!"
"Hah, tidur. Ngapain tidur. Kita keluar aja yuk, tadi kan keluarnya tidak jadi, jadi kita keluar sambil pergi ke pantai malam-malam mau..?" tanya Rey.
"Iya." jawab Nino.
Nino bersedia meski sesikit malas.
"Yuk." ajak Nino kemudian.
Mereka berdua berjalan menuju pantai malam-malam. Setelah sampai mereka berlari-larian di atas pasir pantai yang basah.
Mereka saling kejar dan lari ke air laut lalu mandi berdua. Mereka saling pandang karena tidak tahan dan terbawa suasana, akhirnya mereka berciuman. Chup.
Rey menggigil kedinginan malam itu. Kedua tangannya memegang bahu.
"Kamu mau balik..?" tanya Nino.
"He, em." jawab Rey sambil terus kedinginan.
Mereka berdua akhirnya pulang dengan jalan lambat kerena sudah ngabisin tenaga tadi. Setelah itu mereka beristirahat di dalam kamar.
Paginya mereka bangun sambil jalan pakai sepeda motor. Nino usaha untuk pinjam motor milik orang yang nginep di hotel.
Rey senang sekali, keduanya jalan bareng pakai motor.
"Nino, makasih ya udah ngajak aku jalan bareng." ucap Rey.
"Iya tenang aja, masih ada aku di sini." jawab Nino tenang.
Rey melihat ke sekeliling pantai. Senang sekali.
"No, kita turun di sini yuk?" ajak Rey.
"Insya Allah." jawab Nino.
Setelah itu keduanya turun sambil berdiri di samping pagar. Di sebelahnya ada pantai.
Angin berhembus membuat rambut keduanya berkelebat.
"Ada apa sih Rey..?" kata Nino tiba-tiba.
"Tidak, ada apa ya..?" tanya Rey bingung.
"Kamu tidak panas?" tanya Nino.
"Tidak, kan ada angin." jawab Rey.
__ADS_1
"Rambut kamu berkelebat." ucap Rey.
"Terimakasih." jawab Rey.
Nino berpikir realistis, kenapa dia tidak cari perempuan saja. Kenapa harus nungguin laki-laki bernama Rey ini?
"Rey, kamu di sini dulu ya, aku mau pergi." Nino pamit pergi dan pergi mencari perempuan.
Rey di tinggal begitu saja. Rey tidak tahu niat Nino apa.
Nino pergi ke toko buat lihat-lihat sesuatu, toko itu adalah toko perhiasan dan aksesoris lainnya. Ada perempuan yang sedang beli rupanya, Nino biasa saja. Memperhatikan sedikit dan lalu bertanya harga perhiasan itu.
"Mbak harga kalung ini berapa..?" tanya Nino.
"Buat siapa Mas..?" tanya si penjaga toko yang terlihat cantik.
"Buat pacar." jawab Nino bohong.
Setelah tahu harganya Nino lalu pergi dan mencari di tempat lain, tapi Nino akhirnya pergi mencari Rey yang sudah menghilang, eh ternyata setelah di cari Rey sedang beki es degan di sebelah pagar tadi.
"Eh Rey, ya Allah cepat kemari." panggil Nino akhirnya.
Rey masih tetap minum, mungkin dia tidak puasa karena memang bulan itu bukan bulan Ramadhan tapi bulan Syawal.
"Ayo ikut aku.." ajak Nino. Rey pakai isyarah kepala bertanya.
"Ayo cepat ke sini..!!" ajak Rey cepat.
"Iya, bentar." Rey menjawab lalu cepat membayar uang es degan itu. Rey lalu meghampiri Nino.
"Ada apa sih..?" tanya Rey.
"Ayo cepat ikut aku sekarang.." ucap Nino.
"Kemana..?" tanya Rey bingung.
"Ayo dah, kita pergi ke pantai." jawab Nino.
"Ngapain..?" tanya Rey.
"Kita cari cewek." jawab Nino sambil berbisik di telinga Rey.
"Hm, boleh juga. Ayuk.." ucap Rey mau. Keduanya pergi dengan naik motor.
Motor lalu di letakkan di sembarang tempat, yang penting nyampek. Kata Nino dalam hati. Pria itu lari cepat ke pantai meninggalkan Rey.
"Kok aku di tinggal sih..?" tanya Rey sendiri. Rey lalu menyusul Nino yang menghilang.
"Kemana sih Nino..?" tanya Rey sendiri. Rey mencari Nino sampai ketemu tapi enggak ada.
"No, kamu kemana sih..?" ucap Rey. Dia lalu duduk sendiri di atas pasir pantai. Beberapa orang bule lewat di depannya.
"Siapa dia..?" tanya Rey dalam hati. Sebenarnya Rey ingin kenal sama pemuda itu, sedikit banyak Rey tahu bahasa inggris kok.
Continue.
Next Story.
__ADS_1
Rey mencari teman orang bule untuk bisa berkenalan dengan dia.