
Sepulang dari kampus Rey langsung pulang kerumah dan melepas sepatunya di luar dan meletakkannya di rak sepatu. Tas juga di letakkan di atas meja.
Rey mencium bau tidak enak di badannya. Rey langsung mabdi dan sholat maghrib akhir. Usai sholat Rey kangen sama Nino dan ingin menelepon laki-laki itu..
Di search nomor Nino lalu di hububginya dengan menekan tombol hijau. Suara tut-tut beberapa kali terdengar.
"Hallo.." Rey bersay hallo. Belum di jawabnya. Telepon belum di angkat.
"Hallo, Nino..?" Rey memanggil nama itu sebelum di jawabnya. Lalu diangkatnya HP yang ada di tangan laki-laki bernama Nino itu.
"Hallo, iya ada apa Rey..?" tajya Nino dari balik telepon.
"Enggak, cuma iseng saja. Langi ngapain..?"
"Oh, aku lagi ada acara pertemuan keluarga bersama ayah dan Ibuku. Kenapa..?" tanya Nino balik.
"Nggak, nggak kenapa-napa. Di mana..?" tanya Rey ingin tahu.
"Di rumah saudara. Kamu di mana sekarang..?" Nino tanya lagi.
"Aku di rumah baru pulang kuliah. Aku sendirian di rumah." Rey berkata sedih dan galau.
"Maaf Rey, aku tidak bisa ke rumahbkamu sekarang, soalnya aku masih ada pertemuan keluarga. Nanti aku akan cerita ke kamu kalaubsudah ketemu, okay.." jawab Nino yakin.
"Iya, boleh. Kapan?" Rey bertanya langsung.
"Entahlah, pokoknya kalau ada waktu aku akan pergi ke rumah kamu, okey!" ucap Nino bersemangat.
"Iya." Rey menjawab pelan.
Rey menutup teleponnya lalu diam sejenak, menghembuskan napas sambil berpikir apa yang akan di lakukannya sekarang.
Rey lalu memilih menonton Video untuk bisa menghibur dirinya. Rey suka nonton Film Amerika kesukaannya.
Beberapa menit kemudian adzan isyak berkumandang, saatnya sholat Isyak.
Rey masih asyik menonton Video sendiri di dalam kamarnya dan masih mengulur waktu untuk sholat.
Rey menjalani hari-harinya seperti biasa. Ada di rumah, kuliah dan pulang lagi ke rumah. Kadang Rey sempatkan diri untuk pergi jalan-jalan keluar melepas kepenatan. Ke alun-alun kota lebih tepatnya.
Di alun-alun kota itu Rey bertemu dengan dua orang perempuan, yang satu memakai Jilbab dan yang satu tidak. Di sebelah Rey terdapat satu orang laki-laki yang tidak Rey kenal. Laki-laki itu duduk di sebelah Rey yang sibuk Facebookan.
Selama ini Rey tidak pernah pacaran. Dia orangnya memang tidak suka pacaran sama perempuan, malah sukanya sama laki-laki.
__ADS_1
Pernah Rey suka pada temannya yang bernama Eny Putri dia memakai Jilbab tapi cintanya itu tidak kesampaian sampai sekarang.
Pada suatu hari Dian pernah bilang sama Rey.
"Rey, kenapa sih kamu tidak pacaran sampai sekarang..?" tanya Dian sambil berdiri di taman depan rumah Rey.
"Nggak, aku tidak suka pacaran. Menurut aku pacaran itu rugi, dosa lagi." jawab Rey menurut isi hatinya.
"Bukan gitu Rey, aku tidak mau anak-anak ngatain kamu Gay Gadungan. Aku tidak mau merka berkata seperyi itu sama kamu. Mending sekarang kamu cari pacar deh." Dian memohon dengan sungguh-sungguh pada temannya itu.
"Dian, aku kan sudahbbilang tadi kalau aku tidak suka pacaran.." ucap Rey jengkel sendiri.
"Kenapa masalahnya. Pacaran itu baik Rey, dengan itu kita bisa belajar dan saling tahu dan memahami posisi kita masing-masing. Pacaran itu ebak lih Rey.." Dian menasehati temannya itu.
"Iya aku tahu, aku juga ngerti apa maksud kamu tapi aku masih malas untuk pacaran. Aku lebih suka sendiri fan ngejomblo, tidak punya tanggungan sama orang lain. Susah nantinya kalau sudah pacaran, tidak bebas seperti waktu sendiri." kata Rey menjelaskannya di depan Dian.
"Terus nafsu kamu gimana..?" Dian tanya memberanikan diri.
"Nafsu aku, nafsu aku buang jauh-jauh ke sungai kali Grogol cek mampus di sana!" Rey menjawab sedikit emosi.
"Rey, dosa Rey dosa..!" ucap Dian sekali lagi.
"Apanya yang dosa, lah wong akunya masih baik-baik saja. Mending kamu nggak usah meringatin aku atau nasehatin aku loh Yan. Aku jadi jengkel sama kamu kalau kamu nasehatin aku terus kayak gitu.." kata Rey pada Dian sambil merengut.
"Oke, thank you." jawab Rey singkat.
"Aku pamit pulang dulu ya Rey.." Dian pamit pulang.
"Kok cepet..?" tanya Rey menggantung.
"Iya, aku ada urusan di rumah. Jangan lupa besok masuk kuliah." Dian memperingati Rey.
"Iya, insya Allah." jawab Rey malas.
Namanya juga Rey, dia paling malas kalau di suruh kuliah. Dia lebih suka jalan keluar atau bantuin Ibunya buat kue lalu di antarakannya ke tetanhga atau ke rumah orang yang pesan kue itu.
h.
Rey masuk kampus setelah turun dari bus dengan menyandang tas yang di gendongnya di belakang. Di depannya sudah ada Beni yang sedang duduk bersama teman-teman sekelasnya.
"Heh, mau kemana..?" tanya Gery teman kelas Beni. Beni adalah teman kelas Rey sewaktu SMA.
"Mau ke kelas." jawab Rey sekenanya.
__ADS_1
"Ke sini dulu, ayo ke sini!" pinta Gery secara paksa.
"Ada apa sih?" tanya Rey tidak mengerti.
"Eh, kamu ngapain di bali sama Beni..?" tanya Gery mengintrogasi.
"Ah, di Bali? Enggak, aku nggak ngapa-ngapain!" Rey menjawab menutupi.
"Alah, nggak usah bohong deh kamu. Kamu kan udah mesum di kamar mandi kan sama si Beni itu?" ucap Gery agar Rey mau ngaku.
"Nggak, aku nggak ngapa-ngapain sama Beni, aku nggak melakukan apa-apa sama Beni..!" teriak Rey membela diri.
"Ayo ngaku, nggak usah berbelit gitu. Kami semua udah tahu siapa kamu. Kamu suka sama Beni, iya kan?" tanya Gery nantang.
"Nggak, aku nggak suka sama Beni. Aku biasa aja sama Beni. Aku nggak suka sama dia."
"Bohong kamu, buktinya kamu nyium Beni kan di kamar mandi, ayo ngaku sekarang..!" Gery sedikit kemaksa Rey untuk ngaku.
"Nggak, aku nggak ngapa-ngapain, sumpah!" Rey sedikit berteriak.
Gery melihat ke arah Beni yang sedang duduk. Laki-laki tampan itu cuma tersenyum melihat Gery temannya itu.
"Eh, Ben ke sini!" ajak Gery pada Beni yang lagi duduk. Beni mau dan beranjak dari tempat duduknya.
Beni sekarang ada di hadapan Reynaldi bersama teman-temannya.
"Eh, sekarang kamu ngaku di hadapan Beni!" kata Gery maksa. Rey masih diam tidak mau ngaku.
"Ayo jawab, keburu hujan nantinya.." kata Gery yang melihat langit sudah mendung.
Rey melihat ke arah Beni yang masih berdiri di depannya.
"Nggak, aku nggak ngelakuin apa-apa sama Beni." jawab Rey tidak mau ngaku.
Setelah itu, Plak! Satu kali tamparan untuk Rey atas kesalahannya tidak mau ngaku di depan teman-temanya itu.
Tobe Continue.
Bersambung ke Chapter 10.
Next Story.
Rey lari ke kampus sambil menangis, Dian lalu mengahmpiri Rey yang sedang menangis.
__ADS_1