Kekasih Nona Muda

Kekasih Nona Muda
Siapa yang pencuri?


__ADS_3

Gerbang tinggi itu terbuka saat mobil Angel masuk dengan anggunnya. Tak ada satu orang pun yang berani melarang sejak tahu bahwa di dalam mobil itu Angel lah yang telah menyetir. Memasuki halaman seluas tiga ratus meter, akhirnya mobil sport merah itu terparkir rapi di depan rumah. Membuat sang supir datang dan memasukkan mobil ke ruang bagasi keluarga.


Saat pintu terbuka lebar, semua mata para pelayan yang tengah berkumpul terkejut. Mereka semua tertegun saat sosok Angel memasuki rumah dengan sangat acuh tak acuh dan tak berniat menyapa sama sekali. Tatapan mereka semua jelas tertuju pada gaya rambut hingga pakaian yang Angel kenakan hari ini. Itu sangat berbeda dan modis!


"Apakah dia benar-benar nona Angel kita?"


"Dia berubah, menjadi sangat cantik."


"Apa maksudmu? Nona Meida juga cantik. Kurasa mereka akan jadi lawan sebanding."


"Berhenti mengobrol, atau kalian akan kehilangan muka!"


"Tapi apakah dia benar-benar nona kita? Perubahannya sangat jauh sejak kecelakaan itu,"


Semua mulai berbisik pelan dan saling menjawab  dengan rasa ingin tahu. Mereka jelas melihat kaki panjang Angel yang putih tanpa cacat di balut rok mini setinggi sepuluh centi di atas lutut. Biasanya, paha putih itu selalu tertutup dan di sembunyikan. Lalu rambut modis itu, terlihat sangat cantik untuk menonjolkan kecantikannya yang tersembunyi. Mempertegas hidung runcingnya dengan alis yang tercukur rapi. Bulu mata lentik yang membingkai dua pasang mata hitam  legam tanpa emosi. Membuat bibir sensual itu terlihat menggoda dengan warna cerry yang menawan. Lalu beberapa bubuhan make up tipis membuat wajah oval itu terlihat segar dan muda.


"Nona Angel sangat cantik!"


Itu adalah pikiran semua pelayan saat memperhatikan penampilan Angel yang baru saja mereka lihat. Mereka tak menyangka bahwa Angel juga bisa berubah seperti ini. Dan kini mereka mulai membandingkan gaya kedua nona muda di rumah mereka.


"Bukankah Nona Angel terlihat cantik dan natural?"


"Nona Meida, itu jelas berbeda dengan gaya nona Angel,"


"Coba perhatikan. Kecantikan nona Angel hingga seluruh gaya yang dia bawa, bukankah itu seperti kecantikan orang asia?"


"Kau benar, make up tipis di matanya itu benar-benar mirip dengan gaya orang asia. Lalu, entahlah. Aku tak bisa bicara. Nona sangat cantik sekarang,"


Semakin mereka bicara, semakin mereka merasakan Angel menjadi sedikit istimewa. Namun nyatanya Angel terlihat tak terusik meski obrolan itu cukup jelas terdengar. Kaki jenjangnya jelas melangkah menaiki tangga demi tangga dengan anggun. Hingga sebuah suara membuat langkahnya terhenti.

__ADS_1


"Angel!"


Angel menggerakkan kepalanya, membuat rambutnya bergerak sedikit. Dia menoleh dan menatap kebawah, pada Alex yang ternyata sudah menunggu kedatangannya. Melihat itu dia menjadi tertarik. Dia memutar tubuhnya lalu kembali turun. Berdiri di depan Alex dengan tatapan acuh tak acuh.


"Paman memanggilku?"


Alex tak menjawab dan hanya tertegun. Dia menatap Angel sekali lagi dari atas hingga bawah dan kian merasa aneh. "Pakaian apa yang kau kenakan!" tanyanya dingin. Ini jelas berbeda dari pakaian yang biasa keponakannya gunakan. Saat ini dia bahkan tak yakin bisa mengenali Angel di luar sana jika tak berpapasan dan memperhatikan lebih dekat.


Angel mendesah. Dia melirik Alex malas. "Paman memanggilku hanya untuk ini?"


"Kau!" bentak Alex keras namun bibirnya seakan terkatup dan tak menemukan satu kata pun yang pas untuk di ucapkan. Dia hanya mengacungkan jari telunjuknya di udara dengan tatapan kesal dan benci.


"Luka di kepalaku sudah sembuh. Aku baik-baik saja, jadi paman tak perlu khawatir," ucap Angel lalu mulai melangkah melewati Alex begitu saja.


Seakan mengingatkan, kata-kata Angel menyulut amarah Alex. Dia kembali berteriak marah.  "Angel!"


"Kau, apa yang kau lakukan seharian ini! Kenapa ada banyak barang datang dan berlari ke kamarmu?"


Mendengar itu wajah Angel berubah senang.  "Oh, mereka semua sudah tiba?"


Lalu tanpa banyak bicara, Angel segera bergegas melangkah menuju tangga. Namun lagi-lagi suara Alex menghentikan langkahnya.


"Berikan,"


Perintah itu untuk kesekian kalinya membuat langkah Angel tertahan.


"Berikan," ulang Alex dingin.


Angel menatap tak mengerti. "Apa yang paman minta?"

__ADS_1


"Kartu yang kau bawa! Dari mana kau  dapatkan kartu kredit itu dan membuat kekacauan!"


"Oh," ucap Angel geli. Ini adalah masalah utamanya. Keluarga dari pihak ayahnya ini terlalu lama berada di sekitarnya hingga lupa siapa dirinya.


"Kenapa?" tanya Angel dingin. Matanya bergerak menatap Alex tajam. "Kenapa aku harus menyerahkannya kepada paman?"


"Kenapa?" ulang Alex mengejek. "Karena kau tak pantas!"


Mendengar itu tawa Angel pecah. Dia menatap geli pamannya hingga perutnya terasa tergelitik. Kata-kata yang dia dengar itu, sungguh menarik minatnya dan menarik emosinya untuk keluar dan mengamuk.


"Apa yang kau ketawakan? Berikan padaku sekarang," pinta Alex dengan mengulurkan tangannya.


Angel tak bergerak dan hanya semakin tersenyum tipis. "Kenapa aku tidak?" tanyanya ingin tahu. "Paman, katakan, kenapa aku tidak pantas? Ataukah paman lupa atau Amnesia? Aku adalah pemilik semua aset yang ayahku tinggalkan!"


Alex tersadar, namun dia tak bisa mundur kali ini. Dia tak akan membiarkan Angel membuat kekacauan lalu rencananya berantakan. Dia harus bisa menekan Angel seperti tahun-tahun lalu agar semua lancar dan menjadi miliknya. Namun, keponakannya ini bertingkah aneh sejak beberapa hari lalu. Setelah mengalami koma panjang dan tersadar lalu dia bagaikan bom waktu yang bisa merusaknya kapan saja.


Jika dia tak dapat menekan Angel sekarang, maka gadis itu semakin tak terkendalikan. Jadi dia melangkah maju sedikit. Menunjuk beberapa pelayan dan memerintah. "Kalian, cari kartu kredit yang dia miliki dan berikan padaku,"


Para pelayan yang menonton baru saja akan melangkah sebelum menyadari pandangan Angel yang menghujam. Itu tampak dingin dan sangat tajam. Seakan memberikan isyarat bahwa jika berani melangkah maka mereka semua akan lenyap!


"Cobalah bergerak atau kalian akan tersingkir! Apakah kalian lupa, siapa tuan kalian di rumah ini?"


Dan akhirnya peringatan Angel turun. Membuat para pelayan nenunduk takut. Hal itu disadari oleh Alex dan dia semakin marah. Sejak kapan? Sejak kapan Angel sudah mulai berani mengatur para pelayan yang dia pekerjakan? Kenapa mereka semua takut dengan ancaman Angel?


"Apa yang kalian lakukan! Cepat laksanakan!" bentak Alex geram. Dia menatap para pelayan marah. "Tak perlu takut, aku melindungi kalian semua,"


Angel pun semakin waspada. Dia menatap para pelayan yang enggan melangkah namun terlihat takut untuk bergerak mendekatinya.


"Paman, bukankah kau sangat keterlaluan? Kau mencoba menggeledah barangku di rumahku sendiri? Sebenarnya, siapa di antara kita yang mencuri?" tanyanya lirih tapi cukup jelas di dengar.

__ADS_1


__ADS_2