Kekasih Nona Muda

Kekasih Nona Muda
Edsel Alfredo Clovis.


__ADS_3

Setelah melihat Meida keluar dari kamarnya, Angel tersenyum tipis. Dia mengambil tas selempangnya lalu memakai sepatu ketsnya.  Menuruni tangga dan hanya berlalu saat tatapan tajam Alex memintanya untuk tetap tinggal. Melihat itu Meida menyusul dan berteriak.


"Angel, Angel, Angel , Ang ... mobil siapa yang dia gunakan?"


Kata-kata Meida teralihkan saat matanya melihat mobil Ferari LaFerari merah keluar dengan sangat elegan. Dia melangkah menuju bagasi mobil dan bertanya pada supir di sana.


"Kamu,  siapa yang mengenderai mobil sport merah yang baru saja keluar?"


"Menjawab Nona, itu adalah mobil Nona Angel"


Mata Meida terbelalak, dia membalikkan badannya dan hanya dapat melihat dari jarak jauh saat mobil merah itu telah pergi meninggalkan halaman rumah.


"Milik Angel?" tanya Meida sekali lagi memastikan.


Sang supir mengangguk. "Nona Angel baru saja membelinya kemarin,"


Dan Meida semakin tertegun. Ingatan kata-kata Angel kembali terbayang.


"Aku menghabiskan empat juta dolar kemarin untuk membeli semua keperluan. Kau yakin kau tak mengambil beberapa di antaranya?"


Tanpa terasa Meida meremas tangannya sendiri. Tidak mungkin. Tidak mungkin kata-kata yang dia ucapkan itu benar. Jik benar, dari mana dia mendapatkan uangnya. Tidak, tidak, kenapa dia bisa memiliki mobil sport mahal sedangkan aku hanya mobil biasa saja?


Memikirkan hal itu langkah Meida dengan cepat kembali ke dalam rumah. Dia berteriak keras membuat seluruh rumah terasa bergetar.

__ADS_1


"Ayah, ayah, ayah...!"


Alex menutup telinganya dan memejamkan matanya. Dia bangun dan mendekati Meida. "Apa kau pikir ini di pinggir hutan?"


Meida tak mengindahkan. Dia langsung memegang tangan ayahnya erat. "Ayah, aku melihat Angel mengendarai mobil Ferari. Mobil sport itu, bagaimana dia bisa memiliki sedangkan aku tidak? Ayah, katakan padaku, kenapa dia-"


"Meida, hentikan." tegur Alex pelan. "Hentikan, kau membuat ayah pusing."


"Tapi ayah,"


"Diam, dan dengarkan. Ini adalah tugasmu. Kau harus mencari tahu, dari mana dia mendapatkan semua uangnya. Bukankah kau sudah melihat semuanya? Coba kau pikir, dia sedikit aneh akhir-akhir ini. Angel sangat aneh hingga ayah merasa dia orang asing,"


Meida tersadar dan mengangguk. "Ayah benar, dia sangat aneh. Dia sangat aneh. Dia bahkan berani melawan dan menatap mataku. Ayah, apakah dia tahu sesuatu?"


Sedangkan di The Great Alaska University mobil Angel baru saja terpakir rapi dan mengundang perhatian. Mobil merahnya tampak sangat mencolok dibandingkan dengan mobil biasa di sekitarnya. Setelah merapikan rambutnya sesaat, dia membuka pintu mobilnya dan mulai turun. Mengundang decak kagum saat sosok utuhnya terlihat dengan memegang tas di salah satu pundaknya.


Itu sangat ramai, ada banyak tatapan tertuju pada Angel dan dia hanya bisa melangkah cuek. Dalam kehidupan sebagai Xin Narra, dia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian. Dan kali ini itu tak berbeda untuknya. Dia hanya melangkah dengan santai menuju ruang dekan dan menerangkan tujuan kedatangannya serta beberapa  alasan saat dia mengosongkan jadwalnya beberapa bulan lalu. Setelah menyelesaikan beberapa urusan, dan memastikan bahwa dia bisa kembali kuliah, dia tersenyum senang.


Langkahnya terasa ringan menuju kelas Bisnis dan Manajemen. Tatapan kagum juga heran terlihat jelas terlebih saat sebuah tangan menarik tangannya hingga tubuhnya refleks tertarik ke belakang.


"Ang-el,"


Angel menaikan satu alisnya saat melihat wajah yang tak asing di hadapannya. Dia meneliti dari atas hingga bawah dan mulai menilai. Orang di depannya ini cukup tampan. Memiliki dua alis hitam yang lebat dengan bulu mata yang lentik. Lalu mata indah berwarna campuran antara hijau dan biru sungguh menarik setiap wanita yang menatapnya. Lalu hidung mancung dengan di hiasi bibir yang sedikit tebal dan penuh membuat penampilannya sungguh tampan.

__ADS_1


Melirik sedikit ke bawah, Angel bisa melihat setelan jas hitam rapi dengan dasi senada yang memiliki sedikit pola. Setelan itu sangat rapi dengan di akhiri sepatu hitam yang sangat bersih. Tiba-tiba sudut mulut Angel meringkuk dengan satu pikiran ringan.


Angel, meski kau sangat bodoh, setidaknya pilihan priamu tidaklah buruk. Kau memiliki mata yang bagus. Namun sayangnya, para penjilat ini tak mengerti cara berterimakasih.


"Angel, kau benar-benar Angel? Angel kau--" ucap pria itu tertahan. Pria itu melirik Angel dari atas hingga bawah dan tertegun. Ada banyak kilatan emosi di matanya. Tangannya terulur menyentuh pundak Angel pelan dan meremasnya.


"Angel, kau sadar. Kau benar-benar sadar?"


Angel tak bereaksi sama sekali. Matanya menatap dingin tanpa ekspresi. Jelas, sebagai Xin Narra, dia tak memiliki kenangan apapun dengan pria di depannya. Tapi entah kenapa, saat ini hatinya merasa kesakitan tanpa alasan yang jelas. Dan dia menyadari bahwa semua itu karena kenangan pemilik tubuh ini mengerakkan perasaannya untuk merasakan sakit yang sama. Dan dia membencinya!


Dia membenci rasa sakit di hianati! Dia membenci saat namanya di sebut oleh bibir kotor yang tak memiliki hati. Dan dia membenci saat tubuhnya di sentuh oleh orang-orang yang penuh dengan ambisi dengan dalih cinta untuk menghianati dan menyakiti! Semua perasaannya terangkat. Menampilkan tatapan benci dan jijik. Terlebih saat pria itu menarik tubuhnya dalam pelukan hangat yang membuat napasnya sesak. Lalu decakan kecewa terdengar keberatan saat menyadari gadis cantik sepertinya telah memiliki seseorang.


"Angel, aku sangat bahagia. Aku sangat bahagia bahwa kau bisa selamat."


Sekali lagi, Angel tak merespon pelukan itu dan hanya mendorong pria yang memeluknya. Dia berjuang melepaskan tubuhnya dengan keras. Rasa jijik terlintas di matanya saat pelukan itu terlepas. Dan hal itu disadari oleh pria di hadapannya dengan tatapan aneh yang tak mengerti.


"Angel, kau--"


"Edsel, hentikan." potong Angel menyebut nama kekasihnya. "Kau memalukan!"


Tangan Angel refleks terulur membersihkan tubuhnya tanpa sengaja. Itu terlihat seperti dia merasa tak nyaman karena ada kotoran yang menempel dan membuatnya jijik.


Edsel Alfredo Clovis, salah satu pria tampan di kota Alaska ini adalah kekasih Angelique Excellin. Namun hal yang baru saja dia lihat dari reaksi kekasihnya sungguh membuatnya tertegun. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah tidur panjang yang kekasihnya alami. Dan berlari ke kampus ini setelah mendengar kabar bahwa kekasihnya telah sadar dari bibir temannya, Ansen. Sebelumnya Meida juga menyebutkan, tapi dia merasa bahwa kesibukannya jauh lebih penting dari urusan kekasihnya.

__ADS_1


Pagi ini Edsel sengaja datang ke kampus dan menunggu dengan bosan. Dia melewatkan beberapa rapat penting demi kekasihnya yang bodoh. Pikirnya, dia hanya harus memberikan ucapan selamat dengan pelukan ringan tanpa hadiah apa pun. Lalu pergi setelah membuat Angel tersanjung dan percaya akan rasa cintanya yang tak berubah di antara kesibukannya. Tapi siapa yang menyangka, bahwa kali ini dia yang akan mendapat kejutan. Sebuah kejutan yang membuat matanya menatap tak percaya dengan perasaan yang tak bisa di lukiskan. Angel, benar-benar berubah seperti orang asing yang tak pernah dia temui!


__ADS_2