Kekasih Nona Muda

Kekasih Nona Muda
Neandro Andershon.


__ADS_3

Edsel mengerutuk dalam hati saat melihat Angel telah duduk di dalam kelas dan terlihat serius mengerjakan sesuatu. Hal yang paling membuatnya kesal adalah tatapan para pria yang berada di dalam kelas semua tertuju pada Angel. Dan entah kenapa dia tak suka itu.


Melihat tak ada peluang, akhirnya Edsel memilih pergi ke kantor dan bekerja. Dia harus tahu semua rincian pengeluaran yang sekretarisnya laporkan. Karena itu bukanlah jumlah yang sedikit. Hal yang selalu dia pertanyakan seakan terjawab, saat dia menyusuri lokasi parkir dan mendapati mobil Ferari LaFerari merah yang terlihat mencolok mewah dan baru. Pikirannya tiba-tiba kembali tertuju pada Angel. Dan entah kenapa perubahan Angel membuatnya khawatir.


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Menjelang sore ini, Angel mengendarai mobil Sport merahnya menuju salah satu kantor polisi. Dia masuk dan mengutarakan semuanya. Tentang pencabutan tuntutannya dan akan mengeluarkan Neandro dari sel. Tak ada kesulitan dalam pencabutan tuntutan tersebut. Selama para polisi mengurus berkasnya, Angel di ijinkan untuk bertemu Neandro lebih dulu.


Angel melangkah menyusuri lorong sel dan berhenti tepat di sebuah sel yang di tunjukkan. Dia mendekat pelan, tubuhnya bergetar tanpa terasa dengan rasa khawatir yang mencuat. Dia memegang jeruji sel dan melihat tubuh kurus yang meringkuk di dalam sana dengan pakaian tipis yang tak bisa menjadi penghangat saat musim dingin.


"Sepupu," panggil Angel lirih.


Panggilannya yang lirih cukup terdengar jelas. Membuat Neandro bergerak sedikit dan akhirnya duduk.


"Sepupu, kau bangun?" sapa Angel lagi. Hatinya sangat lega saat melihat wajah tampan Neandro yang baik-baik saja. Itu hanya terlihat sedikit tua dengan jenggot dan kumis yang mulai tumbuh.


Neandro menyipitkan matanya saat suara merdu itu terdengar tak asing di telinganya. Dia menoleh dan mendapati Angel yang tersenyum padanya. Sekali lagi, dia memejamkan matanya, berpikir bahwa semuanya mimpi.  Tidak, gadis itu tak pernah sekalipun mengunjunginya selama dua tahun dia di penjara. Dan tiba-tiba kini ada gadis cantik yang suaranya sangat mirip dengan sepupunya. Itu sudah pasti bukanlah sepupunya. Jadi dia bergerak sedikit, bertanya dengan acuh tak acuh.


"Nona, siapa yang kau cari?"


Angel menunjuk Neandro sebagai gantinya. "Kau." katanya cepat. "Aku mecarimu sepupu. Sepupu, ini aku. Ini aku,"


Neandro menunjuk dirinya sendiri tak percaya. Tapi langkahnya semakin dekat mendekati jeruji besi.  "Nona mencariku. Kau yak--"

__ADS_1


Ucapan Neandro tertahan saat dia bisa melihat dengan jelas dari jarak yang sangat dekat dengan Angel. Mata mereka bertemu dan saling menumpu. Angel tersenyum lebar dengan penuh suka cita. Di matanya, ada rasa bersalah yang jelas terlihat. Dia tak bisa menahan rasa bahagianya saat membayangkan Pamannya akan tahu bahwa dirinya telah mengeluarkan putranya.


"Sepupu ini aku. Kau masih mengingatku bukan?"


Neandro meneliti wajah Angel sekali lagi dan mendapati matanya tak salah. Gadis cantik di hadapannya itu benar-benar Angel, sepupunya. Yang telah memasukkan dia ke penjara tanpa mendengar penjelasannya atau pun menatap dirinya. Lalu seluruh keluarganya mengalami kesulitan sejak saat itu.


"Pergi. Aku tak mengenalmu."


Kata-kata itu sangat dingin. Tatapan Neandro penuh permusuhan. Dia bahkan bergerak mundur menjauhi Angel. Rasa sesak di hatinya naik kepermukaan. Membuatnya menjauh dan kembali duduk di ujung sel.


"Sepupu, sepupu." panggil Angel kalut. Dia menunduk dan menyadari tatapan penuh benci yang tertuju padanya. Tapi dia tak keberatan, bagaimana pun dia yang telah menyebabkan Neandro masuk ke dalam penjara ini.


"Aku tak mengenalmu,"


Tatapan mengejek keluar di wajah Neandro. Dia menatap Angel dengan senyum masam.  Kilatan kebencian terlihat jelas di matanya. "Oh, lalu kenapa jika kau putri keluarga Excel? Kau ingin aku menghormatimu? Atau menyembahmu. Bermimpi!"


Mendengar itu hati Angel menciut.  "Sepupu, aku tidak. Aku tahu kesalahanku. Aku benar-benar bodoh di masa lalu. Aku menghancurkanmu dan paman. Aku benar-benar menyesal.  Maaf,"


Neandro tertawa kecil. "Apa kau habis terbentur? Angel yang sombong dan naif sekarang meminta maaf padaku? Nona Angel yang terhormat bahkan rela mengunjungi sel ku. Aku jadi bertanya tanya,  hal apa yang telah terjadi hingga kau bisa berakhir di sini?"


"Kau benar," jawab Angel tak menyangkal. "Aku memang habis terbentur. Lalu koma selama tiga bulan. Aku baru saja sadar beberapa hari yang lalu. Dan baru menyadari bahwa aku melakukan besar,"

__ADS_1


Neandro terbelalak sesaat namun matanya kembali normal. Sesaat, dia merasakan kekhawatiran dan menatap Angel dari atas hingga bawah. Dia memastikan bahwa tak ada satupun dari tubuh Angel yang terluka. Dan dia bernapas lega saat melihat gadis itu masih berdiri tegak menatapnya.


"Oh, kupikir kau akan mati." kata Neandro dingin.


Angel tertawa tipis. "Yah maaf jika aku mengecewakanmu. Aku tak akan mati secepat itu."


Neandro tak bisa menahan geli di hatinya. Dia memang menatap dingin, tapi hatinya jelas tersentuh dan khawatir pada sepupu di depannya. Gadis itu baru berumur dua puluh dua tahun tapi harus mengalami banyak hal. Dan dia tak bisa tak prihatin. Tapi kali ini, dia melihat tatapan yang berbeda di mata sepupunya. Itu terlihat sangat percaya diri dan tak mengenal takut. Seakan akan ada harapan baru bersinar di bawah matanya. Seakan akan gadis itu bisa menantang apapun dan akan mengalahkannya.


Dan dia menyukai perasaan ini!


Perasaan yang membuat jiwanya kembali bangkit dan menyadari. Bahwa mungkin saja, gadis di hadapannya ini benar-benar telah berubah.


"Kembalilah, aku tak membutuhkan kehadiranmu," Alih-alih menanggapi dengan hangat, Neandro mengusir Angel langsung.


Namun tiba-tiba seorang polisi datang dan membuka kunci sel nya. Membuatnya mengerutkan kening tak mengerti. "Tuan Neandro, mulai hari ini kau bebas. Nona Angel telah mencabut tuntutannya dan menjamin kebebasanmu."


Angel mundur selangkah dan tersenyum saat melihat Neandro yang masih tertegun. Saat polisi telah pergi, dia kembali mendekat.


"Kau tak ingin keluar?" tanya Angel acuh tak acuh. Membuat tatapan Neandro teralih padanya. "Lupakan, kau bisa disini selamanya jika kau memang tak ingin."


Neandro awalnya sangat marah pada saat melihat kedatangan Angel pertama kali. Lalu merasakan aneh pada perubahan sepupunya. Dan kini dia tak bisa tak tersenyum dengan menepuk kepalanya pelan. Senyumnya terkembang saat mendengar nada bicara Angel yang tajam dan langsung pada tujuan. Dia juga melihat Angel seakan tak peduli pada kebebasannya. Gadis itu, sejak kapan dia telah berubah menjadi gadis dewasa yang berakal? Kenapa baru sekarang menjadi gadis yang dapat berpikir logis. Benar-benar.

__ADS_1


Tanpa kata dia melangkah keluar dan menukar pakaiannya. Dia berjalan ke depan dan menoleh kesana sini untuk mencari keberadaan sepupunya. Tapi dia tak menyangka, bahwa sepupunya telah menarik seorang pria tampan ber jas rapi dan mereka berdua terlihat terlibat pembicaraan yang serius. Melihat itu dia tersenyum tipis.


"Yah, sepertinya aku memiliki tugas baru untuk menjaganya. Dengan penampilannya yang sekarang, akan ada banyak lebah-lebah tak tahu diri yang akan mendekatinya."


__ADS_2