
"Dimana ini?"
Dia lalu menutup matanya kembali dan setelah itu dia mulai tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahahahaha, sialan aku gagal rupanya, hahahaha"
"Ternyata masih kurang 1 planet lagi untuk menyempurnakannya, hahaha aku terlalu terburu-buru untuk membuat sebuah Kubus"
Dia lalu tersenyum dingin sembari berkata, "Kalau aku sudah mati berarti prosedur Penanggulangan juga sudah dimulai, hahahahahaha aku ingin tahu bagaimana cara mereka bisa bertahan dari prosedur itu, hahahaha"
"Dan sekarang aku sedang berada dimana ini?"
Dia lalu melihat ke sekelilingnya, dan kemudian dia melihat tangannya dia menjadi sangat terkejut saat melihat tangannya, "Sialan apa aku menjadi seorang bocah? Aku sangat benci jika direinkarnasi menjadi seorang bocah"
"Biarlah, dan sekarang aku hanya perlu menunggu pelayan setiaku"
Tepat setelah dia mengatakan itu ada seorang perempuan yang memasuki ruangannya, perempuan itu tampak sangat lega saat melihatnya.
Dia lalu berlari menghampirinya dan saat dia sudah sampai didepannya dia langsung memeluknya.
"Tuan muda apa kamu baik-baik saja? tetua keempat mengurungmu didalam sini selama 3 hari penuh"
Dia lalu bertanya kepadanya, "Hei bisakah kamu memberitahu siapa namaku?"
"E-ehh"'
"Ba-baiklah tuan muda"
"Nama tuan muda adalah Li Han, dan tuan muda adalah tuan muda ke11 dari Keluarga Li"
"Oh begitu ya, baiklah kamu bisa pergi dari sini!"
"Ehh, ta-tapi apakah tuan muda tidak lapar setelah 3 hari tidak memakan apa-apa?"
"Pergilah saja dan kunci pintu rapat-rapat aku ingin berlatih disini!"
"Ta-tapi"
"SEKARANG!!"
"Ba-baik tuan mudaaaa"
__ADS_1
Dia lalu berlari menuju pintu keluar setelah itu dia mengunci pintu itu dan kemudian mengganjalnya dengan sebuah papan kayu, setelah dia pergi Li Han menghela nafas.
"Baik-baik saja apanya, jiwa asli dari pemilik tubuh ini saja sudah hilang dan jika aku tidak ada tubuh ini akan menjadi sebuah tubuh tanpa jiwa"
"Dan juga bagaimana bisa gadis itu bereinkarnasi menjadi seorang pelayan"
"Ahh sudahlah sekarang waktunya untuk melihat lautan pikiranku"
Dia lalu memejamkan matanya, setelah itu dia berada disebuah lautan yang tidak memiliki ujung, saat melihat itu dia menjadi sangat senang.
"Hahahahahahaha, ternyata Lautan Pikiran Absolute ku ikut bereinkarnasi, hahahaha dengan begini jika aku ingin mempelajari sebuah teknik aku hanya perlu melihat tekniknya saja, hahahaha"
"Sekarang"
Li Han lalu meletakkan tangannya diatas lautan pikirannya, lalu dia mengucapkan satu kata, "Keluarlah!"
Blupp...Blupp...Blupp
Satu demi satu air dari lautan itu mulai berubah menjadi sebuah buku, dan akhirnya seluruh lautan disana berubah menjadi buku.
"Total ada 333.333.333.333.333 teknik, teknik sebegini banyaknya mau kubuat apa? Jika ingin mengultivasikan teknik tubuh, pedang, kaki, tinju, telapak dan lain-lainnya aku sudah ada beberapa teknik yang ingin aku kultivasikan"
"Oh iya aku lupa inikan hanya 1% bagian dari Lautan Pikiran Absolute milikku, hahahahahahahahaha"
"Hehehe, Teknik Tubuh Tanpa Nama yang dikultivasikan oleh Supreme Body Emperor, saat melawan orang ini dulu aku harus mengalahkannya dengan kentutku"
"Dan sekarang saatnya untuk mempelajarinya"
Li Han lalu merobek buku usang itu lalu muncul beberapa huruf-huruf yang berwarna emas dan huruf-huruf itu mulai memasuki tubuh Li Han.
Boom...
Suara ledakan terdengar setelah huruf emas terakhir memasuki tubuhnya.
"Setelah mempelajarinya kekuatan fisikku meningkat 5 kali lipat, meridian dan dantian juga menjadi lebih luas"
"Dan untuk tingkatan teknik tubuh ini aku tidak tahu spesifikasinya, namun yang pasti dulu Supreme Body Emperor tidak memiliki tingkatan, dia dulu hanya melatihnya dan tidak memikirkan sebuah tingkatan"
"Kalau begitu dia pasti adalah orang yang memiliki kesabaran yang luar biasa mengerikan, bagaimana mungkin seorang tanpa kualifikasi menjadi seorang kultivator bisa menjadi salah satu Emperor diatas sana, hahahahahaha"
"Tapi ya"
__ADS_1
Li Han lalu memejamkan matanya dan menghela nafas, dia lalu berkata, "Dan sekarang aku harus benar-benar menyesal direinkarnasi kedalam tubuh bocah ini"
Dia lalu membuka mulutnya lebar-lebar, "KENAPA QI DISINI SANGATLAH TIPISSS"
"Ini sama sekali tidak cocok untuk menjadi seorang kultivator, paling-paling hanya bisa menjadi seorang peseni beladiri yang menganggap bahwa orang yang bisa terbang itu adalah seorang Immortal, ahhhhhhh"
Dan diluar ruangannya ada dua orang yang sedang mengawasinya, mereka sangat senang setelah mendengar teriakan Li Han, lalu saat pelayan Li Han datang kesana mereka berdua memutuskan untuk pergi dari sana.
Pelayan Li Han itu menjadi sangat cemas setelah mendengar teriakan itu, setelah sampai didepan pintu masuk ruangan Li Han dia dengan segera membanting kayu yang menghalangi pintu dan membuka pintunya.
"TUAN MUDA APA KAMU BAIK-BAIK SAJA??" Teriaknya.
Dia lalu melihat Li Han yang sedang dalam keadaan marah dan dia hanya kebingungan saat melihat itu.
"Tu-tuan muda apa kamu baik-baik saja?" tanyanya.
Li Han lalu berhenti mengumpat dan melihat kearahnya sembari berkata, "Bukankah sudah aku suruh untuk keluar dari sini?"
Pelayan itu lalu dengan cemas berkata, "Ma-maat tuan muda, saya kemari karena mendengar teriakan tuan muda dan itu membuat saya menjadi sangat cemas"
Li Han mengangguk mendengarnya, lalu ia berkata, "Tolong bawakan aku makanan untuk 5 orang sekarang!"
"Ta-tapi bukankah itu terlalu banyak tuan muda?"
Li Han lalu menengok kearah langit, setelah itu dia memandangi pelayannya itu, "Ini sudah larut malam, mungkin makanan sudah tidak banyak di dapur, jadi bawakan aku 5 ayam jantan!"
"Bisakah kamu melakukannya?"
"Ba-baik, baik tuan muda"
Pelayan itu pergi dari sana, dan lima menit kemudian dia membawa 5 ayam jantan yang diperintahkan oleh Li Han.
"Bagus, sekarang taruh 4 kearah yang sejajar dengan arah mata angin dan berikan satunya kepadaku!"
Pelayan itu mengangguk dan segera melaksanakan perintah Li Han, setelah semua persiapan siap Li Han mengangkat tangan kanannya keatas langit.
"Teknik Hitam, Penyerapan Darah"
Lalu gumpalan darah muncul ditangan kanan Li Han, setelah itu dia melemparkan gumpalan darah itu kesekeliling ruangan, dan setelah selesai muncul bara api ditangannya.
"Ayo saatnya makan malam"
__ADS_1
•*Bersambung*•