
Lalu kelima orang itu menyuruh mereka semua untuk berkumpul dan membentuk sebuah lingkaran dengan jumlah 15 orang untuk setiap lingkaran, setelah semua persiapan siap, tanah yang mereka pijak mulai melayang beberapa meter keatas.
"Baiklah, karena hanya ada 12 lingkaran, maka kali ini hanya ada 12 orang saja yang akan menjadi murid luar"
"Jatuhkan lawan dan berdiri paling akhir, tidak usah pedulikan status lawan maupun diri kalian sendiri, maka dari itu penyeleksian DIMULAII!!"
Disisi lain Li Han hanya menghindari semua serangan yang mengarah kearahnya, Li Han juga melihat sekelilingnya, "Hmm, bukankah ini akan menjadi sangat cepat? 15 orang dikumpulkan dalam sebuah lingkaran kecil tanpa ada jarak di setiap orangnya, mungkin masih ada beberapa hal lagi setelah menjadi murid luar"
Sriingg...
Li Han dengan sekejap menjatuhkan semua orang yang berada di dalam lingkaran.
"Lingkaran nomor 6, peserta Han Li, lolos!"
5 jam kemudian.
"Astaga, apa-apaan ini, kenapa mereka semua tidak segera jatuh saja? Kenapa mereka terus mencoba, apakah sangat penting memasuki sebuah sekte?"
Disisi lain selain Li Han ada 4 orang lainnya yang sudah lolos, dan masih ada 7 lingkaran lainnya.
Banyak yang sudah jatuh ketanah, dan banyak juga yang masih berjuang untuk tidak jatuh.
1 jam kemudian.
"Baiklah, penyeleksian sudah berhasil dilaksanakan, kalian ber12 ikuti aku!"
Li Han dan 11 orang lainnya lalu pergi mengikuti pengawas itu, dan mereka semua lalu sampai di sebuah tempat dimana ada sebuah arena.
"Baiklah, karena pendaftaran kali ini sedikit spesial, kalian akan melakukan pertandingan, dimana juara 1, 2, dan 3 bisa menjadi murid dalam sekte, dan juga urutan pertandingannya sesuai dengan urutan yang paling cepat di penyeleksian pertama"
"Maka dari itu, tanpa basa-basi lagi, Han Li dan Wen Su segera naik ke arena!"
Li Han lalu melompat menuju ke arena, diikuti juga dengan Wen Su.
"Baiklah, kalau begitu pertandingan DIMULAII!!"
"Pengguna tombak ya, aku ingin melihat seberapa mahir dia menggunakan senjatanya" batin Li Han.
"Ayo kemarilah, biarkan aku melihat seberapa kuatnya kamu!"
"Hmph, jangan sombong hanya karena kamu mendapatkan posisi pertama, jangan menangis saat kalah nanti!"
Wen Su lalu dengan cepat berlari kearah Li Han, kemudian dia mengarahkan tombaknya kearah Li Han.
"Terima ini!"
"Tebasan Tombak Harimau"
__ADS_1
Slashh...
Bayangan harimau muncul dari tebasan tombaknya, dan saat harimau itu sampai didepan Li Han, harimau itu langsung bertingkah layaknya seekor kucing, sebelum ditendang oleh Li Han.
"Hahahahahahaha, bukankah itu seharusnya Tebasan Tombak Kucing, hahahahahaha"
Mendengar perkataan Li Han itu membuat Wen Su menjadi sangat geram, "GRRR, BAIKLAH, KARENA KAMU BENAR-BENAR INGIN MATI, MAKA AKU AKAN MENGABULKANNYA"
"TEKNIK TINGKAT XUAN, TEBASAN NAGA API"
Sebuah naga api muncul dibelakang Wen Su, dan naga itu langsung menyerang kearah Li Han, naga itu membuka rahangnya lebar-lebar dan mengeluarkan sebuah nafas api.
"Hahahahahahaha, rasakan itu, itulah akibatnya meremehkan kekuatan ku"
Namun saat Wen Su masih berbahagia, dia baru sadar bahwa pemenangnya masih belum diumumkan.
"Mu-mustahil, a-apakah i-itu mu-mungkin?"
"Ya jelas mungkinlah, hahahahahaha, apakah ini yang disebut Tebasan Naga Api? Ini lebih pantas disebut sebagai tebasan cicak api, hahahahahaha"
Sriingg...
Li Han lalu sudah berada tepat didepan Wen Su, dan saat melihat Li Han berada didepannya membuat Wen Su menjadi sangat ketakutan.
"Ba-bagaimana bi-bisa, ba-bahkan ka-kamu ti-tidak ter-terluka se-sedikitpun?"
"Tidak ada yang tidak mungkin, yang ada hanyalah yang kuat dan yang lemah"
Li Han melakukan uppercut dan itu tepat mengenai dagu Wen Su yang menyebabkannya terpental keluar dari arena.
"Pemenang babak pertama, Li Han!"
"Tunggu!"
"Ada apa peserta Li Han?"
Li Han lalu mengeluarkan senyuman mengejek kearah peserta lainnya, dia lalu melihat kearah kelima pengawas, "Ini akan memakan banyak waktu, aku akan melawan mereka semua untuk menghemat waktu!"
Mendengar perkataan Li Han itu, membuat semua orang yang berada disana menjadi terkejut, para peserta lainnya menganggap bahwa Li Han terlalu meninggikan kekuatannya.
"Peserta Li Han apa kamu tahu apa yang kamu ucapkan?"
"Tentu saja, lagipula aku akan menang bahkan tanpa bergerak sekalipun!"
"HEII, BUKANKAH KAMU TERLALU PERCAYA DIRI HAHH"
Lalu ada salah satu dari mereka yang masuk kearena.
__ADS_1
"AKU AKAN MENUNJUKKAN BAHWA KEPERCAYAAN DIRI YANG BERLEBIHAN ITU SANGAT TIDAK BAIK!"
"Hmm, bukankah sudah kukatakan, kalau kalian semua harus melawanku agar tidak membuang banyak waktu!"
"Grrr, beraninya kamu mengabaikanku"
Dia langsung menyerang kearah Li Han, namun saat dia sedikit dekat dengan Li Han, dia melihat bahwa orang yang dia lawan sekarang mustahil untuk dia kalahkan.
"Kenapa? Takut?"
Whuushh...
Aura mengerikan keluar dari tubuh Li Han, dan semua orang yang berada disana ditekan oleh aura itu.
"Ayo, maju kalian semua!"
"SEMUANYA SERANG DIA!!"
Semua orang yang sudah lolos itu langsung menyerang Li Han secara bersamaan, namun baru saja memasuki arena mereka sudah ditekan oleh sebuah aura yang datang entah darimana.
"Seekor semut harusnya berada ditanah!"
Boomm...
Mereka semua yang sudah berada dilantai, ditekan lagi oleh Li Han, sampai-sampai mereka semua tenggelam kedasar arena.
"Jai bisakah kalian mengumumkan pemenangnya?"
Kelima pengawas itu masih belum sadar dari keterkejutannya, namun setelah mendengar perkataan Li Han mereka mendapatkan kesadarannya kembali.
"Pe-pemenangnya, peserta Li Han!"
"Baiklah, peserta Li Han tolong ikuti saya!"
Lalu salah satu dari 5 pengawas itu mengantarkan Li Han menuju kesuatu tempat, sesampainya disana Li Han melihat ada 3 pagoda yang menjulang tinggi kelangit, lalu Li Han diantarkan menuju kesebuah rumah dipinggiran sana.
"Baiklah, tempat ini akan menjadi rumahmu selama menjadi murid dalam sekte, dan jika kamu ingin tinggal ditempat yang lebih bagus lagi, kamu bisa pergi ke Pagoda Misi untuk mendapatkan poin"
Li Han hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, oh iya kamu harus lebih berhati-hati lagi, karena orang-orang yang kamu kalahkan tadi memiliki banyak koneksi di area dalam, apalagi orang yang kamu pukul, dia adalah salah satu cucu tetua dalam"
Li Han hanya mengangguk mendengar itu.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu!"
Setelah pengawas itu pergi, Li Han memasuki rumah itu, didalam sana terdapat sebuah kasur dan meja kursi untuk makan, ada juga sebuah dapur dan sumur di bagian belakang.
__ADS_1
"Sekarang saatnya untuk turu!"
•*Bersambung*•