
Li Han lalu sudah sampai ditepi sebuah pulau, saat dia hendak menginjakkan kakinya di pulau itu, seekor burung elang raksasa hendak menangkap, saat melihat hal itu muncul sebuah ide dikepala Li Han, bahwa ia harus memanggang elang ini.
"Hehehehe"
"Pengendalian Penuh Tinju Macan Api"
"Auman Macan Api"
Setelah itu elang raksasa itu langsung menjadi elang panggang dalam sekejap, setelah itu Li Han membawanya kepulau itu untuk ia santap.
Beberapa menit setelahnya, Li Han sudah menghabiskan seluruh elang itu tanpa menyisakan sisa sedikitpun, setelah itu Li Han mulai berjalan menyusuri pulau itu.
Li Han lalu mengeluarkan peta yang ia dapat dari Sakyamuni, dan setelah itu dia menganggukkan kepalanya, "Jadi nama pulau ini adalah, Pulau Hutan Misteri, hehehehe aku ingin melihat kenapa pulau ini diberi nama seperti itu"
Setelah itu Li Han mulai berjalan menyusuri pulau itu, baru beberapa menit berjalan area disekitar Li Han mulai dikelilingi oleh kabut tebal, dan setelah satu jam kabut itu tiba-tiba menghilang dan Li Han sudah berada disebuah tempat.
"Hmm, tempat ini ya, jadi pulau ini membuat seseorang merasakan kembali perasaan terdalam mereka"
"Hmm, lumayanlah namun asal yang kamu tahu, aku hanya pernah marah sekali dan tidak akan marah lagi untuk yang kedua kalinya!"
Whuushh...
Li Han lalu melambaikan tangannya, dan seketika tempat yang ia lihat itu mulai berubah kembali menjadi hutan, dan setelah itu Li Han mulai berjalan lagi menyusuri pulau itu.
Disisi lain, ada seorang pria tua yang mengawasi Li Han dari kejauhan, pria tua itu lalu menunjukkan minat yang tinggi terhadap Li Han.
"Bagus, sangat bagus, diusia semuda itu dia sudah bisa mencapai pengendalian emosi yang sangat tinggi, dan dia sangat cocok untuk menjadi pewaris Kaisar Emosi yang selanjutnya"
Namun yang tidak pria tua itu ketahui adalah, bahwasanya Li Han sudah berada dibelakangnya dari awal, dan yang ia lihat hanyalah bayangan dari Li Han.
"Ciluk...BAAA..."
__ADS_1
Pria tua itu sangat terkejut, dan langsung terjatuh ketanah karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, sementara itu Li Han hanya tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.
"Hahahaha, kamu sudah tua namun masih bisa terkejut seperti itu, hahahahahaha"
Pria tua itu menjadi sangat marah akibat dari ulah Li Han, namun disisi lain ia juga sangat keheranan bagaimana bisa Li Han sudah berada dibelakangnya.
"Bingung, kaget, aku sudah berada dibelakangmu saat kamu mengawasiku, dan sekarang aku ingin tahu siapa kamu dan siapa itu yang kau sebut sebagai Kaisar Emosi"
Pria tua itu lalu mulai berdiri secara perlahan, dan saat dia sudah benar-benar berdiri dia langsung menyerang Li Han.
Boomm...
Telapak tangan pria tua itu menghantam wajah Li Han, namun saat itu juga pria tua itu merasakan bahwa orang yang dihadapinya benar-benar bukan tandingannya.
"Bagus, sangat bagus, menyerang saat musuh sedang lengah, dan kekuatan telapak tangan itu setara dengan serangan seekor semut belaka, jadi sekarang rasakan serangan balasanku!"
Jantung pria tua itu berdegup dengan sangat kencang saat mendengar perkataan Li Han, setelah itu dia mulai langsung mundur lalu terbang dengan sangat cepat menjauh dari Li Han, namun.
"Kamu mau kemana?"
"Hei-hei, aku tidak akan membunuhmu, aku hanya akan menamparmu!"
Li Han lalu melayangkan telapak tangan kanannya.
Whuushh...
Boomm...
Dibawah terdapat sebuah bekas telapak tangan raksasa, dan tubuh dari pria tua itu sudah tidak berbentuk lagi akibat tamparan Li Han, melihat hal itu membuat Li Han menggelengkan kepalanya.
"Terlalu lemah"
__ADS_1
Tikk...
Li Han lalu menjentikkan jarinya, dan setelah itu pulau Hutan Misteri Li Han masukkan kedalam ruang penyimpanannya, dan ia lalu melanjutkan lagi perjalanannya ke beberapa pulau yang dekat dari sana.
Setelah itu Li Han sudah sampai di pulau kedua.
"Menurut peta, pulau ini bernama Pulau Makam Pedang, dan juga dipulau ini terdapat beberapa ribu manusia yang tinggal dipulau ini, hehehehe saatnya untuk melihat-lihat pulau ini"
Li Han lalu turun menuju kepulau Makam Pedang, setelah berjalan selama beberapa menit dari tempat ia mendarat, Li Han mendapati bahwa ada sebuah kota kecil dipulau itu.
"Kota Pedang Ungu, total penduduk dikota itu hanya sekitar 13 ribu manusia saja"
"Tapi, kenapa tidak penjaga yang menjaga gerbang masuk? Hmm kulihat saja terlebih dahulu"
Sriingg...
Li Han lalu sudah berada didalam kota itu, dan saat ia melihat isi dari kota itu, Li Han menghela nafasnya sembari menggelengkan kepalanya.
"Ckckck, apa-apaan ini, semua penduduk kota ini sama sekali tidak memiliki kesehatan yang baik, semua orang di kota ini kelaparan, hmm bahkan ada beberapa juga yang terpaksa melakukan kanibalisme agar bisa bertahan hidup"
"Huff..., kubiarkan kalian bereinkarnasi saja, daripada aku harus terlibat dalam konspirasi-konspirasi konyol, dari ajaran-ajaran sesat"
Tikk...
Li Han lalu menjentikkan jari, dan setelah itu cahaya emas lalu muncul dan menyelimuti seluruh kota, setelah itu seluruh Kota Pedang Ungu dilahap oleh cahaya emas itu, dan menghilang dari sana.
"Selesai, kubiarkan bangunan-bangunan di kota ini ikut bereinkarnasi, barangkali mereka bisa menjadi sebuah manusia, hahahahaha"
"Dan sekarang saatnya untuk mengoleksi pulau kedua"
Tikk...
__ADS_1
Li Han lalu memasukkan Pulau Makam Pedang kedalam ruang penyimpanan, dan setelah itu dia menghilang dari sana.
•*Bersambung*•