
Li Han lalu keluar dari sana, setelah keluar dia sudah disambut ular itu yang sedang tertidur, melihat hal itu Li Han lalu membangunkannya.
"Dasar pemalas, ayo bangun"
Bukk...Bukk...Bukk
"Ehh, ehh, siapa kamu, siapa namanya, dimana rumahnya"
Ular itu menjadi sangat terkejut saat Li Han memukulinya, setelah beberapa saat dia akhirnya mendapatkan kesadarannya.
"Tuan akhirnya kamu kembali"
Li Han menganggukkan kepalanya, setelah itu Li Han melompat kepunggungnya, "Ayo kita cari keberadaan para Beast King lainnya!"
"Baik tuan, tapi apakah tuan masih menginginkan tulang milik Naga Lilin?"
"Apakah kamu masih menyimpannya?"
Ular itu lalu mengarahkan ekornya kebelakang, "Tuu, ada disana"
Li Han lalu memasukkan tulang-tulang itu kedalaman ruang penyimpanannya, setelah itu mereka mulai menjalankan misi untuk mencari seluruh Beast King.
Lalu ular itu mengajak Li Han menuju kesuatu tempat, ditengah-tengah perjalanan Li Han lalu bertanya kepada ular itu, "Hei, dari dulu aku sama sekali belum mengetahui namamu, jadi bisakah kamu memberitahuku?"
"Aku sudah lupa dengan namaku tuan, itu dikarenakan aku terlalu sering dipanggil sebagai Dewa Ular oleh manusia, sampai-sampai aku lupa dengan namaku sendiri"
"Hoo, jadi kamu ini ras apa sebelum menyatu dengan darah Naga?"
"Ras ku bernama Sky-Swallowing Python, jika ditambah dengan setetes darah Naga namanya jadi apa?"
"Kenapa kamu tidak menjadi Naga saja?"
Ular itu lalu menghela nafas, setelah itu dia berkata kepada Li Han, "Tidak mungkin, tidak mungkin, Naga itu makhluk suci dan aku hanyalah seekor Python yang mempunyai setetes darah Naga saja, bagaimana bisa aku menjadi seekor Naga sejati?"
"Hahahahahaha, tenang saja aku akan menjadikanmu seekor Naga sejati, dan juga sebenarnya kamu membawa aku kemana?"
"Tuan kan ingin bertemu dengan seluruh Beast King, jadi harus dimulai dengan yang paling lemah dahulu, nah kita sudah sampai"
Mereka berdua lalu sampai disebuah gua, terdengar suara nafas dari dalam gua itu.
__ADS_1
"Hei Sapi lemah keluar kau!"
Suaranya terdengar sangat keras didalam gua, lalu sesosok sapi emas raksasa keluar dari gua itu.
"MOOOO"
"SIAPA YANG BERANI MENGGANGU TIDUR RAJA INI!"
"Kenapa? Apakah kamu tidak terima?"
Sapi emas itu kemudian melihat kearah Li Han dan si ular, setelah itu dia mulai mendekati mereka berdua.
"Hei cacing berani sekali kamu membangunkan tidurku, apakah kamu mengira bahwa aku tidak bisa melawanmu hahhh"
"Tuan turun sebentar, aku akan mengatasinya"
"Baiklah"
Li Han lalu turun dari punggungnya, setelah Li Han turun, baru dimulailah pertarungan mereka berdua.
"Hei Sapi terima ini!"
"Humph, kau kira aku takut hanya dengan nafas baumu itu"
"Golden Cow Roar"
"MOOOOOOOOO"
Boommm...
Serangan dari si ular sedikit lebih kuat dari auman Sapi Emas, dan sapi emas menerima banyak luka bakar disekujur tubuhnya.
"Hei Sapi, apa cuma segitu saja kemampuan yang kamu punya?"
"Cacing rasakan ini!"
Sapi Emas lalu berlari menuju kearah ular, dan si ular langsung menghindari dan juga langsung melilit tubuh sapi emas.
"Humph, kau kira hanya dengan melilit ku, kau bisa mengalahkanku"
__ADS_1
"Golden Body Armor"
Armor emas lalu menutupi seluruh tubuh sapi emas, dan si ular langsung melepaskan lilitannya.
"Hei sapi nampaknya kamu telah mengembangkan armor milikmu, hahahahahaha saatnya aku untuk mengakhiri pertarungan konyol ini"
Dia lalu menengok kearah Li Han, "Tuan, apakah tuan membutuhkan daging dan tulangnya?"
Li Han menganggukkan kepalanya, setelah melihat itu si ular langsung bergerak dengan sangat cepat dan langsung melilit leher sapi emas.
"Sekarang saatnya kamu untuk tidur selamanya!"
"Humph, kau kira aku tidak tahu cara mengantisipasi teknikmu ini, aku sudah berjanji untuk tidak kalah lagi, AKU TIDAK AKAN KALAH SEBELUM AKU MEMBUNUH SINGA ITU"
"MOOOOOOOOO"
Sapi emas itu membanting si ular dengan kekuatan lehernya, setelah itu dia bersiap lagi untuk bertarung.
"Kemarilah cacing, aku akan melumatmu sampai habis"
Si ular lalu memejamkan matanya sebentar, setelah itu dia membuka matanya Kembali.
"Kalau kamu tidak mau mati tanpa merasakan rasa sakit, maka aku akan membunuhmu dengan rasa sakit yang sangat mengerikan"
"Kau hanya mengatakan omong kosong belaka cacing, rasakan ini!"
Sapi emas lalu menghentakkan kakinya dan seluruh area disana bergetar hebat akibat hentakan kakinya, kemudian dia mulai berlari untuk menyeruduk si ular.
"MATI KAU CACING!"
Sriingg...
Ekor milik si ular menembus tepat di tenggorokan Sapi Emas, dan setelah itu dia langsung memenggalnya dengan menggunakan ekornya.
"Tuan saya sudah memenangkannya, jadi ayo kita lanjutkan mencari Beast King lainnya"
Li Han lalu menyimpan mayat Sapi Emas di dalam ruang penyimpanannya, setelah itu dia kembali naik ke punggung si ular, dan setelah itu mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan.
•*Bersambung*•
__ADS_1