
Sriingg...
Li Han lalu menghilang dari sana, dan dia lalu sudah sampai disebuah kota.
"Kota Bei Ling, salah satu kota yang dikelola oleh Keluarga Qi, Keluarga Qi ini mempunyai 4 kota yang menjadi basis utama penghasilan mereka, dan yang satu ini adalah salah satunya, hehehe aku ingin melihat bagaimana isi dari kota ini"
Setelah membayar biaya masuk kota, Li Han lalu memasuki sebuah kedai yang berada didekat pintu masuk kota, saat memasuki kedai itu Li Han sudah disambut dengan sebuah meja yang terlempar kearahnya, Li Han dengan mudah menghindarinya lalu ia melihat bahwa ada beberapa orang yang sedang bertarung didalam kedai itu.
Ada beberapa orang berjubah hitam yang sedang menyerang seorang laki-laki, akibat pertarungan mereka membuat barang-barang yang berada didalam kedai itu hancur berantakan, dan para pelanggan lainnya langsung berhamburan keluar dari sana.
"Huff.." Li Han menghela nafasnya saat melihat pertarungan itu.
Dia lalu melihat kearah bahwa ada sebuah kursi yang masih utuh, dan kemudian Li Han menduduki kursi itu.
"Hei ayolah apa kalian masih bertarung seperti seorang banci?" ujar Li Han.
Mendengar perkataan Li Han itu membuat mereka semua berhenti bertarung dan melihat kearah Li Han berada, setelah itu Li Han melanjutkan perkataannya, "Jika kalian benar-benar ingin saling bunuh, langsung saja saling bunuh tidak usah banyak menghindar layaknya seekor kera, cepatlah aku ingin segera memesan makanan disini!"
Mereka semua sangat terkejut saat mendengar perkataan Li Han itu, mereka lalu memandang satu sama lain sebelum menengok kearah Li Han.
"Ingin bertarung? Ayo kalau begitu, lagipula aku ingin mencoba beberapa teknik yang sudah aku pelajari" ujar Li Han.
Mereka lalu bersama-sama menyerang kearah Li Han, Li Han lalu bangun dari duduknya dan dia kemudian mengepalkan tangannya rapat-rapat.
"Hehehehe, terima ini!"
"Tinju Jiwa Banteng"
Li Han melayangkan tinjunya kearah mereka, dan dari tinjuannya muncul sebuah proyeksi seekor banteng yang langsung menghantam mereka.
__ADS_1
Boomm...
Mereka semua terpental sampai menembus dinding kedai itu, mereka semua sudah tidak bisa untuk menggerakkan tubuhnya masing-masing, dan hanya bisa mengerang kesakitan.
"Ckckck, sangat lemah, padahal aku sama sekali tidak mengeluarkan sepersen pun dari teknik ini, hahhh aku sudah kehilangan mood untuk makan, pergi saja aku dari sini"
Li Han lalu mulai berjalan keluar dari kedai itu, dan saat dia sudah berada didepan pintu masuk kedai itu Li Han melemparkan sekantong uang kearah seseorang, dan orang itu tak lain adalah pemilik kedai itu setelah itu Li Han pergi dari sana.
Saat sudah berada diluar kedai itu, Li Han dihadang oleh sekelompok prajurit yang baru saja sampai disana, dan setelah itu Li Han dibawa oleh para prajurit itu untuk diinterogasi.
Li Han lalu dibawa menuju kesebuah tempat yang berada didalam tembok kota, dan setelah itu Li Han mulai ditanyai oleh beberapa orang.
"Apakah kamu yang sudah mengalahkan para pembuat onar itu?"
"Benar" jawab Li Han.
"Tidak"
"Dan apakah kamu tahu siapa orang yang diserang oleh orang-orang berjubah hitam itu?"
"Tak tahu dan tak nak tahu, yang aku tahu bahwa aku sedang kelaparan, dan akibat para berandalan itu aku tidak jadi makan, jadi jika kamu membuatku marah maka aku akan memakanmu hidup-hidup, apa kamu mengerti?"
Brakk...
Salah satu dari mereka meninju meja yang berada disana, dia lalu berkata kepada Li Han dengan amarah yang menggebu-gebu, "HEI, ORANG YANG DISERANG OLEH ORANG-ORANG BERJUBAH HITAM ITU ADALAH SALAH SATU TUAN MUDA DARI KELUARGA QI, DAN AKIBAT DARI SERANGANMU ITU MEMBUATNYA MENJADI CACAT, DAN YANG AKAN DISALAHKAN ATAS HAL ITU ADALAH KAMI, APA KAMU MENGERTIII!"
Li Han lalu menjawab dengan muka datar, "Terus? Apakah aku harus mengemis minta maaf, aku hanya lapar dan ingin makan, dan juga apakah kamu tahu kamu sudah membuatku kesal!"
Bukk...
__ADS_1
Li Han lalu memukul pelan kearahnya, dan hal itu membuat semua orang yang berada didalam sana menjadi sangat terkejut, namun orang yang dipukul pelan oleh Li Han itu malah menjadi sangat marah, dan saat dia ingin memberi Li Han pelajaran.
Boomm...
Kepalanya meledak saat tangannya hendak menyentuh Li Han, melihat kejadian itu membuat semua orang yang berada dalam ruangan itu bergidik ketakutan, namun akibatnya ada banyak prajurit lainnya yang langsung datang menuju ketempat Li Han berada.
Li Han lalu berkata kepada semua orang yang berada dalam ruangan itu, "Tujuanku sebenarnya adalah untuk menghancurkan keluarga Qi, dan karena tuan muda Keluarga Qi sudah membuatku kesal, maka aku akan mempercepat proses penghancurannya, kalau begitu aku pergi dulu"
Sriingg...
Li Han menghilang dari sana bersamaan dengan para prajurit yang baru saja sampai diruangan itu, dan sekarang Li Han sudah berada diatas kota Bei Ling.
"Jadi sekarang bagaimana kalau aku mencoba teknik baruku?"
"Teknik ini awalnya bernama Telapak Penghancur Batu, namun aku meningkatkannya sampai menjadi Telapak Penghancur Dunia"
Li Han lalu mengarahkan telapak tangannya kearah kota Bei Ling, dan setelah itu muncul sebuah telapak tangan raksasa yang langsung melenyapkan seluruh isi kota Bei Ling.
"Dan sekarang saatnya untuk menghancurkan 3 kota lainnya"
Boomm...Boomm...Boomm...
Li Han menggunakan teknik Telapak Penghancur Dunia untuk menghancurkan 3 kota lainnya, dan setelah itu Li Han sudah berada didepan pintu masuk dari Mansion Keluarga Qi.
"Dan sekarang saatnya untuk"
"Penghancuran!"
•*Bersambung*•
__ADS_1