Kelahiran Kembali Sang Penguasa Tertinggi

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Tertinggi
17. Dimasukkan Kedalam Ruangan Terlarang


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah bangun pagi Li Han langsung menyuruh mereka untuk push up lagi.


"Tuan, tapi ini masih pagi sekali"


"Memangnya kenapa kalau masih pagi? Ayo sekarang segera lakukan posisi push up!"


"Ehhh"


"Sekarang!"


Mereka semua hanya bisa menuruti apa yang Li Han katakan, dan Li Han kembali untuk melanjutkan tidurnya.


Saat melihat Li Han tertidur mereka semua lalu memutuskan untuk berhenti melakukan push up, namun secara tiba-tiba tangan kiri Li Han mengeluarkan sebuah tali tambang dan langsung melayangkan tali itu kearah mereka semua.


Mereka semua berteriak kesakitan, namun disisi lain mereka sangat bingung bagaimana Li Han bisa mengeluarkan sebuah tali tambang dan mengayunkannya saat dia masih dalam keadaan tertidur, namun ada salah satu dari mereka yang langsung melakukan push up, dan dia tidak terkena sabetan dari Li Han.


Melihat hal itu mereka semua langsung melakukannya juga, dan tangan kiri Li Han lalu berhenti mengayun, melihat hal itu mereka hanya bisa bersedih karena jika mereka berhenti sebentar saja, maka mereka akan langsung terkena sabetan.


"Huhuhu, bos aku menyesal pernah mengatakan itu kemarin"


"Kami juga bos"


Bos mereka lalu menjawab, "Aku juga menyesal, lagipula kita harus menjalani hari-hari menyedihkan ini, dan saat dia keluar nanti kita akan langsung berpesta ria"


1 jam kemudian.


Li Han sudah bangun dari tidurnya, dan saat mereka semua melihat Li Han terbangun mereka langsung berhenti dan pingsan akibat kelelahan.


"Hahahahahahaha, ternyata fisik kalian sangatlah lemah, hahahahahaha"


Mendengar perkataan Li Han itu membuat mereka menjadi sangat geram, namun mereka tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Li Han itu tidak ada salahnya.


"Hmm, ada beberapa gerakan"


Lalu orang-orang yang membawa ke kurungan itu datang kesana, mereka juga membawa kakek dari Wen Su.

__ADS_1


Dan saat mereka sudah sampai didepan kurungan Li Han, mereka semua hanya bisa membuka mulut lebar-lebar dan tidak bisa berkata apa-apa.


"He-hei bo-bos, a-apa o-orang i-itu se-seorang pe-penyuka p-pria?"


"..."


"Bo-bos?"


"..."


Lalu kakek Wen Su menengok kearah mereka dengan tatapan tajam, dan dia lalu berkata kepada mereka, "Hei, bukankah kubilang untuk memasukkan dia kedalam tempat yang paling berbahaya disini?"


Mereka semua ketakutan saat mendengar perkataan kakek Wen Su, lalu pemimpin mereka menjawab, "Ma-maat te-tetua Wen, te-tempat i-itu di-dilarang o-oleh te-tetua Che"


"Hahh"


Boomm...


Kakek Wen Su menghentakkan kakinya kelantai, dan seketika lantai yang dipijaknya hancur berkeping-keping, sontak hal itu membuat mereka semua menjadi semakin takut.


"Bilang kepadanya bahwa yang menyuruh kalian adalah aku!"


Mereka semua lalu pergi dari sana, dan sekarang kakek Wen Su berhadapan langsung dengan Li Han.


"Jadi kamu yang membuat cucuku menjadi seperti itu"


Setelah mengucapkan itu, kakek Wen Su lalu mengeluarkan hawa membunuh yang luar biasa, namun bagi Li Han itu hanyalah sebuah angin sepoi-sepoi belaka.


"Beraninya kamu membandingkan hawa membunuh tingkat sampah itu denganku hahhh"


Lalu muncul sebuah bayangan dibelakang Li Han, dan saat melihat bayangan itu kakek Wen Su hanya bisa bergidik ketakutan, dia merasa bahwa sebuah sabit sudah berada tepat di tenggorokannya, setelah itu Li Han menghilangkan bayangan itu dan kakek Wen Su sadar dari ketakutannya.


"Hahahaha, begitu saja sudah ketakutan, jika aku menunjukkan yang lebih mengerikan lagi pasti kamu akan mati sambil terkencing-kencing, hahahaha"


"Ka-kau, si-siapa ka-kau?"


Li Han lalu tersenyum, setelah itu dia berkata kepadanya, "Entahlah siapa aku, dan yang penting sekarang adalah jika kamu tidak ingin membuat masalah denganku, segera bebaskan aku sekarang juga!"

__ADS_1


Kakek Wen Su hanya bisa membisu ditempat tanpa mengeluarkan sepatah katapun, setelah itu orang-orang tadi kembali dan mereka membawa seorang pria tua lainnya.


"Tetua Wen kami sudah membawa tetua Che"


Mendengar suara itu kakek Wen Su mendapatkan kesadarannya kembali, lalu pria tua yang dipanggil tetua Che itu bertanya kepada kakek Wen Su, "Saudara Wen kenapa kamu ingin aku membuka ruangan itu, dan kamu juga sudah tahu selain ketua sekte tidak ada yang boleh memasukinya"


"Buka saja sekarang! Aku yang akan bertanggungjawab kalau kamu mendapatkan masalah dari pembukaan ruangan itu!"


Tetua Che itu hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, setelah itu dia berkata kepada kakek Wen Su, "Baiklah-baiklah, bawa orang yang ingin kamu masukkan kedalam ruangan itu"


"Kalian semua bawa dia!"


Setelah mendengar perkataan kakek Wen Su itu, mereka semua lalu membuka kurungan dan membawa Li Han, Li Han hanya bisa tersenyum melihat hal itu.


Lalu tetua Che menyuruh mereka untuk mengikutinya, setelah itu mereka sampai disebuah gerbang didalam sana, lalu tetua Che menempelkan telapak tangannya dan gerbang itu secara perlahan-lahan mulai terbuka.


"Cepat masukkan dia kedalam!"


Li Han lalu dilemparkan masuk kedalam, setelah itu tetua Che menarik telapak tangannya dan gerbang itu mulai perlahan-lahan menutup.


"Saudara Wen jika aku terkena masalah atas hal ini kamu yang harus bertanggungjawab!"


"Baiklah-baiklah, aku yang akan menanggungnya, dan juga apa yang sebenarnya tersembunyi dibalik gerbang itu, sampai-sampai seluruh tetua kecuali kamu tidak boleh mengetahuinya?"


"Haish, kamu jangan banyak tanya, sekarang ayo pergi dari sini sebelum orang menyebalkan itu datang kemari"


Mereka semua lalu pergi dari sana, disisi lain semua orang yang satu kurungan dengan Li Han sangat senang atas kepergian Li Han, mereka tidak menyangka bahwa hari kebebasan mereka sudah tiba secepat itu.


"Hahahaha, ternyata dewa mendengar doa kami, hahahaha"


"Hahahaha, benar bos mulai hari ini kita bebas tanpa hambatan apapun"


Mereka semua sangat bersukacita, namun saat melihat rombongan kedua tetua itu mereka semua langsung diam tak bersuara, dan setelah rombongan itu pergi dari sana mereka lalu melanjutkan lagi bersenang-senangnya.


Disisi lain Li Han sekarang masih menunggu apa yang akan selanjutnya terjadi.


"Huff..., Ngantuknya, aku tidur sajalah sebentar lagipula aku ingin tahu apa ada yang ingin membuat masalah didalam sini"

__ADS_1


•*Bersambung*•


__ADS_2