Kelahiran Kembali Sang Penguasa Tertinggi

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Tertinggi
42. Membuat Masalah (2)


__ADS_3

Li Han lalu sampai dipulau ketiga, menurut peta pulau yang Li Han datangi kali ini bernama Pulau Dua Ras.


"Jadi dipulau ini hanya terdapat dua ras, yaitu ras Saber Fang Crocodile dan Iron Skin Bull kedua ras ini tidak pernah aku satu sama lain, dan selalu berperang satu sama lain"


"Lalu disetiap tahun mereka akan membuat sebuah perlombaan, yaitu Perlombaan Perburuan, yang mana kedua ras itu akan menggunakan makhluk dari ras lainnya sebagai prajurit tambahan, setiap satu pembunuhan akan diberi imbalan atas pembunuhan itu"


"Jadi sekarang enaknya untuk bergabung dengan ras yang mana? Akankah aku akan bergabung dengan ras Saber Fang Crocodile atau aku bergabung dengan ras Iron Skin Bull, hmm enaknya yang mana?"


Setelah berpikir beberapa saat, Li Han lalu mengeluarkan senyuman jahat, dia lalu berkata, "Hehehehe, mending aku netral saja, dan membantai seluruh makhluk yang hidup di pulau ini, dan aku akan menggunakan mayat-mayat mereka sebagai bahan peningkatan, hahahahahaha"


Sriingg...


Li Han lalu menghilang dari tempatnya, dan sekarang dai sudah berada diatas langit, lalu Li Han memperhatikan seluruh area dipulau itu sebelum ia menghilang lagi.


Disisi lain, disebuah tempat terlihat beberapa monster dari ras Saber Fang Crocodile yang sedang berkumpul dan memasuki sebuah gua yang terletak sangat tersembunyi.


Didalam gua itu terdapat banyak sekali tulang-belulang dari para ras Saber Fang Crocodile yang sudah mati, dan tulang-tulang itu dikumpulkan menjadi satu disebuah kuali raksasa.


"Hahahaha, akhirnya tiba juga hari ini" ujar salah satu dari mereka.


"Dan besok akan menjadi hari terakhir bagi para banteng itu untuk hidup didunia ini!" tambahnya.


Lalu setelahnya, mereka semua bersujud kehadapan kuali itu dan setelah itu mereka pergi dari dalam gua, sementara itu dari jarak yang sedikit jauh Li Han mengawasi perbuatan mereka.


"Hehehehe, mereka mencoba untuk memanggil sebuah Roh Dewa dengan menggunakan persembahan, menarik, hahahahahaha"


"Akan kunantikan bagaimana kekuatan dari Roh Dewa itu besok"

__ADS_1


Sriingg...


Li Han lalu menghilang dari sana dan sampai disalah satu pohon raksasa yang tumbuh dipulau itu, kemudian dia tertidur disalah satu dahan pohon itu sambil menunggu hari esok.


Keesokan paginya Li Han lalu terbangun karena dia mendengar suara pedang yang diadu, dan teriakan-teriakan dari banyak makhluk.


"Aku bangun kesiangan"


"Sialan seharusnya aku melihat korban pertama dari perang ini, jadi saatnya untuk melihat keadaan disekitar"


Sriingg...


Li Han lalu sudah sampai diatas tempat peperangan, ia lalu melihat-lihat sekeliling sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Peperangan ini masih seimbang untuk sementara, namun jika para buaya itu mengeluarkan Dewa mereka, akan jadi bagaimana keadaan perang ini"


Sriingg...


Li Han lalu sudah sampai didekat tempat tersembunyi dari ras Saber Fang Crocodile, dan saat Li Han sampai disana ia melihat bahwa ada puluhan dari ras Saber Fang Crocodile yang bersujud, sembari meneriakkan sebuah nama.


"DEWA AGUNG!"


"DEWA AGUNG!"


"DEWA AGUNG!"


Mereka meneriakkan nama Dewa Agung itu puluhan kali, dan setelahnya getaran mulai muncul secara tiba-tiba, lalu disusul dengan munculnya aura merah pekat dari dalam gua itu, kemudian cahaya merah darah mulai membumbung tinggi keatas langit dan ditengah-tengah cahaya itu terdapat sebuah makhluk yang mulai terbentuk.

__ADS_1


Para ras Saber Fang Crocodile yang berada didekat sana menjadi sangat senang karena peristiwa itu, namun disisi lain semua makhluk yang sedang berperang dikejutkan dengan kejadian itu, dan mereka mulai menghentikan peperangan.


Cahaya merah itu bisa dilihat oleh semua orang diseluruh pulau maupun benua, dan setelah beberapa saat cahaya merah itu menghilang, lalu makhluk yang terbentuk didalam cahaya merah itu sudah selesai seutuhnya.


Makhluk itu mirip dengan manusia, namun dengan sedikit tambahan berupa kulitnya mempunyai sisik, gigi, dan mata yang sangat mirip dengan buaya.


"Hoo, jadi ternyata itu hanyalah seorang Fallen Immortal ya, hahh, kukira mereka memanggil sebuah Dewa beneran namun hanya seorang Fallen Immortal yang dipanggil, aku agak kecewa" ujar Li Han.


Li Han lalu melihat kearah makhluk itu, setelah itu dia mengalihkan pandangannya kearah puluhan Saber Fang Crocodile yang memanggil makhluk itu.


"Aku sudah lama tidak meningkatkan teknik milikku, sekarang saatnya untuk menyempurnakan semua teknik yang aku pelajari"


"Namun sebelum itu saatnya untuk menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu, sebelum aku meningkatkan teknik-teknik milikku"


"Huup..."


Li Han lalu merentangkan kedua tangannya.


"Auman Macan Api"


Whuushh...


Boomm...


"Habis tak tersisa, namun aku hanya membunuh seluruh makhluk hidup kecuali para tanaman, jadi sekarang saatnya untuk peningkatan!"


•*Bersambung*•

__ADS_1


__ADS_2