Kelahiran Kembali Sang Penguasa Tertinggi

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Tertinggi
30. Menghancurkan Sekte Pedang Angin


__ADS_3

Setelah keluar melalui cahaya itu, Li Han tiba-tiba saja berada tepat diatas Sekte Pedang Angin.


"Tidak ada yang berubah, dan sekarang saatnya untuk melakukan pembalasan, hehehehe"


Li Han lalu mengeluarkan aura membunuh yang luar biasa besar, dan aura membunuhnya itu menutupi seluruh bagian dari Sekte Pedang Angin.


Semua orang yang berada dibawah sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi, lalu seluruh tetua dari Sekte Pedang Angin datang menuju kearah Li Han.


"Akhirnya datang juga" ujar Li Han.


"SIAPA KAMU, BERANI SEKALI KAMU MEMBUAT KEKACAUAN DISINI"


Para tetua itu marah sekaligus terkejut, karena orang yang membuat kekacauan di sekte mereka hanyalah seorang anak remaja, namun disisi lain ada dua orang tetua yang bergidik ketakutan saat melihat Li Han.


Kedua tetua itu tak lain adalah Kakek Wen Su dan Tetua Che, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Li Han akan bisa keluar dari ruangan terlarang itu.


"Jadi sekarang bagaimana kalau kalian tunjukkan dimana ruang harta sekte ini?"


"HAHHH! APA KAMU SEDANG BERMAIN-MAIN HAHHH?"


Li Han menggelengkan kepalanya, setelah itu dia menatap tajam kearah para tetua sekte itu, "Apa kalian sama sekali tidak memahami bahasa manusia?"


Boommm...


Para tetua sekte itu langsung terjun bebas kearah tanah, mereka hendak bangkit kembali namun tidak bisa karena ada sesuatu yang menekan mereka, namun hanya ada tetua yang tidak jatuh dibawah tekanan Li Han.

__ADS_1


Li Han lalu menengok kearah mereka berdua, Kakek Wen Su dan Tetua Che sangat ketakutan saat melihat tatapan Li Han, mereka ingin pergi dari sana namun tidak bisa karena ketakutan sudah menguasai tubuh mereka berdua.


Li Han lalu berkata kepada mereka berdua, "Apakah kalian bisa menunjukkannya teman lama?"


Mendengar hal itu malah membuat mereka menjadi semakin ketakutan, karena mereka berdua masih ingin hidup di dunia jadinya mereka berdua menganggukkan kepala mereka.


"Bagus, sangat bagus" ujar Li Han.


Sriingg...


Li Han lalu membawa mereka berdua menuju kebawah, setelah itu dia menyuruh mereka berdua untuk menunjukkan jalannya.


Namun sebelum itu terjadi, terdengar sebuah suara yang menggelar diseluruh penjuru Sekte Pedang Angin.


"BERHENTIII!! SIAPA YANG BERANI UNTUK MEMBUAT KEKACAUAN DI SEKTE KU HAHHH??"


"IBLIS KECIL BERANI SEKALI KAMU MEMBUAT KEKACAUAN DISINI!!"


Li Han lalu menutupi hidungnya sambil mengibaskan tangannya, setelah itu dia berkata kepadanya, "Ughh, kamu belum sikat gigi ya? Bau mulutmu sangat amat mengerikan"


Plakk...


Li Han lalu menampar pria tua itu, dan dia sangat terkejut karena pria tua itu langsung mati hanya karena terkena tamparannya, melihat kejadian itu membuat Kakek Wen Su dan Tetua Che menjadi lebih ketakutan, harapan mereka satu-satunya bisa dibunuh dengan sangat mudah oleh Li Han.


"Lanjutkan jalan kalian, oh iya sebelum itu"

__ADS_1


Li Han lalu membuka telapak tangannya, setelah itu angin mulai berhembus kencang dan muncul puluhan cincin yang langsung mendarat di telapak tangan Li Han, lalu Li Han memasukkan cincin-cincin itu kedalam kantong bajunya.


"Ayo lanjutkan!"


"Ba-baik tu-tuan" ujar Kakek Wen Su dan Tetua Che sambil terbata-bata.


Setelah itu keduanya mengantarkan Li Han menuju kesebuah pagoda, dan disana Kakek Wen Su lalu berkata kepada Li Han, "Tu-tuan, di-disinilah se-seluruh te-teknik da-dan ha-harta mi-milik se-sekte i-ini"


Li Han menganggukkan kepalanya, setelah itu dia berkata kepada mereka berdua, "Bagus, dan sekarang sekte ini sudah tidak berguna lagi!"


Tikk...


Li Han lalu menjentikkan jarinya dan Massacre Demon Flame yang sudah lama tidak ia gunakan akhirnya membakar habis seluruh isi Sekte Pedang Angin, kecuali pagoda yang berada didepan Li Han.


"Sama sekali tidak abu yang tersisa, hahahahahaha"


Kemudian Li Han mulai menengok kearah pagoda itu, lalu terlintas ide aneh dipikiran Li Han.


"Kubawa saja pagodanya sekalian"


"Ribuan Tangan Ashura"


"Dan sekarang saatnya untuk membuatnya menjadi satu tangan, Ribuan Tangan Menjadi Satu!"


Lalu Ribuan Tangan Ashura yang sudah Li Han jadikan satu tangan saja mulai mengangkat pagoda itu dengan sangat mudah, dan setelah itu Li Han pergi dari sana sambil membawa sebuah pagoda diatasnya.

__ADS_1


•*Bersambung*•


__ADS_2