
Li Han lalu sampai di wilayah Keluarga Li, dulu tempat yang penuh kehidupan itu sekarang sudah berubah menjadi sebuah tempat yang sangat sunyi.
Walaupun sangat sunyi, Li Han merasakan adanya sebuah kehidupan disana, "Pasti ada sebuah karavan yang berhenti di tempat ini, bagaimana kalau aku mencari informasi dari orang-orang itu"
Li Han lalu mulai berjalan menuju kearah hawa kehidupan itu, setelah berjalan beberapa menit Li Han akhirnya sampai disebuah tempat dimana ada banyak orang yang sedang berkumpul.
"Siapa disana!" ujar salah satu prajurit yang ada disana.
Mendengar perkataan prajurit itu membuat semua orang yang ada disana langsung berjaga-jaga, lalu Li Han mulai menampakkan dirinya.
"Hahaha, maaf-maaf, maafkan aku"
Saat melihat bahwa itu hanyalah seorang pria tua mereka menurunkan penjagaan mereka, namun ada salah satu prajurit yang masih memperhatikan Li Han dengan sangat serius.
Li Han lalu duduk dan mulai berbincang-bincang dengan mereka.
"Kalian dari organisasi dagang mana?" tanya Li Han.
"Kami berasal dari Perserikatan Dagang Naga Putih dari Kota Qun, kami akan menjalankan sebuah bisnis di kota Dawei, namun sebelum kesana kami memutuskan untuk beristirahat dahulu disini, kalau kamu dari mana mau kemana pak tua?"
"Aku dari kota Dawei, dan tempat ini adalah tujuanku, aku ingin bertemu dengan seseorang disini"
Mendengar perkataan Li Han mereka sontak terkejut, lalu salah satu dari mereka mulai menjelaskan kepada Li Han, "Pak tua apa kamu ingin bertemu dengan hantu?"
"Hantu?"
"Benar, 1 tahun yang lalu setelah Keluarga Li dihancurkan secara misterius, pemimpin dari keluarga Li menjadi gila dan dikabarkan dia sudah mati akibat bunuh diri, dan sekarang leluhur keluarga Li masih mencari siapa yang membuat keluarga Li menjadi seperti itu"
"Sebelum kematiannya pemimpin keluarga Li menyimpan dendam yang sangat besar, sampai-sampai arwahnya menjadi roh jahat yang sangat kuat, namun dia hanya berada di arena kompetisi keluarga Li dan dia tidak bisa keluar dari sana"
"Ohh, begitu ya" jawab Li Han sambil menganggukkan kepalanya.
"Astaga, informasi sesat itu darimana bocah-bocah ini mendapatkannya, pemimpin keluarga Li itu masih hidup dan dia memiliki aura kehidupan yang sangat kental, dan aura kebencian yang membumbung tinggi keatas langit" batin Li Han.
Malam pun tiba.
__ADS_1
Beberapa prajurit masih bangun untuk menjaga keadaan sekitar, Li Han juga masih terjaga karena dia malas untuk tidur.
Lalu seseorang yang dari tadi mengawasinya dengan tatapan tajam datang kepadanya, dia lalu duduk didepan Li Han dan masih menatap Li Han dengan tatapan tajam.
"Katakan apa sebenarnya tujuanmu kemari pak tua!"
Li Han hanya tersenyum saat mendengar perkataannya, karena Li Han tidak menjawab dan hanya tersenyum saat mendengar perkataannya, hal itu membuatnya marah.
"Pak tua jangan main-main denganku, cepat jawab apa tujuanmu datang ketempat ini"
"Apa kamu salah satu anggota keluarga Li?" jawab Li Han.
"Ka-kau"
"Hahahaha, aku benar rupanya"
"Dan juga aku akan menjawab pertanyaan yang kamu ajukan"
"Alasanku datang kesini adalah untuk menemui pemimpin keluarga Li, karena dia masih belum memberikan barang milikku"
"Apa kamu akan meminta sesuatu kepada sebuah hantu"
"Huhh"
Li Zheng lalu langsung melayangkan pedangnya kearah Li Han, namun Li Han menangkap pedangnya hanya dengan dua jarinya, setelah itu Li Han berkata kepada Li Zheng, "Tenang saja, kamu akan tahu semuanya esok hari Li Zheng, tunggu dan bersabarlah"
"Kalau begitu aku pergi tidur dulu, aku sudah agak mengantuk, bye-bye sampai jumpa esok pagi"
Li Han lalu pergi mencari tempat untuk tidur, dan Li Zheng hanya meratapi kepergian Li Han.
Keesokan paginya, saat semua orang sudah terbangun hanya Li Han sendiri yang masih tertidur lelap, kemudian dia dibangunkan oleh Li Zheng yang berniat menagih janji Li Han kemarin malam.
"Ahhh, pagi-pagi buta begini, enyahlah aku masih ingin melanjutkan tidurku!"
Li Han lalu kembali tertidur, Li Zheng hanya bisa membiarkannya saja karena dia tahu bahwa dia tidak sebanding dengan Li Han.
__ADS_1
Lalu para anggota Perserikatan Dagang Naga Putih mulai membereskan barang-barang mereka, karena mereka hendak pergi ke kota Dawei.
"Pak tua bangunlah, kami akan segera pergi dari sini, jadi bangunlah sekarang!"
Li Han lalu terbangun, setelah terbangun dia lalu pergi kesuatu tempat, "Terimakasih atas tumpangannya, kalau begitu aku pergi dulu, Li Zheng apa kamu tidak ingin ikut denganku!"
Lalu Li Zheng pamit sebentar untuk mengikuti Li Han, Li Han lalu mengajaknya untuk pergi ke arena kompetisi Keluarga Li, sesampainya disana sama sekali tidak ada tanda-tanda dari makhluk hidup.
"Hehehe, masih bersembunyi rupanya"
Li Han lalu menyeringai setelah itu dia mulai berubah menjadi kebentuk awalnya, dan dia lalu mulai berteriak, "HEI APA KAMU TIDAK INGIN MEMBALASKAN DENDAMMU!"
Suara Li Han menggema diseluruh area keluarga Li, lalu ada seseorang yang datang menghampiri mereka berdua.
"KAUUUUU"
"RAGHHHH, TERIMA INI"
Dia lalu mulai menyerang dengan gila menggunakan tinjunya, aura mengerikan keluar dari tinjunya dan Li Zheng hanya bisa menahan aura yang keluar itu, saat serangannya hendak sampai kearah Li Han, Li Han hanya mengacungkan jari telunjuknya.
Boomm...
Benturan antara tinjunya dengan jari telunjuk Li Han bahkan sampai menyebabkan Li Zheng terpental keluar dari area arena kompetisi, dan itu juga dirasakan oleh anggota Perserikatan Dagang Naga Putih.
"Kenapa? Kamu melemah loh" ujar Li Han.
Lalu Li Han menyentil jidatnya dan dia langsung terpental dengan keras, Li Han lalu mulai memprovokasinya, "Ayo, marahlah, mengamuklah, apakah kamu lupa saat aku membakar seluruh anggota keluarga Li tepat didepan matamu, dan kamu hanya bisa melihat saja"
"Hahahahahahaha, kamu memang layak untuk dipanggil dengan julukan SAMPAH"
Mendengar hal itu membuat dia menjadi sangat marah, lalu tubuhnya perlahan-lahan mulai diselimuti oleh kobaran api berwarna merah darah, dan saat melihat kobaran api itu Li Han menjadi sangat senang.
"GRRRRRR, AHHHHHHHHH, AKU AKAN MEMBUNUHMU"
"Hahahahahahaha, Heartless Demon Flame berhasil terbentuk"
__ADS_1
"Dengan begitu mulai hari ini aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi"
•*Bersambung*•