Ken And Key

Ken And Key
Part 11 : Harta, Tahta, Pak Al


__ADS_3

HARTA TAHTA PAK AL


(mulai part ini akan memakai Author Point of View)


Semua orang berkumpul dimeja makan ketika Key turun dari tangga yang melingkar menuju dapur umum lantai utama.


"Pagi, Mbak Key!" seru Lila yang masih menempel di lengan suaminya dengan manja.


Key tersenyum meskipun sedikit memaksa,


"Pagi juga Lila. Pagi Farham, Pagi Bu Fatma, Pagi Pak Al -gojo" bisiknya dibagian akhir kalimat.


"Hem..." seru Aldrian yang tengah menikmati secangkir kopi dan koran paginya. Key masih kesal dengan pria itu.


Sekampret-kampretnya Calvin, adiknya waktu dirumah, dia tidak pernah mengganggu aktivitas paginya apalagi tentang bangun tidurnya. Bagaimana rasanya jika pukul 8.00 pagi berangkat kerja, tapi harus bangun pukul 3.30 hingga terus-terusan dibangunkan sampai pukul 5.30 dengan misscall, jam weker yang entah kenapa tersetting oleh orang sinting, dan juga gedoran pintu maha dahsyat seperti polisi 86 ingin mendobrak.


Key paling benci jika dia dibangunkan dengan tergesa-gesa, itu membuat kepalanya sakit dan matanya akan berkunang-kunang.


"Duduk, mbak Key. Mau nasi goreng apa sandwich saja? Nggak ada alergi udang kah? Koki masak Nasi goreng seafood soalnya." tanya bu Fatma.


"Nasi goreng aja bu, biar saya saja yang ambil sendiri. Saya mah nggak punya alergi apapun, apa saja doyan." ucap Key seraya menarik kursi dan duduk disebelah Aldrian karena hanya kursi itu yang tersisa.


"badol." bisik Aldrian.


"Apaan sih bisik-bisik?" kesal Key tapi dia juga berbisik.


"Saya rekam ingatan kamu manggil saya Algojo." bisik Aldrian mengancam.


"Siapa takut kalau anda mengancam, pak? Saya masih kesal dibangunkan dengan cara yang tidak etis." ucap Key mencebik. Aura perang mengalir dari keduanya.


Key masih bisa tersenyum kepada yang lain dengan menyuapkan sesendok demi sendok nasi goreng yang masih diterima karena enak kebangetan. Cumi, udang, kerang, baso ikan, dan jamur kancing astaga... Ini spesial.


Kopi hitam di cangkir Aldrian tandas mengalir ke kerongkongan seiring dengan jakun maskulinnya yang bergerak. "Farham, kita berangkat sekarang!"


Lila merengut mendengar suaminya akan pergi bekerja.


" Tapi pak, mbak Key belum selesai ma-"


"Key selesaikan makanan kamu!" perintah Aldrian membuat Key ikut cemberut. Belum juga ia menambah porsi karena enak sekali.


Bu Fatma menyiapkan bekal cemilan yang diserahkannya pada Key. "Jajan pasar, mbak Key, buat jajan di jalan."


"Makasih Bu Fatma." jawab Key tergesa-gesa menegakkan tubuhnya dan ikut menyusul Aldrian dan Farham yang sudah melangkah pergi.


"Lain kali panggil Key aja bu, saya sudah anggap ibu kayak bunda saya..." ucap Key lalu berjalan meninggalkan mereka berdua di ruang makan.


"Eh, iya Nduk Key! Woalah kamu dengar sendiri kan Lila?" sahut bu Fatma dengan ajaib.


"Apa?"


Bu Fatma tersenyum gemas, "Nduk Key merespon positif dengan mengakui ibu ini udah kayak bundanya. Duh Ini kudu bilang Izham ini, ibu udah ketemu jodoh yang pas buat anak ibu."


Lila tersenyum menimpalinya," Ya kalau mbak Key mau sih bu, cinta itu nggak bisa dipaksakan."


"Kayak kamu nggak aja." ucap bu Fatma.


Lila menjawil lengannya, "Lho aku kan tidak dipaksakan. Aku cintanya sama mas Farham luar bisa pure. Buat apa kalau bisa nikah sekarang kenapa harus dipaksakan menikah nanti?"


"Alah Lila ibu mumet dengerin kamu, kamu itu pintar mutar-mutar kata. Coba kamu mutar-mutar pinggul, udah jadi penyanyi dangdut kamu." bu Fatma memegangi kepala serasa bangkit untuk pergi ke pantry membersihkan dapur.


...

__ADS_1


Dibalik Alphard hitam selegam rambut pak Presdir yang di tata rapih, terdapat dua orang lelaki yang terlihat sopir dan majikannya tengah berbincang.


"Kamu yakin Sob, Anak saya bakal berangkat bareng satu mobil."


"Saya yakin pak, soalnya saya kemarin udah memastikan kalau dia udah pindah ke rumah pojok." ucap Sobirin, sang supir menoleh kebelakang tepat pada majikannya yang bahkan memakai teropong kecil yang sebenarnya merupakan pelengkap alat golfnya, dipakai juga untuk menunjang aksi adegan ini.


"Gimana-gimana, Sob. Kita udah totalitas belum?"


"eumm." gumam si Sobirin.


"Kita udah keren nggak sih?" tanya Majikannya lagi.


"Bapack bahkan udah beli alphard hitam buat kamuflase, padahal yang dirumah ada putih." ucap Sobirin menjelaskan yang juga diangguki oleh bosnya yang percaya-percaya saja.


"Hitam emang nggak salah. Bener kata kamu, kalau malam nggak kelihatan, kalau siang agak rawan, soalnya saya nanti dikira Siwon Choi yang ke Jakarta lagi." ucap bosnya tampak percaya diri tinggi.


"Pokoknya gitu deh pak."


...


Mobil Jeep Gladiators hitam legam menuju ke parkiran tampak berhenti menurunkan Aldrian Keanuval Wijoyokusumo dan sosok gadis manis berbaju pink yang tampak kontras dengan blazer warna hitam dan tas tentengnya yang berkulit buaya, dialah Keyhlani Ardhiana yang kini jadi santapan mata tajam oleh semua orang di lantai dasar gedung ini. Seolah Key yang kemarin-kemarin baru dikenali mulai hari ini, bagai artis pendatang baru, atau bagai santapan lambe turah.


"Key, kamu ditunggu pak Direktur di parkiran B1." ucap Aldrian sedikit berbisik kemudian melangkah pergi terlebih dahulu meninggalkan Key yang terpaku masih belum bergerak bahkan sampai Farham meninggalkan dia memarkirkan mobil.


Key berjalan sendirian menuju ke arah basement.


...


Bang Ed terkekeh di mejanya menimpali candaaan Wawan seputar kutang Riana yang entah kenapa sekarang sudah sangat sulit diprediksi karena teori dari Keyhlani.


"Kita nggak mungkin bubarin rutinitas sakral kita buat taruhan. Apalagi beha Riana, kemarin gue lihat dia pake beha tali ijo. Waktu fotokopi, kertasnya jatuh dia bungkuk kelihatan kalau warna behanya bener-bener ijo army." ucapnya.


Wawan tertawa riang, "Gila ya dia, buletan dua dijaga tentara."


"Nggak deh kayaknya, dari orok sampai dewasa gue lihat emak gue cuma pakai kutang putih tulang sampai sekarang." timpal Dimo.


Adam tersedak dengan teh pucuknya yang dia minum membuat semua temannya berkata iyuh. "Emak lu kagak ngerti Victorian secret, mo."


"Lu pikir emak gue sekelas sama Kendall Jenner? Miranda kerr? Bodynya udah nggak kenceng kayak dulu. Udah beranak 5 kali soalnya."


"Beranak, emang lu berang-berang?" sahut Wawan.


Bang Ed terkekeh sambil membuka file di layar pcnya, "Nasib ngarep victorian secret model, tapi kita juga kalah saing sama model Calvin Klein. Gue denger kemarin gerombolan cewek divisi sebelah jerit-jerit cuma karena Shawn Mendes cuma pake ****** cuma karena lagi jadi BA si Calvin."


"Benjolannya kali yang bikin mereka pada klepek-lepek." sahut Dimo.


Adam menelan keripik kentangnya, "Kalo masalah benjolan, gue udah terbukti besarnya."


"Berkat disengat tawon waktu SD. Itu kata Adek lo kan, dam." kekeh Dimo.


"Apanya yang gede? Lemak semua itu, masa disengat tawon bengkaknya sampe ke badan-badan."


"Lo masih doyan nelan tuh kentang setelah ngomongin MR. P?, Anjayani lo!" Wawan menggeleng sambil menatap Adam.


"Bini lo besok bakal kecewa banget kalo badan lo gede, pas unboxing tititnya imut." sahut Bang Ed yang beranjak menuju meja kerja Dimo menyerahkan selembar data yang selesai diprint.


"Gue mah, udah terbukti bisa bikin produk baby bibit unggul tapi sayang ditarik lagi sama pabriknya." lanjutnya yang lalu diangguki teman-temannya.


Dari dinding pembatas ruangan yang terbuat dari kaca divisi IT team Alpha mereka menangkap sosok Aldrian, Si GM muda yang masuk ke dalam ruangannya.


"Lu-lu pada mungkin sepemikiran sama gue." ucap Dimo mulai bertukar pandang antara satu sama lain.

__ADS_1


Adam membuang sampah bungkus kripiknya lalu memegang tiga gelambir lemak perutnya "Gue kalau kurus yakin lebih seksi dari Pak Aldrian. Tapi gue enak gini, enak makan soalnya."


"Gue yakin, gue lebih gentleman dari dia. Pajero gue lebih mengkilat gemerlap daripada Jeepnya." ucap Bang Ed menoleh kearah Wawan.


"Gue yakin, Dimo paling cemburu sama tuh cowok satu." ucap Wawan.


Dimo berdecik, "Kalau gue selevel Aldrian, gue dempet tuh Riana terus gue tanyain apa warna kutangnya tiap hari, biar menang taruhan terus."


"Ye, kalo lo jadi Aldrian lo nggak sudi kawan sama kita-kita." Bang Ed terkekeh tapi langsung mengangguk nikmat.


"Bahkan karyawati segedung ini udah bikin Grup di What'a'supp namanya 'Harta,Tahta,Pak Al." sambung Bang Ed menunjukkan layar ponselnya yang sudah terpampang pesan-pesan anggota grup dan juga foto Aldrian tadi pagi setibanya di gedung ini.


"Golden spoon bener dah ah."


"Golden otong."


"Gue yakin, dibalik celana hitam slimfit nya terdapat ular naga yang punya stamina luar biasa."


Gubrak


Key mengagetkan mereka berempat dengan tiba-tiba hadir di belakang mereka sambil tersenyum manis dengan pakaian lebih cantik dan memakai sepatu hak tinggi dan rambut terurai wangi bunga melati.


"Gue juga mau bikin 'Harta, Tahta, Keyhlani Diana."


"Anjay Susana." sahut mereka semua.


Key terkekeh namun diiringi dengan bunyi hihihi mirip kunti. "Kalian kalo ngomongin cowok makin runyam ya? Jijik gue."


Dimo tidak terima, "Lo juga ikut-ikutan kali Key."


"Nah gue lebih pantes, cewek bayangin cowok. Ketimbang kalian, udah punya batang sendiri-sendiri kan ya? Sama telor dua."


Bang Ed berdecih, " Heh, terima aja omongan key. Gue mau ke ruang pak Darmo dulu." pamitnya seraya mengangkat secarik kertas dengan kemayu.


"Dim, imput data dari email kemarin yey, periksa lagi."


Dimo terkekeh membanci, "Yey, otong bengkong."


"Cek data dari estimator, cocokin list anggarannya sama team perencana sebelum meeting sama team lain." ucap Wawan dan diangguki oleh kemayu dengan Adam.


Key bergidik, melihat kawan lamanya kerasukan siluman.


Dibalik kaca jendela lagi mereka melihat sosok Aldrian datang berjalan keluar dari dalam ruangannya membawa sebuah map yang telah disiapkan untuk meeting pagi ini.


"Dada semua kalian otong bengkong, untung gue udah pindah, gue milih itu yang lurus." ucap Key frontal sebelum undur diri setengah berlari riang membuat teman-temannya menjerit.


"ASTAUGFIRULLAH KEY! KEY! JANGAN DIBANGKITKAN KEY! INI BUKAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL!"


"Gila itu Key, masih belum move on aja." cerocos Bang Ed yang baru datang tapi ia tidak menyadari bahwa ucapannya barusan adalah sebuah keceplosan yang tak terasa berdosa.


Adam. Wawan. Dimo.


"APA!?"


Follow ๐Ÿ‘ค


Rate ๐Ÿ“ˆ


Like ๐Ÿ‘


Favorite โค๏ธ

__ADS_1


Comment๐Ÿ“


Tip (for author spirit!) ๐Ÿ’ฐ


__ADS_2