
Pagi-pagi sekali Key telah berdandan dengan sepasang sepatu Nike putih dan setelah casual dari Zara untuk pergi ke kantor. Ada yang berbeda kali ini, senyumnya mengembang tatkala satpam memecah keheningan suasana sarapan bersama-sama kediaman bosnya.
"Mbak Key, ada cowok nyariin sampeyan." ucap pak Regian Suprawatno Bambang, akrabnya pak Regi setelah buru-buru masuk ke dapur dari pintu samping.
Mata Aldrian sedikit membulat di balik koran paginya sembari mencuri-curi dengar. Ada hasrat ingin tahu yang terlampau tinggi soal Personal Asistennya jangan-jangan bakal berangkat kerja bareng sama cowok yang mampir ke rumahnya.
Gadis itu buru-buru menggigit sandwich selai sarikaya lalu beranjak dari kursinya keluar dari rumah disusul pak Regi. Ia berseru riang, "Oh Scoopyku!"
Aldrian hanya tau bahwa scoopy bisa jadi nama Anjing atau hewan peliharaan. Atau jangan-jangan Key memberi panggilan manis pada cowoknya itu seperti gadis-gadis di luar sana. Aldrian mendengus, ia meraih cangkir kopinya dan mulai menyantap chiken breast dan juga salad sebagai side dishnya. Bu Fatma masih tengah asyik belajar beberapa resep masakan dari salah seorang koki, dan Farham masih terfokus pada perhatiannya ke Lila yang ingin dielus bagai Lonwyn kucingnya yang mengeong di pojok sana karena melihat kucing kampung dari luar jendela. Mereka sibuk sendiri-sendiri tanpa ada yang menyadari ada keanehan di raut wajah atasannya.
.
.
.
Calvin tak pernah membayangkan bahwa kakaknya yang setengah bulan tidak pulang kerumah dan merecokinya bermain ML -the real Mobile Legend- itu pindah ke sebuah rumah gedung mirip dengan basecamp Gamers yang oke punya. Ia bahkan tidak sengaja mengintip barisan mobil mewah yang keluar dari basement yang harganya tidak bisa dikatakan dengan 'hanya'.
"Pak Al-al itu ternyata keong meong alias kaya raya. Duh kenapa gue jadi hayuk gini." dia menampar sedikit mulutnya.
Ini efek dari mabar terlalu lama dengan gadis kuda poni yang alay nggak terukur. Tapi sampai sekarang Calvin masih tidak percaya kalau yang melawannya hingga kalah berkali-kali adalah seorang cewek. Paling juga cowok yang nyamar dari cewek biar dia jadi luluh dan lengah biar kalah. Si Calvin masih dendam kesumat sama gadis kuda poni itu.
"Duh, kayaknya gue harus dukung nih kalo si kak Key pacaran sama bosnya. Lumayan, gue suka gayanya. Beruntung juga jadi adek iparnya."
Keylani menyambangi Calvin yang kini celingak-celinguk melihat isi dari basement." Apa lo lihat-lihat? Dikira maling baru K.O. lo!"
Calvin tersenyum usil, "Duh gue kangen sama kakak cantik gue."
Adiknya itu memberi gestur ingin memeluk, sayang Key yang sudah kelewat jijik tak ingin dipeluk langsung menghindari, "Btw itu mobil berapa biji disana? Merah sama merah, item sama item."
"Kulit item elo kemana btw?" tanya Key tanpa mengindahkan pertanyaan adiknya sembari mencolek-colek lengan Calvin yang dulunya sempat belang karena kebanyakan bermain futsal di gang sempit kompleks rumah mereka bersama anak-anak tetangga.
"Ck, ini udah membuktikan bahwa lo di rumah cuma bisanya main game mulu lawan Kuda poni kan? Nggak bantuin bunda? Tuhkan elo! Kasihan bunda tauk!" Tuduh Key.
"Ye masih mending gue jadi putih. Nah lo jadi kisut, maklum tua. Kemarin ada yang ngendors Skarlet jadi gue harus luluran, tapi gue jadi bingung, isi ig gue perkara game tiba-tiba ada satu feed soal kecantikan, bagai setitik nila, rusak susu setelaga."
"Sembarangan. Bagus lo kayak gitu aja, kek idol korea." Key menggingit ujung sandwichnya lalu mengarahkan telapak tangannya yang kosong ke arah Calvin, "Kunci mana? Gue tau lo pake montornya kan?"
Di depan mereka terparkir sepeda motor matic uwu berwarna merah cerah yang sampai beberapa hari yang lalu. Key memang sengaja membelinya sebab merasa tidak enak numpang Bang Ed terus toh traumanya pada montor sedikit demi sedikit mulai hilang. Eh taunya, numpang tinggal di rumah mantan sekaligus bosnya. Agak menyesal awalnya, tapi tidak lagi soalnya berada semobil bersama pak Aldrian bisa menjadi ancaman.
Key meneliti motornya yang kini sudah lengkap dengan sebuah helm imut berwarna kuning pikachu kepunyaannya sejak semasa kuliah. Motor itu tampak bersih sebab adiknya itu telah mencucinya dengan segenap hati dan jiwa bukan dicucikan abang-abang cuci salju yang bayar 15 ribu, paling banter Calvin pakai adalah sabun cuci piring bunda merek Papa Lemon. Beberapa hari ini Calvin memang sering memakainya untuk keperluan sekolah SMA yang hanya tinggal mengambil ijazah dan cap tiga jari. Calvin sudah menggunakannya ke sekolah dan juga gombalin seorang gadis idamannya, maklum kata beberapa siswi di SMA-nya 'ngga scoopy nggak happy'.
Dia adik semata wayang Key, Kevandra Calviano Argata, usianya baru 17 tahun bulan depan, baru lulus SMA kelas akselerasi, sebenarnya pintar banget tapi belum ada tanda-tanda ingin kuliah, masih buang-buang duit karena hyper game online.
Calvin dengan kesal merogoh saku celana armynya dan memberikan kunci pada kakaknya.
"Makasih akang gendang, kalau saya bilang motor ini jangan dipake dulu, ya jangan dipake kampret!" kesal Key sambil menonyor kepalanya pelan.
Calvin merengut turut kesal, "Yang kampret lo kali. Gue cuma pakai 2 hari ke sekolah."
"Lo nya yang kampret, ini gue beli nyicil oke? Untung kemarin lo gak ditilang sama polisi. Sim belum punya, sok-sok pake montor. Bosen sama Aston Martin lo? Jual aja gih buat kuliah kedokteran. Vin, mobil lo tuh takutnya jadi incaran maling di komplek kita." gerutu Key teruntunan.
Adiknya itu masih belum ada tanda-tanda memasuki perkuliahan, teman-temannya mungkin sekarang sudah bingung perkara pendaftaran. Maklum anak muda, dapat hadiah milyaran dan sebuah mobil hasil main game sudah bikin hatinya congkak dan menyepelekan segala hal.
Calvin merengut lalu membuka kaosnya, menggulungnya hingga berbentuk tali.
Key geram, "Ini rumah orang bego! Jangan telanjang disini!"
"Kampret dah ah! Udah gue bilang mobil itu aset gue! Biarpun kagak kuliah kan masih bisa ngeyakinin bapaknya Ayana buat jadi mantunya!" ungkap Calvin sedikit kesal. Kakaknya masih memberondonginya perkara pendidikan.
Key mencubit put!ng adiknya yang langsung mengaduh sambil memakai kausnya lagi.
"Ayana cuma mau sama duit lu bodo! Gue jamin dia kalo lo ajak makan pinggir jalan udah geli minta dipulangin. Kakak ngga restuin, kakak bakal bilang sama Ayah Bunda supaya ikut ngga restuin kamu, mending kamu ngewar aja sama kuda poni sampe tua bangkotan."
"Dih, kak Key!" seru Calvin kesal.
__ADS_1
DHIM DIM DHIM
klakson sebuah sedan BMW putih terdengar, terdapat Rion, sahabat adiknya di dalamnya. Calvin berjalan menuju mobil itu dan hendak pergi.
"KAGAK SALIM DULU LO! KUALAT YA!"seru Key geram.
"Nurutin kakak terus bikin gue nggak bisa main sama mainan gue yang lain. Bye!" ucap Calvin berlalu meski Rion yang berada dibalik kemudi meringis takut sembari merapatkan kedua telapak tangannya seperti akan mengucapkan 'selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin'.
"KELPIN KAMPRET!"
Aldrian terkejut dengan makian panjang bin keras yang dilontarkan gadis itu. Sudah sedari tadi dia berdiri di teras rumah setengah bersembunyi. Rupanya yang ditemui gadis itu adalah adiknya. Entah kenapa Aldrian menghembuskan nafas lega. Dilihatnya Key mendekat sambil terengah-engah namun kemudian menatap kearahnya sembari tersenyum lebar seperti hilang beban, "Saya berangkat duluan ya pak! Pake scoopy!"
Gadis itu berlalu melewatinya.
Aldrian yang masih sedikit kaget dengan adegan Key yang cubit-cubitan dengan adiknya membayangkan jika yang dicubit anunya adalah dirinya. Aduh! Dia tambah menjadi kaget usai Key kembali dari dapur sambil membawa tas kerjanya dan juga sweater rajut warna pelangi yang terkesan kawaii.
Rupanya gadis itu benar-benar ingin menghindarinya. Aldrian sedikit kecewa terhadap kejahilannya yang berakhir dengan ketakutan Key terhadapnya semakin menjauhkannya dari mantannya itu.
Farham menghampirinya, "Pak, sudah waktunya berangkat. Pakai yang mana?"
"Kamu naik taksi aja, saya tiba-tiba pengen naik ojek online!"
Sekretarisnya itu sedikit tertegun sebelum mengedip lalu menunduk patuh. Kenapa gerangan dengan bosnya yang tiba-tiba badmood begini? Jadi tega begini?
.
.
.
Tiba di pelataran perusahaan Key menuju parkiran yang disambut oleh Rofyan. Pria itu memang pencinta sepeda motor sport hitam ketimbang pria-pria croco lainnya yang rela gajian dipotong demi cicilan mobil incaran mereka. Key pun juga, rela gajiannya dipotong untuk beberapa bulan kedepan, demi motor cicilannya. Senyumnya terkembang sepanjang jalan. Ketara sekali bahwa dia menikmati masa-masa berkendara mengingatkannya pada masa kuliahnya dulu.
"Montor baru... Helm lo lucu Key, mirip mainan mobil gambar emot yang bisa mantul-mantul." gurau Rofyan.
"Sembarangan lo samain gue sama tuyul kuning, pian!"
Key mendengus, "Nggak. Lagian juga males pulang pergi sama bos tiap hari. Tegang mulu urat bawaannya, harus pasang postur siap melayani siap menjaga udah kayak penjaga istana. Kendornya kapan?"
Mereka tertawa beriringan. Kocak di pagi hari adalah hal dari seorang Keyhlani Diana yang membuat Rofyan terpikat sebab gadis itu sangat amat mood booster, penyemangat, talkative, dan mencintai pekerjaannya. Rofyan memang munafik jika mengatakan tak tertarik pada kecantikan seorang wanita. Baginya Key itu cantik, kadang kala saat cuek pun menawan meskipun tidak dilebih-lebihkan seperti sang nyai pemasaran Riana dan kacung-kacungnya. Key juga baik, positif, dan penyayang. Rofyan bisa dibuat deg-degan hanya dengan suara Key yang memanggilnya 'pian'.
Mereka menuju foodcurt kantor, ada sisa waktu sekitar 20 menit sebelum jam kerja berlangsung. Key memesan es Americano dan juga roti bakar selai nanas yang akan dibaginya kepada Farham pada waktu kerja longgar.
Mereka bercerita tentang project game yang akan rilis pertengahan tahun ini. Key terlihat sangat terpukau sekaligus iri. Kadang Key bingung dengan sistem kerja kantornya, dimana team terdepan malah mengurusi hal-hal vital yang berkaitan dengan lingkup kantor yang kadang hanya seremeh-temeh Key membenahi printer yang rusak (ingatkan bila Aldrian yang mengerjainya) sedangkan team lain malah lebih produktif dalam project-project baru.
"Kita bakal nonton malam ini kan?"tanya Rofyan tiba-tiba terdengar seperti terlalu bersemangat dan sedikit ada maksud ingin memastikan.
"Yoi, gue udah pastikan kalau hari ini bener-bener nggak lembur." jawab Key sembari menyedot kopinya.
Matanya sedikit melirik pada sosok Rofyan, perkataan bang Ed dan team croco beberapa waktu yang lalu terhadap 'Pian' yang diam-diam menyukainya membuat logika Key sedikit tak percaya.
"Pasti akal-akalan boyo-boyo kampret!" desis Key tiba-tiba. Mereka berpisah dipersimpangan.
Rofuan berjalan menuju divisinya tiba-tiba terhenti pada sosok Riana yang baru keluar dari ruangan pak Manaf bersama Ketua divisi pemasaran yang sedang bercakap-cakap meninggalkan mereka berdua di sana.
"Hai Rofyan!"
"Ha-i?" dahi Rofyan berkerut aneh. Sejak kapan ular betina itu tahu namanya dan tiba-tiba menyapanya.
"Harusnya sih gitu, Key emang cocoknya sama kamu. Cewek itu harusnya sadar diri lah ya?" Riana tersenyum miring sembari berjalan anggun bahkan hingga ujung heels runcingnya itu berketuk dengan lantai dengan ringan."
"Dasar medusa!" desis Rofyan kemudian menghampiri kawan-kawannya yang berkumpul di depan ruang team Gamma.
.
.
__ADS_1
.
Pekerjaan hari ini masih berlangsung seperti biasa tapi yang membedakan ialah Key yang memang kentara sekali menjauhi Aldrian. Biasanya jika Aldrian sudah menyuruh ini dan itu, sedikit banyak Key bakal memberontak atau melawannya. Entah sejak kapan kemarahan gadis itu menjadi kebahagiaan bagi Aldrian, tapi sebenarnya dia ingin melihat bahwa Key masih meresponnya. Bukan seperti sekarang, apapun yang Aldrian perintahkan tanpa satupun perlawanan Key melakukannya. Bahkan bila Aldrian menyuruh Key masuk sumur pun, Key pasti akan melakukannya. Tapi nggak ding, di kantor perusahaan ini nggak ada sumur, itu cuma perumpamaan.
Langit sore yang jingga semakin membuat pria berperawakan good looking itu semakin nelangsa. Aldrian hanya berdiri sembari menghirup nafas teratur melihat gedung-gedung yang terletak tak jauh dari perusahaan.
Tasya Verbena, Seorang model dan juga seorang teman seangkatannya sewaktu kuliah kini duduk di sofa tak jauh darinya.
"Kamu yakin nolak nganterin aku ke mall besok? Cuma sebentar, lagian cuma kamu doang pria yang nggak banyak bacot kalo diajak belanja."
"Tasya, kayaknya saya nggak bisa deh. Tapi bakal saya usahain."
Tasya tersenyum lalu melangkah menuju kedepannya, lengannya menggamit Aldrian sembari mendekatkan pipinya kearah pipi Aldrian.
"Thanks ya, pilihan kamu tepat manggil aku kesini. Jangan lupa, bayarannya besok semua belanjaanku kamu bayarin."
Tasya melenggang keluar dari ruangannya dengan anggun.
Pintu terbuka seiring dengan kepergian sahabatnya yang super manja tapi perhatian itu, dari sekat ambang pintu ruangannya terlihat Rofyan yang tengah bercengkerama dengan Key sambil tertawa ringan.
Tuh kan, tapi setidaknya Aldrian masih bisa menatap gadis itu tersenyum meskipun bukan bersama dirinya, melainkan... Orang lain.
.
.
.
Tidak ada yang dilakukan Key kecuali bekerja seperti robot, mendapatkan lembar demi lembar uang seperti tuan Crab di film Spongesbob yang sedang memancing dollar hijau di lautan luas, padahal ia sudah ada di laut. Alah, perumpamaan yang membingungkan. Anggap saja Key sedang berada dalam kondisi kepala mau pecah, mata memerah, telinga berapi-api, dan hidung berasap-asap. Key sedang tak ingin membahas soal sosok wanita cantik lain yang tiba-tiba datang sebagai tamu yang mulia Pak GM terhormat dari pukul 12.00 sampai pukul 14.00. Mereka ngapain aja? Main kartu uno? Apa main bola bekel sih?
Tak banyak yang ingin diketahui Key, sebab Rina si office girl yang mengantarkan 2 pesanan paket makan siang berupa bento kedalam dan keluar dengan info bahwa mereka berdua hanya duduk-duduk sambil berbincang. Perbincangan apa sih yang membutuhkan waktu hingga 2 jam? Mereka nggak sedang memperbincangkan anggaran belanja negara kan? Atau kiat-kiat khusus membuat dedek bayi agar cepat jadi?
Semua kebimbangan Key yang tiada manfaat itu menguap ketika Rofyan tiba-tiba datang sambil tersenyum bahagia.
"Calvhornsfire itu username winner Mobile Legend tahun lalu kan, Key?"
"Calv, Horns, Fire? , gue kayaknya pernah dengar deh!" ucap Key sedikit mengingat ingat
"Kevandra Calviano Argata itu adek lo kan?" tanya Rofyan tiba-tiba sambil menunggu respon Key yang sedikit tidaj terduga.
"Adek lo kepilih ikut serta dalam project!"
Key sedikit memaknai kata-kata yang tiba-tiba tak masuk di akal, "APA!??"
BONUS PART PENOKOHAN :
CALVHORNSFIRE Profil
Kevandra Calviano Argata adalah sosok anak manja kebanggaan keluarga. Sejak kelas satu sekolah dasar hingga menamatkan sekolah menengah atas, tak pernah sekalipun dia menjatuhkan prestasinya ke angka dua UMUM!. Terlahir sebagai anak bungsu, beda 8 tahun dari Key, dan 15 tahun dari Andro membuat Calvin sangat dimanja. Calvhornsfire atau Tanduk api Anak Sapi terlahir dari pengalaman konyol mereka sekeluarga yang bertamasnya di pegunungan dan peternakan sapi terbesar disana. Key yang waktu itu berusia 10 tahun sengaja mengerjai Calvin yang masih 2 tahun untuk minum susu sapi rasa cokelat dari sapi yang berwarna cokelat. Calvin menghampiri sapi itu lalu melakukan hal yang disuruh oleh kakaknya. Ajaibnya sapi itu tenang dan bahkan Calvin selamat dari tendangan sapi jika saja sapi itu merasa dilecehkan. Akhirnya, Key dimarahi bunda habis-habisan dan Calvin di periksa ke rumah sakit sebab telah mengkonsumsi susu yang tidak steril dan berkuman. Ajaibnya lagi Calvin tidak kenapa-kenapa. Justru sejak itu Calvin tidak lagi meminum Asi dari bunda, karena katanya dia adalah anak sapi. Tapi itu semua adalah rahasia seorang Calvin.
Q: kenapa username bernama Calvhornsfire? Berikan alasannya!
Calvin : Soalnya gue lahir di tahun Kerbau Api.
Follow ๐ค
Rate ๐
Like ๐
Favorite โค๏ธ
Comment๐
__ADS_1
Tip (for author spirit!) ๐ฐ