
Divisi IT terdiri dari beberapa tim yang dibentuk khusus oleh perusahaan dan berada dalam team Alpha merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi Key. Berkat prestasi sewaktu kuliah, Key berhasil dipromosikan oleh salah satu dosenku yang mengenal pak Manaf untuk mendapatkan kesempatan magang dan diangkat senagai pegawai tetap. Bayangkan betapa bangganya bunda kala itu saat Key yang fresh graduate langsung ditarik ke perusahaan raksasa yang idaman sekali.
Terhitung sudah dua tahun Key bekerja bersama mereka. Team Alpha yang luar biasa mendidik sekaligus membentuk pribadinya menjadi jauh lebih ekspert. Meskipun Key adalah satu-satunya seonggok manusia berjenis perempuan sendiri disini. Namun ada mbak Angel yang kadang mampir untuk menemaninya makan siang atau terkadang jalan ke mall saat weekend. Ada bang Edgar yang sudah bagai Kakak yang bisa mengemong dirinya dari bullying anggota team yang lain.
Tidak semengerikan itu kok, hanya saja roti persediaan Key selalu menjadi sasaran jika mereka kelaparan. Mereka yang dimaksud adalah Dimo, Adam, dan Wawan. Mereka para perjaka yang entah masih perjaka atau sudah tidak, tapi yang jelas mereka adalah pasukan croco alias buaya. Nah, bang Ed juga lah bapak dari buaya-buaya tersebut.
Tapi hari ini, Key tidak tahu apa yang akan dia katakan ketika mbak Angel memutuskan untuk resign tiba-tiba. Key menjadi merasa kehilangan sosok ibu dan juga bestie di kantor ini. Karena Key lebih dekat dengan mbak Angel selama ini tentu karena sama-sama bergender perempuan. Hanya mbak Angel lah yang pertama dan satu-satunya teman Key bahkan sejak masuk sebagai pegawai magang.
"Mbak, kenapa resign Key sendirian gimana? Key jadi takut lho mbak. Nanti kalau kita bully nggak ada yang belain mbak?" bang Edgar mencomot sisa roti sobek rasa cokelat sarikaya milik Key dan croco lain pun mengikutinya.
Key bergeming, sial mereka tidak mau beli makan sendiri. "Key mah nggak bisa diajak lihat video b*k*p, mbak. Nggak seru." ujar Dimo.
"Key mah masih kecil, dia belum paham fungsi alat-alat manusia dengan benar." gumam bang Edgar lirih.
"Seru ndasmu. Sejak kapan aku mau lihat begituan nggak mau dosa ya, dasar duda garong." sontak Key mendelik mendengar kalimat terakhir dari bang Ed.
"Mbak Angel, mereka kayaknya bawa pengaruh negatif kan?" ucap Key minta pembelaan. Sedangkan mbak Angel yang duduk sambil memegang secangkir teh pun tertawa sambil menguatkan Key.
"Candaan mereka kayak ngajak masuk neraka bareng tau nggak sih?"
"Nanti dicariin kok pengganti aku yang mungkin juga cewek. Biar kamu nggak sendirian, kalau bisa yang sexy biar Edgar bisa agak jaim disini." bisik mbak Angel.
Key mengangguk setuju, "Biar agak pakai otak kalau ngomong."
"Atau emang ngomongnya udah pakai otak tapi otaknya penuh sama pornografi." timpal Wawan menyikut pundakku.
"Aduh!"
"Sukanya gangguin anak anak pak manaf. Kamu bikin yang lain juga ikut bully Key."
Pak Manaf memukul kepala bang Ed dengan segulung kertas hvs sontak mengaduh,"Kerja yang benar, lampaui target, jangan rindu sama apem anget aja."
"Iya tuh pak, tapi kalo Key kemalaman pulang, saya tuh yang tanggung jawab pulangin balik sampe rumah utuh tanpa saya sentuh." bela bang Edgar pada dirinya sendiri.
Sementara Dimo terkikik karena bolo mesumnya yang kena pukulan pak Manaf.
Iya, Dimantoro Hardjojo. Nggak hanya namanya yang hard, orang ini agak kepala batu juga. Umurnya 28 tahun, lajang, pengagum Riana, teman gesrek bang Ed kalau pulang terlalu larut malam misal jam 1 dini hari, mereka suka bablas party bukan pulang ke rumah sendiri-sendiri.
"Nyengir.jpg!" ucap Key membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
Mbak Angel menepuk pundaknya, "Titip Key. Ini anak aku, jangan disakitin. Kalau ada dari kalian yang bully anak ini, awas aja kaget kalau kena santet."
Walau begitu Edgara Yudayana Tirtawirya tetap Leader yang baik dan juga sangat profesional meskipun si duda itu kadang kumat gesreknya memang. Misal membuka link bokep saat presentasi berlangsung. Untungnya saat itu adalah presentasi kecil untuk rekan satu divisi, bukan di depan klien. Bisa-bisa kami langsung hengkang dari perusahaan ini karena kalah tender.
Walau kadang tidak habis pikir dengan ulah si bang Ed yang dikit-dikit mikir ************. Ini tahun ketiga dia menduda. Istrinya berikut dengan calon anak mereka pergi disebuah kecelakaan, mereka tidak tertolong lagi. .
"Tapi nggak janji..." tambah Wawan, lebih tepatnya Adimas Irawan Ganggaraditya, 27 tahun, mapan, definisi mas-mas Jawa sesungguhnya, gila anime jepang dan punya puluhan action figure manga jepang yang menguras uang gajinya, single, agak pendiem tapi sama aja gesreknya namun yang dia puja adalah wanita 2 dimensi.
Key pindah ke bar kitchen untuk menyeduh tehnya. "Yang ini lebih nggak waras, sukanya sama papan datar. Gue nyesel ngasih Wawan guling buat kado ulang tahun."
Wawan cengengesan, yang dimaksud key adalah guling bergambar Nami yang sampai sekarang dia peluk jika ia tidur bagai istrinya sendiri.
"Lu kali ini bilang 'nani ikeh ikeh kimoci', bakal gue gampar lo!" seru Dimo kesal dengan celetukan Wawan yang menyebalkan.
"Gue juga sebel kalo Wawan bilang begitu. Bikin muncrat makan tau gak?" ujar Adam, ia ingat ketika dia makan nasi padang dengan Wawan yang menyeletuk begitu keras kata-kata dari kartun jepang di tengah-tengah keramaian membuat semua orang melihat mereka dengan tidak wajar.
Gusti Trisadam Malik, 26 tahun, sobat misqueen menyingkir karena dia gila gratisan, tambun man, dia punya satu mochi diperutnya yang sangat kenyal dan empuk. Sejauh ini dia yang paling agak normal meskipun suka mencuri roti Key kalau kepepet belum makan.
Mbak Angel pamit untuk membereskan laporan terakhirnya. Sepeninggalan pak Manaf juga, para team croco dan juga Key dikejar lemburan bareng buat nyusun project baru bersama tim, entah darimana abang Ed mulai curhat. "Gue cuma mesum dimulut doang, kok. Gue masih belum bisa kalau mikir wanita lagi."
Setelah itu semua junior di team hanya bisa terdiam. Bang Ed mungkin terdengar otak mesum dan brengsek kayak preman komplek, tapi jauh didalam hatinya terluka amat parah. Dia rindu akan belaian kasih sayang seorang wanita. Ibunya sudah meninggal sejak dia SMA, istrinya dan anaknya pun juga meninggal. Semoga dia bisa segera menemukan pengganti yang sangat menyayangi dirinya dan memahaminya.
Pekerjaan hari itu lumayan menumpuk, Key dan pasukan croco pulang pada jam 9 lewat 15 menit. Kembali pada mbak Angel, asisten pak Manaf yang akan resmi mengundurkan diri karena akan melahirkan 2 bulan lagi. Key memaklumi ketika mbak Angel memutuskan resign bukannya cuti melahirkan saja. Bayi yang dikandung mbak Angel adalah bayi kembar dengan pekerjaan sebagai asisten pak Manaf yang sangat menforsir tenaga jelas tidak akan sehat baginya kedepan.
Tanpa segan Key mengusap perut buncitnya, "Ini Aunty Key, baik-baik disana ya baby. Aunty bakal kangen banget sama mama kalian."
"Oke! Jadi acaranya farewell party. Kita nggak mungkin melepaskan Angel ini gitu aja." ucap pak Manaf sembari diangguki semua pasukan.
Sesuai rencana setelah jam kerja berakhir dan untunglah tidak ada lemburan yang berarti lagi, Mereka berangkat bersama-sama ke salah satu restoran dekat kantor yang cukup ramai dan ternama.
Awalnya Key memiliki feeling tidak enak. Entah tidak enak badan atau apa, Key sulit mendefinisikan. Key mengenal tempat ini dengan harga paketnya yang amit-amit mahal. Tapi meskipun mahal, restoran ini selalu sold booked saat direservasi. Apalagi mbak Angel mengatakan kalau mereka memesan paket VIP. Uang dari mana mereka merayakan perpisahan rekan kerja dengan amat mewahnya, antara pak Manaf, mbak Angel atau Tim Alpha ini ketiban rejeki nomplok dari mana bisa makan di restoran berbintang.
Key menjawil bahu mbak Angel yang ditutupi oleh kerudung rawis, "Mbak? Nggak kemahalan kita kesini? Kita ke sate taichan aja udah bahagia."
"Yaelah elu key, gue nggak. Mental misqueen mari kenyangkan perut kita." timpal Adam.
"Hust! Elu kalo udah ngomongin makanan suka nggak punya malu, dam." ujar Key menggeplak kepala Adam.
Angel sedikit tertawa,"Nggak kok, kita kan harus punya moment manis buat perpisahan. Lagian aku juga kan nggak bayar."
__ADS_1
Deg
Jangan bilang, rejeki nomplok ini...
Pak Manaf tertawa renyah tiba-tiba," Tuh lihat wajah Key udah pucat banget. Kita nyantai aja disini. Karena GM baru kita, pak Aldrian yang tanggung semua biaya. Key-key, pakai sungkan segala."
Nah kan, Key langsung mendelik seketika. Aura mau masuk bagian yang menyebalkan selalu saja membuat Key mulas sekaligus merinding.
Yah, pantas saja jika semua santai-santai saja.
Key tahu dan sadar sedari dulu bahwa mantannya itu tajirnya melintir-lintir. Bahkan untuk membeli paket VIP, fine dinning, dengan salah satu menunya steak wagyu A5, harga mulai 35 juta. Mungkin baginya mentraktir kami satu divisi sama halnya memberi uang parkir kendaraan roda empat. Uang saja dia bingung mau diapakan.
"Pak Aldrian katanya mau nyusul?" tanya Rofyan, anggota pasukan croco lainnya namun berbeda team kepada bang Ed.
"Iya, paling sebentar lagi." ucap pak Manaf melirik arloji antiknya.
"Loloh key, kok malah tambah pucet?" Ujar Mbak Angel yang kemudian terinterupsi oleh suara bariton yang sangat familiar.
"Selamat malam,"
Tak perlu menghitung sampai semenit, pintu ruangan VIP ini terbuka dengan menampakkan sosok tinggi proporsionalnya yang menjulang dengan wangi semerbak perpaduan antara mint, kayu cendana, dan keringat acem-acem legit mulai membaur menjadi satu.
Ken yang Key kenal, beberapa tahun yang lalu mungkin tak sama seperti sosok Aldrian sekarang. Dulu tubuhnya memang tinggi, namun tidak sekekar ini sebelumnya. Jiwa perawan normal dalam diri gadis itu mulai berontak. Key yakin sekali, dibalik jas armani itu, tersembunyi berbongkah-bongkah otot liat hasil tempa alat gym atas komando instruktur pribadi yang gaji perbulannya lebih dari gajinya. Ototnya mungkin lebih juicy ketimbang rasa steak yang dia potong.
Key sudah tidak bisa berpikir lurus lagi ketika telapak tangan bang Ed menyadarkannya dari lamunan itu, "Hahh, ngelamun sambil ngeces. Lagi mikir jorok nih pasti."
"Apaan sih!?"
Gadis itu langsung memeriksa kedua sudut bibirnya memastikan tidak ada liur seperti yang dikatakan bang Ed. Tapi kemudian semua orang di ruangan tertawa menertawakan Key dengan renyah. Key memukul pelan lengan bang Ed lalu mereka tertawa bersama, kecuali satu orang yakni Aldrian. Pria itu hanya terdiam kaku sambil memegang menu jenis anggur yang tersedia di restoran tersebut dalam diam.
Acara farewell mbak Angel berjalan dengan lancar. Key hendak menuju mobil bang Ed karena seperti biasa mereka selalu bersama jika diluar kantor seperti ini. Sudah 3 bulan Key tidak mengendarai motornya karena kecelakaan lalu lintas, lebih tepatnya motornya hancur. Bang Ed menawarkan diri membantunya ketika berangkat ke kantor karena mereka tinggal hanya berbeda beberapa blok rumah.
Namun ketika Key hendak membuka pintu mobil, Bang Edgar berkata "Sorry ya Key, Adik ibu gue telpon suruh kesana karena acara keluarga."
"Nggak papa, bang. Aku pesen ojek online aja."
"Biar saya saja yang mengantar." sahut Aldrian yang tiba-tiba berada di belakang mereka.
"Rumah kamu masih sama kan Key? Searah kalau begitu."
__ADS_1
Key hanya terdiam sambil menggigit pipinya dari dalam. Sedangkan Bang Ed menatap mereka silih berganti dengan curiga.
Ketahuan tidak ya?