
Ada yang aneh dengan Key. Hari Rabu ini Key semakin suram saja. Farham masih bercengkerama sesekali dengan rekan sekubikelnya itu juga merasakan rona-rona malam Jum'at kliwon, padahal besok masih kamis.
Bang Ed mampir sembari meletakkan sebuah map dokumen yang perlu di tanda tangani oleh GM, matanya melirik kearah Key yang mengetik tanpa menatap ataupun berkata-kata kepadanya seperti biasanya. Pria duda itu melirik kearah Farham bagai kemampuan telepati yang terselubung antar sesama pria-pria yang satu masih beristri dan yang satu pernah punya istri.
"Key kenapa? Dapet apa gimana? Kusut banget!"
Zzzet
Zzzzet
Farham menatapnya balik sembari menggeleng pelan, "Nggak tau, udah dari kemarin begini. Saya takut dia kesurupan jin kantor yang gila kerja."
Bang Ed mengernyit sembari memikirkan sesuatu yang pasti," Kayaknya gue sama team croco pernah lihat Key model-model begini enam atau tujuh kali selama kenal sama ini perawan."
Farham memanggut-manggut seolah-olah koneksi antara pikiran mereka benar-benar berkemampuan mengalahi sinyal 4G.
"Nanti bakal saya sampaikan ke Pak Aldrian ya bang Ed." ucap Farham menutup sesi telepati dengan lembut.
Bang Ed mengangguk segera kembali ke divisinya berada. Dengan langkah agak tergesa-gesa, pria itu bahkan mengacuhkan sosok Riana dan tiga trio kwek yang ingij menyapanya. Baginya sekarang keadaan Key lebih penting ketimbang urusan warna beha Riana yang setiap hari mereka tebak-tebak dalam gambling mereka.
Bang Ed terlihat tergesa saat kepergian Pak Manaf yang mengecek kecocokan data di lembar laporan kerja minggunya. Ia bahkan hampir menabrak dinding kaca, untung masih bisa dia hindari. Duda itu memasuki rawa-rawa team croco yang sibuk di meja kubikel masing-masing.
Dimo tampak mengetik sesuatu pada ponselnya. Kontak Riana sudah ia dapatkan, tinggal gombalan yang meyakinkan. Sementara itu Wawan membuka situs pacar 2 dimensinya Naomi chan yang berdandan dengan membusungkan d@d@ memakai bikini berwarna biru muda dengan latar pantai. Ia langsung menjadikannya sebagai wallpaper laptop dan juga ponselnya. Berbeda dari dua makhluk pecinta wanita seksi beda dimensi, si Adam masih asik membuka vlog Tasyi Athasyia perkara membandingkan dua makanan dari dua restoran milik artis yang belum sempat dia coba sembari memakan Cinnamon roll yang dilumuri saus vla vanila.
Bang Ed selaku ketua Croco menggebrak meja meminta atensi terhadap eksistensinya. "Anak perawan kita kini bermuka murung."
"Anak siapa maksudnya? Seana masih kecil. Tapi mbak Angel kan udah nggak kerja lagi disini?" ucap ngawur Adam yang malah terkoneksi pada bayi montok bungsu dari si kembar tiga anak mbak Angel.
"Gue masih belum punya bini kalik nyet!" seru Dimo sembari mengetik gombalan maut untuk riana, "Nanti deh gue tanyain sama Riana gimana kalau kita berkolaborasi membuat dedek bayi gumush"
Plak
Sebuah gulungan kertas menyambar kepala Dimo dari ulah Adam, "Ga usah sok iye, cinamon gue mau balik gara-gara denger omongan lo yang menghayal bebas kayak tugas mengarang Bahasa Indonesia, versi mesum."
"Gue serius, itu Key kayaknya mau dijodohin lagi deh." ungkap Bang Ed membuat mereka semua berkumpul sementara Dimo masih mendumel ditempatnya.
"Oh, Key."
"Key kenapa lagi? Udah turun trendingnya di yutup Aku Bukan Bonnekah?"
Mereka bertiga berdecih pada sosok wawan, "Ngomong sendiri aja deh lo wan, sawan lo!"
"Kalo gue sekarang cuma mau Key bahagia dengan caranya. Kemarin-kemarin gue bantuin si Rofyan pedekate sama Key ternyata malah biasa aja dianya, lagian si Key standarnya gila-gilaan kayak Aldrian." ucap Dimo seakan lilo legowo bila sobat sekaligus adek gumush mereka bertemu dengan pria lain.
"Rofyan juga, dibantuin malah nggak ngeluarin jurus-jurus super, melempem kayak kerupuk udang kecelup kuah soto ayam." kesal Dimo lagi.
Bang Ed mendengus sambil mengangguk-angguk, mereka sebenarnya juga ingin Key bahagia. Mereka selalu berusaha membuat Key mendapatkan pria yang lebih baik dari mereka semua karena gadis itu baiknya kelewatan seperti bidadari surga yang terakhir jatuh ke bumi. Key itu udah bagai Dewi Nawang Wulan yang turun di rawa-rawa para buaya seperti mereka dan tak berniat kembali ke kahyangan meskipun mimi peri menjemput. Adam masuk angin, Key yang kerokin dikasih suriroti gratis pula, meski kadang yang mau expired besoknya itu juga. Dimo yang gagal move on karena pernah diselingkuhin Key juga yang membantunya untuk melampiaskan kekesalannya pada mantan, meski harus traktir kopi Key di Moonbuck, Dimo rela. Bang Ed yang kadang suka lapar tiap habis menebengi Key pulang, Key juga yang suka traktir makan pinggir jalan sebelum pulang, bahkan bundanya suka sengaja memasak lebih untuk diberikan kepada bang Ed sebagai bekal kerja. Jangan lupa soal Wawan yang terharu sebab Key mengiriminya boneka sebesar guling bergambar Naomi chan saat dia berulang tahun dan membuat setiap tidurnya semakin berkualitas sebab bisa memeluk hangat pacar 2 dimensinya itu. Boneka itu bahkan sampai sekarang sudah menjadi obat tidur Wawan saat dia lelah usai bekerja lembur.
Masih banyak kebaikan Key meski tau teman-temannya bobrok. Biar saja yang jadi laki bobrok adalah mereka berempat, jangan jodoh bocah itu. Mereka berempat sudah Key anggap sebagai kakak-kakak laki-lakinya begitupun sebaliknya. Ada rasa ingin melindungi tingkat tinggi pada segala hal mengenai Keyhlani Diana.
Dimo saja yang merasa sedikit bersalah telah menjodoh-jodohkannya pada Rofyan. "Gue pas aja deh. Masih nggak enak rasanya jodohin Key sama Rofyan terselubung pula."
" Rofyan nggak kasih kode-kode sih, masa dari kemarin-kemarin cuma ngajakin nonton paling banter. Hari gini pedekate ala bocah SMA, jodoh lo disambar duda kaya." ucap Adam membuat bang Ed melirik kearahnya.
"Maaf bang, anda duda kurang beruntung."
"Kampret Adam!"
Wawan mengangguk mengerti lalu menatap Dimo," Mo, lo nggak bisa mundur gitu aja. Key adek kita bersama. Key itu tanggung jawab kita berempat."
"Kayaknya, Key udah manut gitu sama pilihan yang sekarang." ucap Bang Ed membuat mereka kembali memikirkan sesuatu yang sedikit membuat mereka tak rela.
"Kita nggak ingat ya kekuatan kita bisa melengserkan kandidat nomor satu yang berhasil kita usir, duda buntut satu yang anaknya bandel banget." ucap Adam membuat mereka terdiam.
"Tapi kayaknya dia nggak mau tapi pasrah aja. Duh gue harus tau dimana lagi si Key janjian sama calon kampretnya itu." lanjut Bang Ed sangat mengkhawatirkan.
__ADS_1
"Nomor dua, bukannya si Alan walker Kawe yang ternyata si gundul usia 45 tahun. Ya gila sih itu, emaknya Key dapat dari mana coba itu bapak-bapak? Tega bener."
Mereka merenungkan bersama. Selama ini, mereka berhasil melengserkan kandidat calon suami Key bahkan dengan cara gila apapun. 3 dari 8 rencana ketemuan, Dimo memperalat Rofyan untuk menggagalkannya.
"Bantuan info sekaligus penebusan rasa bersalah gue, kemarin Rofyan bilang nanti pulang kerja dia bakal nonton bareng sama Key di bioskop mall sebelah." ucap Dimo kali ini ikut kedalam Konferensi Meja Ikea Bundar croco setiap kali ada perkara penting yang harus dituntaskan.
"Lo nggak ngejual 'Adek Kita Bersama' lagi kan?" tanya Adam pedas.
"Gue juga ga ada niatan begitu. Rofyan kelihatan baik dan Key kayaknya pas buat bersanding. Makanya gue sempat bantuin Rofyan. Sumpah suwer, si pian nggak ngasih duit gue kok. Rokok aja gue ogah kantongin kalo itu sogokan pian buat deketin Key."
"Udahlah, gue juga ngerasa kalau Dimo nggak akan begitu, Tapi kayaknya Key nggak pernah ada rasa lebih sama Rofyan." lanjut Wawan.
"Lupakan Rofyan dulu, kita nggak usah nyuruh Pian lagi dalam rencana paripurna ini."ucap bang Ed final.
"Info lanjutan, team kita dan Key sama-sama nggak lembur." ucap Adam sembari menggigit cuwilan kuenya. "Ririn trio kwek bilang nanti pak Aldrian mau ketemuan sama pacar barunya si verbena itu. Jadi asisten sama sekretarisnya pulang nggak malam-malam."
Bang Ed mengangguk sambil memegangi bakal rambut pada janggutnya yang kasar. "Jadi gini..."
Mereka langsung menyusun rencana.
.
.
.
Pukul 19.15 WIB, montor Rofyan telah sampai didepan gedung salah satu Mall yang cukup ramai pengunjung. Key yang memutuskan untuk meninggalkan montornya di kantor dan dibonceng oleh Rofyan pun turun dari jok dan memberikan helm-nya pada lelaki itu.
"Adek gue kepilih buat ikut serta dalam pengambilan tokoh? Ini serius?" tanya Key tak percaya.
Rofyan mengangguk, " Tokoh khas dari Indonesia, boleh dari cerita rakyat, legenda, tokoh masyarakat, pahlawan. Kayaknya adek lo bakal kesenangan."
"Jungkir balik dia!" Key tertawa renyah mendengar penjelasan Rofyan.
"Gue iri kenapa gue nggak bisa terjun ke proyek itu. Bukannya gue nggak suka di team Alpha karena selalu menangani masalah internal yang error mulu, nggak ngeluh sih ini, tapi bosen juga!"
Rofyan manggut-manggut. Tangannya sedari tadi ingin meraih tangan Key untuk bergandengan. Ada hasrat ingin memiliki tingkat tinggi dalam dirinya yang terkubur oleh strategi jinak-jinak merpati atau malu-malu meong agar bisa mendekatkan diri dengan sosok Keyhlani Diana.
Mereka berjalan menuju bioskop yang berada di lantai dua, akan tetapi sorot mata Key tiba-tiba menangkap sosok Pak Aldrian yang berjalan keluar dari sebuah butik mode buatan perancis bersama dengan wanita yang menggamit mesra lengan kokohnya yang masih terbalut jas ala eksmud dan beberapa kali memancing perhatian sekeliling.
"Si bos kerjaannya wanita mulu! Kemana Kent yang dahulu wahai Pak Aldrian?!" jerit Key tapi dalam hati. Benar-benar Harta, Tahta, Pak Al.
"Gila, Artis Tasya Verbena pacarnya keren banget!"
"Biasa, kalau cantik maunya sama yang ganteng dan kaya. Andai gue kayak gitu."
Kedua ibu-ibu muda itu bergosip melewatinya. Key tersadar pada lamunan ketika Rofyan datang dengan minuman cola medium dan popcorn ukuran large.
"Film kita baru mulai sekitar lima belas menit lagi." ucapnya. Senyum penuh kebahagiaan Rofyan tak hilang. Guratan ceria seorang lelaki yang berhasil mengajak gebetannya kencan benar-benar kentara.
"Kita tunggu disini sambil duduk." ucap Key yang mulai menceritakan hal-hal seputar proyek dan kelahiran trio baby mbak Angel yang belum sempat mereka semua jenguk karena keterbatasan waktu antara kerjaan.
"Ak- gue bareng ya, kam- kalo lo sama team croco mau ke tempat mbak Angel." ucap Rofyan terbata-bata. Namun Key tidak sepenuhnya menangkap omongannya sebab pintu teater yang akan mereka masuki telah terbuka.
Film berjalan hingga 2 setengah jam. Rofyan dan Key keluar dan memutuskan untuk makan sushi Musim Semi di lantai dasar. Kelaparan membuat Key menjadi ingin memilih semua menu yang ada di daftar, tidak sebelum ia gagal paham bahwa Pak Aldrian yang terlihat olehnya itu duduk di restoran yang sama namun posisinya sedikit membuat mereka tidak bersinggungan sama sekali.
Key menggigit pipi bagian dalamnya ketika ia sadar bahwa ponselnya bergetar karena beberapa kali telpon masuk. Key memang lebih suka mode getar, karena takut ponselnya berbunyi ditengah-tengah film dan mengganggu penonton lain.
Bunda is calling.
Bunda typing text.
Ia segera menggeser jari menuju roomchat bundanya yang sudah beberapa kali mengirimi pesan.
Bunda : Key, jangan lupa kalau hari ini Rabu.
Bunda : Key, janjian di Sushi Musim Semi bisa kan ya?
__ADS_1
Bunda : Jam 9 malem, soalnya jeng Ermala ternyata masih ada janji sama dokter kulitnya.
Bunda : Key, kami baru datang.
Bunda : Riyan calonmu datang lho, duh gantengnya calon mantu bunda.
Bunda : Key?
Bunda : Ping
Bunda : Ping
Bunda : Ping
Bunda : KEYYYYYY
Bunda : KEYYYYYYYY
Bunda : KEYYYYYYYYYY
Bunda : KEY KALO KAMU NGGAK DATANG, BUNDA PECAT KAMU JADI ANAK!
AMPUN BUNDAAAAA
Ia segera melihat arloji mini yang melingkar di pergelangan tangannya. Pukul 21.30, Key telat ½ jam dan dia kena marah bunda karena melupakan pertemuan dan berkemungkinan akan gagal untuk yang kedua kalinya. Tidak! Key menggeleng pelan. Ia langsung memutuskan untuk tidak jadi memesan makanan dan Rofyan menatapnya kaget sekaligus penasaran.
Key menatap sekeliling.
Satu, posisi mereka sedikit beruntung dengan Rofyan yang agak tinggi dan besar tertutupi oleh dekorasi tanaman indoor yang banyak daunnya meskipun kecil-kecil. Dua, diliriknya meja pak Aldrian yang kini kosong dan malah berganti dengan dua sosok ibu-ibu rumpi yang salah satunya adalah bundanya tercinta.
"Rofyan, please! Gue ada perlu dan kamu mending pulang dulu aja ya?" ucap Key sedikit memohon.
"Kenapa? Aku -maksud aku, gue bisa temanin kamu, kamu kan datang sama aku -eh gue. Montor kamu di kantor." ucap Rofyan sedikit tidak rela dan tidak tega. Sebenarnya Key menangkap Rofyan sedikit lebih gentleman ketimbang temannya yang lain. Tapi, Key kini baru sadar bahwa ap yang dikatakan oleh croco tentang perasaan lebih Rofyan padanya benar-benar ada. Key tidak membuktikannya, tapi dia benar-benar merasa sadar.
"Gue traktir besok dikantor. Lo mending pulang." bujuk Key dan berhasil mengusir halus Rofyan yang kini pamit dengan ketidak relaan.
Key berjalan berjinjit-jinjit dan sebuah suara dari wanita membuat bulu kuduknya merinding.
"KEY!? SINI YA AMPUN, DITUNGGUIN DARI TADI."
Bundanya memanggilnya, dan leher Key berotasi menoleh ke meja mereka dengan sumpah serapah yang dia komat-kamitkan.
"Hai, Bunda."
.
.
.
.
Niat hati ingin makan ini semua. Huhuhuh
Follow 👤
Rate 📈
Like 👍
Favorite ❤️
Comment📝
__ADS_1
Tip (for author spirit!) 💰