Ken And Key

Ken And Key
Part 12 : Tak Ken Maka Tak Lani


__ADS_3

Orang bilang persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak bisa selamanya akan terus menjadi teman tanpa perasaan.


Ken tahu betul persoalan itu, malah pertama kalinya ia bertemu dengan adik kelas bertubuh mungil kecil namun bernyali besar, Ken sadar bahwa dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Namanya Lani. Semua orang mengenalnya sebab aksi kancil cantik itu membelanya di saat dia tengah terpuruk.


Key akan selalu jadi Lani. Lani yang tak jago matematika bahkan kerap kena damprat dari guru BK, apalagi kalau bukan karena tingkah nakalnya. Melompati pagar, memalaki balik kumpulan preman sekolah yang suka memalaki murid lain, berhutang pada kantin, dan juga membolos pelajaran yang tak disukainya.


Seberapapun menyebalkannya seorang Lani, Andro tetap memperlakukannya sebagaimana seorang guru dan seorang siswi seperti yang lainnya. Namun dibalik semua itu Ken sadar, Andro tetap menyayangi adik kecilnya itu dengan sengaja menyuruh Ken mengajari Key pelajaran matematika kelas sepuluh.


Ken dulunya adalah anak didik Andro untuk Olimpiade Sains Nasional dan juga matematika. Andro mempunyai alasan agar menyuruh Ken untuk mengajari adiknya belajar dan juga untuk menguasai kembali pelajaran matematika tingkat pertama. Selain itu Ken juga punya alasan untuk mengiyakannya, karena Ken ingin dekat dengan Lani. Ken ingin mengenal sosok Key.


"Pak Andro tau kalau saya suka dengan adik bapak?" tanya Ken yang waktu itu masih memakai seragam SMA terlebih dengan kacamata dan perut buncitnya.


"Kamu pikir kamu benar bertanya seperti itu?" tanya balik Andro membuat detak jantung Ken bertalu dan napasnya nyaris tersendat.


"Saya bingung, maksud bapak?"


"Tanya lagi pertanyaan itu. Posisikan saya sebagai Abang gadis yang kamu sukai, bukan bapakmu." ucap Andro sedikit mengandung humor, humor yang bahkan tak membuat bibir Ken terkedut untuk tersenyum. Jelas, Andro adalah sosok yang serius dibaik sikapnya yang santai.


"Bang Andro..." lirih Ken dengan suara bergetar.


"Ken, Keyhlani itu adik perempuan abang satu-satunya. Kamu terlalu pintar untuk tau seberapa liciknya dunia ini. Apalagi dengan tingkah pecicilannya yang saya nggak tau adakah obatnya."


"Saya nggak bisa percaya kamu dengan kamu yang masih pakai seragam seperti ini, dengan kamu yang masih suka kalah bertarung, dengan kamu yang masih nganterin Key pulang naik montor lalu pulang di rumah megah Wijayakusuma."


Keringat dingin Ken mulai membasahi keningnya. Andro memang bukan lawan bicara yang sepadan dengannya. Terlebih jarak usia mereka adalah enam tahun.


"Saya bahkan ragu, montor butut kamu itu milik kamu." Andro memecingkan matanya tajam.


"Pasti milik pembantu kamu."


Deg


"Pasti Key juga nggak tau, tau apa dia orang udah kesemsem sama kamu? dia cuma mikirin kamu iya kan?"


Ingin rasanya Ken meremas rambut kepalanya sekarang in


"Pasti Kamu juga bohongin Key."tandas Andro benar-benar membuat Ken hilang kemampuan untuk berbicara. Lidahnya kelu, diam membisu dan dia hanya bisa menatap Andro sambil memaku tak bergerak.


"Abang tau semuanya. Karena kekasih abang itu Algridea Keava Wijayakusuma, Kakak kamu."


...


Meeting pagi ini selesai dengan begitu cepat. Proyek game terbaru yang belakangan lalu menjadi momok kecemburuan oleh Key akan segera direalisasikan dan memasuki tahap pembuatannya. Pembuatan proyek game ini bahkan akan melibatkan 5 team Divisi IT, beberapa developer perusahaan dua negara, dan juga orang-orang dari perusahaan Jepang.


Ketika Key dan beserta beberapa orang keluar meninggalkan Mr. Yamamoto, Presdir, dan juga Pak Aldrian yang tengah bercakap bertiga di dalam ruangan.


"Lu nyesel asli." goda Rofyan menyenggolkan bahunya pada bahu Key yang tampak keruh wajahnya sejak keliar dari ruang meeting.


"Nyesel iya, banyakan marah sama pak Aldrian. Dia adalah pihak yang ingin kujambak untuk sekarang ini." gerutu Key.


"Lu nggak balik ke ruangan? Kenapa nunggu disini? Apa perlu gue temenin Key?"


"Gak, bentar lagi mau pergi sama Pak Al meeting keluar."


Rofyan tersenyum, "Berhubung gue punya dua tiket film, gimana kalo lo ikut?"


"Film apa?"


"Pocong 3."


Key tersenyum cerah seraya mengangguk saat Rofyan menyerahkan tiket nonton dari saku kemejanya. Perlu diketahui bahwa dia adalah penakut tapi suka film horor. Sensasi mendebarkan itu menjadi candu bagi Key, ketimbang Film romantis atau action.


Key menoleh pada Aldrian dan Rofyan mengangguk kemudian beberapa teman-temannya menyenggol bahunya sengaja.

__ADS_1


"Lo masih ada dempet sama dek Key?" ucap Armen menggoda.


"Sialan lo, usia lo bahkan lebih muda setahun sama Key." kesal Rofyan karema Armen meng'adek-adek'kan gadis pujaannya.


Kembali pada Key yang mendekat pada tiga orang laki-laki yang berdiri memberikan penghormatan setelah kepergian Mr Yamamoto dan beberapa orangnya. Aldrian tampak menyipit menatap Key bahkan sedari tadi ia mengawasi gadis itu termasuk interaksinya dengan Rofyan. Sial, bahkan senyumnya terlihat lebih cerah dengan pria lain.


"Perkenalkan saya Keyhlani Diana, Sekretaris Pak Aldrian." ucap Key sedikit menunduk membuat dua orang Pria berjas rapih di depannya tersenyum.


"Oh, saya pikir kamu pacarnya sedari tadi." pandangan pak Tyono mengarah pada Aldrian. "Hem... rupanya nurun juga." bisiknya.


"Papa bangga sama kamu." ucapan pria itu membuat Key sedikit melotot matanya.


Aldrian tampak tersenyum canggung apalagi ucapan itu didengar di hadapan banyak orang meskipun beberapa berlalu lalang dengan kesibukannya.


Mereka berpisah dan meninggalkan mereka berdua. Berakhirlah Aldrian dan Key berjalan menuju ruangan.


"Kenapa cengengesan?"


Key tersentak lalu mencibir, "Bapak Presdir bangga sama pak GM."


"Jangan ketawain saya, saya ***** baru ingat." tandas Aldrian meninggalkan Key yang terpaku didepan pintu. Aldrian kampret.


Hari berjalan malam dengan rasa letih dan lesu setelah sepanjang hari menjalankan pekerjaan wara-wiri. Dulu, Key merasa bahwa laki-laki disampingnya yang sedang menjalankan kemudi mobil yang membawa mereka sekarang adalah sosok yang sederhana dan mudah untuk diingat selalu. Saat Key membeli stok rotinya dimanapun itu ia mengingatnya, saat Key menatap sepasang remaja laki-laki dan perempuan sepulang sekolah berbonceng menggunakan sepeda montor ia akan selalu mengingat mereka.


"Pak Al kenapa sih selalu sukses bikin saya marah?" ucapnya memecah situasi.


"Saya nggak tau hal apa yang selalu bikin kamu marah." Aldrian menatap sepenuhnya padanya di lampu lalu lintas.


"Saya pikir kamu cuma berubah jadi kurus, berotot doang, ternyata berubah sepenuhnya." ucap Key lalu memejamkan mata karena kantuk yang mendera.


Mobil menarah memasuki basement rumah gedungnya. Berhenti ketika Wrangler hitam itu berjajar pada jejeran mobil-mobil lain yang berwarna serupa. Kawasan Kompleks yang mereka tinggali juga tergolong sepi karena banyak di huni orang-orang kelas elit yang gila kerja dan pulang ke rumah hanya untuk tidur dan beristirahat.


Aldrian menatap mata gadis itu yang terpejam. Cantik, bahkan jika bulu matanya yang lentik itu terpejam. Bibir yang penuh dan berwarna merah alami yang selalu di poles lipbalm cherry itu berhenti mengomel saat dia tertidur.


Gadis itu Key. Key yang bukan Lani. Key juga yang lebih dewasa pembawaannya ketimbang Lani si gadis SMA ceroboh yang biang ulah.


Cup


Aldrian meninggalkan sebuah kecupan di pipinya.


"Kenapa saya selalu sukses buat kamu marah, sebab kamu sukses mengombang-ambingkan hati saya, Key."


CROCO.DEALS CHAT ROOM GROUP


Jeanne Angelive :



Send picture


Welcome uncle-unty online... Sebastian Ekalano Alatas, Sergio Dwilano Alatas, Seanna Trilany Alatas.


Dimantoro Hard : Omegottt itu mereka akhirnya menetas🐣... Welcome world baby Croco next level.🐤🐤🐤


Jeanne Angelive : Pleawse deh Dimo, nama lo tetep ada hard-hard nya.. Iya, Btw anak gue bukan anak ayam astaga menetas. Tekotek-kotek dong


Gusti Kang Sadam : Dia kan kalo tiap hari ngeliat Riana tetep hard... Bund Angel happy baby born ya, ati-ati anak gadisnya bisa dicium lho sama buaya darat, banyakan hasrat, minim makanan yang berserat... Sembelit akhirnya 😂


Edgara Yu' na-ena : Salah saDamn, elu juga ikut jadi buaya gembrotnya.


Jeanne Angelive : Ini apalagi si Edgar tetep nggilani kayak kata si Lani.


Jeanne Angelive : Dimana Lani? Hoeee anak gadisku yang masih gadis.

__ADS_1


Irawan Ganggaraditya : Congrats mama Angel, hadiah dari kami menyusul.


Jeanne Angelive : Ini nih, wawan lebih manusiawan. Kenapa temen lo semua aneh namanya?


Dimantoro Hard : Bund, mending lihat atas ya bund... Ini grupnya apa? Kalo kandang buaya kepleset jadi pengajian bunda-bunda mohon maap. Ini grub krokodil buat bahas hal2 wajar sampe urusan ati ambyar.


Jeanne Angelive : Astagaaa, gue pengen ketawa tapi jahitan dibawah nyut-nyutan.


Jeanne Angelive : Crocodeal kampret.


Keyhlani Diana : Selamat kelahirannya baby Triplets. Btw Seanna mirip gue ya mbak? Duh terkesima diri ini. (Note : beberapa menit yang lalu sebelum Key ketiduran dicium Aldrian... Dese sempet bales)


Jeanne Angelive : Nama lo buat inspirasi ketika kepepet.


Jeanne Angelive : semoga ikut cantik kek onty Lani tapi nggak ikut jomblonya.


Dimantoro Hard : Kita tetap bersama meskipun Lani kini ada yang punya (nyanyi dengan balonku ada lima)


Edgara Yu'na-ena : Dimo otaknya agak membeku moon maap, tadi dia waktu pulang di halo Riana, eh ternyata Riana halo ke Pak Ardhan.


Gusti Kang Sadam : Malu bund sampe ke ubun-ubun. Maklum, belum 3 bulan. Kepalanya masih lunak.


Dimantoro Hard : njir lo anak babi!


Gusti Kang Sadam : Apa lu anak monyet?


Irawan Ganggaraditya : Aduh ini anak, sesama anak hewan nggak boleh musuhan. Kata Bu guru nggak boleh saling menghina.


Edgara Yu'na-ena : Key mana sih? Ini bocah bertiga kalo berantem semua kena. Gue doain triple S bund Angel ngga kayak Triple Shit Team Alpha.


Jeanne Angelive : Omg aku lupa kalau mereka bertiga marah selalu bikin notif ponsel jebol!


Adam, Dimo, dan Wawan mulai membanjiri chatroom dengan hal yang tidak penting bersambung seperti ular naga... Perang emoji, meme, voice note nyanyian yang mampu menulikan kuping.


Aldrian menatap ponsel Key yang telah ia buka tanpa seijin siempunya yang masih terlelap didalam mobil bersamanya. Notif ponselnya berbunyi seperti rentetan pertanyaan netijen tentang status jomblonya. Ini sudah pasti Key selalu memasang suara yang lumayan keras untuk notifikasi sebab Key dari dulu suka teledor dan lupa membuka ponsel. Sebentar Aldrian menekuri chatroom tersebut, ternyata selama ini Key tampak nyaman dan kebal bersama orang-orang dewasa yang aneh. Hingga ia terpikir dan bermaksud untuk berbuat jahil.


[Keylani Diana menambahkan Aldrian Wijayakusuma sebagai anggota]


Aldrian Keanuval : Key sedang tidur disebelah saya. KALIAN BERISIK!


Krik


Krik


Krik


[Aldrian Keanuval meninggalkan Grub]


Krik


Krik


Krik


Dimantoro Hard : (typing... Nggk jadi)


Dimantoro Hard : (typing... Nggk jadi)


Dimantoro Hard : (typing... Nggk jadi)


Gusti Kang Sadam : Gaess


Gusti Kang Sadam : Tadi itu apa?

__ADS_1


Edgara Yu'na-ena : **!* lo Damn, pak Al masih bisa baca dari hapenya Key


Dimantoro Hard : G-block lo!


__ADS_2