
Sonya Avelina, aktris sekaligus entrepreneur muda di bidang kecantikan dan skincare yang terkenal ini membuat geger satu kantor ketika keluar dari mobil bugatti miliknya dengan begitu elegan. Dia begitu menarik perhatian dengan setelan kasual tapi tetap bergaya. Resepsionis Lobby mengarahkannya ke lantai atas dimana Farham tengah menunggu untuk mempertemukannya dengan Aldrian.
Key masih terpaku dengan kedatangan sosok wanita itu penuh ketersimaan tanpa terlihat. Ia masih begitu tak terima jika Aldrian yang dulu culun sekarang jadi buaya. Terlepas dari apa yang dia dan pak GM itu lakukan semalam, ia hanya bisa menunduk sambil merapalkan kalimat-kalimat tenang lalu mengundurkan diri.
Sonya begitu gadis itu dikenal dari berbagai kalangan sebab salah satu produk skincare yang mengatasnamakan dirinya sebagai pendiri dalam pembuatannya viral karena aplikasi Tik tik dan e-commerce, berjalan penuh keanggunan menjinjing tas Hermes dan meletakkannya diatas meja Aldrian seperti tengah memparkirkan sebuah mobil di tangan kanannya begitu ia duduk di sofa penerimaan tamu didalam ruangan Aldrian. Dia bisa swag tapi tetap cantik nggak ketulung.
"Long time no see, Aldrian." ucapnya dengan kalimat sehalus sutera.
Pria itu bangkit dari kursi kebesarannya lantas mendekati Sonya dan menempelkan pipinya ke pipi gadis itu seperti jabatan ala orang luar sana. Ia melirik gadis itu.
"Nice to meet you, Sonya."
Keyhlani Diana
.
.
.
Key berjalan menghentak seakan hentakan kakinya bisa menghancurkan lantai paling atas gedung ini hingga basement. Ayolah, Key hanya tak bisa berpikir lurus. Dia membutuhkan air wastafel lantas mampir kedalam toilet umum wanita.
Ditengah gerakannnya membasuh wajah, perutnya terasa melilit. Benar jika perutnya memang tak cocok dengan makanan Italia yang mereka makan sembari bertemu dengan klien siang tadi. Dan benar mungkin Key juga tidak cocok dengan kalangan atas seperti... Pak Aldrian, sekelas Sonya Avelina pasti bolak-balik ke restoran mahal seperti itu untuk makan dengan porsi kecil seuprit tapi harus membayar dengan angka yang lumayan bikin bangkrut gaji karyawati sepertinya bila dilakukan setengah bulan. Ia memasuki bilik toilet bertepatan dengan trio kwek-kwek yang Key hafal itu adalah suara Reny yang melengking, dan suara Riana. Nasib Key harus terjebak ketimbang ia bertemu dengan antek-antek sekaligus Ratu sok cantek berujung membullynya dengan pertanyaan yang nggak masuk akal seputar lelaki.
"Lo denger belum dari Aranda resepsionis baru yang akhir-akhir ini jadi biang gosip."
Riana berdecih konsentrasi membenahi bulu matanya yang melakukan treatment eyelashes agar cetar seperti artis-artis diluar sana. "Aranda yang suka nyogok gue sama info-info soal Pak Aldrian datang pake baju apa terus mobilnya apa itu kan? Cewek yang nggak secantik gue?"
"i-iya itu yang gue nggak tau." canda Rara.
Ririn cekikikan, ia membuka tutup lipmatte miliknya dan lantas menggunakannya ke bibir, "Warna ini cocok buat lu deh Riana, sayang mahal."
"Gue mah mampu kali, kan ada sugar daddy." ucap Riana lalu tertawa renyah seperti kerupuk bubur ayam.
"uchhh nachkal."
"Gue lanjut nih, katanya Aranda tadi siang ada kehebohan. Si Key Sekretaris pak GM itu ternyata mantannya pak Aldrian." jelas Reny.
"APA?!"
"Tunggu, si Key sekretarisnya pak Aldrian ternyata mantannya sendiri gitu?"
"Yes, maksud saya begityu."
"APA?!"
Rara yang mengetahui hal ini lantas membulatkan mata hingga eyeliner yang ia pakai tidak sengaja mencolok matanya sendiri. Begitupun Riana, eyeslashes extension miliknya tercabut hingga lima helai, dan Ririn lipmatte miliknya tergores hingga ke pipi.
Riana menggeleng, "Tunggu dech, si Key-Key yang si cupu anak IT temennya semprul tiga itu?"
"Jangan lupakan satu Badak cula satu bernama Adam. Dia mantan si Reny soalnya."
"Dih najong!" seru Reny
"Yang tiba-tiba jadi sekretaris dadakan tanpa sebab? Duh ngenes sekali dia jadi kerja langsung sama mantan." tambah Rara.
"Gue juga lihat si Sonya Avelina datang ke kantor terus nanyain pak GM di lobby. Pasti mau ngedate tuh mereka. Nggak kebayang si Key lihat mantannya begituan sama gebetan barunya pula." tambah Ririn.
"Si Gina aja kemaren baru belanja juga papasan sama Maranda Cempaka juga jalan sama Pak Aldrian." jawil Reny pada teman-temannya.
"Cem-cemannya segambreng kualitas papan atas!"
"Duh jadi kacung mantan mah kalo mantan sekelas pak Aldrian wassalam nasibnya."
Reny mengangguk, "Ini infonya suer soalnya Aranda denger sendiri dari salah satu semprulnya itu. Katanya Key yang mutusin duluan pak Aldrian. Duh pasti nyesel nggak ketulungan kali ya kalo gue jadi si Key."
__ADS_1
Riana tersungging licik, baginya Key hanya seorang gadis cupu di divisi IT yang beruntung dikelilingi pria-pria tampan walau semprul kerap kali menggodanya dan ingin meminta nomor ponselnya apalagi itu si Dimo-dimosaurus itu gencar sekali, padahal Riana jual mahal amit-amitan eh si Dimo masih saja mengejarnya. Maklum, Dia kan cantik. Siapapun bahkan Kepala divisi pemasarannya pun yang tua bangka bau tanah tapi duit meruah-ruah itu juga kerap menggodanya.
"Sok banget ternyata si Key. Aldrian mah kebagusan sama dia." ucap Ririn.
"Mending sama gue." ujar Riana penuh percaya diri.
"Yaelah gue mah setara cantiknya sama Sonya Avelina, Ashintya Sharla, sama itu si uler keket dada rata yang kemarin-kemarin digandeng pak Aldrian itu, Callista Shirey." usai Riana mengatakan hal itu semuanya tertawa renyah bersama.
Key mendengar mereka masih berada dihadapan wastafel berjajar tiga dan juga kaca besar didinding. Biasa touch up dandanan menor lama banget. Ya kali kalau Key mah, lipstik luntur karena makan gorengan pinggir jalan mah nggak masalah, justru minyaknya bikin bibir Key seperti memakai lipgloss. The power of jelantah (jelek, alay, antah berantah). Key heran dengan berita secuil itu bisa kesebar hingga satu kantor bahkan hanya dalam beberapa jam saja. Masalahnya hanya satu, dengan si mbak-mbak 'Rrrr' (Riana,Rara,Reny,Ririn) masih disana, Key justru semakin terjebak di bilik kloset lebih lama ketimbang kegab dan di bully brutal. Key lebih suka disindir dibelakang ketimbang secara langsung. Baginya cowok mah kalau nggak suka sama temennya itu lebih kalem, ketimbang cewek... Bisa habis dia diamuk karena para wanita itu brutal termasuk dirinya sendiri sih. Nggak hanya disindir percaya tau tidak pasti nanti dia diguyur air sabun, mana dia sudah kehabisan pakaian ganti lagi.
"Tuh kan? Tau aja Aldrian itu lepehanku." ucap Key lirih sembari menguping.
Setelah beberapa menit berlalu, di empat R itu meninggalkan toilet. Lantas Key langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan keluar menuju tempat mejanya berada. Rofyan menunggu disana sembari duduk dikursinya, bercakap-cakap dengan Farham yang tampak lebih relaks sebab pembukuan dan jadwal General Manager sudah terselesaikan.
"Lo kenapa kusut kayak jeruk limau abis diperes gitu?" tanya Rofyan. Mereka berdua menatap pada Key yang bukannya segar habis cuci muka di toilet justru sangat kusut. "Asem banget itu muka."
"Mbak Key kurang enak badan kali mas Pian." ucap Farham sedikit mengandung nada kasihan. "Kemaren pulang kemaleman lemburnya."
Rofyan menatap lekat Key dan berdiri memegang kedua bahunya, tak mengindahkan perkataan si Farham, "Lo sakit? Kalo sakit ayo ke klinik seberang aja. Duh lo pasti salah makan atau nggak makan siang jangan-jangan."
Dilihatnya wajah Rofyan yang sarat akan kekhawatiran.
"Nih minum dulu air mineralnya." Pria itu menggeser botol yang menjadi momok yang mengingatkan Key pada apa yang telah terjadi tadi malam, namun ia kembali menggeleng mengenyahkan pikiran itu dan menerimanya.
Key menggeleng pelan, "Lo nggak tau kalau nyawa gue habis diujung tanduk. BTW, Thanks Pian airnya."
Alis Rofyan berkedut, "Lo lagi main Mobile legend kayak Calvin adek lo di kantor?"
"Nggak, gila aja gue punya waktu buat nge-war." Key berkilah sambil menggeser kursi tanpa sandaran untuk Rofyan duduk, sementara ia menduduki kursinya sendiri. "Btw gimana projek game? Gue masih iri tapi nggak papa, selagi ada lo Pian, gue asih bisa dapat bocoran kan?"
Rofyan tertawa pelan. Niat hati ingin langsung mengecup pipi Key karena gemas, sayang ada Farham diantara mereka jadi dia enggan. "Okey tenang aja. By the way gue kesini awalnya mau ngasih ini tiket Pocong 3 janji gue. Lusa sore sih tapi, gue tebeng ya pulang kerja."
Key mengangguk, lantas pandangan mereka bertiga teralih pada pintu ruangan GM yang terbuka bersamaan dengan sosok Pak Aldrian dan Sonya yang tampat menggamit mesra lengan kekar itu.
Key hanya menatap lengan Aldrian yang terbungkus kemeja putih tanpa brazer, duh itu dulu tempatnya menempel jaman SMA sekarang giliran ada wanita lain yang nempel disana, dirinya kok jadi sedikit tidak rela ya?
"Lha pak?" potong Farham bingung.
"Saya pakai mobil Sonya. Farham, hati-hati waktu nyetir." ucap Aldrian melemparkan kunci Lamborghininya dan bergegas pergi sebelum mendapatkan respon baik dari Farham ataupun darinya.
.
.
.
How you like that?
How you like that, t-that t-that t-thatt-that t-that t-that
Entah kenapa lagu Blackpink yang energic itu terdengar mellow di telinga Key. Ia dan Farham membelah jalanan ibu kota di pukul 18.35 begitu jam operasional perusahaan selesai pada pukul 18.00.
Tidak ada lembur hari ini, justru Bos mereka lah yang mungkin bakal lembur sama si Sonya wanita cantik itu bikin dedek bayi di gedung hotel sebelah... Duh Key jadi suudzon. Farham masih tersenyum bahagia dengan semangat empat lima sebab berkesempatan menyetir mobil puluhan milyaran itu.
"Lo segitu senengnya ya, ham?" tanya Key iseng.
"Nyetir mobil gini kesempatannya nggak datang sering-sering mbak, malah berkat saya kerja sama mas bos bisa tau dan ngerasain naik mobil-mobil mewah." jelasnya. Mereka memutuskan untuk mampir kesalah satu drive thru makanan cepat saji sebab Lila mengidamkan salah satu ice cream oreo dari sana, burger, dan cemilan lain.
Menurut cerita Farham, dia bekerja untuk pak Aldrian lebih dari tiga tahunan. Memang bukan hanya di WJ Technology, bahkan sebelum Pak Aldrian menjadi GM si Farham sudah merangkap menjadi Sekretaris dan PA sekaligus di Jreal sebuah perusahaan Real Estate yang merambah ke sektor pariwisata dengan hotel bintang limanya di beberapa pulau di Indonesia. Sebelumnya pak Aldrian memang lebih suka bekerja sendiri namun kemudian ia merekrut Farham di kantor lama selama dua setengah tahun, dan setengah tahun ketika ia menjadi GM di WJ tech. Ia ikut pindah pak Aldrian dan mungkin juga pindah hidup karena Farham dan Lila juga serumah bersama dengan bosnya. Setidaknya Farham sudah memgenal betul dengan atasannya yang baik hati itu.
"Saya senengnya kayak anak-anak panti yang diijinkan pak Aldrian naik mobilnya beberapa bulan yang lalu."
"Anak panti?" pancing Key sedikit tertarik dan penasaran.
"Pak Aldrian punya kebiasaan mengunjungi panti dimana dia jadi salah satu donatur tetap disana. Tiap dua bulan sekali, tapi wajib kalau tanggal 20 Agustus mah. Sekalian buat ngerayain-"
"Ulang tahunnya kan?" sambung Key.
__ADS_1
Farham sedikit terkejut tapi ia mengangguk kepala.
"20 Agustus Happy Birthday. Makasih Ken, semoga jangan tambah gendut. Kasihan ibu lo kalau makanmu kebanyakan." canda Key sembari menyenggol lemak perutnya dengan sikut.
Ken hanya tertawa sampai kacamatanya turun dari hidungnya. "Makan gue larinya ke otak juga sih, jadi pinter."
"Iya yang paling pinter, canda goblok hehehe." kekeh Key kemudian duduk di pinggir tembok pembatas rooftop yang sedikit rawan. Justru Key terlampau berani, siswi-siswi lain mah mana mau naik ke rooftop yang panas. Mereka takut kulitnya terbakar, beda dengan Key yang tak mengeluh meski kulitnya setelah kena panas matahari jadi merah-merah.
"Ikut gue yuk?" ajak Ken.
"Kemana?"
"Beli jajan buat dibagiin anak-anak di sana." tunjuk Ken kearah beberapa anak jalanan yang sedang memulung dan mengemis.
Tring tring tring
Suara ponsel Key memecahkan kenangan flashback masa lalunya dengan Ken. Ia mendapati Bunda pada ID caller yang meneleponnya.
"Halo?"
"Halo-halo kayak Bandung aja padahal Jakarta. Waalaikum salam." ujar Bunda tampak seperti biasa. Jujur key sedikit merindukan Ibunya, sedikitnya lagi alhamdulillah tidak ada yang memarahinya jika ia bermalas-malasan.
"Hehehe, Assalamualaikum, bunda ada apa?" tanya Key tampak lebih lembut agar marah ibunya tidak berbuntut panjang.
"Ketemuan lagi yuk sama anaknya tante Ermala?"
Astaga masih berlanjut ini perjodohan ternyata saudara-saudara. Key bahkan lupa siapa nama anak sosialita teman bundanya itu. Tian, Bian, atau Gian. Entahlah. Key masih sebal karena ia menunggu selama berjam-jam di kafe yang menunya seuprit dan tidak tersedia makanan berat. Perut key mana bisa diganjel croisant saja kala itu.
"Nggak deh, Bun. Key udah males. Biar jodoh datang sendiri aja, nggak usah dijemput. Key masih mau fokus kerja, lumayan sih jadi asistennya Pak Aldrian gajinya naik satu setengah hehehe." Eles Key tertawa padahal garing.
"Ini perjodohan yang terakhir. Entah kenapa bunda punya firasat bahwa ini akan berhasil." ucap bunda penuh harap diseberang membuat Key sedikit menurunkan ego untuk menentang perjodohan ini.
"Baiklah. Kapan?" tanya Key sembari menghembuskan napasnya.
"Kata tante Ermala besok Rabu jam makan malam. Kamu nggak lemburkan? Usahain dong nak, ya nak? Oke! Bunda tunggu kabar baiknya." berondong Bunda dengan cepat seperti seorang Rapper.
"A-ap-"
Tut.
Key mendengus kesal. Kalau saja yang nelepon bukan Bundanya alias orang yang berjasa mengandung dan membesarkannya, sudah Key reject panggilannya sebelum dia jawab.
Farham bahkan ketakutan melirik kearahnya. Ditengah kemacetan yang tidak terlalu panjang sebelum tikungan menuju gerbang Kompleks elit mereka, Key membuka bungkus burger dan memakannya guna meredamkan emosi yang melalang buwana sampai ke ubun kepala.
PENAMPAKAN FARHAM ALAMSYAH ~kadang bisa kelihatan galak, padahal dia minim ekspresi dan canggung jadi orang. Tapi masih bisa hamilin Lilacna, istrinya. Tergolong suami sayang istri (bukan takut istri) ini mah.
RARA, RIRIN, RENY.
Dari Kiri guys,
Raranda Faharaya, Ririn Indhirtie, Reny Deynery mereka satu geng (sebenernya minus Riana). Mereka sama Riana juga terpaksa soalnya hukum rimbanya WJ tech, secara Riana lebih senior dan banyak penggemarnya (siapa yang nggak mau temenan sama dia bakal dimusuhin).
BTW, BUAT TOKOH RIANA KALIAN COBA CARI SENDIRI YA? DAYANA DEMI-DEMIT JUGA NGGA PAPA ASAL YANG BIKIN KALIAN ILFEEL AJA... WKWKWKWK. CANDA DEMIT
Follow ๐ค
Rate ๐
Like ๐
Favorite โค๏ธ
Comment๐
Tip (for author spirit!) ๐ฐ
__ADS_1