Kepentok Cinta Mas Duda

Kepentok Cinta Mas Duda
Rencana Perjodohan


__ADS_3

"Inara dimana ma?" Tanya papa.


"Di kamar pa, dari pagi belum keluar kamar"


"Dia ngga kuliah emang?"


"Libur katanya" Papa mengangguk paham.


Tadi sore papa bertemu dengan sahabat yang kebetulan juga kolega bisnis, nama nya Bramantyo. Papa dan Bram sudah bersahabat sejak kuliah dulu, dan saat meeting tidak sengaja bertemu. Ternyata Bram pemilik salah satu perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan papa.


Bram bertanya ke papa bagaimana kabar keluarga dan perusahaan, lalu Bram tidak sengaja berbicara tentang anak mereka dan soal jodoh. Kemudian Bram berinisiatif untuk menjodohkan putranya dengan Inara.


"Mama sih terserah papa aja, dari pada Inara sama duda anak satu itu" ucap mama.


"Ya papa sih mau nya begitu, tapi kan kita ngga bisa juga memaksakan kehendak, papa takut Inara nekat"


Papa memang tidak suka jika Inara menjalin hubungan dengan Kalangga, dan jika perjodohan itu sampai terjadi, apakah Inara mau begitu saja?.


"Ngga akan pa, Inara ngga akan berbuat macam-macam, percaya deh sama mama, dia kan tipe anak yang penurut" ucap mama sangat yakin.


"Ya bagus lah kalo Inara tidak menolak, biar papa dan Bram jadi besan, kalo begitu lusa papa akan undang Bram untuk makan malam disini bersama keluarganya"


mama tersenyum senang, ia sudah sangat yakin jika Inara tidak akan menolak. Tapi kan yang nama nya hati dan perasaan tidak bisa di paksakan, mau dia tua atau pun muda, jika sudah menyangkut hati tidak akan jadi masalah.

__ADS_1


*


Pagi ini Inara sudah bersiap dengan pakaian casual nya, ia hari ini ada kuliah pagi dan beberapa kegiatan bersama teman-teman kampus nya.


"Selamat pagi ma" sapa Inara sambil tersenyum paksa.


"Selamat pagi sayang, sarapan dulu nak"


"Nanti aja di kampus ma, aku udah telat, bye ma" Inara langsung keluar setelah mengecup pipi mama sekilas.


Hari ini ia di antar oleh supir yang sengaja di pekerjakan untuk antar jemput Inara ke kampus. Papa pasti sengaja melakukan hal ini, ya kalian tau sendiri lah bagaimana posesif nya papa dan mama ku, huuuhhhh.


"pak, pulang nya ngga usah di jemput ya, saya ada kegiatan belajar di luar" ucap Inara sebelum turun dari mobil.


"Maaf non ngga bisa, saya di perintahkan bapak untuk antar jemput non ke kampus, jadi saya tunggu non Inara sampai selesai saja"


"Ngga apa-apa non, saya siap tunggu non sampai selesai"


"Ya udah terserah bapak aja"


Inara masuk ke kelas dengan kesal, sebab ia jadi tidak bebas bergerak untuk melakukan hal apapun. Tapi, ya sudahlah nanti juga papa nya akan bosan sendiri.


✉ Mas Kalangga

__ADS_1


(Sayang, kamu kuliah hari ini?)


✉ Inara ♡


(iya mas, ini bentar lagi dosen nya dateng)


✉ Mas Kalangga


(Semangat ya, jangan banyak pikiran ya, nanti mas akan cari solusi terbaik buat hubungan kita, i love you ♡)


✉ Inara ♡


(Mas juga semangat kerja nya, love you to)


hampir dua setengah jam Inara mendengarkan materi yang di berikan dosen. Tinggal satu mata kuliah lagi, dan Inara memilih memejamkan matanya, melipat kedua tangan nya di atas meja lalu menyandarkan kepala nya di atas tangan.


"Ra, lo ngga ke kantin?" Tanya Mala.


"Ngga la, males gue pengen tidur aja, nanti kalo dosen dateng bangunin gue ya"


"Lo sakit ya ra, kok pucet gitu sih, balik aja gih" ucap Mala khawatir saat melihat wajah lemah Inara.


"gue ngga kenapa-napa, cuma pusing karna kurang tidur aja"

__ADS_1


"lo serius ra, gue beliin makanan ya di kantin"


"gue serius, udah ngga usah repot-repot" Mala mengangguk pasrah.


__ADS_2