Kepentok Cinta Mas Duda

Kepentok Cinta Mas Duda
Saling merindu


__ADS_3

Menatap langit malam yang di hiasi oleh sinar bulan dan hamparan bintang yang berkilauan, semilir angin malam ini sangat sejuk menerpa wajah tampan milik Kalangga, yang sedang bimbang ragu memikirkan kekasih hati nya, Inara.


Duduk di balkon sambil menikmati segelas kopi dan sebatang rokok. Sudah tiga hari sejak pulang dari berlibur di pantai, ia dan Inara masih belum memulai komunikasi lagi.


Apakah Kalangga terlalu egois jika bersikap seperti ini? harusnya ia menyadari satu hal bahwa yang memulai hubungan ini adalah diri nya, dan walaupun duga nya benar, seharusnya ia lebih dewasa dan bisa mengerti dengan keadaan yang saat ini Inara alami.


Soal restu dari kedua orangtua Inara harus segera ia perjuangan kan jika memang benar ia mencintai nya. Jangan malah seperti ABG yang baru mengenal cinta. Apalagi Inara belum pernah sama sekali berhubungan (pacaran) dengan laki-laki, di tambah status duda yang di sandang oleh nya, harus nya Kalangga lebih sadar diri.


'Apa aku hubungin duluan aja kali ya, kalo aku samperin ke rumahnya pasti aku langsung di usir oleh security' gumam Kalangga.


✉ Mas Kalangga


(Sayang, Mas kangen pengen ketemu)


Lama sekali Kalangga menunggu balasan tapi tak kunjung ada, hampir setengah jam ia menunggu. Baru saja ia ingin melempar ponsel nya ke atas kasur, suara notifikasi pesan masuk berbunyi.


✉ Inara ♡


(Aku di depan rumah mu mas)


Kalangga mengintip sedikit dari jendela kamarnya, benar saja di depan gerbang sudah terparkir mobil sedan berwarna hitam. Dengan kecepatan super, ia segera keluar menghampiri Inara.


"Aku kangen mas" lirih Inara, terdengar begitu pilu dari suaranya.

__ADS_1


Kalangga langsung memanggil security yang sedang berjaga dirumahnya untuk membawa masuk mobil Inara kedalam. Sedangkan Inara langsung di bawa masuk ke dalam rumah oleh Kalangga.


"Maafin mas ya sayang" ucapnya sendu, di rengkuh nya tubuh Inara lalu di peluk sangat erat.


"Aku sayang sama mas, aku juga sayang sama mama" Kalangga yang paham akan arah pembicaraan Inara pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas akan berusaha semampu mas, mas juga sayang sama kamu, apapun akan mas lakukan demi kamu" Inara menangis di pelukan Kalangga.


"Tuan, ini minuman nya" ucap bi Lastri, mereka berdua pun melepaskan pelukan nya.


"Iya bi terima kasih, bibi langsung istirahat aja" ucap Kalangga dan bi Lastri sangat paham apa maksud dari ucapan tuan nya.


"Mama sama papa tau kalo kamu kesini?" Tanya Kalangga.


"Aku dateng secara resmi ya ke rumah, aku mau usahain dulu buat dapet restu orangtua kamu, soal di terima atau tidak nanti kita pikirkan lagi"


"Jangan mas, aku takut kalo sampe papa marah, nanti kamu malah ngga di bolehin buat ketemu aku sama sekali"


Inara ragu dengan usul Kalangga, sebab ia sangat tau bagaimana karakter sang mama yang sangat keras kepala. Ia takut jika Kalangga akan sakit hati dengan ucapan mama dan malah memilih mundur.


"Sayang, percaya deh sama mas, mas yakin bisa luluhin keras nya hati mama kamu, hm...." Inara tampak berpikir kemudian mengangguk.


"Apa aku minta bantuan abang aja ya mas" usul Inara.

__ADS_1


"Jangan dulu, Mas akan berusaha semaksimal mungkin buat dapatkan restu mama dan papa, serta semua keluarga kamu jika perlu" Inara tersenyum menanggapi ucapan tulus Kalangga.


"Sayang, boleh ngga mas cium kamu?" pinta nya sangat manja.


"kemaren aja langsung nyosor, kenapa sekarang harus izin segala"


"Ya kan kalo sampe kamu marah lagi ngga lucu sayang"


Kalangga mendekatkan bibirnya .... cup. Awalnya hanya ciuman biasa tapi lama-lama ciuman mereka semakin intens. Kalangga mendorong pelan tubuh Inara agar bersandar di kepala sofa yang mereka duduki.


Setelah beberapa saat Kalangga melepaskan pagutan nya, mengusap bibir seksi Inara dari sisa-sisa air liur mereka berdua.


"sayang, ini nya di buka ya?" ucap Kalangga dengan tatapan mendamba.


"tapi mas..." jawab Inara ragu.


"Cuma ini aja kok, mas janji ngga sampe ke sana" Inara yang awalnya ragu pun mengangguk.


Tiga kancing baju berhasil di lepas, menarik sedikit penghalang nya kebawah. Melihat pemandangan terindah di depan mata nya, sungguh menggiurkan.


slurppp....terdengar dari suara nya pun, pasti dapat di pastikan Kalangga sangat menikmati nya. Inara menutup mulutnya dengan tangan, takut ia kelepasan mendesah.


'Ternyata rasanya sangat nikmat, aku menyukai nya' gumam Inara dalam hati, rasa penasaran nya pun sudah terbayarkan.

__ADS_1


__ADS_2