
Malam ini keluarga besar Kalangga sudah berkumpul di rumahnya, ikut membantu untuk persiapan barang bawaan besok. Bramantyo, Farida, dan Alvin sudah menginap dari dua hari yang lalu, maklumlah mereka hanya dua bersaudara, sempat tinggal di rumah kakek dan nenek nya, saat orangtua mereka kecelakaan pesawat. Tapi setelah beranjak dewasa, mereka berdua kembali tinggal di rumah milik orangtua nya.
Canda dan tawa terdengar begitu riuh memenuhi sudut rumah Kalangga, apalagi saat ini Kalangga sedang menjadi pusat candaan para saudaranya.
"Bisa-bisanya kamu nikahin anak perawan ngga, pesona apa sih yang kamu punya, sampe Inara klepek klepek sama kamu" Ucap Bram meledek adik nya yang sudah hampir kepala lima.
"Jangan gitu lah mas, kesan nya aku pake ilmu pelet"
Suara tawa seketika bergema, memang jika orang yang tidak tau seperti apa jalan ceritanya, pasti mengira Kalangga menggunakan ilmu pelet.
"Tapi bener juga tuh ngga kata mas mu, jangan-jangan kamu beneran pake ilmu pelet, Alvin yang masih muda aja di tolak sama Inara" ucap Farida menimpali.
"Duh mbak mah nambah nambahin aja, nanti dikiranya aku beneran pelet Inara lagi, mana ada aku begitu, Inara tuh nyari nya yang berpengalaman mbak, mas"
"Huss ... kamu ini kalo ngomong ngga tau tempat, itu lho ada anak mu disini, di dengernya ngga enak" geurutu Bram sambil memukul pelan bahu Kalangga.
"Aku ngomongin fakta lho mas, Kalea juga paham kok, kan biar cepet dapet adik ya nak?"
"Om Kala ih ngomong nya, di filter dikit napa om ada anak-anakdi bawah umur disini" Alvin yang gemas pun menimpali.
"Om kamu kelamaan duda sih vin, jadi begitu dia, udah ngebet banget itu pengen buru-buru kawin" jawab Farida.
"Ya iya lah mbak, aku udah puasa terlalu lama ini"
"Ck ... ini duda lama-lama ngomong nya makin ngelantur, mending kamu istirahat sana, pusing mas dengerin kamu" Ucap Bram gregetan.
"Bentarlah mas, masih pengen ngobrol ini aku nya, kita jarang-jarang juga kumpul bareng begini"
"Pa, besok aku bawa baju ganti juga ngga?" Tanya Kalea mendekat.
__ADS_1
"Baju ganti buat apa?" Tanya Kalangga bingung.
"Ya kan besok aku mau tidur dirumah kak Inara juga, masa papa doang sih, curang"
"Tidur sama om Satria, mau kamu?" Kalea menggelengkan kepalanya.
"Tidur bareng papa sama ka Inara lah, masa tidur sama om Satria sih"
'Haduh dek, kalo kamu ikut tidur bareng papa sama Inara, bisa gagal dong papa buka puasa' gumam Kalangga dalam hati.
"Dek, kamu ikut pulang sama bu'le aja, kita masih nginep disini ko temenin kamu" Ucap Farida.
"Iya dek, besoknya setelah acara juga papa pulang kok"
"Bener ya pa, sama kak Inara juga di ajak ya pa"
"Ya pasti di ajak lah sayang, kan setelah menikah kak Inara jadi istri dan bunda kamu"
Semua mata yang melihat Kalea pasti akan merasa bahagia, anak perempuan yang selalu di telantarkan oleh ibu nya. Anak perempuan yang tidak pernah banyak menuntut apa-apa dari kedua orangtua nya. Anak perempuan yang selalu bersikap manis kepada siapapun. Sekarang dia akan menemukan sosok pengganti ibu nya, semoga Inara bisa menyayangi Kalea dengan sangat tulus.
Tangisan hanya mengacaukan segalanya, tapi senyuman membuat mereka yakin aku tegar. Setiap anak ingin keluarga yang sempurna, tapi tidak semua anak memilikinya. Terkadang aku sedih ketika ada orang yang menceritakan kebahagiaan suasana keluarganya. Mungkin aku iri.
Terkadang aku merasa iri ketika melihat orang lain dapat bahagia bersama keluarganya, sementara aku hanya bisa tersenyum pada saat hati ini terluka.
Lucu rasanya ketika ikatan darah itu tak lagi memiliki arti, jika nyatanya bersama orang asing jauh terasa lebih aman dan menyenangkan hati. Dan jangan pernah berpikir untuk berpisah saat kalian sudah punya anak, setuju atau tidak si anak, dia tetap sakit hati. Sebelum seseorang menghancurkan hatimu, kamu sudah dihancurkan oleh orang tuamu. Ketika kamu ingin menyerah, ingatlah seberapa lama kamu berjuang, bertahan, dan melewati segalanya.
"Mas sangat bersyukur akhirnya kamu bisa menemukan pendamping yang bisa menerima kamu dan Kalea, Inara wanita yang baik, mas tau waktu dia masih remaja dia seperti apa, di tambah juga dia dari keluarga yang baik-baik, maka nya mas sempet mau jodohin dia sama Alvin"
"Dan mas harap kamu jangan tersinggung atau pun merasa sakit hati dengan sikap orangtua Inara sama kamu, sebab Inara anak dan cucu perempuan satu-satunya di Keluarga Gunawan"
__ADS_1
"Kamu beruntung Kalangga, jaga dia dengan sepenuh hati, jangan sampai kegagalan terjadi untuk kedua kalinya"
"Aku juga mau ini jadi pernikahan terakhir aku mas, kali ini akan ku jaga keluarga ku agar tetap utuh"
"Kamu nganguk ngangguk aja vin, besok bawa pacar kamu ke pernikahan om ya" Alvin melirik Bram sekilas.
"Ajak vin, papa juga pengen kenal, siapa tuh namanya papa lupa" ucap Bram, dan seketika Alvin gugup.
"Da-ra pa namanya, papa serius mau kenalan sama Dara?" Tanya Alvin meyakinkan.
"Serius vin, soal mama kamu tenang aja, nanti coba papa bantu buat bujuk mama"
"Makasih ya pa udah mau bantuin aku, makasih juga udah kasih kesempatan"
"Sama-sama vin, kalo kamu sama Dara emang jodoh, papa sama mama bisa apa"
"Roman roman nya ada yang mau lamaran juga nih setelah om nikahan hahaha"
"Amin, semoga hati mama di lembutkan ya om"
"Amiiinnnn....."
Di malam yang sepi, Kala ku duduk sendiri.
Bercakap-cakap dengan pikiran, membuka lembar kenangan. Betapa aku rindu kepada kasih sayang ibu, yang tak pernah bisa tergantikan. Hanya airmata yang menetes, sebagai tanda ketulusan cinta. Aku mulai mengerti, keluarga adalah sesuatunya penuh arti.
Aku melihat sebuah cinta yang paling tulus di dalam hidup ini, adalah cinta seorang ibu kepada anak-anak nya. Dia berani berkorban, berani bertarung demi dengan kehidupan. Hanya untuk memastikan anak-anak hidup dalam kebahagiaan. Cintanya terus mengalir berhari-hari tanpa bertepi. Sebuah cinta yang dapat meruntuhkan dan menghancurkan keras nya batu karang.
'Ayah, ibu, besok anak mu akan menikah dengan seorang perempuan pilihan nya, tolong restui kami agar kami bisa menjaga keluarga ini agar tetap utuh' Kalangga.
__ADS_1
'Hallo bunda Inara, selamat datang di keluarga yang hampir hancur ini, semoga hadir mu membuat kami utuh kembali, sayangi aku ya bunda, walaupun aku bukan anak yang lahir dari rahim mu' Kalea.