Kepentok Cinta Mas Duda

Kepentok Cinta Mas Duda
Ternyata dia ...


__ADS_3

Pagi ini Inara sedang tidak kuliah, dosen nya tidak bisa hadir dan hanya memberi tugas lewat email saja. Baru saja ingin bermalas-malasan suara mama di balik pintu terdengar begitu nyaring.


"Inara bangun, kamu di suruh ke kantor sama papa, abang juga nanti siang pulang tapi dia langsung ke kantor" teriak mama.


"Iya mama, ngga usah teriak-teriak juga kali" jawab Inara setelah membuka pintu.


"Kamu ini kalo ngga di teriakin pasti tidur lagi"


"Nanti sorean aja aku kesana nya, aku mau ngerjain tugas dulu"


"Jangan terlalu sore, nanti papa kamu marah-marah lagi, pusing mama denger nya" keluh mama.


"Iya iya, aku ngebut deh ngerjain nya"


Sekitar pukul 2 siang Inara sampai di kantor, ia sampai setelah Satria. Tapi Satria langsung masuk ke ruangan meeting menyusul sang papa yang sudah berada disana.


"Mbak yani, papa sama bang Satria masih lama ngga meeting nya" tanya Inara ke sekretaris papa nya.


"Sebentar lagi selesai kok, mbak Inara silahkan tunggu di ruangan bapak atau pak satria saja"


"Aku nunggu di ruangan abang aja deh" sebab di ruangan satria ada kamar khusus untuk beristirahat.


"Mau minum apa mbak? Nanti saya bawain ke ruangan"


"Teh manis hangat aja mbak, nanti taro di meja aja ya, aku mau ngerjain tugas di kamar abang


"Siap mbak Inara" Yani mengacungkan jempol nya.


Satria dan rekan nya menghampiri Yani setelah meeting, minta di Bawakan minuman dan camilan keruangan nya. Mereka berdua masuk keruang kerja Satria, Satria dan rekan nya adalah sahabat semasa kuliah walaupun usianya jauh berbeda, saat itu rekan nya sedang melanjutkan study s2 nya sedangkan satria baru masuk kuliah.

__ADS_1


"Udah lama sekali ya kita ngga ketemu" ucap Satria.


"Terakhir itu sebelum lo pergi keluar kota kan bro" walaupun usia mereka berbeda tapi mereka seperti seumuran.


"Lumayan lama juga ya, masih betah menduda aja nih" ledek Satria sambil terkekeh.


"Belum nemu yang pas aja bro, eh-tapi kemaren gue ketemu sama cewek yang nolongin anak gue, ngga tau kenapa gue langsung ada rasa tertarik aja, aneh juga sih" ucapnya antusias.


"Ya bagus dong, berarti lo normal"


"Emang selama ini gue ngga normal, gila lo" Satria terkekeh.


Ceklek! Inara keluar dari kamar karna mendengar suara tertawa dari luar, karna penasaran ia pun keluar dari kamar.


"Abangggggg......" teriak Inara kegirangan.


"Lho kok kamu ada disini" Satria berdiri dan menyambut hangat pelukan adik perempuan kesayangan nya.


"Maaf ya adik abang yang cantik, sekarang abang stay disini kok, paling ke sana satu bulan sekali"


"Yeeee akhirnya ada yang bantuin aku ngerjain tugas lagi hehe" Inara melompat kegirangan, selama ini hanya Satria yang menjadi tempat Ia bersandar dan meminta pertolongan.


"Kenalin nih sahabat sekaligus rekan bisnis abang, nama nya Kalangga" mereka berdua bersalaman kemudian saling tersenyum.


"Hai Inara, kita ketemu lagi disini, ternyata kamu adik nya Satria"


"Ah i..iya pak, senang bertemu kembali dengan bapak"


"Kamu kenal dek?" Tanya satria.

__ADS_1


"Kenal bang, jadi aku pernah nolongin putrinya pak Kalangga" jelas Inara.


"Oohhhhhhh..." ucap Satria penuh arti sambil menahan tawa kemudian melirik ke arah Kalangga.


"Papa dimana bang?"


"Papa di ruangan nya, kamu mau kesana?"


"Iya, males banget aku, pasti disuruh belajar bisnis lagi"


"Eh ngga boleh gitu, udah sana samperin dulu nanti ngamuk baru tau rasa kamu"


"Ck, ya udah aku kesana dulu, saya permisi duluan ya pak, mari" pamit Inara.


Setelah suara pintu tertutup barulah Satria tertawa puas, ternyata wanita yang di bicarakan oleh sahabatnya adalah adik nya sendiri.


"Dia beneran adik lo sat, ngga percaya gue" ucap Kalangga masih tak percaya.


"Ya menurut lo, jadi yang lo ceritain barusan itu Inara?" Tanya Satria memastikan.


"Iya bro, kebetulan banget dong ya, bisalah jalur orang dalem"


"Tak semudah itu brother, dia masih kuliah bro, ingat itu"


"Ya ngga masalah, gue juga ngga melarang dia buat kuliah kok" jawab Kalangga penuh percaya diri.


"Silahkan aja bro, gue mah orang nya santai, kalo Inara nya mau ngga jadi masalah. Tapi yang jadi masalah adalah apakah lo siap menghadapi papa sama mama gue"


"Nah itu tantangan sesungguhnya, gue siap apapun rintangan nya, asalkan lo dukung gue sepenuhnya"

__ADS_1


"Gue sih siap aja, tapi apa nih imbalan nya" tantang Satria bercanda.


"Wah gila lo sat, matre itu sih nama nya" Satria tertawa puas saat melihat wajah panik Kalangga.


__ADS_2