Kepentok Cinta Mas Duda

Kepentok Cinta Mas Duda
Pencuri


__ADS_3

✉ 08XX


(Selamat malam Inara, ini aku Kalangga)


✉ Inara


(Selamat malam mas, iya aku save ya mas)


✉ Mas Kalangga


(Jadi ke pantai? Kan kamu sudah selesai ujian)


✉ Inara


(Ngga tau nih, abang sok sibuk banget sampe ngga mau aku ajakain)


✉ Mas Kalangga


(Sama mas aja, nanti mas ajak Kalea sekalian)


✉ Inara


(Apa ngga ngerepotin mas nya? Aku ngga enak nanti sama mama nya Kalea)


Tak lama ponsel Inara berdering, panggilan masuk dari Kalangga. Awalnya sempat ragu untuk menerima panggilan dari nya, tapi dengan cepat Inara menggeser tombol hijau.


📱"hallo mas" Inara


📱"Iya hallo, soal chat kamu tadi, boleh aku jelasin sedikit" Kalangga


📱"Maaf ya mas, aku ngga bermaksud apa-apa, serius!" Inara


📱"Ngga apa-apa, jadi sebenarnya, aku sama mama nya Kalea udah lama pisah, apa kamu keberatan dekat sama aku yang berstatus duda anak satu?" Kalangga


📱"Aku ngga pernah pilih-pilih soal temen, jadi mas santai aja, dan aku juga ngga permasalahkan soal status mas" Inara


📱"Syukur deh kalo gitu, seneng aku denger nya, btw kamu lagi ngapain?" Kalangga


📱"lagi baca-baca buku aja, Kalea kemana?" Inara


📱"Kalea lagi belajar biasanya jam segini, hm...aku pesenin makanan ya buat kamu, jangan nolak!" Kalangga

__ADS_1


📱"mas Kalangga ini kebiasaan deh, terus aja bikin aku ngga enak, aku bales nya gimana coba?" Inara


📱"bales pake perasaan aja hehe" Kalangga


📱"hah? Gimana mas maksudnya?" Inara


📱"Ngga usah dipikirin, besok pagi aku jemput ya, jangan lupa bawa baju ganti kan kita mau kepantai" Kalangga


📱"Eh ini beneran, mas nya serius?" Inara


📱"Serius pake banget malahan, ya udah lanjutin baca buku nya, makanan nya di tunggu aja ya, aku mau ke kamar Kalea dulu, selamat malam cantik" Kalangga


📱"Ah iya mas, terimakasih ya makanannya, selamat malam" Inara


Inara melamun jauh, ia tidak begitu bodoh untuk tidak bisa mengartikan kebaikan dan perhatian Kalangga. Sudah sangat jelas terlihat, sepertinya Kalangga memiliki rasa ketertarikan terhadap dirinya.


Tapi sekarang yang jadi masalah adalah mama dan papa, apakah mereka akan setuju jika tau Inara berdekatan dengan Kalangga?, status duda anak satu akan dipermasalahkan oleh mama.


Setelah selesai menelpon Inara, Kalangga menghampiri putri semata wayang nya di kamar. Dengan wajah sumeringah Kalangga masuk setelah mengetuk pintu.


"Papa kenapa? Kok senyum-senyum gitu" Tanya Kalea penasaran.


"Papa serius, aku sih ayo aja"


"Papa serius, tapi kalo papa ajak seseorang, boleh ngga dek?" Tanyanya penuh kehati-hatian.


"Ajak siapa, pacar papa ya?" Tanya Kalea sambil meledek.


"Belom sih, tapi papa berharap nya dia mau jadi pacar papa, tapi emang kamu ngga masalah dek kalo papa punya pendamping lagi?" Kalo ini nada Kalangga terdengar serius.


"Pa, selama papa bahagia, aku dukung apapun itu, emang siapa sih sih orangnya? penasaran deh aku"


"Inara, yang waktu itu nolongin kamu dek"


"Kak Inara? Hah, papa serius? Kalo sama itu sih aku setuju pa"


"Ya ampun dek, kamu emang anak papa yang paling cantik, baik, dan pengertian" puji Kalangga.


Kalea hanya tersenyum melihat tingkah papa nya yang seperti anak abg, tapi memang setelah 5 tahun bercerai dari mama nya, Kalea tidak pernah melihat papa nya sebahagia dan seantusias ini.


***

__ADS_1


Di Pantai....


Kalangga duduk di bawah pohon kelapa sambil memandangi Inara dan Kalea bermain pasir. Melihat mereka berdua begitu akrab seperti adik dan kakak. Seutas senyum terukir di bibi Kalangga, hati nya semakin bergetar, kali ini lebih cepat.


'Kamu harus menjadi milik ku, Inara' gumam Kalangga pelan.


"Papa, sini gabung sama kita" teriak Kalea yang tak jauh dari tempat mereka bermain.


"Iya sayang, papa datang..." Kalangga berlari menghampiri mereka dan duduk di antara dua wanita kesayangan nya.


"Pemandangan nya indah banget ya, tenang banget rasanya" ucap Inara kemudian memejamkan matanya sebentar.


"Kamu suka?" Tanya Kalangga begitu lembut.


"Suka banget, makasih ya mas, sudah mau meluangkan waktu untuk ajak aku kesini"


Kalea sudah tidak berada disana, ia memilih beristirahat di hotel yang sengaja sudah di pesan oleh Kalangga. Mereka bertiga akan menginap semalam dan pulang besok.


"Kamu mau ngga jadi pendamping aku?, kali ini aku serius!" tanya Kalangga to the point, kemudian merubah posisi duduknya menghadap Inara.


*Deg


jantung Inara seperti berhenti beberapa saat, kemudian ia melirik dan menatap dalam mata Kalangga, yang sama sekali tak ada kebohongan disana.


Inara bingung harus menjawab apa, saat ini ia tidak memiliki perasaan lebih kepadanya, hanya perasaan bahagia atas segala perhatian yang ia berikan. Apa salahnya jika ia menerimanya saja, soal cinta kan bisa tumbuh dari waktu ke waktu, pikir nya.


"Ini pertama kali nya dalam hidup ku, ada laki-laki yang menyatakan cinta tanpa ragu. Kebanyakan mereka memilih mundur setelah tau siapa orangtua ku, mereka minder sih katanya. Terimakasih atas segala keberanian mas Kalangga, dengan hati terbuka, aku terima dan aku mau jadi pendamping mas"


Kali ini Kalangga yang diam, ia masih mencerna jawaban Inara barusan. Ini serius apa hanya bercanda, begitu pikir nya. Tanpa basa basi Kalangga menarik tengkuk Inara, lalu mencium bibirnya lama, kemudian di lepaskan lagi.


"Makasih ya sayang, Mas seneng banget" ucapnya begitu bahagia.


"seneng sih seneng mas, tapi itu tadi ciuman pertama ku tau mas, jahat banget sih maen nyosor aja" Inara kesal sebab Kalangga mencuri ciuman pertamanya.


"Kamu serius? ya ampun, maafin mas ya sayang" ucapnya merasa bersalah.


"serius lah mas, lain kali ngga boleh gitu ya mas" ucap Inara mengingatkan.


"Iya sayangku, maaf ya"


"Iya mas, udah aku maafin"

__ADS_1


__ADS_2