
Restoran dengan nuansa clasic menjadi pilihan Kalangga, sore ini ia akan bertemu dengan Inara selepas pulang kerja. Inara sengaja membawa baju ganti dan makeup. Hari ini Inara berniat kabur dari pantauan supir nya, setelah selesai berganti pakaian, di lihat nya dari kejauhan. Saat sudah dirasa keadaan aman, ia segera berlari lewat pintu samping.
Inara sampai di restoran menggunakan ojek, berbarengan dengan Kalangga yang juga baru sampai. Kalangga berlari kecil menghampiri Inara yang sedang sibuk mencari sesuatu di tas, dan tak menyadari kedatangan Kalangga.
"Aaaa...." Inara terkejut lalu berteriak saat merasakan tangan yang melingkar di pinggang nya.
"Sayang" panggil Kalangga manja.
"Mas ih, bikin kaget aja, nyebelin!" Ucap Inara menahan tawa, ia sengaja ingin mengerjai Kalangga.
"Maaf ya, abis kamu sibuk banget, lagi nyari apa sih sayang?"
"Ngga tau! males aku sama kamu" Inara dengan sengaja meninggalkan Kalangga yang masih berdiri.
"Sayang, kok marah sih, aku kan cuma bercanda" Kalangga mengejar Inara yang sudah masuk ke dalam restoran.
Inara duduk di meja yang sudah di pesan sebelumnya, ia duduk sambil bermain ponsel. Inara juga tak menghiraukan Kalangga yang sudah duduk di samping nya. Padahal sebenarnya ia sudah tidak bisa menahan tawa nya, tapi Inara suka melihat wajah tampan Kalangga yang panik.
"Permisi, pak, bu, ini menu nya silahkan" ucap waitress.
"saya pasta sama jus jeruk aja" jawab Inara.
"saya juga sama mbak"
Setelah waitress pergi, Kalangga memiringkan kepalanya menatap serius wajah cantik yang selalu membuat nya rindu. Sambil tersenyum sangat manis, ia terus memandangi Inara.
"Sayang, jangan ngambek dong, nanti kita beli ice cream yang banyak, hm... apa aja deh yang mau kamu beli aku beliin, asal janji ngga marah lagi" ucap Kalangga merayu, tapi Inara yang sudah tidak tahan pun tertawa.
"Kamu lucu banget sih mas, aku ngga ngambek kok, cuma bercanda aja" ucap Inara menahan tawa.
"Udah berani jahil ya sama aku" ucap Kalangga tak terima.
Dan .... Cup. Kalangga mencium sekilas bibir Inara, Inara yang terkejut pun hanya bisa diam sambil menatap Kalangga dengan ekspresi memangsa.
"Mas ih, kalo di liat orang Gimana?"
"Mana ada, Orang sepi begini kok" jawab Kalangga santai.
"ih dasar ya bapak-bapak nyebelin" ledek Inara.
__ADS_1
"Bapak-bapak? wah...Bisa-bisa nya ngeledekin pacar sendiri, untung aku sayang"
"Gombal mulu nih bapak-bapak hehehe"
Tak berapa lama, makanan yang di pesan pun datang. Mereka berdua menikmati makanan dengan sedikit canda dan saling menyuapi satu sama lain.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Kalangga akan mengantar Inara pulang terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Baru beberapa meter mereka meninggalkan restoran, ponsel Inara berbunyi, nama Mama terpampang di layar ponsel. Sebelum menerima panggilan tersebut, Inara menoleh ke arah Kalangga yang juga sedang memperhatikan, kemudian Kalangga mengangguk tanda bahwa ia mempersilahkan Inara menerima panggilan tersebut.
📱"Hallo ma..."
📱"Dimana kamu? pulang sekarang!"
📱"Iya ma, ini aku di jalan mau pulang"
📱"Jangan bilang kalo kamu lagi sama laki-laki itu"
Inara diam tidak menjawab pertanyaan mama, ia pasti akan di marahi habis-habisan oleh sang mama jika sampai rumah nanti, itu pasti.
📱"Inara, kamu bener-bener ya buat mama marah terus, kamu tuh pengen banget darah tinggi mama kumat ya, biar mama kena serangan jantung, gitu mau kamu"
📱"Ma... Mas Kala tuh baik, coba deh mama kenal dulu sebelum menilai, aku ngga mungkin pilih pendamping sembarangan"
📱"Iya ma, ini aku mau pulang"
Kalangga sangat paham dengan posisi Inara yang serba salah, tapi ia juga tak mau melepas Inara begitu saja, karna ia begitu sangat mencintai wanita nya ini.
Di elus nya kepala Inara lembut, di bawa ke bahu nya untuk bersandar. Terdengar suara tangis yang di tahan, kemudian Kalangga menepikan mobilnya sebentar.
"Eh kok nangis, cantik nya mas ngga boleh cengeng ah" ucap Kalangga lembut, sambil mengusap airmata Inara yang jatuh begitu saja.
"Masss..... hiks hiks hiks....." tangis Inara pecah, lalu ia memeluk Kalangga erat.
"Sayang nya mas, cinta nya mas, segalanya buat mas, dengerin deh sebentar, mas mau ngomong sesuatu" Kemudian Inara duduk berhadapan, kedua tangan nya di genggam erat Kalangga.
"Ibarat kita mau beli sesuatu yang kita pengen, kita harus usaha dong buat dapetin itu, gimana pun cara nya dan dengan cara apapun, pasti kita usahakan, iya kan?" Inara mengangguk.
"Begitu pun mas ke kamu sayang, ngga peduli sebanyak dan sesulit apa rintangan nya, akan akan mas hadapi. Sekali pun mas harus kehilangan semua harta mas, asal demi kamu mas rela, percaya deh sama kuasa tuhan, dia ngga akan mengecewakan umat nya yang sudah berusaha"
Barulah Inara tersenyum mendengar ucapan Kalangga.
__ADS_1
"Makasih ya mas, jangan pernah nyerah apalagi tinggalin aku sendirian, aku sayang sama mas" mereka pun kembali saling memeluk.
"Mas akan selalu ada di samping kamu, mas juga sayang sama kamu"
"Mas..." panggil Inara manja.
"Hmm, apa sayang?"
"Katanya mau beli ice cream yang banyak, ayo..."
"Siap laksanakan komandan, mau mas beli sama toko-toko nya sekalian" Canda Kalangga.
"ih mas apaan sih, lebay banget deh"
"Hehehe... Mas cuma bercanda sayang, gitu aja di anggap serius"
Kalangga membelikan segala macam cemilan dan berbagai macam Ice cream, hampir dua kantong belanja penuh, padahal Inara sudah menolak, tapi Kalangga malah sengaja membelikan nya.
"Mas, ini yang satu kantong bawa pulang aja buat Kalea"
"Ini sengaja mas beli buat kamu, kalo Kalea udah banyak di kulkas jajanan nya"
"Tapi ini kebanyakan mas, bisa naik berat badan aku kalo gini cara nya"
"Ya bagus lah, biar makin montok nih pacarnya mas, apalagi kalo yang ini tambah montok behhhh ..... enak deh mas nen nya"
"ihh mas kok ngomongnya gitu sih, malu tau"
"ngapain malu, orang mas udah liat juga, hm ... sebelum pulang boleh ngga mas nen dulu, sedikit aja"
Dan Inara tidak menolak permintaan Kalangga, sebab ia pun merasakan kenikmatan yang luar biasa saat dua gundukan milik nya, di sesap Kalangga.
"Aww ... Mas jangan di gigit dong, sakit" keluh Inara saat ****** nya di gigit gemas Kalangga.
"Makasih ya sayang, makasih untuk rasa manis yang selalu kamu suguhkan buat mas" kemudian Kalangga mengecup lama dahi Inara.
"Udah ah, ayo pulang, nanti mama makin marah lagi"
"Mas sudah siapkan telinga untuk segala omelan mama" Inara tersenyum mendengar celoteh Kalangga.
__ADS_1