
Setelah mengantar Inara pulang dan menerima omelan Mama Inara yang sungguh luar biasa menyakitkan, Kalangga juga segera pulang ke rumahnya dengan perasaan yang biasa saja, karena mulai saat ini ia akan menerima dengan lapang dada dengan segala perlakuan mama Inara.
Sesampainya dirumah, ia melihat mobil yang tak asing terparkir di halaman rumahnya. Ya, itu adalah mobil Sinta, mantan istrinya. Pasti ia kesini untuk mengantar Kalea, karna memang sudah waktunya Kalea kembali ke rumah Kalangga.
"Mas, aku mau ngomong sebentar" ucap Sinta saat Kalangga baru saja masuk.
"Apa?" Tanya Kalangga singkat.
"Sebaiknya Kalea tinggal saja di rumah ku, di sini juga dia ngga di perhatikan sama papa nya" ucap Sinta sarkas.
"Apa maksud dari ucapan mu? sebelumnya, masalah ini sudah kita bahas bersama dan setujui bersama jika Kalea akan tinggal disini seminggu dan seminggu di rumah mu, dan seterusnya bergantian" jawab Kalangga masih santai.
"Aku lihat akhir-akhir ini kamu terlalu sibuk dengan pacar baru mu, sampai lupa dengan Kalea"
"Siapa yang bilang aku lupa dengan anak ku sendiri, sesibuk-sibuk nya aku dengan pekerjaan, aku selalu menyempatkan diri untuk menghubungi Kalea, bukan nya kamu yang seperti itu?" Sinta memanas mendengar jawaban mantan suami nya.
"Pokoknya jika terjadi sesuatu dengan Kalea, aku pastikan kekasih tercinta mu itu tidak akan hidup tenang!" ancam Sinta.
"Sekali saja kamu berani menyentuh nya, aku ngga akan segan-segan buat melukai kamu, ingat itu, aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku Sinta" sentak Kalangga.
Sinta berdiri menghampiri Kalangga yang berdiri tak jauh dari nya, hendak menampar Kalangga tapi tak bisa karna tangan nya di tahan oleh Kalangga, dan di cengkram kuat hingga mengaduh.
"Jangan pernah coba buat mengancam ku, urus saja selingkuhan mu itu, aku dan kamu sudah tidak ada urusan apa-apa lagi, selain dengan Kalea" ucap Kalangga penuh penekanan, kemudian menghempaskan tangan Sinta kasar.
'Awas kamu mas, lihat saja pembalasan ku, jika aku tidak bisa kembali dengan mu, maka dia pun tidak akan pernah bisa memiliki mu' guman Sinta setelah Kalangga pergi begitu saja.
Kalangga masuk ke kamar kemudian mengunci pintu, suhu tubuh nya naik jika berbicara dengan Sinta, emosi nya tak pernah bisa ia tahan jika menghadapi kegilaan mantan istri nya itu.
Kalangga pun memutuskan untuk segera mandi, diam di bawah shower rasa nya akan sangat menyejuk kan sepertinya. Hampir setengah jam ia pun selesai dan segera berpakaian ala rumahan.
__ADS_1
Mengecek ponsel nya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Satria, dan juga ada satu pesan masuk dari Inara.
✉ Inara ♡
(Mas, Mama sama papa mau jodohin aku, aku harus gimana? tolongin aku mas)
Kira-kira begitulah isi pesan yang dikirim Inara, Kalangga segera menelpon Inara tapi ponsel nya tidak aktif. Ia pun segera menghubungi Satria, tak menunggu lama Satria menerima panggilan telpon dari nya.
📱"Hallo sat, Inara...."
📱"Ya bro, maka nya dari tadi gue telpon lo tapi ngga di angkat"
📱"Sorry sorry, gue abis mandi"
📱"Kita ketemu di tempat biasa"
📱"Oke, gue kesana sekarang!"
~
Sampailah Kalangga di Good Coffe, tempat nongkrong yang biasa ia datangi dengan Satria dan teman-teman nya yang lain. Tak lama Satria sampai, setelah Kalangga memesan Coffee lebih dulu.
"Sory bro lama, tadi ada masalah sedikit" ucap Satria kemudian mereka bertos ala laki-laki.
"Santai bro, gue juga belom lama kok"
Kalangga menatap Satria yang tampak serius, wajah nya sangat lesu, membuat Kalangga jantung Kalangga dag dig dug. Apa yang terjadi dengan Inara? Apakah kekasihnya baik-baik saja?, banyak pertanyaan berputar di kepala nya.
"Inara .... akan menikah, dua minggu lagi"
__ADS_1
Seperti tersambar petir di siang bolong, seketika bahu Kalangga melemah. Ia tak sanggup lagi berkata-kata, seakan dunia nya hancur seketika.
"Handphone, mobil, semua fasilitas ditarik sama nyokap gue, terus bokap juga sewa dua bodyguard buat jagain Inara, mereka sengaja menutup semua akses, biar lo ngga bisa ketemu sama Inara" ucap Satria menjelaskan lebih detail.
"Sat, lo tau kan setelah gue cerai sama Sinta, gue ngga pernah lagi deket sama siapapun, banyak yang deketin gue tapi gue ngga pernah mau, dan semua selalu gue tolak. Sampe gue di pertemukan dengan Inara, wanita paling baik dan tulus, dia tolongin anak gue, yang sama sekali ngga dia kenal" jelas Kalangga panjang lebar.
"Sayang dan cinta gue ke dia ngga pernah main-main sat, padahal kedekatan kita terbilang singkat, dan mungkin akan sulit untuk orang percaya sama gue, tapi apa yang gue katakan barusan dan apa yang gue rasakan saat ini bener-bener tulus dari hati gue"
"Gue sangat tau lo seperti apa kal, dan gue percaya kalo lo emang bener-bener sayang sama adek gue, gue janji bakal bantuin lo sama Inara"
Kalangga mengusap kasar wajahnya, frustasi. Pikiran nya tak karuan, saat ini ia hanya ingin membawa wanita nya pergi jauh, ke tempat orang-orang tidak mengenali mereka berdua.
"Bagaimana keadaan Inara sekarang?" Tanya Kalangga khawatir.
"Terakhir sebelum gue kesini, dia nangis, terus gue bilang mau ketemu sama lo, handphone gue ada sama Inara, coba lo telpon dia, biar dia lebih tenang"
Kalangga membuka ponsel nya dan mencari kontak Satria di panggilan terakhir. Hanya dua kali berdering, telpon nya diangkat oleh Inara.
📱"Mas .... hiks hiks hiks ..... aku takut"
Kalangga menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya pelan. Sebisa mungkin ia harus tenang saat ini, jika dirinya panik, di pastikan Inara akan tambah menangis.
📱"Sayang, tenang ya, kamu ngga perlu takut karena mas akan selalu ada di samping kamu"
📱"Bawa aku pergi mas, asal sama kamu, aku mau ikut kamu kemana pun"
📱"Mas akan bawa kamu setelah mendapat restu dari mama papa, mas janji akan langsung menikahi mu jika restu itu sudah mas dapatkan"
📱"Tapi mas .... "
__ADS_1
📱"Ssttt ..... percaya sama mas ya sayang, secepatnya akan mas usahakan, sekarang kamu istirahat ya, ngga boleh nangis lagi, i love you Inara"
📱"Iya mas, love you to mas Kala"