Kepentok Cinta Mas Duda

Kepentok Cinta Mas Duda
Kalea VS Kalangga


__ADS_3

Pertemuan pertama, retina matamu tak menyimpan apa-apa selain sebentuk bulan di batas langit, sebelum senja selapis kabut tipis turun ke laut, Aku mendengar bisik pasir setelah gelombangmu menjauh.


Pertemuan kedua, kemboja kuning diantara merah apel, dua bungkus teh di atas meja, air panas sisa menyeduh kopi, langit petang dan sisa gerimis di menara, senyum mu tak berbaris awan hitam mengambang pelupuk mata menjadi kolam, aku mulai menjaga riak nya beberapa teratai terbilang menutup permukaan.


Pertemuan ketiga, tak kutemukan jinak mantra, kaki malam merayap tanpa dupa asap mengepul di kamar tidur perih, mata mengeja tanda kutemukan jarak langit dan kaki pelangi separuh ilalang terbakar di dada pagi.


tok ... tok ... tok


"Masuk" ucap Inara sambil merapikan baju-baju nya ke dalam koper kecil, dan tanpa mengubah posisi nya membelakangi pintu.


Ya, sore ini Inara sudah di perbolehkan pulang kerumah, keadaan nya sudah sangat baik. Bahkan lebih baik dari sebelum nya, hehehe.


"Kak, kangen deh sama kakak" Kalea memeluk Inara dari belakang.


"Eh ... Hai anak cantik, apa kabar? kakak juga kangen sama kamu, mau telpon kamu takut ganggu, kan lagi fokus belajar buat ujian nasional" Inara membalik kan tubuhnya, lalu membalas pelukan Kalea.


"Kabar ku baik kak, tapi kepala ku rasanya sakit banget" keluh Kalea dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Papa mau peluk juga dong" Kalangga yang baru tiba pun tak ingin kalah, tapi saat ia ingin ikut memeluk, di larang oleh Kalea.


"No papa, hari ini kak Inara milik aku" ucap Kalea melarang papa nya keras.

__ADS_1


"Ngga bisa gitu dong sayang, Kak Inara kan calon istri papa, jadi papa yang lebih berhak" jawab Kalangga tak mau kalah.


"ih papa ngeselin banget deh, aku kan baru ketemu sama kakak lagi hari ini, papa kan dari kemarin-kemarin sama kakak terus" gerutu Kalea gemas dengan kelakuan papa nya yang seperti anak-anak.


"Mas, ngalah dong sama anak nya" ucap Inara penuh kelembutan.


"Sayang, kan mas kangen juga sama kamu, pokoknya mas ngga mau ngalah"


"Papa lebay banget sih, kaya abg aja ih, geli aku denger nya"


Inara menghela nafas kasar, ia seperti sedang berada di antara dua anak berusia lima tahun. Kalea sih masih sangat wajar, tapi melihat sifat Kalangga seperti ini membuat Inara ingin tertawa terbahak-bahak.


"JANGAN!" Jawab mereka berdua kompak.


"Ya udah deh papa ngalah, sebagai hadiah dari papa karna kamu sudah semangat belajar selama ujian kemarin, hari ini kamu boleh seharian sama kak Inara" Kalea bersorak gembira karena telah berhasil mengalahkan papa nya.


"Dan ini kartu atm untuk kalian berdua, terserah mau kalian belikan apa saja, selamat menikmati waktu berdua sayang-sayang nya papa"


Cinta seorang ayah memang tak terlihat, karena memang ayah tak pandai menunjukannya. Jika cinta itu ialah rasa peduli, maka sebabnya ayah selalu menasihati tiap kesalahan anak-anaknya.


Cinta seorang ayah akan selalu tersembunyi di dalam hatinya dan senyumannya. Terkadang, dalam bersedih, ayah lebih banyak diam karena memang tak pandai untuk menangis. Sekuat atau sekekar apapun tubuh ayah, ia akan merasa lemah saat melihat buah hatinya sakit.

__ADS_1


"Makasih ya pa, Kalea sayang papa" kini Kalea bergantian memeluk Kalangga.


"Papa juga sayang sama kamu, tetaplah menjadi pribadi yang baik ya nak, dengan segala kekurangan papa dan maaf atas kegagalan papa dan mama mu"


Inara hampir saja menangis mendengar ungkapan cinta kasih ayah kepada putri nya, ia jadi teringat akan cinta papa nya yang juga sangat besar.


"Papa ngga perlu minta maaf, karena masih banyak hal yang perlu aku pahami tentang kenapa dan mengapa, yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan papa dan mama, walaupun di jalan yang berbeda"


Inara berdecak kagum melihat kedewasaan Kalea, sungguh Kalangga sudah menjadi papa terbaik, terlihat hasil didikan nya membuat gadis cantik ini mengerti dengan masalah yang menimpa kedua orangtua nya.


"Terimakasih ya nak, untuk segala pengertian nya, terimakasih sudah memahami rumit nya kami orang dewasa"


"Udah dong galau-galau nya, kakak jadi sedih liatnya" Inara yang sudah tak sanggup pun akhirnya bersuara.


"Sini sayang, aku mau peluk kalian berdua" Kalangga merengkuh kedua gadis kecil kesayangan nya.


"Kak, sayangi papa selamanya ya, teruslah bersama papa dalam keadaan apapun, jangan pernah tinggalin papa, jangan buat aku kecewa seperti mama" Inara mengangguk lalu mengecup kening Kalea lama.


"Selalu ingatkan kakak ya sayang, tegur kakak jika memang kakak melakukan kesalahan"


'terimakasih tuhan telah mengirim dua malaikat cantik ini di hidup ku' gumam Kalangga penuh syukur.

__ADS_1


__ADS_2