
Tok...tok....
"Kak, udah bangun belum?" Suara Kalea di balik pintu mengusik telinga Inara yang sedang bersiap-siap sarapan sekalian chekout.
"Iya sebentar, kakak udah bangun kok"
Kalea menunggu Inara di depan pintu sambil memainkan ponselnya. Ceklek! Inara tersenyum saat melihat Kalea masih berdiri disana.
"Cantik banget sih kamu, gemes deh kakak" puji Inara.
"Iya dong, anak papa Kalangga" jawab Kalea bangga.
"Iya deh iya percaya, btw papa kamu mana?"
"Papa udah nunggu di bawah, yuk kak aku udah laper nih" Inara menggandeng tangan Kalea dan berjalan bersama.
Saat mereka sampai dibawah, mata Inara menangkap pemandangan yang sangat tidak enak di pandang. Kalangga sedang di peluk seorang wanita, ia tidak membalas tapi juga tidak menolak. Awalnya ia tidak tau wanita itu siapa, tapi Kalea menyebutnya 'mama' begitu saja.
'Pantes turun duluan' gumam Inara.
Inara memalingkan wajahnya saat Kalangga menatap nya dari jauh dan segera melepaskan pelukannya. Inara mencari tempat duduk kosong, setelah mengambil sarapan nya.
__ADS_1
"Papa udah sarapan?" Tanya Kalea saat Kalangga duduk bergabung dengan mereka, Inara hanya diam tanpa menoleh dan meneruskan sarapan nya.
"Papa udah sarapan dek, nanti kita mampir beli oleh-oleh dulu ya" ucap Kalangga, tapi Inara masih tidak peduli.
"Oke papa, aku mau beli buat teman-teman ku juga ya pa" ucap Kalea antusias.
"Iya putri papa yang cantik"
"Udah selesaikan sarapan nya? Kalo udah ayo kita pulang sekarang" Inara segera merapikan barang-barangnya dan kemudian berdiri dan berjalan lebih dulu.
"Kak, kok duduk di belakang?" Tanya Kalea yang tak menyadari jika Inara sedang ngambek.
"Gak apa-apa cantik, kita gantian kan kemaren kakak duduk di depan" Kalangga membuang nafas kasar mendengar jawaban Inara, ia sangat peka akan situasi ini.
"Sayang" panggil nya dan langsung memeluk Inara dari samping.
"Kamu marah ya sama mas?" Tanya nya saat tak mendapat sautan dari Inara.
"Apa sih mas, lepas ah ngga enak di liat Kalea" Inara mencoba menyingkirkan tangan Kalangga tapi sulit karna jelas tenaga Kalangga lebih besar.
"Jangan marah dong sayang, kamu dengerin dulu penjelasan mas, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan"
__ADS_1
"Emang mas tau apa yang ada di pikiranku tadi?" Tanya Inara kesal.
"Tuh kan marah, kalo kamu ngga marah kenapa nada nya kesel gitu, maafin mas ya sayang" Kalangga menarik Inara duduk di pangkuan nya.
"Mas ih, kamu apaan sih, lepas ngga?" Bukan Kalangga namanya kalo ia menyerah begitu saja.
"Tadi tuh mas ngga sengaja ketemu sama mama nya Kalea, dia tiba-tiba peluk mas dan minta balik terus sama mas" jelas Kalangga.
"Ya udah sana balik kalo mas mau, aku ngga apa-apa kok" jawab Inara masih dengan nada kesal.
"Ngga mau lah sayang, kan sekarang udah ada kamu di hati mas, dia itu cuma masalalu mas, mas sayang nya sama cuma kamu" Kalangga bersandar di punggung Inara.
"Buktinya tadi di peluk diem aja, kenapa ngga nolak?"
"Kamu cemburu ya? Ah...senang deh liat pacar nya mas yang cantik ini cemburu, jadi gemes pengen gigit"
"Menurut mas gimana? Berarti kalo besok-besok mas liat aku di peluk orang lain jangan marah ya" ancam Inara.
"Langsung aku tonjok orangnya, berani nya dia peluk peluk pacar nya mas"
"Udah ah lepasin, Kalea jalan kesini noh, aku mau turun"
__ADS_1
Kalangga tersenyum melihat Inara cemburu, berarti ia menyayangi nya. Terlintas untuk segera melamar dan menikahi nya di kepala, tapi bagaimana cara meluluhkan mama dan papa nya Inara.