Kepentok Cinta Mas Duda

Kepentok Cinta Mas Duda
Bertemu kembali


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


"Pa, itu kan kakak yang waktu itu nolongin aku"


"Yang mana?"


"Itu pa yang lagi main laptop" tunjuknya ke salah satu meja yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Hai kak, masih inget aku ngga?" Sapa anak perempuan tersebut setelah menghampiri Inara bersama papa nya.


"Hm, yang waktu itu di Cafe kan?" Tanya Inara menegaskan.


"Iya kak betul, kenalin nama ku Kalea, waktu itu kita belum sempat kenalan kan kak"


"Ah iya, Aku Inara, kebetulan banget ya kita bertemu disini"


Inara pun mempersilahkan mereka berdua duduk bergabung bersama nya. Kalea tipikal anak yang mudah berbaur dengan siapa saja termasuk dengan Inara.


"Oiya kak kenalin ini papa ku" Inara tersenyum kemudian menyambut uluran tangan nya.


"Kalangga, papa nya Kalea, salam kenal ya" ucap nya.


"Saya Inara pak, iya salam kenal juga"


"Ngomong-Ngomong makasih ya udah nolongin Kalea waktu itu, saya tadi nya ngga percaya kalo dia cerita apapun tapi sampe satu hari dia ngga mau sekolah dan mengurung diri dikamar" terang nya.

__ADS_1


"Sama-sama pak, sudah tugas kita sesama manusia saling tolong menolong"


"Kak gimana laptop nya? Waktu itu kan sempet kesiram minuman sama aku" Tanya Kalea tak enak hati.


"Gak apa-apa kok, santai aja" jawab Inara bohong.


"Serius kak? Aku jadi ngga enak sama kakak takut laptop nya rusak, aku kepikiran terus kak, terus sempet aku beberapa kali balik lagi ke cafe itu tapi ngga pernah ketemu sama kakak"


"kakak emang ngga pernah kesitu lagi, soalnya lagi belajar buat persiapan ujian akhir semester"


"oh pantesan, terus laptop kakak gimana? aku serius kak!" Tanya Kalea lagi.


"Sebenarnya laptop kakak rusak, tapi kamu tenang aja udah ada ganti nya, punya abang nya kakak hehehe"


"Saya ganti ya, sebagai permintaan maaf juga sebagai rasa terima kasih karena telah menolong putri saya"


Entah kenapa hati Kalangga bergetar saat mendengar ketulusan Inara, baru kali ini ia bertemu wanita setulus Inara. Ada rasa ketertarikan yang muncul begitu saja, Kalangga jadi ingin mengenal Inara lebih jauh. Apalagi saat melihat senyum nya yang manis, terasa sampai ke lubuk hati.


"Kalo begitu, bagaimana jika saya traktir makan siang, sudah waktu nya makan siang juga kan?" Inara tampak berpikir kemudian melihat jam di ponsel nya.


"Boleh pak, dengan senang hati kebetulan juga saya belum makan siang" jawab Inara sambil tersenyum manis.


Mereka bertiga bergegas menuju ke sebuah restoran seafood. Kurang dari setengah jam mereka akhirnya selesai makan kemudian keluar dari restoran.


"Terimakasih banyak ya pak, Kalea, untuk traktiran nya" ucap Inara.

__ADS_1


"Saya yang harusnya berterima kasih, saya antar pulang sekalian saja"


"Jangan pak, saya jadi ngga enak nanti" tolak Inara halus.


"Sekalian aja kak, rumah kita kan searah" ajak Kalea memaksa.


"Kamu di perum tatya asri juga?" Tanya Kalangga.


"Iya pak saya tinggal disana juga"


"Mari saya antar sekalian, ngga boleh nolak" Inara akhirnya menerima ajakan Kalangga, karna kebetulan ia tidak membawa kendaraan.


Selama perjalanan pulang Kalangga selalu mencuri-curi pandang ke belakang lewat kaca spion, tak sengaja tatapan kedua nya bertemu dan saling pandang sekilas. Inara langsung menunduk kan kepalanya malu, Inara langsung mengambil handphone di tas dan memainkan nya.


"di depan berhenti ya pak" pinta Inara.


"Kok turun disini? ini masih lumayan jauh kalo jalan kaki" Tanya Kalangga heran.


"Mau mampir ke rumah temen dulu pak, buat ambil buku. kebetulan rumahnya disini"


"oh begitu"


"sekali lagi Terimakasih ya pak, Kalea kakak duluan ya, dah"


saat mobil sudah tak terlihat lagi, dengan segera Inara memanggil tukang ojek untuk mengantarkan nya pulang.

__ADS_1


'bisa berabe urusan nya kalo di anterin sampe ke depan rumah, bisa di introgasi mama sama papa' gumam Inara pelan.


__ADS_2