
Pernikahan Kalangga dan Inara tinggal beberapa hari lagi, acara di gelar secara privat, atas permintaan keduanya. Hanya keluarga inti dari kedua belah pihak, serta rekan-rekan terdekat saja yang di undang.
Pagi ini Inara sudah cuti, kegiatan Inara hari ini adalah mengecek beberapa persiapan, dan ia akan me time dengan Kalea, calon putri nya. Supir akan mengantar Kalea ke rumah Inara, sedangkan Kalangga sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan nya, agar nanti ia bisa libur lebih lama.
"Ma, kenalin ini Kalea, anak nya mas Kala"
"Hallo oma, aku Kalea anaknya papa Kalangga, salam kenal oma"
"Hallo Kalea, seneng deh akhirnya bisa ketemu sama kamu, ternyata kamu lebih cantik aslinya dari pada di foto"
"Terimakasih oma atas pujian nya, hm .... aku boleh nginep disini kan oma?"
"Boleh dong sayang, kamu kan juga cucu oma, sini sini nak oma mau peluk kamu"
Inara bahagia melihat mama begitu berbesar hati menerima Kalea, bahkan mama menyebutnya cucu. Keras nya hati mama bisa lembut juga dengan perjuangan yang sungguh luar biasa dari Kalangga.
Surga itu tidak hanya terletak di kaki ibu. Surga itu terletak di hati, pikiran, dan segalanya yang melekat padamu, Ibu. Murni, teduh, dan lembut. Itulah hati terbaik yang pernah diciptakan Tuhan. Itu semua adalah hatimu, Ibu.
Setelah Kalea melepas pelukan nya, Inara mendekat kemudian berdiri menggunakan lutut lalu memeluk mama begitu erat. Inara menangis, banyak hal yang belum ia lakukan untuk mama, rasanya begitu teriris jika mengingat kejadian saat ia meminta restu dan berpikir tidak baik tentang mama.
"Ma, terimakasih untuk keikhlasan serta kelapangan hati mama menerima mas Kala dan putri nya. Aku minta maaf ya ma, maaf belum bisa jadi anak yang berbakti sama mama, aku sayang mama" ucap Inara sambil memeluk mama.
"Inara sayang anak mama, mama yang seharusnya minta maaf nak, kamu anak yang selalu nurut sama mama papa, ngga pernah neko-neko. Sampe hari dimana kamu dengan berani bawa Kalangga ke rumah ini, dan dengan lantang meminta restu mama, mama bangga nak atas keberanian kamu mengambil keputusan untuk menikah"
"Jadilah istri dan ibu yang baik ya nak, sayangi Kalea seperti anak kamu sendiri. Layani suami dan anak mu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Luangkan selalu waktu untuk keluarga, jangan membantah Kalangga, oke"
"Iya ma, akan Inara ingat terus nasihat mama, i love you ma"
"I love you to Inara"
Semalaman Inara dan Kalea berbincang, menceritakan semua hal tentang Kalangga. Kalea pun menceritakan tentang Sinta, mama kandung nya. Betapa bahagianya dulu mereka sebelum mama melakukan kesalahan, berselingkuh dengan rekan bisnis Kalangga di depan Kalea, saat itu Kalea masih duduk di kelas empat sekolah dasar.
Perselingkuhan dimulai saat kamu mulai menyimpan rahasia dari pasanganmu. Itu akan tumbuh sampai menghancurkan segalanya. Memaafkan itu mudah, mempercayai lagi hampir tidak mungkin.
__ADS_1
Mereka yang menipu pasangannya yang setia kepada mereka; tidak pantas mendapatkannya. Sikap tidak menghormati seseorang yang setia dalam suatu hubungan adalah sikap yang tidak bermoral, dengan cara berselingkuh. Belajarlah untuk merasa puas dengan apa yang sudah kamu miliki. Jangan pernah menemukan orang lain yang akan mengisi apa yang hilang dalam hidupmu. Itu tidak akan pernah berhasil.
"Kak, apa kakak benar-benar ikhlas menerima ku?" Tanya Kalea, kini posisi Inara dan Kalea duduk di atas ranjang saling berhadapan.
"Kenapa Kalea tanya seperti itu?"
"Mama bilang ibu tiri itu jahat, mama juga bilang kalo kakak cuma mau harta papa aja" Inara tersenyum menanggapi Kalea, lalu Inara membelai rambut Kalea dengan penuh kelembutan.
"Wajar mama bilang kayak gitu sebab itu bentuk sayang mama ke kamu, kakak rasa kamu sudah cukup dewasa untuk menilai situasi sekitar, kakak juga ngga mau bilang kalo kakak ini baik, cukup kamu yang menilai kakak ini seperti apa"
"Sebenarnya mama minta aku buat tinggal dirumah mama setelah papa menikah dengan kakak, tapi pas papa denger mama ngomong gitu ke aku, papa marah besar kak, mama hampir aja di tampar sama papa" lirih Kalea sedih.
"Papa ngelakuin itu di depan kamu?"
"Ngga kak, aku ngga sengaja liat, papa sama mama kalo di depan aku selalu bersikap seolah mereka baik-baik aja"
'Syukurlah, awas aja mas Kala kalo berani berbuat kasar di depan Kalea' gumam Inara dalam hati.
"Tanpa kakak ikut campur pun tetep aja mama ngga suka sama kakak"
"Ngga boleh gitu sayang, mama kayak gitu karna belum kenal aja sama kakak"
"Aku kesel sama mama, giliran papa udah menemukan pendamping lagi, mama seolah-olah kayak orang cemburu, tapi dia kayak gitu di belakang papa, ngga mikirin perasaan papa"
Untung saja Kalangga menelpon video, jadi amarah Kalea sedikit mereda. Inara juga tidak mau banyak menanggapi, bukan apa-apa, ia hanya takut salah bicara.
📱"Hallo pa"
📱"Hallo sayang, kamu lagi apa? udah makan?
📱"Lagi cerita sama kak Inara, udah pa, tadi aku di masakin macem-macem sama oma"
📱"Wah, enak dong, papa juga mau dong, oh ya kak Inara nya mana sayang, papa telponin ngga diangkat"
__ADS_1
Inara segera mendekatkan diri nya dengan Kalea.
📱"Iya mas aku disini, hp ku lagi di Charge, kamu udah makan mas?
"nih kak hp nya, aku mau ke toilet dulu" Inara mengangguk kemudian mengambil alih ponsel Kalea.
📱"Mas belum sempet makan sayang, ini aja kerjaan mas masih banyak"
📱"Makan dulu mas, nanti kamu sakit lagi, pesen makanan online aja"
📱"Mas mau nya makan kamu, apalagi sambil nen, uhhh enak nya"
Inara segera mengecilkan volume ponsel, ia melotot sambil mencebikan bibirnya.
📱"Mas ih ngomong nya ngga bisa di saring apa, kalo Kalea denger gimana, ngeselin banget deh"
📱"Tapikan kamu juga menikmati sayang, sampe jambak rambut mas kan saking enaknya, hayo ngaku..."
📱"Aku marah ya mas sama kamu, matiin aja deh telpon nya"
📱"Iya iya maaf, jangan ngambek lagi dong sayang"
📱"Nih ngobrol lagi sama Kalea, aku mau ganti baju dulu"
📱"Matiin aja deh pa, aku mau tidur, ngantuk"
📱"Ya udah kalo gitu, selamat istirahat sayang-sayang nya papa, good night"
📱"Iya papa juga istirahat, good night pa"
Tuttt .... sambungan telpon pun terputus. Inara menghela nafas lega, eh tapi tadi Kalea denger ngga ya percakapan nya dengan Kalangga. Kalo sampe denger kan malu, mana Kalea belum cukup umur untuk mendengar hal tabu seperti itu.
'Awas aja kamu ya mas, tak cubit kalo nanti ketemu' ....
__ADS_1