
...JATUH DAN CINTA 2...
“kak Aldo!!! Nanta mau tanya dong.”
“tanya apa?”
“Kak Adi kenapa kayaknya sedih terus? Ada apa sama masa lalu kak Adi?”
Pertanyaan Nanta membuat Aldo terkejut. Ia bingung bagaimana harus menyikapi Nanta kali ini.
Aldo tersenyum simpul “kenapa gak tanya Adi aja?”
Nanta cemberut. Ia mengayunkan kaki nya dari kursi taman yang ia duduki saat menjumpai Aldo tadi
“Cuma kak Aldo yang baik! Kak Adi kalo di tanyain kayaknya gak suka. Dia juga kayaknya jauhin adik kelas gara-gara kejadian tahun lalu.”
Nanta dan Aldo saling bertatapan. “eh, aku tau dari temen kok soal kejadian itu hehe” kata Nanta menjelaskan.
Aldo menghela napasnya panjang. Ia menatap pohon mangga di depan Nya
“Adi kemaren dihukum ya? dia bersihin gudang?” tanya Aldo yang mengalihkan topik
“berita nya cepet banget ya kesebar? Huh! Lagian dia juga ngapain nyuruh-nyuruh bagiin buku kelas Nya! Sok nge-boss!” Nanta menggertakan gigi tanda kesal.
Ia mengepalkan kedua tangannya kuat.
Aldo tertawa pelan. Ia menatap Nanta yang sedang kesal itu
“Adi bahkan jarang ngomong sama aku. tapi dia berani jailin kamu di depan temen-temen sekelas nya! Kamu tau itu artinya apa?”
Nanta kini berbalik menatap Aldo dengan tatapan bingung
“APA? Karena aku jadi musuh abadi nya Adi?”
“ck. Bukan! Coba tebak nanti kalo kamu udah tau kamu pasti bingung sendiri atau kamu bisa tanya Adi tuh orangnya dateng!” Aldo menunjuk Adi yang tiba dari arah di
depan nya. Kini aldo meninggalkan Nanta duduk sendiri di kursi itu dengan berkedip
“Kak Aldoo!!!! Kok aku di tinggal?”
belum sempat Nanta mengejar Aldo, Adi sudah tiba di hadapan Nya. Sosok jangkung nan tampan itu kini berdiri tepat di depan Nanta.
“kalo mau nyari masalah gue gak ada waktu. Bye!” Nanta berlalu pergi tapi tangan mungilnya di tahan oleh tangan Adi. Kini Nanta kembali duduk di kursi taman dengan kesal.
Adi yang berdiri menatap Nanta yang sedang kesal
“kenapa gak ke perpustakaan hari ini?”
“Idih! Bukan urusan lo!”
Adi berlutut. Ia kemudian menunduk di depan Nanta hingga membuat Nanta bertanya-tanya
“apa? Rambut lo ada kutu ya?”
Adi mendongak “kepala saya juga luka kemarin. Plesterin cepet!”
Nanta berdiri, ia berkacak pinggang menatap Adi
“denger ya! gue bukan anak PMR dan bukan UKS berjalan jadi jangan aneh-aneh.”
Adi jengah pada Nanta yang tidak peduli. Kini ia ikut berdiri menunjuk dahi yang masih terplester dengan plester shaun the sheep kemarin
“ganti yang ini juga! Saya luka. Saya butuh di obati.”
__ADS_1
Mendengar Adi terluka, Nanta pun langsung membuka casing handphone Nya dan mengeluarkan plester baru nya.
“udah.” Kata Nanta setelah selesai memberikan plester ke dahi Adi. “luka di kepala lo ke UKS aja. gue gak punya betadine” sambung Nanta
“kamu masih suka Aldo?”
“suka. Kenapa?” balas Nanta ketus
“udahan aja suka sama dia. Nanti kamu bisa sakit hati”
Nanta memutar bola matanya
“bukan urusan lo. ngapain juga mikirin gue? Pikirin kak Zara aja sana ga usah urusin hidup orang.”
...***********...
“BANG BANG BANG BUKA PINTUNYA BANG CEPET!!!!”
“Lo pikir ini hutan apa bisa teriak-teriak sesuka hati?” Kata Gio setelah membuka pintu bengkel Nya.
Adi langsung masuk ke bengkel Gio di tengah malam yang sama.
“bang tau gak? Kayaknya di cemburu tau!”
Adi dengan sumringah menceritakan kejadian hari sedangkan Gio mematung. ia tak bisa berkata-kata lagi
“terus? Gue harus bilang waw?”
“gue harus ngapain abis ini?”
Gio mendekat. Ia menepuk bahu Adi dan berbisik “mulai dari sini lo cari cara di google aj. Karena gue selama ini gak pernah jadian.”
“lah?”
“gue Cuma suka aja mengangumi dan nebak-nebak dari gerak gerik tapi akhirnya gue gak berani ungkapin karena gengsi duluan! Lo tau kan dulu hidup gue gimana?”
“btw, kalo lo mau tau langkah selanjutnya kasih dia perhatian dulu si! Buat dia bener-bener jatuh cinta. Jangan asal tembak menurut dugaan lo doang” Gio yang sedang mengutak-atik motor Nya memberi nasihat.
Adi berpikir sejenak. Ia menatap layar ponsel nya “beri perhatian? Gimana caranya?” katanya bergumam.
Kini pagi sudah tiba. Saatnya berangkat kembali ke sekolah dan Adi sudah memiliki beberapa opsi setelah berpikir panjang semalaman.
Ia bertemu Fero,Tya dan Dea di kantin tapi tanpa sosok Nanta di sana. ingin bertanya tapi ragu namun jika tak bertanya rasa penasaran Nya akan semakin liar.
“temen kalian kemana?”
Fero, Tya dan Dea gelagapan. Tak pernah membayangkan sosok Adi akan sudi berbicara pada mereka.
“dia sakit kak. Hari ini gak masuk” balas Tya ragu. Sementara Fero dan Dea sudah saling pandang memberi isyarat agar cepat-cepat pergi.
“oh iya makasih.”
Kini 3 sekawan itu sudah kabur meninggalkan Adi yang kecewa.
“kenapa Kak Adi nyari Nanta? mau diapain ya si Nanta?” Fero kalang kabut khawatir
Tya menghela napas nya panjang “astaga, temenku udah gak bakal jomblo lagi.”
....................
Sudah 3 hari Nanta tidak masuk sekolah. Teman-teman nya pun berniat mengunjungi Nanta karena tau dia sendirian di rumah. Orang tua Nanta pergi ke luar kota untuk mengurusi nenek nya yang sedang sakit. Mungkin mereka akan kembali sekitar 1 minggu lagi.
__ADS_1
“DUUUUH! Ayang adi kenapa murung aja dari tadi? Sedih ya gak ada ayang Nanta?” Dika mengejek Adi yang tengah melamun sepanjang hari ini.
“ck. Gak usah ikut campur.” Adi berlalu pergi meninggalkan kelas dan menghampiri taman sekolah. Sial, dia bertemu dengan Aldo kali ini.
“jangan lari. Mau sampe kiamat pun lo gak akan bisa ngehindar dari gue” kata Aldo yang menghampiri Adi di kursi taman.
Adi menatap sekilas Aldo “udah tembak Zara?”
Aldo menatap Adi kali ini. Dengan menghela napas panjang ia menjawab sembari merenggangkan tubuhnya
“ayang gue suka sama lo. ayang lo suka sama gue! Ribet gak si? Tukeran aja lah.”
Tatapan sinis Adi tepat mendarat di bola mata Aldo. Tatapan benci itu membuat nyali Aldo kian ciut
“iya iya bercanda astaga!”
“dia masih ngejar-ngejar lo ya?” tanya Adi serius
“kayaknya udah engga deh”
“kenapa?”
Aldo mengingat kejadian sehari sebelum Nanta tidak masuk sekolah. Saat itu jam pulang sekolah. Nanta melihat Aldo dan Zara sedang berbincang.
“kenapa? Kenapa kamu gak pernah nerima aku masuk ke dalam perasaan mu? Aku dan Adi sama-sama punya yang kamu mau tapi kenapa kamu gak pernah ngasih aku kesempatan sekali pun!”
Aldo menatap Zara dengan penuh berharap. Matanya tidak bisa berbohong bahwa ada makna yang dalam saat ia menatap gadis itu.
“aldo, kamu banyak yang suka jadi lebih baik kamu pilih orang lain aja.”
“karena aku ramah ke semua orang? Kamu dulu pernah bilang ga suka cowok yang cuek dan aku wujudkan itu! Apa gara-gara banyak adek kelas yang aku senyumin? Apa aku harus bilang aku sama sekali gak tertarik sama mereka dan teriakin mereka? Itu yang kamu mau?”
Nanta berjalan dengan sigap melewati Aldo dan Zara. Meski hanya sekilas tapi Aldo hafal betul bahwa itu adalah Nanta tapi ia tak memikirkannya saat itu karena terlalu fokus pada Zara.
“cukup Aldo! Kamu tau itu namanya obsesi!”
“terus? Yang kamu lakuin ke Adi itu apa? Cinta yang paling tulus? Aku dan kamu itu sama aja. jangan saling membandingkan.”
Aldo kini menurunkan Nada suaranya menahan amarah dalam dirinya
Zara meninggalkan Aldo dengan amarah nya. Zara pun kian naik pitam namun enggan berkata-kata lagi karena menurut nya sangat membuang-buang waktu.
Kini dari kejadian itu Aldo baru sadar bahwa Nanta pasti terluka tapi apa boleh buat? Demi kelancaran hubungan Adi maka cepat atau lambat itu pasti akan terjadi.
“sekarang gue harus sedih apa seneng?” Tanya Adi setelah mendengar cerita Aldo
“sedih. Karena Nanta sakit pasti gara-gara gue!” balas Aldo pasrah
Adi tertawa sinis “dia gak selemah yang lo pikirin!”
“lo beneran suka sama tuh cewe? Lo ga trauma sama kejadian tahun lalu?”
Adi melipat kedua tangan nya. Kini ia menyandarkan tubuh nya di punggung kursi
“gue masih gak tau! itu rasa kasihan atau cinta.”
“gak peduli itu rasa kasihan atau cinta tapi ujung-ujung lo bakal jatuh cinta juga! Lo tau kenapa?” pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Aldo membuat Adi penasaran
“lo udah bisa minta maaf ke dia, lakuin hal konyol padahal lo seorang ketua OSIS yang katanya sok cool dan lagipula cinta itu gak harus berawal dari lihat cewe terus terpana. Kadang rasa kasihan juga bikin kita pengen jaga dia dari apapun.”
“tapi kayaknya dia gak suka sama gue.”
Aldo tertawa renyah mendengar hal itu. Ia tak mengira seorang ketua osis yang paling di idamkan hampir seluruh siswa di sekolah ini mengatakan hal itu.
__ADS_1
“GWS deh buat lo. lo juga harus rasain perjuangan gue dapetin Zara! Btw gimana keadaan bang Gio? Udah lama gue gak nyamperin dia. Lo udah terima dia ya?”
...@yupi_yipiiie/@yupipoem...