
...Minimarket...
“eh ayam!” Nanta latah setelah melihat seseorang masuk tanpa mengetuk. Mereka bertatapan heran dan canggung.
“lo anak PMR?” tanya Nanta.
Adi, sang manusia kutub utara itu hanya menatapnya yang terkejut sembari memegangi kakinya. Ia mengambil kunci motornya dan berlalu pergi.
Ia menghela napas penuh ironi “dasar ketos songong! Ditanya baik-baik malah mlengos gitu aja. ini juga kursi sialan kenapa pake mampang disini?” katanya mendorong kursi itu
Adi berjalan dengan tergesa tidak santai melewati Aldo yang masih melanjutkan sesi MOSnya “urus sisanya.”
“kurang ajar lo!” jerit Aldo
Sementara Aldo masih memikirkan keadaan Nanta dan setelah sesi MOS berakhir dia langsung buru-buru ke UKS. Di Sana,Nanta terlihat duduk di ranjangnya sembari memakan roti dan minum es teh.
Entah ia dapatkan darimana es itu, pokoknya Nanta benar-benar makan dengan berantakan. Aldo yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum geli kemudian mendekati Nanta.
“kamu udah gapapa?” tanya Aldo yang memecahkan keheningan di tengah Nanta yang asik makan itu. Nanta buru-buru menyeka mulutnya dengan tangan
“eh iya udah gapapa kok kak” balas Nanta sembari tersenyum hangat.
Aldo tersenyum kecil dia cantik juga kalo dilihat-lihat “btw maaf ya Adi tadi emang gitu kalo di keramaian atau ada acara sekolah. Dia sensitif banget orangnya jadi kakak mewakili dia minta maaf ya” katanya.
Nanta terperanjat mendengar itu“eh, kok jadi kakak yang minta maaf? Ga usah kak gapapa kakak ga perlu lakuin itu”
“tapi dimaafin ga?”
“kakak kan ga salah tapi karena kakak mewakili muka datar jadi kupikir-pikir dulu deh!” seru Nanta pada Aldo.
Aldo kian memiliki tanya di kepalanya“muka datar?”.
“iya si Adi itu! Udah ga punya ekspresi ga punya hati nurani lagi!” kata nanta menjelaskan.
“duh kok kamu gitu si, ya udah ku tunggu ya maaf kamu. Kakak duluan ya Nanta!” kata Aldo beranjak pergi sebelum suara Nanta menghentikan langkahnya
__ADS_1
“kakak inget namaku?” mata Nanta menjadi berbinar. Binar itu membuat Aldo kian tertarik pada gadis satu ini
“kan ada name tag segede gajah tuh di lehermu” kata aldo menunjuk name tag itu.
Nanta langsung melihat name tag itu juga dan benar saja, tak sadar itu masih tergantung di lehernya “oh iya hehehehe” katanya dengan nyengir kuda
“ya udah kakak pergi dulu. Udah tenang kalau udah liat keadaan kamu. Nanti kalo udah enakan boleh pulang karena temen-temen kamu yang lain sebentar lagi pulang.”
Katanya dengan buru-buru meninggalkan Nanta.
“KAAK!!!” pekik Nanta membuat Aldo menghentikan langkahnya.
“iya kenapa? Kamu butuh sesuatu?”. Nanta turun dari ranjangnya dan mendekat pada Aldo kini kepala nanta sudah tepat berada di depan dada Aldo dan nanta menatap name tag kecil yang tersemat
“Aldo adiranata. Oke kaka Aldo ternyata! Salam kenal ya kak”
Nanta kembali ke ranjangnya memakan roti yang belum ia habiskan sedangkan aldo pergi dengan tawa kecil setelah melihat tingkah Nanta.
Jalanan hari ini sepi. Tentu saja karena jam-jam ini harusnya semua orang yang bekerja sedang sibuk-sibuknya. Hari ini nanta tetap pulang duluan karena ternyata peserta MOS tidak boleh pulang kecuali jam pelajaran sudah habis. Di tengah jalanan yang sepi itu, hanya ada Adi yang berkelana dengan motor ninja nya. Di sepanjang jalan itu juga, pikirannya benar-benar tertuju pada Nanta. Pria itu kurang mampu mengekspresikan perasaanya.
Adi benar-benar memikirkan Nanta yang tadi terlihat kesakitan memegangi kakinya. Ia pun langsung berbalik arah dan kembali ke sekolah dengan perasaan kesal. Kenapa cewe itu nyusahin banget si!
Nanta mematikan handphone nya setelah mengirim pesan pada Fero. Ia menghela nafas sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan sekolah dan kegiatan MOS nya. Ia berjalan santai melihat jalanan yang terlihat asing. Jalanan SMP nya dulu sudah memberikan banyak kenangan pada Nanta iapun ingat saat ia pernah mencintai ketua OSIS nya dulu. Biarlah kenangan itu tersimpan sendiri menjadi berbagai hal indah menuju cinta sebenarnya.
“sayang banget tapi ketos SMA dan SMP itu beda banget. Kaya kutub utara dan selatan! Ya meski sama-sama dingin seenggaknya crush ku waktu smp mirip dikit sama Kak Aldo.”
Katanya menggerutu di tengah jalanan. Saat dulu ia pulang sendiri berjalan kaki, diri Nanta sendirilah yang ia ajak bicara.
Handphone Fero berdering setelah dari pagi ia tak membuka ponselnya. Kini ia baru sempat. Ia menerima pesan dari Nanta dan langsung tersentak “yang khawatir siapa dih.”
Nanta terkejut oleh suara motor yang mengebut dari arah berlawanan.
“AYAM” pekik Nanta latah.
“manusia di muka bumi ini kayaknya lagi obat deh hari ini. Mereka semua kurang waras!!!”
__ADS_1
Adi gedabrukan memarkirkan motornya dan kembali ke UKS. Aldo yang tengah berjalan menuju pintu gerbang tersenyum geli. Jiwa bucin sudah mulai keluar batin Aldo.
Tentu saja Nanta tak ada di UKS. Tadi sudah dilewati oleh Adi dan di kagetin pula! Adi berdecak kesal
“ga guna gue mikirin dia.” Ia menghela nafas lega dan kembali menuju motornya padahal hatinya sedang gundah semoga dia beneran gapapa
Nanta duduk di depan minimarket dan sedang asik memakan marshmallow hingga ia terkejut melihat suara ledakan ban meletus yang cukup kuat.
“apa itu? Bom? Apa ada teror?” katanya celingukan mencari sumber suara itu.
Hingga keadaan mulai tenang, Adi yang ternyata ban motornya meletus karena tertancap paku muncul dihadapan Nanta dengan wajah putus asa. Dia berhenti di depan minimarket dan memarkirkan motonya di sana karena bengkel jauh dari sini
“kualat kan lo” kata Nanta dengan tawa jahatnya.“lo mau gentayangin gue ya?” Adi yang kesal menatap Nanta dengan berkacak pinggang
“tadinya kalo gue ga selamat sih mau gitu, tapi apa daya allah lebih sayang gue daripada elu wleee”
balas Nanta menjulurkan lidahnya. Adi terdiam mendengar asa spesies manusia yang berani bicara frontal padanya. Guru di sekolahnya pun selalu sopan dan ramah padanya.
“lo jauh-jauh deh dari hidup gue! Lo itu masalah dalam hidup gue tau ga?” wajah malas Adi terlihat di sana. Ia sudah sangat amat jengah dengan tingkah Nanta yang sembarangan.
“kayaknya yang tadi ga mau denger penjelasan gue itu elo deh! Sekarang gue tanya, siapa yang cari masalah?”
Nanta bangun dari tempat duduknya dan berlalu melewati Adi dengan sedikit pincang
“kaki lo sakit?” tanya adi penasaran
“not your business.” Balas nanta ketus
“maaf, tadi gue salah.” Kata adi membuat
Nanta terkejut keheranan hingga melotot. Ia menganga
“elo? Minta maaf? Ga bisa gabisa udah terlam---”
perkataannya terpotong setelah melihat toko kue di depannya dan otaknya langsung memiliki ide briliant
__ADS_1
“lo mau dimaafin?”
...@yupi_yipiiie...