Ketua Osis Dan Gadis Asma

Ketua Osis Dan Gadis Asma
POHON EK


__ADS_3

...POHON EK...


“Adi? Kamu yakin dia Adi anak Aira?” Tanya seorang wanita paruh baya dalam mobil.


“iya. aku udah periksa no HP nya dan masuk ke daftar no wa orang-orang penting V’OLE SM. Dia anak dari Aira!”


kini laki-laki itu terlihat serius membahas sosok wanita yang tak lain adalah CEO OF V’OLE SM 8 tahun lalu.


Wanita itu menghela napasnya berat


“kamu yakin Nanta bakal baik-baik aja sama dia?”


sosok wanita yang khawatir itu adalah ibu Nanta. ia sedang menemani suaminya dalam perjalanan bisnis ke semarang.


Pria itu menggenggam tangan istrinya


“tenang aja. Adi itu hanya anak dari Aira dan gaada hubungannya dengan Kholiq! Kita bakal pulang secepatnya dan urus beberapa proyek di V’OLE SM! Kamu gak usah khawatir.”


...*********...


“Lu Mafia yang ada di novel-novel itu ya?” tanya Nanta yang masih setia mengikuti langkah Gio yang besar itu.


Belum sempat menjawab, Pintu rumah yang maha tinggi itu terbuka. Para maid di sana datang menyambut GIO dan Nanta dengan ramah.


“iya. gue mafia!”


Gio malas meladeni Nanta dengan pola pikirnya yang aneh.


Nanta berhenti di tengah jalan. Ia memandang Gio aneh


“kenapa? Gak percaya?" Tanya Gio.


“enggak! Harusnya kan Mafia itu ganteng.”


Huh. Calon kekasih Adi kini membuat Gio malu bahkan para maid di sana tertawa mendengar suara nanta yang menggema.


‘untung cewe nya Adi!’


“jangan banyak tingkah! Ayo ikut gue.”


Nanta kembali mengikuti langkah besar Gio dan tibalah mereka di sebuah kamar berukuran sedang dengan jendela menghadap ke sebuah pohon Ek yang indah.


Kagum. Nanta baru melihat kamar yang sama sekali tidak memiliki unsur mewah dan berbanding terbalik dengan ornamen rumah ini namun kamar ini benar-benar nyaman.


Angin masuk dengan bebas di sana! bahkan ia bisa tidur di bawah jendela sembali melihat bintang!


Nanta menoleh pada Gio


“ini kamar siapa?”


“Mama nya Adi!”


“eh? Terus mama nya kak Adi mana?”


Gio tersenyum kecil mendengar itu


“tuh! Dia lagi liatin lo!” kata Gio sembari menunjuk pohon Ek itu.


Takut. Nanta kira ia sedang dipantau oleh CCTV


“HAH?” ia kemudian celingukan bingung.


Kini Gio tertawa terbahak-bahak melihat Nanta yang kebingungan


“mama nya Adi udah meninggal!”

__ADS_1


“terus kenapa lo bilang dia lagi liatin gue? Apaan si maksudnya? Gak lucu tau!”


pikiran Nanta sudah melayang kemana-mana sekarang. dia makin merinding setelah melihat kembali pohon Ek yang gelap itu


“adi aja yang ceritain sisanya. Nanti dia ke sini! Udah ya gue mau ke bengkel. byeeee”


“KOK DITINGGAL?”


Gio sudah pergi meninggalkan Nanta yang masih ketakutan karena mendengar perkataan Gio. Ia kemudian kembali menatap pohon Ek yang tinggi dan rimbun.



Ia merasakan kedamaian melihat itu, Serasa ada sosok yang memeluknya.


“hallo tante, aku Nanta! Tante gak jahat kan? Jangan balas dendam sama aku ya tante aku Cuma manggil Adi kambing doang gitu kok.”


Katanya berbisik di depan pohon ek itu.


Setelah lelah berkeliling kamar, Nanta mulai bosan. Harusnya ia minta diambilkan HP tapi apa daya, lihat wajah Gio saja ia sudah merinding! Nanta kemudian ingat dengan buku cerita fantasi yang Adi bawa tadi.


Awalnya ia bingung kenapa semua buku itu ada di laci adi namun kini ia mengerti ternyata Adi doyan cerita seperti ini dalam dirinya yang lain.


Nanta duduk di kasur dekat jendela dan mulai membaca buku fantasi season 2 setelah hari itu ia membaca season 1 di perpustakaan.



*ilustrasi


Tak terasa hari sudah sore. Ia sudah cukup mendingan dan sekarang merasa gerah! Rambutnya pun benar-benar kucel apalagi wajahnya ah sudahlah Nanta makin pusing.


Sebelum ia berpikir untuk ke kamar mandi, 2 maid datang membawakan makan sore untuknya. Sop iga sapi dengan nasi juga teh lemon hangat.


“sore nona, ini makan sore nya. Maaf saya dengar nona belum makan sejak siang hari dan kami baru menyiapkan ini 15 menit setelah nona datang. Jika nanti nona mulai lapar saat tengah malam tolong bunyikan lonceng ini 3 kali.....”


“eh? Gak usah. Nanti aku di jemput Adi kok. Aku tunggu dia di sini!”


Dua maid itu saling bertatapan kemudian tersenyum “sepertinya pacar nona akan pulang sedikit malam. Menginap lah dulu”


kata salah satu maid


“kak Adi gak ke sini?” nanta terkejut sendiri dengan pikirannya


“dia datang Nona...dia hanya sedikit memiliki keperluan. Jangan takut, kami bukan orang jahat”


Yaelah. Siapa juga orang jahat yang kan mengaku dirinya jahat? Nanta pun iya iya saja agar maid itu cepat keluar dari kamar ini. Tidak nyaman rasanya tubuhnya masih lengkap tapi menyuruh-nyuruh orang!


Ia kemudian memakan makanannya. Sungguh terkejut, sop iga itu bukan sop iga yang ada di restoran mahal! Benar-benar berbeda rasanya dan ia jamin jika ini dijual pasti akan untung banyak.


Sudah pukul 7 malam, Adi baru kembali dari supermarket membeli semua peralatan yang dibutuhkan Nanta.


“selamat malam tuan, Nona sudah ada di kamar nyonya.”


Adi tak menatap maid itu, ia malah fokus melihat Gio yang sedang dipijati oleh 3 maid nya


“BANG!”


“apasih! Bikin kaget orang aja. urus cewe lu sono!”


Ia melihat tajam maid itu


“apa kamu bikin dia gak nyaman? Dia udah makan?”


“sudah. Nona sepertinya sedang istirahat”


“oke. Bawa semua barang ini dan copot label harga nya! Jam 8 nanti taruhlah di kamar bunda”

__ADS_1


Dengan tubuh meringkuk Nanta tertidur sambil memeluk buku yang ia baca di kasur dekat jendela. Sweater yang bahkan belum ia lepas dari tubuhnya.


Adi tersenyum kecil menatap Nanta “kenapa tidur di sini?” katanya berbisik tidak ingin membangunkan Nanta.


Naas. Nanta sudah tidur cukup lama dan langsung terbangun begitu Adi menyentuh rambutnya yang acak-acakan


“KAK ADI KOK BARU SAMPE?” protes Nanta marah.


“maaf, saya ada urusan sebentar. Kamu bosen ya?”


“MAU PULANG!!!!!”


ya. tentu saja seberapa bagus kamar ini pun ia rindu kamarnya. Apalagi semua ini terlalu mendadak karen meskipun semua kejadian ini terjadi karena Nanta yang ceroboh.


“besok sore ya.....sekarang kamu istirahat dulu di sini.”


Nanta menatap Adi bingung


“di rumah kak Adi aja kalo gitu! Sekarang apa bedanya coba? Malah ada dayang-dayang kayak istana ratu


Adi tertawa geli mendengar hal itu


“kenapa? Kamu mau berduaan aja sama ketua OSIS paling ganteng ini?”


“eh?”


Adi memeluk Nanta menepuk punggung Nanta yang mini itu


“maaf ya kamu banyak denger kalimat yang belum saya ceritain. Kalo semuanya udah membaik saya bakal cerita! Semuanya. Dan rumah itu udah bahaya karena didatengin terus sama papa saya. Jadi kamu disini dulu. tenang aja gak ada yang bakal ganggu kita kok.”


Lah? Dikira ini bulan madu apa?


“KAK ADI MAU TIDUR DI SINI JUGA?”


“emang harusnya dimana?”


“IDIH! Stress. Gak mau! Cariin gue kamar lagi. Kamar Maid itu dimana? Gue numpang aja lah.”


Ceplos Nanta pada Adi tak terima


Yah. Padahal Adi kira ia sudah cukup memberinya perhatian namun perhatian itu tidak sampai pada hati Nanta.


“kamu bisa gak kalo ngomong jangan pake lo-gue? Kesannya aneh! Kaya orang asing.”


Sekali lagi, nanta mengernyitkan dahinya


“dikira pake saya-saya gitu keren kali? Lebih ke formal. Jadi kayak anak pejabat!”


1 ; 1. Satu sama. Memang 2 orang aneh itu agak nyeleneh jika dipikir-pikir.


“yaudah aku minta maaf! Tapi saya eh- maaf aku gak punya kamar di rumah ini”


“HAH? Rumah segede kota jakarta ini gak ada kamar kak Adi?”


Adi mengangguk yakin. Tapi memang pada dasarnya rumah ini adalah rumah untuk istirahat ibunya dulu setelah pulang bekerja. Ibunya tak pernah kepikiran membuatkan Adi kamar karena ayahnya juga sudah memberinya banyak fasilitas.


“nanti saya tidur disini. Kamu di kasur!”


“GAK! Gue eh—aku mau tidur disini! Kak adi kalo mau di kasur ya udah sana. tuan rumah mah bebas”


“kamu lagi sakit Nanta! nanti makin demam.”


“ih! Udah gerah kok. Udah sembuh. Aku mau mandi sekarang! ada baju siapa gak si disini? Kan banyak tuh maid di rumahmu”


“aku udah beliin baju. Nanti maid nya dateng!”

__ADS_1


__ADS_2