Ketua Osis Dan Gadis Asma

Ketua Osis Dan Gadis Asma
TRAGEDI KANTIN


__ADS_3

...TRAGEDI KANTIN...


Trauma pasti dimiliki setiap manusia dimuka bumi ini. Entah kau sudah pulih atau belum tapi sakit dihatimu biarkan jatuh dan mereda. Berbaiklah pada diri sendiri hingga kau menemukan tempat menepi menjadi sosok yang lebih baik lagi.


Adi dengan sikapnya yang dingin luar biasa menatap peserta upacara menjadi pemimpin upacara.


Gagah sekali!


Ia selalu memiliki pesona gagah dan macho bahkan tampan dalam dirinya. Tentu, para wanita pun akan kagum melihat, mendengar bahkan berinteraksi dengannya. Apalagi salah satu kisah wanita legendaris di sekolah ini yaitu, Delia.


Salah satu wanita yang terpikat oleh Adi sampai lupa diri dan menjadi obsesi. Dia adalah adik kelas Adi saat adi masih menduduki bangku kelas 11. Saat itu, meskipun Adi belum menjabat sebagai ketua OSIS, tapi dia tetap memiliki pesona yang kuat. Mati-matian gadis itu mengejar Adi hingga obsesi dan lupa diri.


“Kak Adi!!! Bagi no WhatsApp Nya dong! Biar nanti Lia bisa kasih pesan semangat ke Kak Adi tiap hari!” Delia memelas. Meski sudah menunjukkan binar matanya dan wajah imutnya, Adi tetap tidak terkecoh.


“saya ga butuh penyemangat.”


Balas Adi ketus. Adi melanjutkan kegiatan rutinnya saat istirahat jam kedua yaitu membaca buku di perpustakaan.


“Jangan gituuuu! Kak Adi kan cowok yang harus Delia perjuangin jadi harus dikasih semangat!!” Delia mengepalkan tangannya imut (menurutnya)


Adi berdecak. Meski suaranya tidak terlalu kuat, perpustakaan yang hening bisa membuat manusia yang ada didalamnya beralih fokus mencari sumber decakan itu.


...*****************...


Siang hari ini begitu menyengat, keringat yang bercucuran dari tubuh Adi kian membuat Delia terpesona.


“Kak Adi ganteng bangeeeeet!! Semangat kak main bolanyaaaa”


wanita itu sudah putus urat malu. Entah berapa kali ia ditegur baik-baik oleh kakak kelas lain itu bisa membuat Adi risih tapi dia tak pernah peduli. Bahkan ada yang sampai melabraknya dan Delia masih saja belum tobat.


Ia pikir ketidakpedulian Adi adalah sebuah jalan untuk mempersilahkannya dekat pada Adi nyatanya ketidakpedulian itu adalah suatu hal yang Adi yakini agar Delia cepat menjauh darinya.


Menurut Adi, selama Delia tidak pernah mengusik dirinya ataupun membuat dirinya merasa terancam. Toh, mencintai tidak bisa adi larang kan? Itu hak semua manusia di muka bumi.


Deliia menyiapkan kado ulang tahun spesial untuk Adi. Ia bersemangat sekali hari ini untuk pergi ke sekolah. Dan tentu saja, Adi lah yang langsung Delia cari sesaat setelah tiba di sekolah.

__ADS_1


“kak Adi!!!! Happy birthday.”


Delia memberhentikkan Adi ditengah lapangan menodongkan kado yang ia bawa meski tatapan Adi tetap sama,Datar


“saya ga butuh.”


Adi berlalu pergi menuju ke kelas hingga Delia menyusul dan menghentikan langkahnya.


“tunggu dulu! Kado Delia yang spesial bukan ini. Ayo bentar tutup mata”


belum sempat Adi menjawab, matanya sudah tertutup paksa oleh tangan Delia. Adi sudah hampir kehilangan kesabaran. Ia menghela napasnya kasar menahan amarahnya.


Kini mata Adi terbuka lebar. Matanya teralihkan oleh orang-orang yang sudah berada ditengah lapangan. Sedangkan siswa-siswi dan beberapa guru lainnya memperhatikan drama yang dibuat gadis itu.


Suara terompet, drum, gitar, biola yang saling beradu terdengar. Beberapa orang juga memainkan petasan dengan suara. Telinga adi berdengung, penglihatannya kabur dan kini tubuhnya sudah hampir tak memiliki keseimbangan.


“Kak Adi! Ayo jadi pacar Delia!” gadis ini gila bukan main. Dia benar-benar sakit jiwa! Delia bahkan tau kelemahan Adi terhadap suara ramai tapi kegilaannya kali ini benar-benar tak masuk akal.


Adi terdiam mematung. suara yang saling bersautan dan orang yang sangat ramai itu membuatnya hilang kesadaran. Dia merasa dunia berputar tak tentu arah dan diantara garis waktu, ia tak bisa merasakan kemana ia berada saat itu.


Aldo dan Dika yang terperanjat langsung sigap menghampiri Adi yang sedari tadi hanya mematung. dengan tatapan tajam aldo menatap Delia. Semua orang tau bahwa Adi benci keramaian dan kenapa manusia ini begitu teganya?


“LO ADA OTAK GA SI?”


pekik Dika pada Delia yang malah masih menunggu jawaban Adi dengan tatapan tak bersalah.


“kenapa? Bukannya kalo rasa takut itu dilawan kan ya? lagian Lia udah beraniin diri buat nembak Kak Adi lho! Keren kan? Padahal banyak banget yang mau sama delia karena Delia anak orang kaya tapi Delia maunya sama Kak Adi!!”


lagi, ia tersenyum menatap Adi setelah mengatakan hal itu. Semua orang penasaran dengan isi hati dan pikiran laki-laki itu.


Aldo meledak.


Sejak melihat aksi Delia sebenarnya ia sudah tak tahan tapi setelah kata-kata menjijikan itu keluar dari mulut Delia, Aldo hilang kesadaran


“CUKUP! LO BENER-BENER ****** PALING MENJIJIKAN DI DUNIA INI! DAN GAADA YANG BUTUH KEBERANIAN LO DALAM HAL INI. LO BUKAN CEWE NORMAL! KASIAN KELUARGA LO PUNYA HARTA BERLIMPAH TAPI PUNYA ANAK YANG GA ADA OTAKNYA KAYA LO! DAN SATU LAGI, BUKAN URUSAN LO NYEMBUHIN TRAUMANYA ADI.”

__ADS_1


Aldo dan Dika menggiring Adi ke kelas, meninggalkan Delia yang sudah ingin Aldo tendang menuju neraka.


Setelah sampai ke kelas, tak ada makhluk hidup yang berani membuka mulut perihal kejadian Adi di sekolah. Tak ada yang bertanya apa Adi baik-baik saja atau tidak dan itu menjadi hari terburuk dalam hidup Adi.


Seolah tidak terjadi apapun, semua berjalan normal. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, ekskul, kerja bakti dan lainnya. Adi pun sama, ia makan di kursi kantin pojok sendirian. Tak ada yang berani mengusiknya hingga alien itu muncul lagi,Delia. Padahal dia baru saja dari BK tapi gadis itu tak memiliki rasa jera dalam dirinya.


“Hallo kakak ganteng, aku balik lagi! Apa kabar? Udah punya jawaban belum?” katanya yang langsung menyapa Adi.


Adi diam, dia tetap melanjutkan kegiatan mengunyahnya.


“Kak Adiiiii. Ayo jawab cepetan nanti Delia sedih di gantung mulu!” Delia memasang wajah cemberutnya. Apakah dia terlihat imut? Sama sekali tidak.


Adi sudah hampir hilang kesabaran. Ia mengenggam sendok yang ia pegang dengan erat hingga suara yang hampir tak terdengar telinga keluar dari mulut Adi


“pergi.”


Delia memekik “ihhhh Kak Adi mah kok aku disuruh pergi sih jahat banget. Nanti aku nangis nih”


Delia menggoyangkan tangan Adi yang sudah mengepal kaku membuat adi benar-benar hilang kesadaran


BRUGH


Meja makan yang Adi singgahi terlempar kesamping. Singa ini sudah kembali bangun dan wajahnya benar-benar memerah menatao Delia keji. Ia mencengkram kuat kerah Delia dengan tangan kirinya.


“SAYA UDAH BILANG SAYA GA PEDULI! LO PUNYA OTAK GAK?GUE DIEM BUKAN KARENA GUE NGASIH LO KESEMPATAN! GUE GAK PEDULI LO HIDUP ATAUPUN MATI JADI SEKARANG JANGAN PERNAH GANGGU HIDUP GUE LAGI. GUE BENCI BANGET SAMA LO! SAMPE LO BESOK ADA DI SEKOLAH INI GUE BENER-BENER GA AKAN KASIH AMPUN. ANGKAT KAKI SEKARANG JUGA!!!!!”


Adi pergi meninggalkan Delia yang mematung kaget. Dia tak percaya Adi bisa se marah itu padanya.


Kini pikirannya runyam saat melihat manusia disekeliling kantin menatapnya kaget dan kasihan. Hatinya hancur setelah itu dan hari itu adalah hari delia ada di sekolah ini. Entah dimana dia sekarang tapi pastinya, ia lenyap bagai di telan bumi.


Tak ada yang membicarakan Delia sejak saat itu, namun namanya menjadi batas untuk tidak terlalu dekat dengan Adi. Sejak saat itu, adi selalu makan sendirian tanpa pernah ada seseorang yang mengusiknya.


Cinta dan apa yang kau beri adalah ketulusan hatimu tapi memiliki bukanlah bagian yang akan kau terima dari ketulusan itu


...@yupi_yipiiie...

__ADS_1


__ADS_2