
...CHEESE CAKE...
Nanta tengah menatap lemari penuh cake cantik itu dengan mata berbinar
“Hallo sayang? Apakabar? Kamu pasti kangen aku! udah LDR berapa lama kita?” sapanya pada cake-cake cantik itu.
“Cepetan!”
Adi menatap Nanta dengan emosi yang ia tahan daritadi. Seumur hidup, ia tidak pernah yang namanya pergi ke toko kue cantik nan imut.
Kini Nanta sudah mendekap kue kesukaanya yakni cheese cake. Ia berpikir apakah ia harus membagi kue itu dengan ketos songong ini atau tidak. Setelah bergelut dengan pikirannya sendiri ia memutuskan ingin menunjukkan hati nuraninya pada manusia berwajah datar itu.
Ia menatap punggung Adi yang bidang itu setelah Adi buru-buru pergi sehabis membayar dengan sangat tidak ikhlas.
“woi! Buru-buru amat mau kemana lo?”
“CK. Apalagi?” ketusnya.
Nanta dengan senyum sumringah sudah duduk manis di depan Adi yang wajahnya seolah sudah bisa membunuh siapapun yang ia tetap.
“gue ga ada waktu untuk hal ga berguna kaya gini! Cepetan!” katanya membentak Nanta
“kek presiden aja lu! nih” kata Nanta yang membagi kue itu menjadi 2 dan menyodorkannya pada Adi.
“gue ga suka kue” katanya dengan lagi-lagi wajah yang datar.
“ambil aja gue ikhlas kok” Nanta seolah tak peduli dan melanjutkan kunyahan Nya.
Cewe sinting
Seorang pria sampai di rumah sederhana dengan ornamen yang kuno. Ia membenahi jas nya dan memasuki rumah itu
“Mana Adi?”
ia bertanya pada seorang wanita yang tak lain adalah pembantu rumah tangga.
“adi sedang ada kegiatan di sekolahnya pak. Ada acara MOS untuk adik kelas” balas ART itu.
Pria itu menatap rumah yang terlihat sudah lusuh itu baginya, ia menarik napasnya panjang
“dia masih ga mau tinggalin rumah reot ini?”
Art itu (bi siti) hanya bisa menundukkan kepala. Seolah pria itu mengerti maksud dari bi siti. Ia berkeliling memasuki rumah itu yang sudah tidak ia datangi selama 3 tahun
“semuanya masih tertata. Apa yang adi mau dengan semua kenangan masa lalu ini?”
__ADS_1
Ayah Adi, kholiq sudah tak mengunjungi Adi selama kurang lebih 1 tahun. Ia hanya menyewakan Art untuk membantu keseharian adi yang memilih tinggal sendiri di rumah ini. Kholiq mengeluarkan 3 kartu ATM dari kantong jasnya
“ini untuk 2 tahun. Tolong katakan pada Adi selama dia masih keras kepala Ga akan ada dari sikap saya yang berubah”
Kamu selalu aja gini,nak....
Adi menghentikan langkahnya setelah keluar dari toko roti itu
“ini Cuma buat mastiin kalo gue bener-bener merasa bersalah, gue minta maaf”
“iya gapapa santai aja, gue tau kok lo sensian!” ketus Nanta.
“tau darimana lo?” sombong adi yang mendengar pernyataan Nanta.
Nanta tersenyum memikirkan Aldo yang bersikap ramah tadi
“kakak baik” katanya.
Adi berdecak “mana ada orang baik di dunia ini. Semua orang jahat pada tempatnya.”
Katanya pada Nanta. Kalimat itu membuat senyum Nanta memudar dan kesal.
“Ada! Kak Aldo! Dia ganteng, baik, ramah dan sopan banget. Btw lo pasti ada no WA nya kan? Bagi dong cepeeet!” rengek Nanta pada Adi yang tengah geli mendengar puji-pujian Nanta pada Aldo barusan.
“Aldo? Good boy yang sana-sini baik sama semua orang? Jangan baper! Sifat baik dia itu sifat alaminya dan satu lagi sebarin no WA orang tanpa izin itu ga boleh,privasi.” Tutur Adi menjelaskan.
Adi menaikkan satu alisnya “menurut lo siapa yang di puji-puji satu sekolah pas MOS tadi?
Nanta mengernyitkan bibirnya. Si kampret! Ni orang kenapa dipuji-puji sih. Kayaknya dia punya mantra ilmu hitam legendaris deh!
“heh jangan bengong! Pokoknya urusan kita udah kelar dan jangan pernah ada dalam hidup gue lagi. Lo pembawa masalah tau ga.”
Adi menyebrang menuju minimarket untuk mengambil motornya sementara Nanta masih menatapnya tajam dari depan toko roti. Tak lama, nanta menaiki angkot yang lewat dan kembali ke rumah.
adi berbalik melihat ke arah toko roti itu sebelum ia pergi dan mendapati Nanta sudah berlalu pergi. Syukurlah.
“Bundaaaa Nanta pulaaaaang!” jerit Nanta sembari membuka pintu rumah dengan tertatih lelah.
Nanta mematung melihat isi rumahnya. Ia melihat Fero dan Tya sudah duduk manis nonton tv sambil memakan keripik.
“kok kalian kesini?” tanya Nanta yang keheranan
“selamat datang, anggap saja rumah sendiri” balas Fero yang masih asik menonton Tv.
“tadi kamu pingsan ya?” bunda Nanta yang kembali dari dapur bertanya pada Nanta setelah mengambil minuman.
__ADS_1
Nanta menatap Fero dan Tya tajam karena tau ibunya gampang khawatir apalagi jika ia dilukai oleh seseorang. Bisa diobrak-abrik oleh ayahnya jika ketahuan.
“siapa namanya? Ketua OSIS songong itu?”
tanya bunda Nanta yang berkacak pinggang membuat Nanta semakin bergidik ngeri
“pingsan gara-gara kepanasan doang bundaku yang cantiiiiik” balas Nanta langsung memeluk ibunya.
“boong tante dia itu tukang boong” celetuk Tya yang semakin membuat panik Nanta.
“apasih berisik lo jamet!” pekiknya
“tapi tadi kan si Ad--”
“bunda lebih percaya anak orang lain dibanding Cinderella Nya bunda?”Nanta gelagapan setelah hampir mendengar nama adi dilayangkan oleh mulut temannya itu
Bunda Nanta menyentil dahi anaknya pelan
“ck. Ya udah ganti baju dulu sana! Kita makan bareng.”
“mereka ga usah dikasih makan bun!”nanta menatap tajam 2 pentol itu. Tya dan Fero yang dari tadi hanya mendengar percakapan ibu dan anak itu kian membuka mulut
“tante tau ga si dulu nanta pernah hampir mat--”
“HEH!” jerit Nanta dengan mata yang melotot
“ayo makan wahai baginda raja, habiskan dan makan saja aku jika kurang” nada bicara Nanta kini berubah menjadi lembut sekali
Sudah pukul 10 malam saat Adi sampai dirumahnya setelah menambal ban motor.
Sebenarnya menambal motor itu tidaklah lama apalagi bengkel yang ia datangi adalah bengkel temannya, Gio.
Hanya saja ia sengaja berlama-lama karena ia tau setelah sampai rumah ia akan kesepian lagi karena tak ada yang menunggunya di rumah. Bi Siti kembali pukul 8 malam karena iapun punya kehidupan pribadi yaitu mengurus anaknya yang baru berusia 6 tahun dan suaminya.
Ia membuka pintu rumah itu dan suasana yang akrab itu merasuki diri Adi. Sunyi, gelap dan dingin.
Adi memasukkan motornya ke garasi yang cukup luas, meletakkan sepatu di rak sepatu dan memasukkan kaos kaki ke mesin cuci khusus kaos kaki. Setelah itu ia mandi dan berganti pakaian menjadi kaos berlengan panjang dan celana panjang. Adi, mudah kedinginan.
Ia membuka kulkas dan melihat ayam ungkep, susu kotak dan telur. Hanya itu yang ada dan ia bosan melihat makanan yang masih dingin. Ia menutup kembali kulkas itu dan melihat sepotong cheese cake yang diberikan Nanta tergeletak di meja.
Meski sudah sering makan sendirian, cheese cake itu terasa menemani Adi dengan secangkir teh hangat yang biasa ia minum setiap malam.
Ia belajar materi untuk hari esok dan biasanya baru akan tertidur tepat pukul 2 pagi. Tapi tidak untuk hari ini, ia tidur pukul 2.30. 30 menit itu ia gunakan untuk memutar kembali kejadian hari ini bersama Nanta.
Hari ini, Adi dan dunianya yang sepi kedatangan tamu
__ADS_1
...@yupi_yipiiie...