Ketua Osis Dan Gadis Asma

Ketua Osis Dan Gadis Asma
MOS


__ADS_3

...MOS...


“SEMUA BERDIRI TEGAK! JANGAN ADA YANG NUNDUK KEPALANYA. BERSYUKUR CUMA KENA PANAS SINAR MATAHARI, BUKAN NERAKA!!”


Tegas pria itu. Suaranya yang lantang terdengar hampir sampai kantin sekolah.


Nanta jengah hanya mendengar teriakan laki-laki itu dari tadi. Aku mau pulang. Bahkan wajahnya tak bisa melihat anggota OSIS yang ada di depan sana. Tapi bersyukur saja dia tidak terlambat.


“kenapa ya MOS nya ga pake twibbon gitu? Kan lucu! Aku bisa selfie sekalian memamerkan wajah mulus halus lembut ku ini”


Nanta berbicara pada dirinya sendiri. teman-temannya yang lain ada di depan barisan sedangkan ia ada di paling belakang karena hampir terlambat.


Hingga sadar laki-laki itu mendekat pada Nanta. Nanta langsung menegakkan bahunya dan menatap ke depan barisan.


Pria itu memegang name tag yang tergantung di leher Nanta dengan amat sinis “Ananta Fairuz, kamu bawa cangkul?”


“BAWA KAK” lantangnya.


“Cangkulnya invisible ya?” lanjut pria itu sembari melipat kedua tangannya di dada dan menaikkan satu alisnya.


Nanta tertegun. Oh iya tadi cangkulnya masih di halaman samping rumah. Tamat lo Nanta hari ini!


“A-anu kak maaf tadi lupa, saya kira saya bawa tadi. Cangkulnya masih di halaman rumah” katanya dengan perasaan malu dan takut. Ia menciutkan tubuhnya dan tak berani menatap pria itu tapi samar-samar ia melihat hidungnya, mancung sekali.


Dia berdecak kesal “LAGI LAGI LUPA! TERUS AJA LUPA, LUPA DAN LUPA!!” Bentakan itu membuat merinding satu sekolah. Nanta pun sama, ia kaget karena tak pernah dibentak begitu kerasnya di tengah ramainya orang-orang.


“BERDIRI KAMU SANA KE DEPAN!!” Ketusnya.


Nanta berjalan ke depan, dia mengutuki dirinya dalam hati sembari memukul kecil kepalanya. Hingga hampir tiba di depan lapangan sana, ia melihat sosok yang sangat tidak asing yakni Fero dan Tya. Ia menyeringai menatap mereka


“best friend forever memang beda” gerutunya.


“ngapain lo berdiri disini?” nanta bertanya pada Fero yang kini tepat berada di sampingnya.


“menjawab ketos yang salah alamat” balasnya malas.


“hah?”


“SEMUA BERDIRI TEGAK! JANGAN ADA YANG NUNDUK KEPALANYA BERSYUKUR CUMA KENA PANAS SINAR MATAHARI,BUKAN NERAKA!!!”


“tapi saya kristen kak”


“kurang ajar! Berani kamu jawab gitu? Maju sini!!”

__ADS_1


Fero yang mengulang kejadian itu di kepalanya bergidik ngeri saat melihat tatapan tajam laki-laki itu.


Dua siswi di samping nanta membicarakan sesuatu. Suara yang saling beradu itu lewat di telinga Nanta.


”dia katanya ga pernah langgar satu peraturan di sekolah selama masuk sekolah ini. Peringkatnya satu terus dari kelas 1 SD dan dia juga jadi idaman emak-emak di desanya! Oh, iya katanya dia juga ga pernah pacaran jadi buat jadi pacarnya sekarang ga akan ada saingan! Hebat banget kan?” Seru salah satu siswi SMAN 2 ADMADJA yang sedang mengobrol.


“oh iya aku denger juga ternyata dia ga punya mantan dan ga pernah pacaran tapi--” obrolan dua siswi itu terpotong oleh Nanta yang penasaran


“mba? Dari Tadi ngomongin siapa sih?”


“kamu ga tau? Itu loh yang di sana!” balas wanita itu sembari memajukan bibirnya menuju pada seorang pria.


Pria itu berjalan menuju ke depan. ADI SYAZAQIR KHOLIQ, ketua OSIS SMAN ADMADJA yang memliki paras tampan. Manusia titisan dewa itu melangkah mantap sembari menatap garang adik kelas ngeyel yang ada di depan barisan. Tak ada yang berani menatap matanya dikala suasana hatinya sedang kacau di acara seperti itu tapi nanta menatap pria itu dengan heran.


Apa yang ada didalam diri pria itu hingga semua orang bilang dia sempurna? Aku penasaran


“buat kalian, hukumannya lari keliling lapangan 10 kali! Saya beri waktu 20 menit CEPAT!!” Kata Adi memerintah.


Dikala yang lain bergidik ngeri Nanta kaget mendengar hukuman yang tidak manusiawi itu.


“hah? 10 kali?” Kata Nanta menganga, seluruh anggota OSIS menatap nanta dengan serius dan kaget. Tentu saja mereka tau saat keadaan begini adi bukanlah manusia seutuhnya. Saat ini, Adi tak memiliki hati nurani.


“kenapa? Mau protes? YA JANGAN SALAHIN SAYA! SALAH SIAPA KAMU GA BISA TANGGUNG JAWAB TERHADAP TUGAS KECIL YANG SAYA KASIH!”pekiknya.


Nanta yang sekali lagi terkejut dengan bentakan adi langsung kicep “maaf kak saya ga bisa lari keliling lapangan kalo putarannya 10 kali. Karena saya punya peny--”


Anggota OSIS lain ikut kicep. Hari ini singa itu keluar dengan garangnya.


“anu kak temen saya ga bisa kalo lari 10 kali keliling lapangan karena-”


“BERISIK. Kalian ga tau diri ya? CEPET LARI!!” lagi.Tya yang sedang igin menjelaskan terpotong oleh ketusnya ADI. Anggota OSIS lain pun ikut menatap Nanta dan Tya dengan memberi kode untuk segera berlari menuju lapangan. Nanta menatap sinis pria itu sebelum akhirnya ia benar-benar pergi berlari memutari lapangan yang lebar luar biasa itu.


Kok bisa dia dibilang cowok sempurna? Dia....ga punya hati nurani


Baru 2 putaran saja, Nanta memegangi dadanya sesak. Ia benar-benar tak kuat lari keliling lapangan sialan itu dan akhirnya ia benar-benar tumbang.


Nanta memiliki asma.


UKS sudah dipenuhi beberapa anggota OSIS kala itu, Nata terbaring di dampingi Tya. Keributan terjadi di sana.


“minta maaf ke anak ini. Ini udah kelewatan si, setelah itu tolong jangan gegabah lagi. Lo sering banget bertingkah kaya gini” kata seorang pria yang merupakan anggota osis, Aldo. Tampang yang 11 12 dengan Adi tapi berkepribadian terbalik.


“gegabah? Maksud lo apa? Kan gue bener kasih hukuman dengan setara ke semua adek kelas. Itu namanya adil!” pekiknya.

__ADS_1


Aldo yang kian terpancing oleh Adi menatapnya sinis merasa kesabarannya habis “sikapmu buat adil ke semua orang itu bagus, sama rata tapi keadilan itu harus membuat orang yang diberi keadilan merasa sama! Dan dia bukan orang yang bisa diperlakukan sama rata”


“Lo pikir gue tau dia punya asma sialan itu?”


“dia sama temennya tadi udah nyoba kasih tau lo, tapi lo malah bentak dia! Minta maaf nanti setelah dia bangun. Lo ketua OSIS di sekolah ini, lo harusnya tau apa aja yang harus lo lakuin.” Kalimat itu membuat keegoisan Adi terluka.


Ia buru-buru megambil jaketnya dan pergi meninggalkan UKS itu dengan kesal. Sementara Nanta yang sebenarnya tidak pingsan dan masih terpejam mendengar semua percakapan mereka itu.


Idaman apanya anjir? Cuma minta maaf gitu doang ga mau idih sumpah ga gentle


Seorang wanita yang juga memakai jas osis mendekat pada Nanta yang tengah pura-pura tertidur sembari memberikan senyum yang ambigu.


“nama kamu siapa?” tanya nya pada Tya


“saya Arunitya faiza kak.” Balas Tya yang sempat berpikir melihat tingkah wanita itu sebelum bertanya padanya.


“oh oke, jagain temen kamu ya! kakak harus urus MOS hari ini.” Ia berbalik pergi meninggalkan Tya yang penuh tanya


kemudian sesaat sebelum wanita itu membuka pintu Tya bertanya “nama kakak siapa?”


“Zara.” Katanya dengan senyum ramah yang memudar dari balik pintu.


Tya mengingat nama yang sepertinya tidak asing itu. Ia terus menerus mencari sosok yang ada dalam ingatannya tapi tak kunjung didapati.


“woi ada orang ga?” bisik Nanta yang lagi-lagi masih terpejam.


“anak anj*n* lo!” sahut Tya dengan wajah jengah.


“CK! Kunci motor gue! Pasti di UKS ” Adi dengan frustasi mengacak-acak rambutnya.


“lo ga pingsan kan ya?” Tanya Tya sembari berkacak pinggang.


“sebentar. pas gue diangkat sebenernya udah sadar. Sengaja aja biar bisa tidur di UKS.”


“bye gue tinggal! Selama lo masih bernafas berarti lo masih bisa idup. See u manusia nyusahin!” tya melayangkan flying kiss pada Nanta dan buru-buru kembali ke lapangan.


Nanta buru-buru turun dari ranjangnya dan akan pergi mengikuti Tya yang sudah duluan ngacir


“HEH TYAA! Tungguin gue!” namun kaki Nanta terpentok kursi yang Tya duduki tadi hingga akhirnya ia tersungkur karena tersandung


Nanta memegangi kakinya dengan posisi duduk yang sama sekali tidak layak dipandang mata manusia.


“ARGHHHH TYA BANG*A*T”pekik Nanta kesakitan.

__ADS_1


Tepat setelahnya, seseorang membuka pintu UKS.


...@yupi_yipiiie...


__ADS_2